{"id":5575,"date":"2020-08-31T09:47:10","date_gmt":"2020-08-31T02:47:10","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=5575"},"modified":"2025-07-10T17:48:54","modified_gmt":"2025-07-10T10:48:54","slug":"mencegah-lobi-lobi-solusi-palsu-dari-pelaku-industri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5575\/mencegah-lobi-lobi-solusi-palsu-dari-pelaku-industri\/","title":{"rendered":"Mencegah Lobi-Lobi Solusi Palsu dari Pelaku Industri"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Jakarta, 31 Agustus 2020<\/strong>. Kantong berbahan dasar tanaman pangan sebagai pengganti kantong plastik sekali pakai merupakan solusi palsu. <a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/wartakota.tribunnews.com\/2020\/08\/13\/pimpinan-dprd-dki-minta-anies-gencarkan-pemakaian-kantong-berbahan-singkong\" target=\"_blank\">Kantong ini digadang-gadang bisa masuk dalam kategori Kantong Belanja Ramah Lingkungan<\/a> dalam Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan di Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat yang baru berjalan selama dua bulan. [1] Padahal bioplastik bukanlah jawaban untuk mengurai krisis sampah plastik.\u00a0<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large  caption-style-blue-overlay caption-alignment-center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"533\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/08\/ab5e9a16-gp0stpn3o_web_size.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3542\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/08\/ab5e9a16-gp0stpn3o_web_size.jpg 800w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/08\/ab5e9a16-gp0stpn3o_web_size-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/08\/ab5e9a16-gp0stpn3o_web_size-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/08\/ab5e9a16-gp0stpn3o_web_size-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/figure>\n\n<p>\u201cPergub DKI No.142\/2019 menjadi salah satu pendorong bagi perubahan gaya hidup masyarakat ke arah minim sampah. Oleh sebab itu, penerapan aturan ini harus dikawal betul, jangan sampai ada lobi-lobi dari pihak industri untuk mengubahnya,\u201d ujar <strong>Tubagus Soleh Ahmadi, Direktur Eksekutif Daerah Walhi DKI Jakarta. <\/strong>Bila pihak industri diberikan peluang, maka krisis sampah plastik tidak akan pernah terurai. Diperkirakan pada tahun 2050, akan ada 12 miliar ton sampah plastik di lingkungan. [2] Indonesia pun telah mencanangkan bebas sampah plastik pada 2040. [3]<\/p>\n\n<p><strong>Muharram Atha Rasyadi, Jurukampanye Urban Greenpeace Indonesia <\/strong>menyebutkan, kantong berbahan dasar tanaman pangan berpeluang mengancam ketahanan pangan dan mendorong pembukaan lahan, serta meningkatkan emisi gas rumah kaca dari sektor pertanian. Pasalnya tren produksi kantong bioplastik terus naik. Berdasarkan data European Bioplastics, kapasitas produksi global bioplastik sudah mencapai 2 juta ton pada 2017, dan angkanya terus meningkat.&nbsp;<\/p>\n\n<p>Kantong ini pun bukan berarti bisa terurai dengan mudah. Menurut UNEP, meskipun disebut <em>biodegradable<\/em>, proses terurainya bioplastik membutuhkan tingkat kelembaban dan panas tertentu sehingga memungkinkan bagi mikroorganisme untuk mengurainya. [4] \u201cTrik kotor produsen harus dicegah agar kebijakan yang bertujuan untuk menyelesaikan krisis sampah plastik bisa terus dilakukan secara konsisten. Bahkan seharusnya kebijakan pelarangan kantong plastik sekali pakai berlaku secara nasional,\u201d ujar Atha.<\/p>\n\n<p>Sejumlah regulasi yang sudah bergulir menjadi langkah strategis untuk menekan volume sampah plastik. Apalagi daya tampung banyak Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sudah melebihi kapasitasnya. Peraturan lainnya yang juga harus dikawal adalah Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 75 tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen. Lewat peraturan ini, produsen dituntut bertanggung jawab terhadap sampah kemasannya. \u201cTanggung jawab produsen ini seringkali luput untuk dituntut. Padahal produsen adalah kunci penting dalam menyelesaikan timbulan sampah plastik yang jumlahnya terus meningkat,\u201d tegas <strong>Fajri Fadhillah, Kepala Divisi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan ICEL<\/strong>.<\/p>\n\n<p>\u201cJakarta mendapatkan apresiasi tinggi dari berbagai kalangan nasional dan global karena telah menerapkan kebijakan pelarangan kantong plastik. Masyarakat Jakarta sudah antusias menyambut regulasi ini dan faktanya mereka sudah mulai terbiasa membawa tas belanja sendiri, jadi jangan sampai sesuatu yang mulai berhasil malah dikendorkan dengan memperbolehkan alternatif yang sekali pakai juga,\u201d kata <strong>Nindhita Proboretno, Co-Coordinator Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI)<\/strong> [5]. Jakarta merupakan ibukota negara kedua di Asia Tenggara yang telah menerapkan pelarangan kantong plastik. Di Indonesia, Jakarta juga bergabung bersama kota\/kabupaten\/provinsi seperti Banjarmasin, Balikpapan, Bogor dan Bali yang telah terbukti sukses menjalankan kebijakan pengurangan kantong plastik.<\/p>\n\n<p><\/p>\n\n<p><strong>Catatan:<\/strong><\/p>\n\n<p>[1] Pergub Provinsi DKI Jakarta No. 142 Tahun 2019, mulai berlaku pada 1 Juli 2020.&nbsp;<\/p>\n\n<p>[2] <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/3853\/laporan-greenpeace-terbaru-perusahaan-multinasional-menjalankan-solusi-palsu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/3853\/laporan-greenpeace-terbaru-perusahaan-multinasional-menjalankan-solusi-palsu\/<\/a>&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n<p>[3] Target tercantum dalam <em>Insight Report: Radically Reducing Plastic Pollution in Indonesia: A Multistakeholder Action Plan &#8211; National Plastic Action Partnership.<\/em><\/p>\n\n<p>[4] <em>UNEP (2015) Biodegradable Plastics and Marine Litter. Misconceptions, concerns and impacts on marine environments. United Nations Environment Programme (UNEP), Nairobi.<\/em><\/p>\n\n<p>[5] Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) beranggotakan 9 organisasi yang terdiri dari YPBB, GIDKP, Nexus3 Foundation, PPLH Bali, ECOTON, ICEL, Nol Sampah, Greenpeace Indonesia dan Walhi.<\/p>\n\n<p><strong>Kontak media:<\/strong><\/p>\n\n<p>Tubagus Soleh Ahmadi, Direktur Eksekutif Daerah Walhi DKI Jakarta, <a href=\"mailto:tubagus.walhijakarta@gmail.com\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">tubagus.walhijakarta@gmail.com<\/a>, telp 0856-9327-7933<\/p>\n\n<p>Fajri Fadhillah, Kepala Divisi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan ICEL, <a href=\"mailto:fajri@icel.or.id\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">fajri@icel.or.id<\/a>, telp 0812-8317-4014&nbsp;<\/p>\n\n<p>Nindhita Proboretno, Co-Coordinator AZWI, <a href=\"mailto:nindhita@aliansizerowaste.id\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">nindhita@aliansizerowaste.id<\/a>, telp 0818-0832-2339<\/p>\n\n<p>Muharram Atha Rasyadi, Jurukampanye Urban Greenpeace Indonesia, <a href=\"mailto:muharram.atha.rasyadi@greenpeace.org\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">muharram.atha.rasyadi@greenpeace.org<\/a>, telp 0811-1714-083<\/p>\n\n<p>Ester Meryana, Jurukampanye Media Greenpeace Indonesia, <a href=\"mailto:emeryana@greenpeace.org\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">emeryana@greenpeace.org<\/a>, telp 0811-1924-090<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kantong berbahan dasar tanaman pangan digadang-gadang bisa masuk dalam kategori Kantong Belanja Ramah Lingkungan dalam Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 142 Tahun 2019. Padahal digunakannya kantong ini sebagai pengganti kantong plastik sekali pakai merupakan solusi palsu.<\/p>\n","protected":false},"author":28,"featured_media":3542,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"not set","p4_local_project":"not set","p4_basket_name":"not set","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[23],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-5575","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ciptakan-perubahan","tag-pantang-plastik","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mencegah Lobi-Lobi Solusi Palsu dari Pelaku Industri - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5575\/mencegah-lobi-lobi-solusi-palsu-dari-pelaku-industri\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mencegah Lobi-Lobi Solusi Palsu dari Pelaku Industri - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kantong berbahan dasar tanaman pangan digadang-gadang bisa masuk dalam kategori Kantong Belanja Ramah Lingkungan dalam Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 142 Tahun 2019. Padahal digunakannya kantong ini sebagai pengganti kantong plastik sekali pakai merupakan solusi palsu.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5575\/mencegah-lobi-lobi-solusi-palsu-dari-pelaku-industri\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-08-31T02:47:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-10T10:48:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/08\/ab5e9a16-gp0stpn3o_web_size.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Medina Basaib\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Medina Basaib\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5575\/mencegah-lobi-lobi-solusi-palsu-dari-pelaku-industri\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5575\/mencegah-lobi-lobi-solusi-palsu-dari-pelaku-industri\/\"},\"author\":{\"name\":\"Medina Basaib\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c\"},\"headline\":\"Mencegah Lobi-Lobi Solusi Palsu dari Pelaku Industri\",\"datePublished\":\"2020-08-31T02:47:10+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T10:48:54+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5575\/mencegah-lobi-lobi-solusi-palsu-dari-pelaku-industri\/\"},\"wordCount\":607,\"commentCount\":1,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"PantangPlastik\"],\"articleSection\":[\"Ciptakan Perubahan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5575\/mencegah-lobi-lobi-solusi-palsu-dari-pelaku-industri\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5575\/mencegah-lobi-lobi-solusi-palsu-dari-pelaku-industri\/\",\"url\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5575\/mencegah-lobi-lobi-solusi-palsu-dari-pelaku-industri\/\",\"name\":\"Mencegah Lobi-Lobi Solusi Palsu dari Pelaku Industri - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2020-08-31T02:47:10+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T10:48:54+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5575\/mencegah-lobi-lobi-solusi-palsu-dari-pelaku-industri\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5575\/mencegah-lobi-lobi-solusi-palsu-dari-pelaku-industri\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5575\/mencegah-lobi-lobi-solusi-palsu-dari-pelaku-industri\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mencegah Lobi-Lobi Solusi Palsu dari Pelaku Industri\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c\",\"name\":\"Medina Basaib\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Medina Basaib\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/mbasaib\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mencegah Lobi-Lobi Solusi Palsu dari Pelaku Industri - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5575\/mencegah-lobi-lobi-solusi-palsu-dari-pelaku-industri\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mencegah Lobi-Lobi Solusi Palsu dari Pelaku Industri - Greenpeace Indonesia","og_description":"Kantong berbahan dasar tanaman pangan digadang-gadang bisa masuk dalam kategori Kantong Belanja Ramah Lingkungan dalam Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 142 Tahun 2019. Padahal digunakannya kantong ini sebagai pengganti kantong plastik sekali pakai merupakan solusi palsu.","og_url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5575\/mencegah-lobi-lobi-solusi-palsu-dari-pelaku-industri\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2020-08-31T02:47:10+00:00","article_modified_time":"2025-07-10T10:48:54+00:00","og_image":[{"width":800,"height":533,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/08\/ab5e9a16-gp0stpn3o_web_size.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Medina Basaib","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Medina Basaib","Est. reading time":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5575\/mencegah-lobi-lobi-solusi-palsu-dari-pelaku-industri\/#article","isPartOf":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5575\/mencegah-lobi-lobi-solusi-palsu-dari-pelaku-industri\/"},"author":{"name":"Medina Basaib","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c"},"headline":"Mencegah Lobi-Lobi Solusi Palsu dari Pelaku Industri","datePublished":"2020-08-31T02:47:10+00:00","dateModified":"2025-07-10T10:48:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5575\/mencegah-lobi-lobi-solusi-palsu-dari-pelaku-industri\/"},"wordCount":607,"commentCount":1,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["PantangPlastik"],"articleSection":["Ciptakan Perubahan"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5575\/mencegah-lobi-lobi-solusi-palsu-dari-pelaku-industri\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5575\/mencegah-lobi-lobi-solusi-palsu-dari-pelaku-industri\/","url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5575\/mencegah-lobi-lobi-solusi-palsu-dari-pelaku-industri\/","name":"Mencegah Lobi-Lobi Solusi Palsu dari Pelaku Industri - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2020-08-31T02:47:10+00:00","dateModified":"2025-07-10T10:48:54+00:00","breadcrumb":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5575\/mencegah-lobi-lobi-solusi-palsu-dari-pelaku-industri\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5575\/mencegah-lobi-lobi-solusi-palsu-dari-pelaku-industri\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5575\/mencegah-lobi-lobi-solusi-palsu-dari-pelaku-industri\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mencegah Lobi-Lobi Solusi Palsu dari Pelaku Industri"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c","name":"Medina Basaib","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g","caption":"Medina Basaib"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/mbasaib\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5575","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5575"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5575\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":64300,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5575\/revisions\/64300"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3542"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5575"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5575"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5575"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=5575"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}