{"id":4973,"date":"2020-04-06T15:21:58","date_gmt":"2020-04-06T08:21:58","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=4973"},"modified":"2025-07-10T17:50:26","modified_gmt":"2025-07-10T10:50:26","slug":"yuk-buat-maskermu-sendiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4973\/yuk-buat-maskermu-sendiri\/","title":{"rendered":"Yuk.. Buat Maskermu Sendiri!"},"content":{"rendered":"\n<p>Beberapa tahun terakhir, penggunaan masker sudah menjadi bagian dari keseharian kita. Sebagai perlindungan diri dari polusi udara yang semakin mengkhawatirkan. Kini, di tengah merebaknya virus Covid-19, tingkat pemakaian masker oleh masyarakat terbilang tinggi. Alhasil, kelangkaan pun terjadi akibat permintaan dan ketersediaan yang tidak berimbang.&nbsp;<\/p>\n\n<p>Selain soal langka, masker ternyata menimbulkan masalah bagi lingkungan kita. Pengelolaan pasca pemakaiannya bukan perkara mudah. Kebanyakan masker bersifat sekali pakai, dan kita tidak tahu seperti apa penanganan sampah masker ini oleh pihak terkait. Apalagi <a href=\"https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/1369902\/ecoton-sampah-masker-jadi-masalah-baru-lingkungan\">masker sekali pakai ini tidak bisa didaur ulang<\/a>. Sampah masker pun mulai membanjiri tempat-tempat yang tidak seharusnya menjadi lokasi pembuangan, seperti di <a href=\"https:\/\/www.reuters.com\/article\/us-health-coronavirus-hongkong-environme\/discarded-coronavirus-masks-clutter-hong-kongs-beaches-trails-idUSKBN20Z0PP\">pantai<\/a>.&nbsp;<\/p>\n\n<p>Jika kamu khawatir tentang kontaminasi lingkungan dari masker sekali pakai, maka kamu bisa membuat masker sendiri. Saya berbagi cara membuat masker kamu sendiri yang diperkenalkan di grup Facebook &#8216;Ayo hidup tanpa plastik&#8217;.<\/p>\n<div id=\"om-xsza8kw1il8oopssp6hi-holder\"><\/div>\n\n<p>\u201cLatihan kecil untuk lingkungan dan kesehatan dengan masker buatan sendiri\u201d<\/p>\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li><strong>Membuat masker yang dapat digunakan kembali dan didaur ulang menggunakan material baru<\/strong><\/li><li><strong>Gunakan kembali dan daur ulang sumber daya yang ada untuk menghasilkan masker yang dapat digunakan terus menerus.<\/strong><\/li><\/ol>\n\n<p>Metode pertama sulit terwujud saat ini, tetapi yang kedua adalah cara mudah bagi siapa pun di setiap keluarga untuk melakukannya sekarang.<\/p>\n\n<p>Saya membuat masker multiguna saya sendiri dengan merujuk pada cara membuat dan menggunakan masker yang banyak digunakan orang di YouTube dan internet.<\/p>\n\n<p><strong>* Bahan yang dibutuhkan<\/strong><\/p>\n\n<p>Kain untuk digunakan sebagai masker (dengan menggunakan pakaian yang sudah tidak terpakai)<\/p>\n\n<p>Masker sekali pakai (sebagai contoh), karet\/kunciran rambut, alat jahit dasar (jarum, benang, jarum pentul, gunting, dan lainnya)<\/p>\n\n<p><strong>* Cara membuatnya<\/strong><\/p>\n\n<p>1. Siapkan bahan kainmu dan lipat menjadi 2 sehingga akan ada 2 lapis kain. Ambil masker sekali pakai sebagai contoh pola pada bahan kain yang akan kamu gunakan, regangkan bagian atas dan bawahnya, dan lipat juga menjadi dua. Taruh contoh masker di atas kain, pastikan lipatan masker dan lipatan kain di posisi yang sama.&nbsp;<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image caption-style-blue-overlay caption-alignment-center\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh4.googleusercontent.com\/rZSk9evkssw74S5-ByMBnM8ZkM9otsMZcGdsvmPLMQ2TwM5yjoRNERE-Jc7aGCTUWQqkm_MZV5usgfDdmHYBp951ctxnW2PN7ll1YCejGUxkyeeF3WRy-dcKn901dBrhcg5YKPa3\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n<p>2. Gambarlah garis pola sesuai contoh masker yang terlipat dan tambahkan 1 garis pola lagi dari garis pola yang pertama dengan jarak 1cm, untuk dijahit. Garis pola lipatan tidak perlu ditambahkan.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image caption-style-blue-overlay caption-alignment-center\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/Z7G3Ti71w5-t_RvUj86ZTnB1-0isjXKDHl2SA-Hk6N4YamScwfUnA9dNK33RtIrn8tGcpVSrWDKJzFZiMFvdJXPFqw_PceQ2p8bE64wjBmH7pHfYJUSlyA1pZupyf6xBGPk5WlJA\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n<p>3. Gunting kain di sepanjang garis dengan dua potong kain.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image caption-style-blue-overlay caption-alignment-center\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh6.googleusercontent.com\/y77Gsq9jMqSpF3hgzqIMmHjBgI9XK7PjsaYQ30ldk0rsLAhshdBeehkI_xU8Y863V-m9tBNTq3dwgI0NO9xFLUJ40KNUiTwGBul2QZAXccYwLKT90JXuc2PF0Tr1UDP4ZV2JhcyG\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n<p>4. Perbaiki kain yang tumpang tindih dengan jarum pentul dan jahit masing-masing di sepanjang garis tengah.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image caption-style-blue-overlay caption-alignment-center\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh6.googleusercontent.com\/iBg3GRrP-GaxpMT_C1oceWDc2J7vBB8jySHxVAMQskJ6Weeu1xBRhBx7-igCM-EFUAhN4MDOTmhEKTNOGxH96yfHjNRU6eiDSf80kB4AXdXym7rrQkkyg34B_aaoCtG7_ekapE3i\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n<p>5. Kencangkan dua potong kain tadi dengan jarum pentul sehingga sisi luar saling berhadapan, lalu jahit ke atas dan ke bawah di sepanjang garis jahit.<\/p>\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Jika Anda tidak tumpang tindih bagian atas dan menjahit bagian atas sehingga bagian atas berlubang, Anda dapat menggunakannya sebagai filter. Filter dapat dipotong menjadi bentuk masker yang sama.<\/li><\/ul>\n\n<figure class=\"wp-block-image caption-style-blue-overlay caption-alignment-center\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/u9Iu-ad2h5RBsYbnfXBNNp2Gfb7ASIhf1_GlExNrUFgyI4ySI2i9Ggf2w995uUrlIAIDZX1iT4tIQFKU7IqN92WEZTaAnhnDRIXCNFUlhC_4L3XRfp0Tlp4LDg7r1S-7xn7XAOTm\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n<p>6. Kedua ujung masker dilipat di sepanjang garis jahitan, dan ditempelkan sebelum dan sesudah (kedua ujungnya masih terbuka)<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image caption-style-blue-overlay caption-alignment-center\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/N7dMLWn205mB1gVATAl3oQHwOsrYUTorTawod5ZpuAKYJTOnV2UXEQoYyiMsglP4_9lV9ZM3_Abf16yKAjXM3uczZO0s8goYobrVMWd_sThgRRJohF5xqhSqVWToEt9vYmrqfBCA\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n<p>7. Balikkan kain dengan salah satu ujung topeng sehingga permukaan luar keluar, dan kemudian kencangkan karet yang dipotong sesuai ukuran wajah dengan jepitan jarum pentul di kedua ujung masker.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image caption-style-blue-overlay caption-alignment-center\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/OcjzfnTk919SIMjuRBKBOGA5HT1OC9o41vjqQCgpzquc7EQ_mpGiJeskWtmKG2mD5RtiIyVeBS5MaLmAc4Oq4QKQgqwbaDXEJvsq4XBBM5GZkMSyRFVGrbNwvTBRQipKbhXHCzqh\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n<p>8. Setelah diperbaiki, kedua ujung dibentuk seperti setengah lingkaran. Lalu menjahit secara bergantian pada dua kain atau bahan yang berbeda, dengan satu jahitan.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image caption-style-blue-overlay caption-alignment-center\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/73GJLrE2W7SdsXqe5nopUk_kz9MQfeNe9yDrv93JcZFfzt3EHRckQYz032zSUZgxdet4sHkiJLVXyQmHcTTitB0QI6mq2KwIMa5HCK892-SRf3VnYE4g8t0u7hEZa2utpYa8a5Gs\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n<p>9. Akhirnya, masker selesai dan siap digunakan.&nbsp;<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image caption-style-blue-overlay caption-alignment-center\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh6.googleusercontent.com\/eZUYCFw_YBmo_iDykEkhu-om9NFx1h-rT_B8ttVqWSivmXa89n9q1ia1YY-d5Givtbzny9uiQK60PjWJHghDnqObXg7_yjEFKS9tNiq_UcsmOaJ-njG3uXPzuwe5e53ZUzH9wcGe\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n<p>Membuat masker itu tidak sesulit yang saya kira, dan saya bisa dengan mudah membuatnya. Di luar waktu untuk menemukan referensi, waktu yang dibutuhkan untuk membuatnya hanya 2 jam, atau bisa kurang dari itu.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n<p>Tampaknya menjahit tangan sedikit lebih memakan waktu, tetapi pengalaman membuat masker untuk saya gunakan sendiri selama sekitar 2 jam untuk lingkungan dan kesehatan itu menyenangkan dan bermanfaat.&nbsp;<\/p>\n\n<p>Jika kita dapat mengurangi konsumsi masker sekali pakai yang dapat dengan mudah dibeli dan dibuang kapan saja, saya percaya bahwa alam kita di masa depan akan lebih baik, di mana kehidupan yang berkelanjutan bisa terwujud. Jika praktik-praktik kecil yang datang dari kesadaran diri sendiri itu terduplikasi dari satu orang ke orang yang lain sehingga menjadi gerakan bersama, maka kita dapat mengatasi berbagai masalah lingkungan yang kita hadapi dan situasi Covid-19 saat ini dengan bijak.<\/p>\n\n<p>Ditulis dan foto oleh: Jeong Yeo-joo, anggota grup <a href=\"https:\/\/www.facebook.com\/groups\/Noplasticshopping\/?ref=bookmarks\">&#8216;Ayo hidup tanpa plastik&#8217;<\/a><\/p>\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.facebook.com\/groups\/Noplasticshopping\/?ref=bookmarks\"><strong>Lindungi kesehatan Anda dan lindungi lingkungan dengan masker buatan sendiri<\/strong><\/a>!<\/p>\n\n<p><strong>CATATAN PENTING: <\/strong><em>Masker ini bisa ditambahkan lapisan kain lagi supaya lebih melindungi, dan sebelum digunakan, masker kain harus disterilkan dengan cara di rebus dalam air mendidih selama 10 menit atau dicuci dengan sabun. Masker kain hanya bisa digunakan maksimal selama 4 jam dalam satu pemakaian, setelah itu harus segera disterilkan sebelum digunakan kembali. <\/em> <\/p>\n\n<p>Disclaimer : Masker ini tidak bersertifikasi dan bukan digunakan untuk keperluan medis<\/p>\n\t\t\t<section\n\t\t\tclass=\"boxout post-5348 \"\n\t\t\t\n\t\t>\n\t\t\t<a\n\t\t\t\tdata-ga-category=\"Take Action Boxout\"\n\t\t\t\tdata-ga-action=\"Image\"\n\t\t\t\tdata-ga-label=\"n\/a\"\n\t\t\t\tclass=\"cover-card-overlay\"\n\t\t\t\thref=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/aksi\/kurangi-polusi-plastik\/\" \n\t\t\t><\/a>\n\t\t\t\t\t\t\t<img\n\t\t\t\t\t\tsrc=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/11\/4f915f2f-2_gp0sttp26_high_res-1024x683.jpg\"\n\t\t\t\t\t\tsrcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/11\/4f915f2f-2_gp0sttp26_high_res-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/11\/4f915f2f-2_gp0sttp26_high_res-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/11\/4f915f2f-2_gp0sttp26_high_res-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/11\/4f915f2f-2_gp0sttp26_high_res-2048x1366.jpg 2048w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/11\/4f915f2f-2_gp0sttp26_high_res-510x340.jpg 510w\"\n\t\t\t\t\t\tsizes=\"(min-width: 1000px) 358px, (min-width: 780px) 313px, 88px\"\n\t\t\t\t\t\talt=\"\" title=\"\"\n\t\t\t\t\/>\n            \t\t\t<div class=\"boxout-content\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<a\n\t\t\t\t\t\tclass=\"boxout-heading medium\"\n\t\t\t\t\t\tdata-ga-category=\"Take Action Boxout\"\n\t\t\t\t\t\tdata-ga-action=\"Title\"\n\t\t\t\t\t\tdata-ga-label=\"n\/a\"\n\t\t\t\t\t\thref=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/aksi\/kurangi-polusi-plastik\/\"\n\t\t\t\t\t\t\n\t\t\t\t\t>\n\t\t\t\t\t\tBebas Polusi Plastik\n\t\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"boxout-excerpt\">Dorong pemerintah dan korporasi untuk menekan penggunaan plastik sekali-pakai dan berhenti mencemari lingkungan.<\/p>\n\t\t\t\t                                    <a\n                        class=\"btn btn-primary\"\n                        data-ga-category=\"Take Action Boxout\"\n                        data-ga-action=\"Call to Action\"\n                        data-ga-label=\"n\/a\"\n                        href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/aksi\/kurangi-polusi-plastik\/\"\n                        \n                    >\n                        Ikut Beraksi\n                    <\/a>\n                \t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/section>\n\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selain soal langka, masker sekali pakai menimbulkan masalah bagi lingkungan kita. Sampah masker pun mulai membanjiri tempat-tempat yang tidak seharusnya menjadi lokasi pembuangan, seperti di pantai.<\/p>\n","protected":false},"author":28,"featured_media":4974,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"not set","p4_local_project":"not set","p4_basket_name":"not set","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[23],"p4-page-type":[16],"class_list":["post-4973","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ciptakan-perubahan","tag-pantang-plastik","p4-page-type-cerita"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Yuk.. Buat Maskermu Sendiri! - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4973\/yuk-buat-maskermu-sendiri\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Yuk.. Buat Maskermu Sendiri! - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Selain soal langka, masker sekali pakai menimbulkan masalah bagi lingkungan kita. Sampah masker pun mulai membanjiri tempat-tempat yang tidak seharusnya menjadi lokasi pembuangan, seperti di pantai.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4973\/yuk-buat-maskermu-sendiri\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-04-06T08:21:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-10T10:50:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/04\/f905df23-mask_9.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"768\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"576\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Medina Basaib\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Medina Basaib\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4973\/yuk-buat-maskermu-sendiri\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4973\/yuk-buat-maskermu-sendiri\/\"},\"author\":{\"name\":\"Medina Basaib\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c\"},\"headline\":\"Yuk.. Buat Maskermu Sendiri!\",\"datePublished\":\"2020-04-06T08:21:58+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T10:50:26+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4973\/yuk-buat-maskermu-sendiri\/\"},\"wordCount\":707,\"commentCount\":9,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"PantangPlastik\"],\"articleSection\":[\"Ciptakan Perubahan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4973\/yuk-buat-maskermu-sendiri\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4973\/yuk-buat-maskermu-sendiri\/\",\"url\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4973\/yuk-buat-maskermu-sendiri\/\",\"name\":\"Yuk.. Buat Maskermu Sendiri! - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2020-04-06T08:21:58+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T10:50:26+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4973\/yuk-buat-maskermu-sendiri\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4973\/yuk-buat-maskermu-sendiri\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4973\/yuk-buat-maskermu-sendiri\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Yuk.. Buat Maskermu Sendiri!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c\",\"name\":\"Medina Basaib\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Medina Basaib\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/mbasaib\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Yuk.. Buat Maskermu Sendiri! - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4973\/yuk-buat-maskermu-sendiri\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Yuk.. Buat Maskermu Sendiri! - Greenpeace Indonesia","og_description":"Selain soal langka, masker sekali pakai menimbulkan masalah bagi lingkungan kita. Sampah masker pun mulai membanjiri tempat-tempat yang tidak seharusnya menjadi lokasi pembuangan, seperti di pantai.","og_url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4973\/yuk-buat-maskermu-sendiri\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2020-04-06T08:21:58+00:00","article_modified_time":"2025-07-10T10:50:26+00:00","og_image":[{"width":768,"height":576,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/04\/f905df23-mask_9.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Medina Basaib","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Medina Basaib","Est. reading time":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4973\/yuk-buat-maskermu-sendiri\/#article","isPartOf":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4973\/yuk-buat-maskermu-sendiri\/"},"author":{"name":"Medina Basaib","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c"},"headline":"Yuk.. Buat Maskermu Sendiri!","datePublished":"2020-04-06T08:21:58+00:00","dateModified":"2025-07-10T10:50:26+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4973\/yuk-buat-maskermu-sendiri\/"},"wordCount":707,"commentCount":9,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["PantangPlastik"],"articleSection":["Ciptakan Perubahan"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4973\/yuk-buat-maskermu-sendiri\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4973\/yuk-buat-maskermu-sendiri\/","url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4973\/yuk-buat-maskermu-sendiri\/","name":"Yuk.. Buat Maskermu Sendiri! - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2020-04-06T08:21:58+00:00","dateModified":"2025-07-10T10:50:26+00:00","breadcrumb":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4973\/yuk-buat-maskermu-sendiri\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4973\/yuk-buat-maskermu-sendiri\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/4973\/yuk-buat-maskermu-sendiri\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Yuk.. Buat Maskermu Sendiri!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c","name":"Medina Basaib","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g","caption":"Medina Basaib"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/mbasaib\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4973","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4973"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4973\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":64356,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4973\/revisions\/64356"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4974"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4973"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4973"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4973"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=4973"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}