{"id":55918,"date":"2022-12-15T16:28:39","date_gmt":"2022-12-15T09:28:39","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=55918"},"modified":"2025-07-10T17:43:16","modified_gmt":"2025-07-10T10:43:16","slug":"wujudkan-jakarta-kota-berkelanjutan-kendalikan-emisi-transportasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55918\/wujudkan-jakarta-kota-berkelanjutan-kendalikan-emisi-transportasi\/","title":{"rendered":"Wujudkan Jakarta Kota Berkelanjutan, Kendalikan Emisi Transportasi"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Jakarta, 14 Desember 2022<\/strong>. Dalam upaya mendukung target bebas emisi (<em>net zero emission<\/em>\/NZE) DKI Jakarta di tahun 2050, tim peneliti Greenpeace Indonesia dan Resilience Development Initiative bekerjasama melakukan penelitian <a href=\"https:\/\/bit.ly\/jakartafuturemobility\">\u201cTransformasi Transportasi Jakarta: Mengkaji Ulang Target Emisi Nol Sektor Transportasi Tahun 2050\u201d<\/a>. Hasil penelitian ini diluncurkan dalam acara <em>Jakarta Future Mobility <\/em>14 Desember 2022 di Goethe-Institut Indonesien. Selain peluncuran hasil penelitian, pada acara tersebut juga dilaksanakan diskusi, pameran, dan hiburan berupa <em>stand up comedy<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"533\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2022\/12\/b5a97fed-gp1t9awq_web_size_with_credit_line.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-55922\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2022\/12\/b5a97fed-gp1t9awq_web_size_with_credit_line.jpg 800w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2022\/12\/b5a97fed-gp1t9awq_web_size_with_credit_line-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2022\/12\/b5a97fed-gp1t9awq_web_size_with_credit_line-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2022\/12\/b5a97fed-gp1t9awq_web_size_with_credit_line-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/figure>\n\n<p>Salah satu penyebab utama buruknya udara di Jakarta saat ini adalah emisi kendaraan bermotor. Sekitar 20 juta unit kendaraan berbahan bakar fosil yang didominasi kendaraan pribadi menghasilkan emisi NOx sebesar 72,4%; CO 92,36%; PM10 57,99%; dan PM2,5 67,03%. Selain dapat menyebabkan ancaman kesehatan khususnya gangguan pernapasan, emisi tersebut juga berkontribusi terhadap krisis iklim yang meningkatkan potensi cuaca ekstrem hingga risiko banjir.<\/p>\n\n<p>\u201cDalam penelitian ini didapatkan fakta-fakta mengenai emisi karbon di Jakarta, yaitu penyumbang emisi karbon terbesar berasal dari pengguna mobil dan sepeda motor pribadi, yang mencapai sekitar 15,84 juta ton CO2e atau setara 16,12% dari total emisi sektor transportasi nasional di tahun 2019\u201d, ungkap Muharram Atha Rasyadi, Pengkampanye Urban Greenpeace Indonesia. \u201cFaktanya, transportasi publik merupakan penyumbang emisi terkecil dengan persentase 0,90% (200.360 ton CO2e)\u201d, tegasnya<\/p>\n\n<p>Jika hanya mengandalkan program pemerintah yang ada saat ini, emisi nol bersih atau NZE akan sangat sulit tercapai. Berdasarkan skenario dalam penelitian, jika tidak dilakukan perubahan apapun dari kondisi sekarang, emisi di Jakarta akan mencapai dua kali emisi saat ini atau sekitar 46 juta ton CO2e. Pengurangan emisi maksimal yang dapat dicapai pada tahun 2050 adalah sebesar 88,5% atau 20,2 juta ton CO2e lebih sedikit dibandingkan emisi saat ini.<\/p>\n\n<p>\u201cDari skenario paling ambisius yang kita buat pada penelitian ini, emisi di Jakarta akan sulit untuk benar-benar mencapai nol, emisi dari sektor transportasi saja akan tetap ada sekitar 2 juta ton CO2e pada tahun 2050.\u201d, jelas Elisabeth Rianawati, Direktur Resilience Development Initiative. \u201cHal ambisius ini bisa dicapai jika seluruh kendaraan di Jakarta sudah dielektrifikasi, ada pengurangan kendaraan pribadi hingga 4,4 juta, dan seluruh sumber listrik sudah menggunakan energi terbarukan\u201d, tambahnya.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"533\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2022\/12\/abee3e3d-gp1t9b03_web_size_with_credit_line.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-55921\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2022\/12\/abee3e3d-gp1t9b03_web_size_with_credit_line.jpg 800w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2022\/12\/abee3e3d-gp1t9b03_web_size_with_credit_line-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2022\/12\/abee3e3d-gp1t9b03_web_size_with_credit_line-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2022\/12\/abee3e3d-gp1t9b03_web_size_with_credit_line-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Dr. Elisabeth Rianawati, Direktur Resilience Development Initiative<\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Terdapat beberapa rekomendasi yang dihasilkan dari penelitian ini untuk memaksimalkan ketercapaian target NZE 2050. Rekomendasi tersebut diantaranya ialah kerja sama antar aktor untuk mendukung dekarbonisasi sektor transportasi, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah DKI Jakarta, pemerintah daerah di sekitar DKI Jakarta, PLN, penyedia layanan transportasi publik, dan badan usaha produsen kendaraan.&nbsp;<\/p>\n\n<p>Selain itu, penggunaan transportasi publik dapat diprioritaskan di atas penggunaan kendaraan pribadi yang perlu didukung dengan perluasan jaringan dan integrasi transportasi publik. Perluasan cakupan transportasi publik perlu dilakukan agar masyarakat tidak perlu menggunakan taksi atau ojek daring untuk menuju titik penjemputan moda transportasi publik. Penyediaan infrastruktur hijau untuk bersepeda dan pejalan kaki juga perlu ditambah agar terjadi penyerapan emisi dan meningkatkan kenyamanan masyarakat. Sementara penggunaan kendaraan yang rendah emisi, seperti kendaraan listrik harus didukung oleh penggunaan energi terbarukan yang dimulai dan diutamakan untuk transportasi publik massal. PLTU Batubara yang ada di sekitar Provinsi DKI Jakarta perlu beralih menjadi pembangkit listrik dengan energi terbarukan.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"533\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2022\/12\/efa36d3d-gp1t9b0w_web_size_with_credit_line.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-55920\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2022\/12\/efa36d3d-gp1t9b0w_web_size_with_credit_line.jpg 800w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2022\/12\/efa36d3d-gp1t9b0w_web_size_with_credit_line-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2022\/12\/efa36d3d-gp1t9b0w_web_size_with_credit_line-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2022\/12\/efa36d3d-gp1t9b0w_web_size_with_credit_line-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/figure>\n\n<p>\u201cTarget NZE 2050 tersebut sangat bergantung pada peta jalan kota Jakarta yang mengedepankan prinsip berkelanjutan, kerjasama dan kolaborasi pemerintah kota dengan pusat juga dengan pemerintah daerah penyangga sekitar ibukota, serta akselerasi transisi energi yang berkeadilan\u201d, tutup Muharram Atha Rasyadi.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n<p>Tautan laporan lengkap: <a href=\"https:\/\/bit.ly\/jakartafuturemobility\">bit.ly\/jakartafuturemobility<\/a><\/p>\n\n<p>Kontak media:&nbsp;<\/p>\n\n<p>Muharram Atha Rasyadi, Pengkampanye Urban Greenpeace Indonesia, +62 811-1714-083<\/p>\n\n<p>Rahma Shofiana, Juru Kampanye Media Greenpeace Indonesia, +62 811 -1461- 674<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam upaya mendukung target bebas emisi DKI Jakarta di tahun 2050, tim peneliti Greenpeace Indonesia dan Resilience Development Initiative meluncurkan penelitian bertajuk \u201cTransformasi Transportasi Jakarta: Mengkaji Ulang Target Emisi Nol Sektor Transportasi Tahun 2050\u201d. <\/p>\n","protected":false},"author":28,"featured_media":55922,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"not set","p4_local_project":"not set","p4_basket_name":"not set","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[31,17],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-55918","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ciptakan-perubahan","tag-polusi","tag-udara","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Wujudkan Jakarta Kota Berkelanjutan, Kendalikan Emisi Transportasi - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55918\/wujudkan-jakarta-kota-berkelanjutan-kendalikan-emisi-transportasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Wujudkan Jakarta Kota Berkelanjutan, Kendalikan Emisi Transportasi - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam upaya mendukung target bebas emisi DKI Jakarta di tahun 2050, tim peneliti Greenpeace Indonesia dan Resilience Development Initiative meluncurkan penelitian bertajuk \u201cTransformasi Transportasi Jakarta: Mengkaji Ulang Target Emisi Nol Sektor Transportasi Tahun 2050\u201d.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55918\/wujudkan-jakarta-kota-berkelanjutan-kendalikan-emisi-transportasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-12-15T09:28:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-10T10:43:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2022\/12\/b5a97fed-gp1t9awq_web_size_with_credit_line.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Medina Basaib\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Medina Basaib\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55918\/wujudkan-jakarta-kota-berkelanjutan-kendalikan-emisi-transportasi\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55918\/wujudkan-jakarta-kota-berkelanjutan-kendalikan-emisi-transportasi\/\"},\"author\":{\"name\":\"Medina Basaib\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c\"},\"headline\":\"Wujudkan Jakarta Kota Berkelanjutan, Kendalikan Emisi Transportasi\",\"datePublished\":\"2022-12-15T09:28:39+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T10:43:16+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55918\/wujudkan-jakarta-kota-berkelanjutan-kendalikan-emisi-transportasi\/\"},\"wordCount\":554,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Polusi\",\"Udara\"],\"articleSection\":[\"Ciptakan Perubahan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55918\/wujudkan-jakarta-kota-berkelanjutan-kendalikan-emisi-transportasi\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55918\/wujudkan-jakarta-kota-berkelanjutan-kendalikan-emisi-transportasi\/\",\"url\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55918\/wujudkan-jakarta-kota-berkelanjutan-kendalikan-emisi-transportasi\/\",\"name\":\"Wujudkan Jakarta Kota Berkelanjutan, Kendalikan Emisi Transportasi - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2022-12-15T09:28:39+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T10:43:16+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55918\/wujudkan-jakarta-kota-berkelanjutan-kendalikan-emisi-transportasi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55918\/wujudkan-jakarta-kota-berkelanjutan-kendalikan-emisi-transportasi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55918\/wujudkan-jakarta-kota-berkelanjutan-kendalikan-emisi-transportasi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Wujudkan Jakarta Kota Berkelanjutan, Kendalikan Emisi Transportasi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c\",\"name\":\"Medina Basaib\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Medina Basaib\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/mbasaib\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Wujudkan Jakarta Kota Berkelanjutan, Kendalikan Emisi Transportasi - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55918\/wujudkan-jakarta-kota-berkelanjutan-kendalikan-emisi-transportasi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Wujudkan Jakarta Kota Berkelanjutan, Kendalikan Emisi Transportasi - Greenpeace Indonesia","og_description":"Dalam upaya mendukung target bebas emisi DKI Jakarta di tahun 2050, tim peneliti Greenpeace Indonesia dan Resilience Development Initiative meluncurkan penelitian bertajuk \u201cTransformasi Transportasi Jakarta: Mengkaji Ulang Target Emisi Nol Sektor Transportasi Tahun 2050\u201d.","og_url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55918\/wujudkan-jakarta-kota-berkelanjutan-kendalikan-emisi-transportasi\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2022-12-15T09:28:39+00:00","article_modified_time":"2025-07-10T10:43:16+00:00","og_image":[{"width":800,"height":533,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2022\/12\/b5a97fed-gp1t9awq_web_size_with_credit_line.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Medina Basaib","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Medina Basaib","Est. reading time":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55918\/wujudkan-jakarta-kota-berkelanjutan-kendalikan-emisi-transportasi\/#article","isPartOf":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55918\/wujudkan-jakarta-kota-berkelanjutan-kendalikan-emisi-transportasi\/"},"author":{"name":"Medina Basaib","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c"},"headline":"Wujudkan Jakarta Kota Berkelanjutan, Kendalikan Emisi Transportasi","datePublished":"2022-12-15T09:28:39+00:00","dateModified":"2025-07-10T10:43:16+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55918\/wujudkan-jakarta-kota-berkelanjutan-kendalikan-emisi-transportasi\/"},"wordCount":554,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Polusi","Udara"],"articleSection":["Ciptakan Perubahan"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55918\/wujudkan-jakarta-kota-berkelanjutan-kendalikan-emisi-transportasi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55918\/wujudkan-jakarta-kota-berkelanjutan-kendalikan-emisi-transportasi\/","url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55918\/wujudkan-jakarta-kota-berkelanjutan-kendalikan-emisi-transportasi\/","name":"Wujudkan Jakarta Kota Berkelanjutan, Kendalikan Emisi Transportasi - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2022-12-15T09:28:39+00:00","dateModified":"2025-07-10T10:43:16+00:00","breadcrumb":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55918\/wujudkan-jakarta-kota-berkelanjutan-kendalikan-emisi-transportasi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55918\/wujudkan-jakarta-kota-berkelanjutan-kendalikan-emisi-transportasi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/55918\/wujudkan-jakarta-kota-berkelanjutan-kendalikan-emisi-transportasi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Wujudkan Jakarta Kota Berkelanjutan, Kendalikan Emisi Transportasi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/5c84669a210b642c397ab6b83fe5b00c","name":"Medina Basaib","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6490c7fa05af90341007e4a5328ec69b7061b61d6abbe8c752a2b5da6fde30b?s=96&d=mm&r=g","caption":"Medina Basaib"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/mbasaib\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55918","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55918"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55918\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":64082,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55918\/revisions\/64082"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/55922"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55918"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55918"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55918"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=55918"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}