{"id":5528,"date":"2020-08-14T16:51:03","date_gmt":"2020-08-14T09:51:03","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=5528"},"modified":"2025-07-10T17:48:59","modified_gmt":"2025-07-10T10:48:59","slug":"koalisi-masyarakat-koral-bebaskan-nelayan-dan-aktivis-yang-menolak-tambang-pasir-di-spermonde","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5528\/koalisi-masyarakat-koral-bebaskan-nelayan-dan-aktivis-yang-menolak-tambang-pasir-di-spermonde\/","title":{"rendered":"Koalisi Masyarakat KORAL: Bebaskan Nelayan dan Aktivis yang Menolak Tambang Pasir di Spermonde"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large  caption-style-blue-overlay caption-alignment-center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"517\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/05\/4285415a-gp0stqfh7_web_size.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2784\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/05\/4285415a-gp0stqfh7_web_size.jpg 800w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/05\/4285415a-gp0stqfh7_web_size-300x194.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/05\/4285415a-gp0stqfh7_web_size-768x496.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/05\/4285415a-gp0stqfh7_web_size-510x330.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/figure>\n\n<p><strong>Makassar, 14 Agustus 2020. <\/strong><a href=\"https:\/\/makassar.tribunnews.com\/2020\/08\/14\/breaking-news-beredar-kabar-seorang-nelayan-kodingareng-dan-aktivis-walhi-dijemput-paksa\">Polair Polda Sulawesi Selatan menjemput paksa Manre nelayan Kodingareng dan Slamet Riyadi aktivis WALHI Sulsel tanpa alasan di Dermaga Kayu Bangkoa, Makassar.<\/a> Penangkapan itu diduga terkait unjuk rasa damai terhadap Gubernur Nurdin Abdullah pada Kamis (13\/08), dimana ratusan nelayan Pulau Kodingareng memilih bermalam di depan kantor gubernur menuntut pemprov untuk menghentikan kegiatan tambang pasir laut di wilayah tangkap ikan nelayan di kawasan Spermonde. [1]<\/p>\n\n<p>Koalisi Untuk Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan (KORAL) [2] menilai penangkapan ini merupakan bentuk intimidasi terhadap komunitas nelayan Kodingareng dan kriminalisasi pada aktivis dalam persoalan tambang pasir laut. Direktur WALHI Sulsel, Muhammad Al-Amin menyatakan:<\/p>\n\n<p>\u201cPara nelayan bertahan disana hanya ingin Gubernur Nurdin mengabulkan permintaan mereka agar aktivitas tambang pasir segera dihentikan, sebab sejak dimulainya proyek tambang mereka mengalami kerugian 1 juta hingga 2,5 juta rupiah per-hari, apalagi ekonomi tengah anjlok di situasi pandemi seperti ini.\u201d<\/p>\n\n<p>\u201cSegera bebaskan Manre dan Slamet Riyadi sebab keduanya hanya membawa pesan ribuan nelayan yang kini pendapatannya tengah sekarat. Negara harus hadir membantu rakyat, pemerintah harus peka atas rasa frustasi mereka untuk mempertahankan hidup bukan malah di kriminalisasi,\u201d tegas Amin.<\/p>\n\n<p><a href=\"https:\/\/makassar.tribunnews.com\/2020\/08\/14\/1-nelayan-kodingareng-ditangkap-ini-penjelasan-dirpolair-polda-sulsel?page=2\">Mandre ditetapkan sebagai tersangka atas kasus status perobekan uang kertas,<\/a> sementara Slamet Riyadi merupakan aktivis yang tengah menjalankan tugasnya sebagai pendamping para nelayan Pulau Kodingareng, dalam membela kepentingan mata pencaharian mereka yang telah rusak sejak perusahaan Belanda, PT Royal Boskalis beroperasi.<\/p>\n\n<p>\u201cKeadilan seharusnya berpihak pada nelayan dan masyarakat pesisir yang sudah mulai terkena dampak operasi tambang pasir. Pemerintah disaat pandemi ini malah memberi karpet merah terhadap perusahaan,\u201d tegas Susan Herawati, Sekjen Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA).<\/p>\n\n<p>\u201cKepulauan Spermonde merupakan bagian segitiga karang dunia yang kaya akan keanekaragaman hayati dan perlu dilindungi. Sangat disayangkan kawasan ini semakin terancam hancur sehingga berdampak langsung pada mata pencaharian nelayan tradisional. Gubernur Nurdin jangan bungkam dengan peringatan ini,\u201d tutup Afdillah Jurukampanye Laut Greenpeace Indonesia.<\/p>\n\n<p>***<\/p>\n\n<p><strong>Catatan:<\/strong><\/p>\n\n<p>[1] TribunMakassar.com: <a href=\"https:\/\/makassar.tribunnews.com\/2020\/08\/14\/breaking-news-beredar-kabar-seorang-nelayan-kodingareng-dan-aktivis-walhi-dijemput-paksa\">Beredar Kabar Seorang Nelayan Kodingareng dan Aktivis Walhi Dijemput Paksa&nbsp;<\/a><\/p>\n\n<p>[2] Koalisi Masyarakat Sipil Untuk Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan (KORAL) terdiri dari: IOJI (Indonesian Ocean Justice Initiative), Pandu Laut Nusantara, EcoNusa, KIARA, WALHI, Greenpeace Indonesia, ICEL (Indonesian Center of for Environmental Law), Destructive Fishing Watch (DFW), Yayasan Terangi.<\/p>\n\n<p><strong>Kontak Media:<\/strong><\/p>\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>KIARA: Susan Herawati, Sekretaris Jenderal, 0821-1172-7050<\/li><li>Greenpeace Indonesia: Afdillah, Jurukampanye Laut, 0811-470-4730<\/li><li>IOJI: Fadilla Octaviani, Director for Enforcement Support and Access to Justice, 0812-8108-8766<\/li><li>EcoNusa: Wiro Wirandi, Ocean Program Manager, 0812-3377-9998<\/li><li>WALHI, EDO RAKHMAN, Koordinator Kampanye, 0813-5620-8763<\/li><li>ICEL: Isna Fatimah, Direktur Program, 0813-1923-0279&nbsp;<\/li><\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Makassar, 14 Agustus 2020. Polair Polda Sulawesi Selatan menjemput paksa Manre nelayan Kodingareng dan Slamet Riyadi aktivis WALHI Sulsel tanpa alasan di Dermaga Kayu Bangkoa, Makassar. Penangkapan itu diduga terkait&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":44,"featured_media":2784,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"not set","p4_local_project":"not set","p4_basket_name":"not set","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[20],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-5528","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-laut","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Koalisi Masyarakat KORAL: Bebaskan Nelayan dan Aktivis yang Menolak Tambang Pasir di Spermonde - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5528\/koalisi-masyarakat-koral-bebaskan-nelayan-dan-aktivis-yang-menolak-tambang-pasir-di-spermonde\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Koalisi Masyarakat KORAL: Bebaskan Nelayan dan Aktivis yang Menolak Tambang Pasir di Spermonde - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Makassar, 14 Agustus 2020. Polair Polda Sulawesi Selatan menjemput paksa Manre nelayan Kodingareng dan Slamet Riyadi aktivis WALHI Sulsel tanpa alasan di Dermaga Kayu Bangkoa, Makassar. Penangkapan itu diduga terkait&hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5528\/koalisi-masyarakat-koral-bebaskan-nelayan-dan-aktivis-yang-menolak-tambang-pasir-di-spermonde\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-08-14T09:51:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-10T10:48:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/05\/4285415a-gp0stqfh7_web_size.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"517\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rully Yuliardi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rully Yuliardi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5528\/koalisi-masyarakat-koral-bebaskan-nelayan-dan-aktivis-yang-menolak-tambang-pasir-di-spermonde\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5528\/koalisi-masyarakat-koral-bebaskan-nelayan-dan-aktivis-yang-menolak-tambang-pasir-di-spermonde\/\"},\"author\":{\"name\":\"Rully Yuliardi\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/3151a7596d3e40c8b958c8d1078c61d3\"},\"headline\":\"Koalisi Masyarakat KORAL: Bebaskan Nelayan dan Aktivis yang Menolak Tambang Pasir di Spermonde\",\"datePublished\":\"2020-08-14T09:51:03+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T10:48:59+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5528\/koalisi-masyarakat-koral-bebaskan-nelayan-dan-aktivis-yang-menolak-tambang-pasir-di-spermonde\/\"},\"wordCount\":410,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Laut\"],\"articleSection\":[\"Uncategorized\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5528\/koalisi-masyarakat-koral-bebaskan-nelayan-dan-aktivis-yang-menolak-tambang-pasir-di-spermonde\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5528\/koalisi-masyarakat-koral-bebaskan-nelayan-dan-aktivis-yang-menolak-tambang-pasir-di-spermonde\/\",\"url\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5528\/koalisi-masyarakat-koral-bebaskan-nelayan-dan-aktivis-yang-menolak-tambang-pasir-di-spermonde\/\",\"name\":\"Koalisi Masyarakat KORAL: Bebaskan Nelayan dan Aktivis yang Menolak Tambang Pasir di Spermonde - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2020-08-14T09:51:03+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T10:48:59+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5528\/koalisi-masyarakat-koral-bebaskan-nelayan-dan-aktivis-yang-menolak-tambang-pasir-di-spermonde\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5528\/koalisi-masyarakat-koral-bebaskan-nelayan-dan-aktivis-yang-menolak-tambang-pasir-di-spermonde\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5528\/koalisi-masyarakat-koral-bebaskan-nelayan-dan-aktivis-yang-menolak-tambang-pasir-di-spermonde\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Koalisi Masyarakat KORAL: Bebaskan Nelayan dan Aktivis yang Menolak Tambang Pasir di Spermonde\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/3151a7596d3e40c8b958c8d1078c61d3\",\"name\":\"Rully Yuliardi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9cd53578b62c04910837938f56a86f1e8bff887cd899a465ff922ae257cec333?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9cd53578b62c04910837938f56a86f1e8bff887cd899a465ff922ae257cec333?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rully Yuliardi\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/rachmad\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Koalisi Masyarakat KORAL: Bebaskan Nelayan dan Aktivis yang Menolak Tambang Pasir di Spermonde - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5528\/koalisi-masyarakat-koral-bebaskan-nelayan-dan-aktivis-yang-menolak-tambang-pasir-di-spermonde\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Koalisi Masyarakat KORAL: Bebaskan Nelayan dan Aktivis yang Menolak Tambang Pasir di Spermonde - Greenpeace Indonesia","og_description":"Makassar, 14 Agustus 2020. Polair Polda Sulawesi Selatan menjemput paksa Manre nelayan Kodingareng dan Slamet Riyadi aktivis WALHI Sulsel tanpa alasan di Dermaga Kayu Bangkoa, Makassar. Penangkapan itu diduga terkait&hellip;","og_url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5528\/koalisi-masyarakat-koral-bebaskan-nelayan-dan-aktivis-yang-menolak-tambang-pasir-di-spermonde\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2020-08-14T09:51:03+00:00","article_modified_time":"2025-07-10T10:48:59+00:00","og_image":[{"width":800,"height":517,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/05\/4285415a-gp0stqfh7_web_size.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Rully Yuliardi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Rully Yuliardi","Est. reading time":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5528\/koalisi-masyarakat-koral-bebaskan-nelayan-dan-aktivis-yang-menolak-tambang-pasir-di-spermonde\/#article","isPartOf":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5528\/koalisi-masyarakat-koral-bebaskan-nelayan-dan-aktivis-yang-menolak-tambang-pasir-di-spermonde\/"},"author":{"name":"Rully Yuliardi","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/3151a7596d3e40c8b958c8d1078c61d3"},"headline":"Koalisi Masyarakat KORAL: Bebaskan Nelayan dan Aktivis yang Menolak Tambang Pasir di Spermonde","datePublished":"2020-08-14T09:51:03+00:00","dateModified":"2025-07-10T10:48:59+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5528\/koalisi-masyarakat-koral-bebaskan-nelayan-dan-aktivis-yang-menolak-tambang-pasir-di-spermonde\/"},"wordCount":410,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Laut"],"articleSection":["Uncategorized"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5528\/koalisi-masyarakat-koral-bebaskan-nelayan-dan-aktivis-yang-menolak-tambang-pasir-di-spermonde\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5528\/koalisi-masyarakat-koral-bebaskan-nelayan-dan-aktivis-yang-menolak-tambang-pasir-di-spermonde\/","url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5528\/koalisi-masyarakat-koral-bebaskan-nelayan-dan-aktivis-yang-menolak-tambang-pasir-di-spermonde\/","name":"Koalisi Masyarakat KORAL: Bebaskan Nelayan dan Aktivis yang Menolak Tambang Pasir di Spermonde - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2020-08-14T09:51:03+00:00","dateModified":"2025-07-10T10:48:59+00:00","breadcrumb":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5528\/koalisi-masyarakat-koral-bebaskan-nelayan-dan-aktivis-yang-menolak-tambang-pasir-di-spermonde\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5528\/koalisi-masyarakat-koral-bebaskan-nelayan-dan-aktivis-yang-menolak-tambang-pasir-di-spermonde\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5528\/koalisi-masyarakat-koral-bebaskan-nelayan-dan-aktivis-yang-menolak-tambang-pasir-di-spermonde\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Koalisi Masyarakat KORAL: Bebaskan Nelayan dan Aktivis yang Menolak Tambang Pasir di Spermonde"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/3151a7596d3e40c8b958c8d1078c61d3","name":"Rully Yuliardi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9cd53578b62c04910837938f56a86f1e8bff887cd899a465ff922ae257cec333?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9cd53578b62c04910837938f56a86f1e8bff887cd899a465ff922ae257cec333?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rully Yuliardi"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/rachmad\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5528","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/44"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5528"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5528\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":64303,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5528\/revisions\/64303"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2784"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5528"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5528"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5528"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=5528"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}