{"id":4739,"date":"2020-03-06T17:18:34","date_gmt":"2020-03-06T10:18:34","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=4739"},"modified":"2025-07-10T17:50:46","modified_gmt":"2025-07-10T10:50:46","slug":"berita-bulan-ini-omnibus-law-akan-semakin-memperparah-dampak-krisis-iklim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4739\/berita-bulan-ini-omnibus-law-akan-semakin-memperparah-dampak-krisis-iklim\/","title":{"rendered":"Berita bulan ini: Omnibus Law akan semakin memperparah dampak krisis iklim"},"content":{"rendered":"\n<p>Selama bulan Februari pemberitaan terkait ligkungan banyak diisi seputar Omnibus Law yang meresahkan. Diskusi santuy yang dilaksanakan oleh Greenpeace pada bulan Februari lalu telah banyak membahas soal Omnibus Law atau undang-undang sapu jagat yang dinilai sejumlah kalangan akan menguntungkan investor dan merugikan masyarakat dan semakin memperparah krisis iklim. Yuk, cek apa saja yang menjadi berita pilihan bulan ini.<\/p>\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Rekor suhu tertinggi di Semenanjung Antartika<\/h4>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large  caption-style-blue-overlay caption-alignment-center\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/media.greenpeace.org\/GPIDoc\/GPI\/Media\/TR1\/7\/5\/d\/e\/GP0STUL2C.jpg\" alt=\"\"\/><figcaption>\u00a9 Christian \u00c5slund \/ Greenpeace<\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Buat kamu para pecinta penguin, kamu patut khawatir nih. Pasalnya, menurut Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), rekor tertinggi suhu di Pangkalan Esperanza di ujung utara Semenanjung Antartika tercatat mencapai 18,3\u2103. Wilayah habitat asli pinguin ini mencatat rekor suhu terpanas sepanjang sejarah. Makanya nih, Greenpeace melalui kampanye uniknya, mendesak pemerintah Indonesia untuk ikut serta mewujudkan terbentuknya <a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/tag\/laut\">Perjanjian Laut Internasional <\/a>(<em>Global International Treaty<\/em>) yang akan dibicarakan di Kantor Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), Amerika Serikat, pada Maret 2020. <strong><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20200209165224-20-473054\/greenpeace-desak-ri-dukung-perjanjian-laut-internasional\">Lihat yuk aksi kerennya<\/a>. <\/strong><\/p>\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Polusi udara sebabkan kerugian ekonomi<\/h4>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large  caption-style-blue-overlay caption-alignment-center\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/media.greenpeace.org\/GPIDoc\/GPI\/Media\/TR1\/8\/6\/a\/e\/GP0STULIZ.jpg\" alt=\"\"\/><figcaption>\u00a9 Rendra Hernawan \/ Greenpeace<\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Yakin kalau musim hujan kualitas udara jadi semakin membaik? Mungkin ya, tapi hanya dalam beberapa jam saja. Simak yuk penuturan Bondan Andriyanu juru kampanye kami bahwa kualitas udara Jakarta masih buruk meskipun diguyur hujan. Dan menurut studi terbaru Greenpeace, polusi udara bisa sebabkan kerugian ekonomi sebesar 11 miliar per tahun loh. <a href=\"https:\/\/metro.tempo.co\/read\/1306730\/greenpeace-kualitas-udara-jakarta-masih-buruk-meski-musim-hujan\"><strong>Cek berita selengkapnya di sini.<\/strong><\/a><\/p>\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tarif cukai untuk produk Plastik <\/h4>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large  caption-style-blue-overlay caption-alignment-center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"799\" height=\"572\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/10\/065768ba-gp0stq7oo_web_size.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3862\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/10\/065768ba-gp0stq7oo_web_size.jpg 799w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/10\/065768ba-gp0stq7oo_web_size-300x215.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/10\/065768ba-gp0stq7oo_web_size-768x550.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/10\/065768ba-gp0stq7oo_web_size-475x340.jpg 475w\" sizes=\"auto, (max-width: 799px) 100vw, 799px\" \/><figcaption>\u00a9 Wolf Wichmann \/ Greenpeace <\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Greenpeace menyambut baik upaya pemerintah yang akan memberlakukan cukai plastik. Kementerian Keuangan Sri Mulyani mengusulkan tarif cukai untuk produk Plastik sebesar Rp 30.000 per kilogram. Menurut Atha, ini dinilai sebagai satu langkah baik karena merupakan salah satu cara untuk mengendalikan konsumsi plastik yang sudah tidak terkontrol. <a href=\"https:\/\/money.kompas.com\/read\/2020\/02\/19\/224000426\/pemerintah-berencana-pungut-cukai-produk-plastik-ini-komentar-greenpeace\"><strong>Baca lebih lanjut pada tautan berikut. <\/strong><\/a><\/p>\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Leonardo Dicaprio kritik PLTU Batubara<\/h4>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large  caption-style-blue-overlay caption-alignment-center\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/media.greenpeace.org\/GPIDoc\/GPI\/Media\/TR1\/0\/0\/8\/2\/GP0STULJ6.jpg\" alt=\"\"\/><figcaption>\u00a9 Rendra Hernawan \/ Greenpeace <\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Masih ingat aktor tampan pemeran Romeo dalam film Rome and Juliet, Leonardo Dicaprio? Selain sebagai aktor Hollywood, Leo sekarang juga seringkali aktif di dunia lingkungan dan sosial. Salah satunya adalah, postingan Instagram Leo yang mengomentari betapa buruknya pilihan energi batubara yang mengotori udara dan meracuni masa depan di wilayah Banten akibat operasi PLTU Suralaya. Padahal salah satu cara untuk menangani krisis iklim dan polusi udara adalah dengan beralih ke energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin. <a href=\"https:\/\/www.bantennews.co.id\/soroti-polusi-udara-leonardo-dicaprio-posting-foto-lingkungan-di-suralaya\/\"><strong>Cek yuk viralnya postingan Leo.<\/strong><\/a> <\/p>\n\n<div id=\"om-xsza8kw1il8oopssp6hi-holder\"><\/div>\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Jakarta beresiko tenggelam<\/h4>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large  caption-style-blue-overlay caption-alignment-center\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/media.greenpeace.org\/GPIDoc\/GPI\/Media\/TR1\/5\/2\/8\/b\/GP0STUEPH.jpg\" alt=\"\"\/><figcaption>\u00a9 Tedy Kroen \/ Greenpeace <\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (<a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/tag\/lipi\">LIPI<\/a>) mengingatkan gabungan <a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/tag\/kenaikan-permukaan-laut\">kenaikan permukaan laut<\/a> dan penurunan permukaan tanah bakal membuat risiko <a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/tag\/jakarta\">Jakarta <\/a>tenggelam makin tinggi. Salah satu akibat dari krisis iklim nih, masih ga percaya dan ga mau peduli soal Krisis Iklim? <a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/teknologi\/20191111120855-199-447265\/lipi-riset-jakarta-tenggelam-tahun-2050-bisa-jadi-kenyataan\"><strong>Cek berita lengkapnya di bawah ini ya<\/strong><\/a>. <\/p>\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Omnibus Law: RUU yang meresahkan<\/h4>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large  caption-style-blue-overlay caption-alignment-center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/10\/b9ea995e-gp04u3o-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3930\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/10\/b9ea995e-gp04u3o-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/10\/b9ea995e-gp04u3o-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/10\/b9ea995e-gp04u3o-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/10\/b9ea995e-gp04u3o-510x340.jpg 510w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/10\/b9ea995e-gp04u3o.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>\u00a9 Ardiles Rante \/ Greenpeace<div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Ardiles Rante \/ Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Ramai orang membicarakan pemerintah yang akan mengesahkan RUU Omnibus Law. Apa sih omnibus law dan apa pengaruhnya bagi lingkungan dan kaum pekerja seperti kita? <a href=\"https:\/\/kumparan.com\/kumparansains\/greenpeace-kritik-ruu-omnibus-law-izin-lingkungan-hingga-sanksi-administratif-1sw0TVt3t8p\"><strong>Simak yuk apa kata Greenpeace soal RUU yang meresahkan ini<\/strong><\/a>. Kamu juga bisa cari tahu soal omnibus law lebih banyak di kanal-kanal berita lain ya.&nbsp;<\/p>\n\n<p><strong><em>Rahma Shofiana <\/em><\/strong><em>adalah juru kampanye media Greenpeace Indonesia<\/em>. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seri diskusi santuy yang dilaksanakan oleh Greenpeace pada bulan Februari lalu telah banyak membahas soal Omnibus Law atau undang-undang sapu jagat yang dinilai sejumlah kalangan akan merugikan masyarakat dan lingkungan.&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":41,"featured_media":3862,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"not set","p4_local_project":"","p4_basket_name":"not set","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[13],"p4-page-type":[16],"class_list":["post-4739","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lindungi","tag-tentang-kami","p4-page-type-cerita"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Berita bulan ini: Omnibus Law akan semakin memperparah dampak krisis iklim - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4739\/berita-bulan-ini-omnibus-law-akan-semakin-memperparah-dampak-krisis-iklim\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Berita bulan ini: Omnibus Law akan semakin memperparah dampak krisis iklim - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Seri diskusi santuy yang dilaksanakan oleh Greenpeace pada bulan Februari lalu telah banyak membahas soal Omnibus Law atau undang-undang sapu jagat yang dinilai sejumlah kalangan akan merugikan masyarakat dan lingkungan.&hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4739\/berita-bulan-ini-omnibus-law-akan-semakin-memperparah-dampak-krisis-iklim\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-03-06T10:18:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-10T10:50:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/10\/065768ba-gp0stq7oo_web_size.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"799\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"572\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rahma Shofiana\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rahma Shofiana\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4739\/berita-bulan-ini-omnibus-law-akan-semakin-memperparah-dampak-krisis-iklim\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4739\/berita-bulan-ini-omnibus-law-akan-semakin-memperparah-dampak-krisis-iklim\/\"},\"author\":{\"name\":\"Rahma Shofiana\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/ad870c0ed8b6412121adc96984331e80\"},\"headline\":\"Berita bulan ini: Omnibus Law akan semakin memperparah dampak krisis iklim\",\"datePublished\":\"2020-03-06T10:18:34+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T10:50:46+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4739\/berita-bulan-ini-omnibus-law-akan-semakin-memperparah-dampak-krisis-iklim\/\"},\"wordCount\":481,\"commentCount\":1,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"TentangKami\"],\"articleSection\":[\"Lindungi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4739\/berita-bulan-ini-omnibus-law-akan-semakin-memperparah-dampak-krisis-iklim\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4739\/berita-bulan-ini-omnibus-law-akan-semakin-memperparah-dampak-krisis-iklim\/\",\"url\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4739\/berita-bulan-ini-omnibus-law-akan-semakin-memperparah-dampak-krisis-iklim\/\",\"name\":\"Berita bulan ini: Omnibus Law akan semakin memperparah dampak krisis iklim - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2020-03-06T10:18:34+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T10:50:46+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4739\/berita-bulan-ini-omnibus-law-akan-semakin-memperparah-dampak-krisis-iklim\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4739\/berita-bulan-ini-omnibus-law-akan-semakin-memperparah-dampak-krisis-iklim\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4739\/berita-bulan-ini-omnibus-law-akan-semakin-memperparah-dampak-krisis-iklim\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Berita bulan ini: Omnibus Law akan semakin memperparah dampak krisis iklim\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/ad870c0ed8b6412121adc96984331e80\",\"name\":\"Rahma Shofiana\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1c2ecbf217f7c31eb451434f466ceb9ede5f17040d0206e206cbadaa11d8d5a8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1c2ecbf217f7c31eb451434f466ceb9ede5f17040d0206e206cbadaa11d8d5a8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rahma Shofiana\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/rshofian\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Berita bulan ini: Omnibus Law akan semakin memperparah dampak krisis iklim - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4739\/berita-bulan-ini-omnibus-law-akan-semakin-memperparah-dampak-krisis-iklim\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Berita bulan ini: Omnibus Law akan semakin memperparah dampak krisis iklim - Greenpeace Indonesia","og_description":"Seri diskusi santuy yang dilaksanakan oleh Greenpeace pada bulan Februari lalu telah banyak membahas soal Omnibus Law atau undang-undang sapu jagat yang dinilai sejumlah kalangan akan merugikan masyarakat dan lingkungan.&hellip;","og_url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4739\/berita-bulan-ini-omnibus-law-akan-semakin-memperparah-dampak-krisis-iklim\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2020-03-06T10:18:34+00:00","article_modified_time":"2025-07-10T10:50:46+00:00","og_image":[{"width":799,"height":572,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/10\/065768ba-gp0stq7oo_web_size.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Rahma Shofiana","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Rahma Shofiana","Est. reading time":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4739\/berita-bulan-ini-omnibus-law-akan-semakin-memperparah-dampak-krisis-iklim\/#article","isPartOf":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4739\/berita-bulan-ini-omnibus-law-akan-semakin-memperparah-dampak-krisis-iklim\/"},"author":{"name":"Rahma Shofiana","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/ad870c0ed8b6412121adc96984331e80"},"headline":"Berita bulan ini: Omnibus Law akan semakin memperparah dampak krisis iklim","datePublished":"2020-03-06T10:18:34+00:00","dateModified":"2025-07-10T10:50:46+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4739\/berita-bulan-ini-omnibus-law-akan-semakin-memperparah-dampak-krisis-iklim\/"},"wordCount":481,"commentCount":1,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["TentangKami"],"articleSection":["Lindungi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4739\/berita-bulan-ini-omnibus-law-akan-semakin-memperparah-dampak-krisis-iklim\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4739\/berita-bulan-ini-omnibus-law-akan-semakin-memperparah-dampak-krisis-iklim\/","url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4739\/berita-bulan-ini-omnibus-law-akan-semakin-memperparah-dampak-krisis-iklim\/","name":"Berita bulan ini: Omnibus Law akan semakin memperparah dampak krisis iklim - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2020-03-06T10:18:34+00:00","dateModified":"2025-07-10T10:50:46+00:00","breadcrumb":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4739\/berita-bulan-ini-omnibus-law-akan-semakin-memperparah-dampak-krisis-iklim\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4739\/berita-bulan-ini-omnibus-law-akan-semakin-memperparah-dampak-krisis-iklim\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4739\/berita-bulan-ini-omnibus-law-akan-semakin-memperparah-dampak-krisis-iklim\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Berita bulan ini: Omnibus Law akan semakin memperparah dampak krisis iklim"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/ad870c0ed8b6412121adc96984331e80","name":"Rahma Shofiana","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1c2ecbf217f7c31eb451434f466ceb9ede5f17040d0206e206cbadaa11d8d5a8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1c2ecbf217f7c31eb451434f466ceb9ede5f17040d0206e206cbadaa11d8d5a8?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rahma Shofiana"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/rshofian\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4739","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/41"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4739"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4739\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":64367,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4739\/revisions\/64367"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3862"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4739"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4739"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4739"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=4739"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}