{"id":55656,"date":"2022-10-28T20:13:30","date_gmt":"2022-10-28T13:13:30","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=55656"},"modified":"2022-10-28T20:13:33","modified_gmt":"2022-10-28T13:13:33","slug":"youth-festival-membangun-ulang-indonesia-tanpa-oligarki","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55656\/youth-festival-membangun-ulang-indonesia-tanpa-oligarki\/","title":{"rendered":"Youth Festival, Merawat Semangat Sumpah Pemuda dengan Membangun Ulang Indonesia Tanpa Oligarki"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Jakarta, 28 Oktober 2022<\/strong>. Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Greenpeace mengadakan gelaran Youth Festival &#8211; Membangun Ulang Indonesia. Acara ini akan diisi dengan sejumlah workshop, diskusi publik, pameran foto, booth artificial intelligent, serta pertunjukan musik. Youth Festival diselenggarakan selama dua hari 28-29 Oktober 2022, bertempat di Ballroom Kuningan City, Jakarta.&nbsp;<\/p>\n\n<p>Tujuan dari Youth Festival ini adalah untuk memberikan edukasi politik lingkungan dan menyediakan ruang diskusi bersama kepada anak muda yang akan menjadi pemimpin masa depan. Dengan mengangkat tema Membangun Ulang Indonesia, Youth Festival ingin mengajak kaum muda memahami bahwa Indonesia saat ini berada dalam cengkeraman oligarki yang menguasai seluruh aspek kehidupan masyarakat, dan sekaligus mengajak kaum muda untuk mengambil peran untuk Indonesia ke depan yang lebih baik, berkeadilan dan berkelanjutan dengan membangun ulang Indonesia.&nbsp;<\/p>\n\n<p>Oligarki tak segan-segan menampakkan wujudnya dalam tampuk kekuasaan pemerintahan, dengan mengeluarkan sejumlah produk hukum kontroversial seperti UU KPK, UU Minerba, dan UU Cipta Kerja. Undang-undang tersebut mendapatkan penolakan dari berbagai kelompok masyarakat, karena sejumlah pasal yang dianggap tidak pro terhadap kesejahteraan rakyat dan lingkungan.&nbsp;<\/p>\n\n<p>Dalam UU Cipta Kerja misalnya, salah satu ancaman utama bagi lingkungan hidup terletak pada perubahan proses perizinan untuk sektor perkebunan. Izin lingkungan telah diganti dengan \u201cpersetujuan lingkungan\u201d yang lebih lemah sebagai bagian dari perizinan berusaha yang lebih umum. UU Ciptakerja juga telah <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/45448\/kegagalan-penyelesaian-sawit-dalam-kawasan-hutan-bahayakan-keselamatan-manusia-dan-planet-bumi\/\">memutihkan pelanggaran tambang dan sawit dalam kawasan hutan<\/a> yang menjadi karpet merah untuk oligarki. Melemahnya standar perlindungan lingkungan ini mengancam eksistensi komunitas masyarakat adat, warga lokal sekitar perkebunan, serta membawa Indonesia mengalami dampak buruk krisis iklim yang lebih luas.&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n<p>\u201cKita ketahui bersama, bahwa sejumlah pejabat di pemerintahan memiliki kepentingan bisnis tertentu di industri batubara juga sawit, bahkan sebanyak 45% anggota DPR (262 orang) menduduki posisi tingkat tinggi atau memegang saham di perusahaan-perusahaan di berbagai sektor seperti penyiaran, perdagangan umum, hingga industri ekstraktif. Menurut investigasi Greenpeace yang tertuang dalam <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=v8r1mYIXYdU\">film dokumenter Konsorsium 110<\/a> besutan Watchdoc, terungkap sebanyak 114 aktor sentral di sektor sumber daya alam terafiliasi dengan 178 perusahaan tambang dan sawit\u201d, ungkap Sekar Banjaran Aji, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia.&nbsp;<\/p>\n\n<p>Kondisi hutan Indonesia mengenaskan karena terjadinya <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/1136\/investigasi-greenpeace-memaparkan-bagaimana-perusahaan-merek-merek-terbesar-dunia-masih-terkait-dengan-perusakan-hutan-di-indonesia\/\">deforestasi untuk keperluan industri sawit<\/a>, yang telah menghabiskan 17 juta hektar hutan Indonesia. Deforestasi turut memperburuk krisis iklim dan juga meminggirkan ribuan komunitas adat di seluruh Nusantara. <strong>Jika ditelaah, struktur ekonomi politik sawit di Indonesia hanya akan memperkaya secara masif grup-grup sawit terbesar di Indonesia.<\/strong><\/p>\n\n<p>Pada sektor energi<strong>, Indonesia mendapatkan julukan \u201c<\/strong><strong><em>the dirty man of Asia<\/em><\/strong><strong>\u201d karena ketergantungan terhadap batu bara, yang secara aktif didorong oleh <\/strong><strong><em>politically exposed persons<\/em><\/strong><strong> untuk keuntungan pribadi mereka.<\/strong> Alih-alih mengurangi jumlah produksi batu bara menjadi 413 juta ton pada tahun 2017 sebagaimana direncanakan, produksi batu bara malah naik menjadi 477 juta ton. <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/23752c04-23752c04-coalruption_indonesia_web.pdf\"><em>Coalruption<\/em><\/a>, atau korupsi batu bara telah dan sedang menghancurkan kesejahteraan Indonesia. Praktik ini mencemari lingkungan, mematikan, merusak reputasi dan melemahkan demokrasi Indonesia melalui praktik korupsi politik.<\/p>\n\n<p>\u201cDengan diadakannya festival ini, kami optimis bahwa anak muda di Indonesia dapat membalikkan keadaan ini, yaitu dengan melakukan aksi dan solusi nyata untuk membangun ulang mimpi Indonesia tanpa oligarki, serta mewujudkan masa depan Indonesia keluar dari ancaman krisis iklim\u201d, tegas Sekar.&nbsp;<\/p>\n\n<p><strong>Catatan editor:<\/strong><\/p>\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Kunjungi informasi tentang Youth Festival <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/membangun-ulang-indonesia-tanpa-oligarki\/\">disini<\/a>&nbsp;<\/li><li>Link foto tersedia disini <a href=\"https:\/\/www.media.greenpeace.org\/collection\/27MDHUF7PWDB\">https:\/\/www.media.greenpeace.org\/collection\/27MDHUF7PWDB<\/a><\/li><\/ol>\n\n<p><strong>Kontak media:<\/strong><\/p>\n\n<p>Sekar Banjaran Aji, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, +62 812-8776-9880<\/p>\n\n<p>Rahma Shofiana, Juru Kampanye Media Greenpeace Indonesia, +62 811-1461-674<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Greenpeace mengadakan gelaran Youth Festival. Tujuan dari Youth Festival ini adalah untuk memberikan edukasi politik lingkungan dan menyediakan ruang diskusi bersama kepada anak muda yang akan menjadi pemimpin masa depan.<\/p>\n","protected":false},"author":49,"featured_media":55662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"not set","p4_local_project":"not set","p4_basket_name":"not set","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[33,19,6],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-55656","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ciptakan-perubahan","tag-demokrasi","tag-hutan","tag-iklim","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Youth Festival, Merawat Semangat Sumpah Pemuda dengan Membangun Ulang Indonesia Tanpa Oligarki - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55656\/youth-festival-membangun-ulang-indonesia-tanpa-oligarki\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Youth Festival, Merawat Semangat Sumpah Pemuda dengan Membangun Ulang Indonesia Tanpa Oligarki - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Greenpeace mengadakan gelaran Youth Festival. Tujuan dari Youth Festival ini adalah untuk memberikan edukasi politik lingkungan dan menyediakan ruang diskusi bersama kepada anak muda yang akan menjadi pemimpin masa depan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55656\/youth-festival-membangun-ulang-indonesia-tanpa-oligarki\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-10-28T13:13:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-10-28T13:13:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2022\/10\/f9dd985d-gp1t2oiy_web_size.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55656\/youth-festival-membangun-ulang-indonesia-tanpa-oligarki\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55656\/youth-festival-membangun-ulang-indonesia-tanpa-oligarki\/\"},\"author\":{\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\"},\"headline\":\"Youth Festival, Merawat Semangat Sumpah Pemuda dengan Membangun Ulang Indonesia Tanpa Oligarki\",\"datePublished\":\"2022-10-28T13:13:30+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-28T13:13:33+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55656\/youth-festival-membangun-ulang-indonesia-tanpa-oligarki\/\"},\"wordCount\":551,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Demokrasi\",\"Hutan\",\"Iklim\"],\"articleSection\":[\"Ciptakan Perubahan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55656\/youth-festival-membangun-ulang-indonesia-tanpa-oligarki\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55656\/youth-festival-membangun-ulang-indonesia-tanpa-oligarki\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55656\/youth-festival-membangun-ulang-indonesia-tanpa-oligarki\/\",\"name\":\"Youth Festival, Merawat Semangat Sumpah Pemuda dengan Membangun Ulang Indonesia Tanpa Oligarki - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2022-10-28T13:13:30+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-28T13:13:33+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55656\/youth-festival-membangun-ulang-indonesia-tanpa-oligarki\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55656\/youth-festival-membangun-ulang-indonesia-tanpa-oligarki\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55656\/youth-festival-membangun-ulang-indonesia-tanpa-oligarki\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Youth Festival, Merawat Semangat Sumpah Pemuda dengan Membangun Ulang Indonesia Tanpa Oligarki\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/www.greenpeace.or.id\"],\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Youth Festival, Merawat Semangat Sumpah Pemuda dengan Membangun Ulang Indonesia Tanpa Oligarki - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55656\/youth-festival-membangun-ulang-indonesia-tanpa-oligarki\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Youth Festival, Merawat Semangat Sumpah Pemuda dengan Membangun Ulang Indonesia Tanpa Oligarki - Greenpeace Indonesia","og_description":"Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Greenpeace mengadakan gelaran Youth Festival. Tujuan dari Youth Festival ini adalah untuk memberikan edukasi politik lingkungan dan menyediakan ruang diskusi bersama kepada anak muda yang akan menjadi pemimpin masa depan.","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55656\/youth-festival-membangun-ulang-indonesia-tanpa-oligarki\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2022-10-28T13:13:30+00:00","article_modified_time":"2022-10-28T13:13:33+00:00","og_image":[{"width":800,"height":533,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2022\/10\/f9dd985d-gp1t2oiy_web_size.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Greenpeace Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Greenpeace Indonesia","Est. reading time":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55656\/youth-festival-membangun-ulang-indonesia-tanpa-oligarki\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55656\/youth-festival-membangun-ulang-indonesia-tanpa-oligarki\/"},"author":{"name":"Greenpeace Indonesia","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe"},"headline":"Youth Festival, Merawat Semangat Sumpah Pemuda dengan Membangun Ulang Indonesia Tanpa Oligarki","datePublished":"2022-10-28T13:13:30+00:00","dateModified":"2022-10-28T13:13:33+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55656\/youth-festival-membangun-ulang-indonesia-tanpa-oligarki\/"},"wordCount":551,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Demokrasi","Hutan","Iklim"],"articleSection":["Ciptakan Perubahan"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55656\/youth-festival-membangun-ulang-indonesia-tanpa-oligarki\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55656\/youth-festival-membangun-ulang-indonesia-tanpa-oligarki\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55656\/youth-festival-membangun-ulang-indonesia-tanpa-oligarki\/","name":"Youth Festival, Merawat Semangat Sumpah Pemuda dengan Membangun Ulang Indonesia Tanpa Oligarki - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2022-10-28T13:13:30+00:00","dateModified":"2022-10-28T13:13:33+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55656\/youth-festival-membangun-ulang-indonesia-tanpa-oligarki\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55656\/youth-festival-membangun-ulang-indonesia-tanpa-oligarki\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55656\/youth-festival-membangun-ulang-indonesia-tanpa-oligarki\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Youth Festival, Merawat Semangat Sumpah Pemuda dengan Membangun Ulang Indonesia Tanpa Oligarki"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe","name":"Greenpeace Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","caption":"Greenpeace Indonesia"},"sameAs":["http:\/\/www.greenpeace.or.id"],"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55656","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/49"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55656"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55656\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":55659,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55656\/revisions\/55659"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/55662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55656"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55656"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55656"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=55656"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}