{"id":5094,"date":"2020-05-19T14:57:30","date_gmt":"2020-05-19T07:57:30","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=5094"},"modified":"2025-07-10T17:50:00","modified_gmt":"2025-07-10T10:50:00","slug":"abk-korban-eksploitasi-terus-bertambah-sindikat-bisnis-kotor-perdagangan-orang-di-sektor-perikanan-harus-segera-ditindak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5094\/abk-korban-eksploitasi-terus-bertambah-sindikat-bisnis-kotor-perdagangan-orang-di-sektor-perikanan-harus-segera-ditindak\/","title":{"rendered":"ABK Korban Eksploitasi Terus Bertambah, Sindikat Bisnis Kotor Perdagangan Orang di Sektor Perikanan Harus Segera Ditindak"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Jakarta, 19 Mei 2020.<\/strong> Pengungkapan eksploitasi terhadap salah satu Anak Buah Kapal (ABK) Ikan asal Indonesia, berinisial \u2018H\u2019 [1] patut menjadi alarm terakhir bagi pemerintah untuk segera bertindak nyata dan lebih berani mengungkap sindikat bisnis kotor perdagangan orang di sektor perikanan.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large  caption-style-blue-overlay caption-alignment-center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"533\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/04\/4df3019b-gp0stu864_web_size.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4923\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/04\/4df3019b-gp0stu864_web_size.jpg 800w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/04\/4df3019b-gp0stu864_web_size-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/04\/4df3019b-gp0stu864_web_size-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/04\/4df3019b-gp0stu864_web_size-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption>Ilustrasi kegiatan Anak Buah Kapal<\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Sebagaimana dilaporkan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, setelah meninggal dunia di atas kapal ikan yang diduga berbendera Tiongkok, Lu Qing Yuan 623, sekitar pertengahan Januari 2020, jasad ABK \u2018H\u2019 dilarung di Perairan Somalia [2].<\/p>\n\n<p>Kasus terbaru ini menambah deretan panjang permasalahan pelik di tata kelola perekrutan dan penempatan ABK Ikan Indonesia, di mana kasus ABK sebelumnya yakni hilangnya nyawa 4 orang ABK yang bekerja di atas kapal-kapal berbendera Tiongkok milik perusahaan <strong>Dalian Ocean Fishing Co., Ltd.<\/strong>, juga belum tuntas [3].<\/p>\n\n<p>Berdasarkan keprihatinan yang mendalam terhadap berbagai kejadian tragis yang dialami oleh ABK asal Indonesia yang ditempatkan dan bekerja di atas kapal-kapal perikanan jarak jauh berbendera asing, Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI), Serikat Pekerja Perikanan Indonesia (SPPI), Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) dan Greenpeace Indonesia menyatakan pernyataan sikap dan seruan sebagai berikut:<\/p>\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Mengutuk seluruh bentuk eksploitasi terhadap ABK dan keluarganya yang secara sistematis terjadi dari tahap perekrutan, pada saat dan setelah bekerja. Rangkaian tindakan tersebut dapat dijerat sebagai tindak pidana perdagangan orang dan sebagai wujud perbudakan modern.<\/li><\/ol>\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"2\"><li>Meminta Pemerintah Indonesia untuk memastikan seluruh hak-hak ABK dan keluarganya, baik untuk kasus-kasus terdahulu dan saat ini, dapat dipenuhi dan diselesaikan sesegera mungkin.<\/li><\/ol>\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"3\"><li>Meminta Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk benar-benar menindaklanjuti semua kasus terdahulu, serta menyelidiki dan menyidik aktor-aktor yang diduga terlibat dan menjadi bagian sindikat dalam bisnis kotor perdagangan orang di sektor perikanan baik yang berada di Indonesia maupun di luar negeri.<\/li><\/ol>\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"4\"><li>Meminta Kementerian Luar Negeri Indonesia untuk bersikap lebih tegas kepada seluruh negara bendera kapal ikan yang mempekerjakan ABK asal Indonesia, diantaranya untuk melaksanakan pelacakan dan pendataan keberadaan ABK asal Indonesia dan inspeksi kapal perikanan jarak jauh secara global.<\/li><\/ol>\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"5\"><li>Meminta Pemerintah Indonesia untuk segera meratifikasi Konvensi ILO 188 tentang Pekerjaan dalam Penangkapan Ikan [3] dan menuntaskan benang kusut dan kemelut tata kelola Pelindungan ABK.<\/li><\/ol>\n\n<p><\/p>\n\n<p><strong>Catatan:<\/strong><\/p>\n\n<p>[1] Pengungkapan kasus pelarungan jasad Anak Buah Kapal (ABK) ikan diduga berbendera Tiongkok, di sekitar perairan Afrika, yang diunggah oleh <a href=\"https:\/\/www.facebook.com\/kenzhuwarno.sangtitanium\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Suwarno Can\u00f6 Swe di akun Facebook<\/a> miliknya. Akun tersebut memperlihatkan proses pelarungan jenazah seorang ABK asal Indonesia, serta kondisi seorang ABK yang terlihat sakit.<\/p>\n\n<p>[2] Lihat:<\/p>\n\n<p><a href=\"https:\/\/kemlu.go.id\/portal\/id\/read\/1309\/siaran_pers\/penanganan-kasus-pelarungan-jenazah-alm-h-wniabk-kapal-lu-qing-yuan-yu-623\">https:\/\/kemlu.go.id\/portal\/id\/read\/1309\/siaran_pers\/penanganan-kasus-pelarungan-jenazah-alm-h-wniabk-kapal-lu-qing-yuan-yu-623<\/a><\/p>\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Validitas nama kapal saat ini masih dalam verifikasi dan diduga merupakan kapal ilegal ataupun kapal siluman yang tidak terekam di berbagai sistem pemantauan kapal.<\/li><li>Tanggal ABK meninggal dunia dan pelarungan ABK H penting untuk diklarifikasi lebih lanjut.<\/li><\/ul>\n\n<p>[3] Siaran pers \u201cPemerintah Didesak Usut Tuntas Penyebab Hilangnya Nyawa ABK Indonesia di Kapal Ikan Berbendera Tiongkok\u201d lihat di <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5037\/pemerintah-didesak-usut-tuntas-penyebab-hilangnya-nyawa-abk-indonesia-di-kapal-ikan-berbendera-tiongkok\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">sini<\/a>.<\/p>\n\n<p><strong>Kontak Media:<\/strong><\/p>\n\n<p>Anwar Abdul Dalewa, Ketua DPD Sulawesi Utara, Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI)<br>Mobile: +62 812 8707 061<br>Email: <a>anwardalewa481@gmail.com<\/a><\/p>\n\n<p><\/p>\n\n<p>Ilyas Pangestu, Ketua Umum Serikat Pekerja Perikanan Indonesia (SPPI)<br>Mobile: +62 812 8126 2988<br>Email: <a>bagoesone@gmail.com<\/a>\u00a0<\/p>\n\n<p><\/p>\n\n<p>Hariyanto Suwarno, Ketua Umum Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI)<br>Mobile: +62 822 9828 0638\u00a0<br>Email: <a>hari@sbmi.or.id<\/a>\u00a0<\/p>\n\n<p><\/p>\n\n<p>Arifsyah Nasution, Jurukampanye Laut Greenpeace Southeast Asia<br>Mobile: +62 8111 400 350<br>Email: <a>arifsyah.nasution@greenpeace.org<\/a>\u00a0<\/p>\n\n<p><\/p>\n\n<p>Ester Meryana, Media Campaigner Greenpeace Indonesia<br>Mobile: +62 811 1924 090<br>Email: <a>ester.meryana@greenpeace.org<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengungkapan eksploitasi terhadap salah satu Anak Buah Kapal (ABK) Ikan asal Indonesia patut menjadi alarm terakhir bagi pemerintah untuk segera bertindak nyata dan lebih berani mengungkap sindikat bisnis kotor perdagangan orang di sektor perikanan.<\/p>\n","protected":false},"author":28,"featured_media":4923,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"not set","p4_local_project":"not set","p4_basket_name":"not set","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[20],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-5094","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lindungi","tag-laut","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>ABK Korban Eksploitasi Terus Bertambah, Sindikat Bisnis Kotor Perdagangan Orang di Sektor Perikanan Harus Segera Ditindak - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5094\/abk-korban-eksploitasi-terus-bertambah-sindikat-bisnis-kotor-perdagangan-orang-di-sektor-perikanan-harus-segera-ditindak\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"ABK Korban Eksploitasi Terus Bertambah, Sindikat Bisnis Kotor Perdagangan Orang di Sektor Perikanan Harus Segera Ditindak - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pengungkapan eksploitasi terhadap salah satu Anak Buah Kapal (ABK) Ikan asal Indonesia patut menjadi alarm terakhir bagi pemerintah untuk segera bertindak nyata dan lebih berani mengungkap sindikat bisnis kotor perdagangan orang di sektor perikanan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5094\/abk-korban-eksploitasi-terus-bertambah-sindikat-bisnis-kotor-perdagangan-orang-di-sektor-perikanan-harus-segera-ditindak\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-05-19T07:57:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-10T10:50:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/04\/4df3019b-gp0stu864_web_size.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Medina Basaib\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Medina Basaib\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5094\/abk-korban-eksploitasi-terus-bertambah-sindikat-bisnis-kotor-perdagangan-orang-di-sektor-perikanan-harus-segera-ditindak\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5094\/abk-korban-eksploitasi-terus-bertambah-sindikat-bisnis-kotor-perdagangan-orang-di-sektor-perikanan-harus-segera-ditindak\/\"},\"author\":{\"name\":\"Medina Basaib\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c\"},\"headline\":\"ABK Korban Eksploitasi Terus Bertambah, Sindikat Bisnis Kotor Perdagangan Orang di Sektor Perikanan Harus Segera Ditindak\",\"datePublished\":\"2020-05-19T07:57:30+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T10:50:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5094\/abk-korban-eksploitasi-terus-bertambah-sindikat-bisnis-kotor-perdagangan-orang-di-sektor-perikanan-harus-segera-ditindak\/\"},\"wordCount\":525,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Laut\"],\"articleSection\":[\"Lindungi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5094\/abk-korban-eksploitasi-terus-bertambah-sindikat-bisnis-kotor-perdagangan-orang-di-sektor-perikanan-harus-segera-ditindak\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5094\/abk-korban-eksploitasi-terus-bertambah-sindikat-bisnis-kotor-perdagangan-orang-di-sektor-perikanan-harus-segera-ditindak\/\",\"url\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5094\/abk-korban-eksploitasi-terus-bertambah-sindikat-bisnis-kotor-perdagangan-orang-di-sektor-perikanan-harus-segera-ditindak\/\",\"name\":\"ABK Korban Eksploitasi Terus Bertambah, Sindikat Bisnis Kotor Perdagangan Orang di Sektor Perikanan Harus Segera Ditindak - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2020-05-19T07:57:30+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T10:50:00+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5094\/abk-korban-eksploitasi-terus-bertambah-sindikat-bisnis-kotor-perdagangan-orang-di-sektor-perikanan-harus-segera-ditindak\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5094\/abk-korban-eksploitasi-terus-bertambah-sindikat-bisnis-kotor-perdagangan-orang-di-sektor-perikanan-harus-segera-ditindak\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5094\/abk-korban-eksploitasi-terus-bertambah-sindikat-bisnis-kotor-perdagangan-orang-di-sektor-perikanan-harus-segera-ditindak\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"ABK Korban Eksploitasi Terus Bertambah, Sindikat Bisnis Kotor Perdagangan Orang di Sektor Perikanan Harus Segera Ditindak\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c\",\"name\":\"Medina Basaib\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Medina Basaib\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/mbasaib\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"ABK Korban Eksploitasi Terus Bertambah, Sindikat Bisnis Kotor Perdagangan Orang di Sektor Perikanan Harus Segera Ditindak - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5094\/abk-korban-eksploitasi-terus-bertambah-sindikat-bisnis-kotor-perdagangan-orang-di-sektor-perikanan-harus-segera-ditindak\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"ABK Korban Eksploitasi Terus Bertambah, Sindikat Bisnis Kotor Perdagangan Orang di Sektor Perikanan Harus Segera Ditindak - Greenpeace Indonesia","og_description":"Pengungkapan eksploitasi terhadap salah satu Anak Buah Kapal (ABK) Ikan asal Indonesia patut menjadi alarm terakhir bagi pemerintah untuk segera bertindak nyata dan lebih berani mengungkap sindikat bisnis kotor perdagangan orang di sektor perikanan.","og_url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5094\/abk-korban-eksploitasi-terus-bertambah-sindikat-bisnis-kotor-perdagangan-orang-di-sektor-perikanan-harus-segera-ditindak\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2020-05-19T07:57:30+00:00","article_modified_time":"2025-07-10T10:50:00+00:00","og_image":[{"width":800,"height":533,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/04\/4df3019b-gp0stu864_web_size.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Medina Basaib","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Medina Basaib","Est. reading time":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5094\/abk-korban-eksploitasi-terus-bertambah-sindikat-bisnis-kotor-perdagangan-orang-di-sektor-perikanan-harus-segera-ditindak\/#article","isPartOf":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5094\/abk-korban-eksploitasi-terus-bertambah-sindikat-bisnis-kotor-perdagangan-orang-di-sektor-perikanan-harus-segera-ditindak\/"},"author":{"name":"Medina Basaib","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c"},"headline":"ABK Korban Eksploitasi Terus Bertambah, Sindikat Bisnis Kotor Perdagangan Orang di Sektor Perikanan Harus Segera Ditindak","datePublished":"2020-05-19T07:57:30+00:00","dateModified":"2025-07-10T10:50:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5094\/abk-korban-eksploitasi-terus-bertambah-sindikat-bisnis-kotor-perdagangan-orang-di-sektor-perikanan-harus-segera-ditindak\/"},"wordCount":525,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Laut"],"articleSection":["Lindungi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5094\/abk-korban-eksploitasi-terus-bertambah-sindikat-bisnis-kotor-perdagangan-orang-di-sektor-perikanan-harus-segera-ditindak\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5094\/abk-korban-eksploitasi-terus-bertambah-sindikat-bisnis-kotor-perdagangan-orang-di-sektor-perikanan-harus-segera-ditindak\/","url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5094\/abk-korban-eksploitasi-terus-bertambah-sindikat-bisnis-kotor-perdagangan-orang-di-sektor-perikanan-harus-segera-ditindak\/","name":"ABK Korban Eksploitasi Terus Bertambah, Sindikat Bisnis Kotor Perdagangan Orang di Sektor Perikanan Harus Segera Ditindak - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2020-05-19T07:57:30+00:00","dateModified":"2025-07-10T10:50:00+00:00","breadcrumb":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5094\/abk-korban-eksploitasi-terus-bertambah-sindikat-bisnis-kotor-perdagangan-orang-di-sektor-perikanan-harus-segera-ditindak\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5094\/abk-korban-eksploitasi-terus-bertambah-sindikat-bisnis-kotor-perdagangan-orang-di-sektor-perikanan-harus-segera-ditindak\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5094\/abk-korban-eksploitasi-terus-bertambah-sindikat-bisnis-kotor-perdagangan-orang-di-sektor-perikanan-harus-segera-ditindak\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"ABK Korban Eksploitasi Terus Bertambah, Sindikat Bisnis Kotor Perdagangan Orang di Sektor Perikanan Harus Segera Ditindak"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c","name":"Medina Basaib","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g","caption":"Medina Basaib"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/mbasaib\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5094","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5094"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5094\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":64342,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5094\/revisions\/64342"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4923"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5094"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5094"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5094"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=5094"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}