{"id":5395,"date":"2020-07-09T17:59:58","date_gmt":"2020-07-09T10:59:58","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=5395"},"modified":"2025-07-10T17:49:19","modified_gmt":"2025-07-10T10:49:19","slug":"greenpeace-proyek-cetak-lahan-sawah-baru-di-gambut-hanya-akan-memperbesar-malapetaka-kebakaran-hutan-dan-lahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5395\/greenpeace-proyek-cetak-lahan-sawah-baru-di-gambut-hanya-akan-memperbesar-malapetaka-kebakaran-hutan-dan-lahan\/","title":{"rendered":"Greenpeace: Proyek Cetak Lahan Sawah Baru di Gambut Hanya Akan Memperbesar Malapetaka Kebakaran Hutan dan Lahan"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large  caption-style-blue-overlay caption-alignment-center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/07\/111f5362-gp01l7d-1024x683.jpg\" title=\"Peatland Rainforest in Sumatra. \u00a9 Greenpeace \/ Daniel Beltr\u00e1\" alt=\"Peatland Rainforest in Sumatra. \u00a9 Greenpeace \/ Daniel Beltr\u00e1\" class=\"wp-image-5396\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/07\/111f5362-gp01l7d-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/07\/111f5362-gp01l7d-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/07\/111f5362-gp01l7d-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/07\/111f5362-gp01l7d-510x340.jpg 510w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/07\/111f5362-gp01l7d.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption><div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Greenpeace \/ Daniel Beltr\u00e1<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p><strong>Jakarta, 9 Juli 2020<\/strong> \u2013 Greenpeace Indonesia telah memperingatkan potensi bahaya bencana lingkungan jika pemerintah tetap memaksakan proyek cetak sawah baru (food estate) yang kontroversial, dimana seluas 164.598 hektar gambut di Kalimantan akan diubah menjadi lahan sawah. [1]<\/p>\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20200709091656-20-522633\/jokowi-dan-prabowo-tinjau-food-estate-di-kalimantan-tengah\">Hari ini Presiden Joko Widodo mengunjungi Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk meninjau proyek food estate,<\/a> Ketua Tim Jurukampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Arie Rompas menyatakan:<\/p>\n\n<p>\u201cHanya berselang sekitar satu minggu<a href=\"https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/1584406\/kalteng-tetapkan-status-siaga-darurat-karhutla\"> pemerintah Kalimantan Tengah mengumumkan status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan<\/a>, Presiden Jokowi terbang ke Palangkaraya utamanya untuk memberi lampu hijau proyek yang berpotensi merusak 164.598 hektar lahan gambut yang kondisinya sudah memprihatinkan,\u201d kata Arie. [2]<\/p>\n\n<p>\u201cSejak 2015, lebih dari seperempat juta hektar hutan lahan gambut telah terbakar di Kalimantan Tengah, para ilmuwan mendesak Indonesia melindungi semua lahan gambut untuk demi menghentikan laju perubahan iklim. Pemerintah justru sebaliknya membuat program pengubahan lahan yang akan mengganggu ekosistem lanskap gambut dan berpotensi menjadi malapetaka kebakaran lahan semakin parah,\u201d lanjut Arie. [3] [4]<\/p>\n\n<p>Presiden Jokowi menunjuk Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk ikut mengelola sektor pangan salah satunya proyek food estate. Keduanya hari ini meninjau Food Estate di Kabupaten Kapuas dimana Presiden Suharto meluncurkan Proyek Lahan Gambut Satu Juta Hektar pada tahun 1995, tujuannya memperkuat ketahanan pangan dengan mengubah lahan gambut menjadi padi. P<a href=\"https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/1491944\/cetak-sawah-baru-pakar-ingatkan-masa-sulit-kegagalan-plg\">royek ini gagal menghasilkan beras dan meninggalkan bekas kehancuran lahan gambut yang kaya akan karbon dan kini menjadi area yang rawan kebakaran lahan.<\/a><\/p>\n\n<p>&#8220;Sepanjang hidup saya tinggal disini dan setiap tahun saya masih menyaksikan warisan beracun dari kegagalan Proyek Lahan Gambut Satu Juta Hektar. Kami dijanjikan pasokan pangan melimpah namun itu tidak pernah ada hanya meninggalkan kesulitan ekonomi lokal dan penyakit dari kabut asap dari kebakaran tahunan,&#8221; ungkap Arie.<\/p>\n\n<p>\u201cKetahanan pangan tidak dapat digunakan sebagai alasan untuk mendesak Indonesia ke dalam rencana yang memicu perubahan iklim dan tidak dapat menjamin masa depan yang sehat, adil dan bebas api. Pemerintah harus menghormati ikatan mendalam yang dimiliki masyarakat Kalimantan Tengah dengan tanah ini dan memberikan alternatif untuk mengembangkan tanaman lokal yang tidak bergantung pada eksploitasi lahan gambut. Harus ada proses konsultasi publik yang diadakan dengan orang-orang yang paling terkena dampak oleh rencana pembangunan di masa depan,\u201d kata Arie.<\/p>\n\n<p>\u201cJangan menjadikan ketahanan pangan sebagai alasan untuk mendorong Indonesia ke proyek yang memicu perubahan iklim yang akan mengorbankan kesehatan dan masa depan masyarakat untuk terbebas dari asap tahunan. Pemerintah harus menghormati ikatan mendalam yang dimiliki masyarakat Kalimantan Tengah dengan tanah ini dan memberikan alternatif untuk mengembangkan tanaman lokal yang tidak bergantung pada eksploitasi lahan gambut. Harus ada proses konsultasi publik terlebih dahulu dengan masyarakat yang paling rentan terkena dampak pembangunan,\u201d tutup Arie.<\/p>\n\n<p>Greenpeace Indonesia mendesak pemerintah untuk memberikan peluang pengembangan alternatif bagi masyarakat lokal dan mempromosikan tanaman lokal seperti sagu dan jagung, yang tidak bergantung pada eksploitasi lahan gambut. Mendesak pemerintah agar memprioritaskan perlindungan lahan gambut tersisa agar tetap utuh, serta pemulihan lahan gambut rusak dengan membasahi, revegetasi dan revitalisasi secara signifikan mengurangi potensi kebakaran.<\/p>\n\n<p><strong>Catatan:<\/strong><\/p>\n\n<p>[1] AntaraNews.com: <a href=\"https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/1489172\/pemerintah-lanjutkan-rencana-cetak-sawah-baru-di-kalimantan-tengah\">Pemerintah lanjutkan rencana cetak sawah baru di Kalimantan Tengah&nbsp;<\/a><\/p>\n\n<p>&nbsp;[2] Arie Rompas adalah salah satu dari tujuh penggugat yang memenangkan gugatan warga (citizen lawsuit) yang mana Mahkamah Agung menguatkan putusan sebelumnya oleh Pengadilan Tinggi, yang menyatakan Pemerintahan Presiden Jokowi bersalah atas tindakan melawan hukum terkait bencana kebakaran tahun 2015 yang mengakibatkan kerusakan lingkungan dan dampak buruk kesehatan terhadap warga.<\/p>\n\n<p>[3] Analisis data untuk area yang terbakar (2015-2019) dan Fungsi Ekosistem Gambut dari KLHK menunjukkan total lahan gambut yang terbakar di Kalimantan Tengah sekitar 266.484,9 hektar.<\/p>\n\n<p>Badan Restorasi Gambut (BRG) didirikan setelah kebakaran tahun 2015 dan ditugaskan untuk memimpin upaya negara untuk memulihkan lahan gambut, telah menyatakan dukungannya terhadap proyek Cetak Sawah Baru di Lahan Gambut. Ini menjadi kontra-produktif terhadap fakta bahwa lahan gambut di Kalimantan Tengah pada 2019 telah terbakar sekitar 266.484,9 hektar&nbsp; [1] dan fakta bahwa provinsi tersebut memiliki prioritas restorasi lahan gambut dengan target 713.076 hektar.<\/p>\n\n<p>[4] Pada puncak krisis kebakaran hutan tahun 2015,<a href=\"https:\/\/www.wri.org\/blog\/2015\/10\/indonesia-s-fire-outbreaks-producing-more-daily-emissions-entire-us-economy\"> emisi gas rumah kaca harian dari kebakaran hutan dan gambut di Indonesia melampaui emisi harian Amerika Serikat.<\/a><\/p>\n\n<p><strong>Kontak Media:<\/strong><\/p>\n\n<p>Arie Rompas, Team Leader Kampanye Hutan\u00a0Greenpeace Indonesia,\u00a062-811-5200-822, arie.rompas@greenpeace.org<\/p>\n\n<p>Rully Yuliardi Achmad, Jurukampanye Media Greenpeace Indonesia, 62- 811-8334-409, rully.yuliardi.achmad@greenpeace.org<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Greenpeace Indonesia telah memperingatkan potensi bahaya bencana lingkungan jika pemerintah tetap memaksakan proyek cetak sawah baru (food estate) yang kontroversial.<\/p>\n","protected":false},"author":49,"featured_media":5396,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/07\/111f5362-gp01l7d.jpg","p4_og_image_id":"5396","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"not set","p4_local_project":"not set","p4_basket_name":"not set","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[19],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-5395","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lindungi","tag-hutan","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Greenpeace: Proyek Cetak Lahan Sawah Baru di Gambut Hanya Akan Memperbesar Malapetaka Kebakaran Hutan dan Lahan - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5395\/greenpeace-proyek-cetak-lahan-sawah-baru-di-gambut-hanya-akan-memperbesar-malapetaka-kebakaran-hutan-dan-lahan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Greenpeace: Proyek Cetak Lahan Sawah Baru di Gambut Hanya Akan Memperbesar Malapetaka Kebakaran Hutan dan Lahan - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Greenpeace Indonesia telah memperingatkan potensi bahaya bencana lingkungan jika pemerintah tetap memaksakan proyek cetak sawah baru (food estate) yang kontroversial.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5395\/greenpeace-proyek-cetak-lahan-sawah-baru-di-gambut-hanya-akan-memperbesar-malapetaka-kebakaran-hutan-dan-lahan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-07-09T10:59:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-10T10:49:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/07\/111f5362-gp01l7d.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5395\/greenpeace-proyek-cetak-lahan-sawah-baru-di-gambut-hanya-akan-memperbesar-malapetaka-kebakaran-hutan-dan-lahan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5395\/greenpeace-proyek-cetak-lahan-sawah-baru-di-gambut-hanya-akan-memperbesar-malapetaka-kebakaran-hutan-dan-lahan\/\"},\"author\":{\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\"},\"headline\":\"Greenpeace: Proyek Cetak Lahan Sawah Baru di Gambut Hanya Akan Memperbesar Malapetaka Kebakaran Hutan dan Lahan\",\"datePublished\":\"2020-07-09T10:59:58+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T10:49:19+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5395\/greenpeace-proyek-cetak-lahan-sawah-baru-di-gambut-hanya-akan-memperbesar-malapetaka-kebakaran-hutan-dan-lahan\/\"},\"wordCount\":683,\"commentCount\":1,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Hutan\"],\"articleSection\":[\"Lindungi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5395\/greenpeace-proyek-cetak-lahan-sawah-baru-di-gambut-hanya-akan-memperbesar-malapetaka-kebakaran-hutan-dan-lahan\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5395\/greenpeace-proyek-cetak-lahan-sawah-baru-di-gambut-hanya-akan-memperbesar-malapetaka-kebakaran-hutan-dan-lahan\/\",\"url\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5395\/greenpeace-proyek-cetak-lahan-sawah-baru-di-gambut-hanya-akan-memperbesar-malapetaka-kebakaran-hutan-dan-lahan\/\",\"name\":\"Greenpeace: Proyek Cetak Lahan Sawah Baru di Gambut Hanya Akan Memperbesar Malapetaka Kebakaran Hutan dan Lahan - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2020-07-09T10:59:58+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T10:49:19+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5395\/greenpeace-proyek-cetak-lahan-sawah-baru-di-gambut-hanya-akan-memperbesar-malapetaka-kebakaran-hutan-dan-lahan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5395\/greenpeace-proyek-cetak-lahan-sawah-baru-di-gambut-hanya-akan-memperbesar-malapetaka-kebakaran-hutan-dan-lahan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5395\/greenpeace-proyek-cetak-lahan-sawah-baru-di-gambut-hanya-akan-memperbesar-malapetaka-kebakaran-hutan-dan-lahan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Greenpeace: Proyek Cetak Lahan Sawah Baru di Gambut Hanya Akan Memperbesar Malapetaka Kebakaran Hutan dan Lahan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/www.greenpeace.or.id\"],\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Greenpeace: Proyek Cetak Lahan Sawah Baru di Gambut Hanya Akan Memperbesar Malapetaka Kebakaran Hutan dan Lahan - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5395\/greenpeace-proyek-cetak-lahan-sawah-baru-di-gambut-hanya-akan-memperbesar-malapetaka-kebakaran-hutan-dan-lahan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Greenpeace: Proyek Cetak Lahan Sawah Baru di Gambut Hanya Akan Memperbesar Malapetaka Kebakaran Hutan dan Lahan - Greenpeace Indonesia","og_description":"Greenpeace Indonesia telah memperingatkan potensi bahaya bencana lingkungan jika pemerintah tetap memaksakan proyek cetak sawah baru (food estate) yang kontroversial.","og_url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5395\/greenpeace-proyek-cetak-lahan-sawah-baru-di-gambut-hanya-akan-memperbesar-malapetaka-kebakaran-hutan-dan-lahan\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2020-07-09T10:59:58+00:00","article_modified_time":"2025-07-10T10:49:19+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":800,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/07\/111f5362-gp01l7d.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Greenpeace Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Greenpeace Indonesia","Est. reading time":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5395\/greenpeace-proyek-cetak-lahan-sawah-baru-di-gambut-hanya-akan-memperbesar-malapetaka-kebakaran-hutan-dan-lahan\/#article","isPartOf":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5395\/greenpeace-proyek-cetak-lahan-sawah-baru-di-gambut-hanya-akan-memperbesar-malapetaka-kebakaran-hutan-dan-lahan\/"},"author":{"name":"Greenpeace Indonesia","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe"},"headline":"Greenpeace: Proyek Cetak Lahan Sawah Baru di Gambut Hanya Akan Memperbesar Malapetaka Kebakaran Hutan dan Lahan","datePublished":"2020-07-09T10:59:58+00:00","dateModified":"2025-07-10T10:49:19+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5395\/greenpeace-proyek-cetak-lahan-sawah-baru-di-gambut-hanya-akan-memperbesar-malapetaka-kebakaran-hutan-dan-lahan\/"},"wordCount":683,"commentCount":1,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Hutan"],"articleSection":["Lindungi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5395\/greenpeace-proyek-cetak-lahan-sawah-baru-di-gambut-hanya-akan-memperbesar-malapetaka-kebakaran-hutan-dan-lahan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5395\/greenpeace-proyek-cetak-lahan-sawah-baru-di-gambut-hanya-akan-memperbesar-malapetaka-kebakaran-hutan-dan-lahan\/","url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5395\/greenpeace-proyek-cetak-lahan-sawah-baru-di-gambut-hanya-akan-memperbesar-malapetaka-kebakaran-hutan-dan-lahan\/","name":"Greenpeace: Proyek Cetak Lahan Sawah Baru di Gambut Hanya Akan Memperbesar Malapetaka Kebakaran Hutan dan Lahan - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2020-07-09T10:59:58+00:00","dateModified":"2025-07-10T10:49:19+00:00","breadcrumb":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5395\/greenpeace-proyek-cetak-lahan-sawah-baru-di-gambut-hanya-akan-memperbesar-malapetaka-kebakaran-hutan-dan-lahan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5395\/greenpeace-proyek-cetak-lahan-sawah-baru-di-gambut-hanya-akan-memperbesar-malapetaka-kebakaran-hutan-dan-lahan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5395\/greenpeace-proyek-cetak-lahan-sawah-baru-di-gambut-hanya-akan-memperbesar-malapetaka-kebakaran-hutan-dan-lahan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Greenpeace: Proyek Cetak Lahan Sawah Baru di Gambut Hanya Akan Memperbesar Malapetaka Kebakaran Hutan dan Lahan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe","name":"Greenpeace Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","caption":"Greenpeace Indonesia"},"sameAs":["http:\/\/www.greenpeace.or.id"],"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5395","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/49"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5395"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5395\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":64315,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5395\/revisions\/64315"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5396"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5395"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5395"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5395"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=5395"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}