{"id":56127,"date":"2023-02-23T07:17:24","date_gmt":"2023-02-23T00:17:24","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=56127"},"modified":"2025-07-10T17:42:53","modified_gmt":"2025-07-10T10:42:53","slug":"aktivis-lingkungan-ngomongin-politik-ngapain-sih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56127\/aktivis-lingkungan-ngomongin-politik-ngapain-sih\/","title":{"rendered":"<strong>Aktivis Lingkungan Ngomongin Politik, Ngapain Sih?<\/strong>"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n<p>Politik mungkin gaduh, mungkin juga menyebalkan, tapi ia mempengaruhi banyak aspek dalam hidup kita. Itu sebabnya, beradu \u201ctaring\u201d dalam ruang politik menjadi penting.<\/p>\n\n<p>Mari kita mulai dengan satu contoh. Jika sekantong sampah menumpuk di depan rumahmu, siapa yang akan membersihkannya? Dengan mudah kamu dapat menjawab, \u201cSaya mampu membuangnya langsung ke tempat sampah\u201d. Kemudian, bagaimana jika sepanjang jalur rumahmu yang dipenuhi sampah? Kamu mungkin bisa mengingatkan tetanggamu.\u00a0<\/p>\n\n<p>Lalu bagaimana jika penumpukan sampah terjadi di semua RT, kelurahan, seluruh kota tempatmu tinggal karena pemerintah menghentikan program pengangkutan sampah? Saat itu terjadi, sampah menjadi urusan politik, bukan sekadar perilaku membuang sampah sembarangan.&nbsp;<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"899\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/02\/7d883c3e-gp0stqdix-899x1024.jpg\" title=\"Bantar Gebang Dump Site. \u00a9 Supri \/ Greenpeace\" alt=\"Bantar Gebang Dump Site. \u00a9 Supri \/ Greenpeace\" class=\"wp-image-56129\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/02\/7d883c3e-gp0stqdix-899x1024.jpg 899w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/02\/7d883c3e-gp0stqdix-264x300.jpg 264w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/02\/7d883c3e-gp0stqdix-768x874.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/02\/7d883c3e-gp0stqdix-299x340.jpg 299w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/02\/7d883c3e-gp0stqdix.jpg 1054w\" sizes=\"auto, (max-width: 899px) 100vw, 899px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Pemulung mengumpulkan sampah di TPA Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.<div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Supri \/ Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Sejumlah pihak menganggap kerusakan alam terjadi karena rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat. Namun fakta menunjukkan, krisis lingkungan terjadi karena orientasi dan motif ekonomi politik dalam mengakses sumber-sumber daya alam. Pemerintah berkomplot dengan pemodal dan mengeksploitasi sumber daya alam. Motif ekonomi politik itu, ditambah perilaku koruptif para pengambil kebijakan, telah memicu kerusakan lingkungan yang masif.<\/p>\n\n<p>Aksi individu tak akan cukup untuk menghentikan atau melawan kerusakan lingkungan yang terjadi meluas. Pada titik ini, kita perlu mengarahkan telunjuk kepada aktor-aktor politik yang berwenang membuat kebijakan di negara ini.&nbsp;<\/p>\n\n<p>Panel ahli perubahan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (IPCC) <a href=\"https:\/\/www.theguardian.com\/environment\/2022\/apr\/04\/its-over-for-fossil-fuels-ipcc-spells-out-whats-needed-to-avert-climate-disaster\">menyatakan<\/a>, negara-negara harus memangkas separuh emisi global pada 2030 dan menargetkan nol emisi pada 2050. Ini demi menahan kenaikan suhu Bumi di angka 1,5 derajat Celcius agar kita terhindar dari bencana iklim.&nbsp;<\/p>\n\n<p>Artinya, negara\u2013para aktor politik dan pemerintahan\u2013menjadi pihak yang berperan dan memang bertanggung jawab untuk mengatasi kerusakan lingkungan. Menganalisis kerusakan lingkungan tak bisa berhenti pada perubahan perilaku dan pengetahuan. Para cendekiawan iklim telah menawarkan solusi: ekonomi politik lingkungan. Sederhananya, kita perlu perubahan yang lebih struktural pada level politik kebijakan mengenai lingkungan.\u00a0<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/02\/98f56449-gp1sx7wk-1024x683.jpg\" title=\"Global Climate Strike 2022 in Jakarta. \u00a9 Jurnasyanto Sukarno \/ Greenpeace\" alt=\"Global Climate Strike 2022 in Jakarta. \u00a9 Jurnasyanto Sukarno \/ Greenpeace\" class=\"wp-image-56130\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/02\/98f56449-gp1sx7wk-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/02\/98f56449-gp1sx7wk-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/02\/98f56449-gp1sx7wk-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/02\/98f56449-gp1sx7wk-510x340.jpg 510w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/02\/98f56449-gp1sx7wk.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Aktivis beraksi dalam Global Climate Strike di Jakarta. menyuarakan krisis iklim yang merupakan ancaman nyata bagi populasi bumi saat ini dan dampaknya terhadap keselamatan masyarakat, terutama kelompok rentan dan terpinggirkan.<div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Jurnasyanto Sukarno \/ Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Namun kita berhadapan dengan tantangan berikutnya: oligarki. Mungkin kamu sudah lelah mendengar kata ini atau menganggapnya <em>overused. <\/em>Secara sederhana, oligarki bisa dimaknai sebagai pemerintahan yang dikontrol segelintir kelompok, khususnya demi kepentingan mereka sendiri. Ketika kita menyaksikan relasi erat antara politikus dan pebisnis, lalu bagaimana mereka menopang kepentingan dan menguntungkan satu sama lain, itulah bukti oligarki terjadi.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/00bc3099-gp0stswun-1024x683.jpg\" title=\"Coalruption Presidential Candidates Action in Jakarta. \u00a9 Jurnasyanto Sukarno\" alt=\"Coalruption Presidential Candidates Action in Jakarta. \u00a9 Jurnasyanto Sukarno\" class=\"wp-image-1781\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/00bc3099-gp0stswun-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/00bc3099-gp0stswun-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/00bc3099-gp0stswun-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/00bc3099-gp0stswun-510x340.jpg 510w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2019\/02\/00bc3099-gp0stswun.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Aktivis berpakaian politisi dengan wajah tertutup topeng tikus melemparkan uang palsu saat aksi teatrikal di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Jakarta. Koalisi LSM yang dibentuk oleh Greenpeace, Auriga dan JATAM (#BersihkanIndonesia) mendesak calon presiden untuk menghentikan korupsi politik dalam bisnis batu bara yang dilakukan oleh lingkaran dalamnya.<div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Jurnasyanto Sukarno<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Pebisnis menggunakan kekayaan mereka untuk meraih kekuasaan politik. Caranya lewat pesta demokrasi seperti pemilihan kepala daerah, pemilihan anggota legislatif, hingga pemilihan presiden. Sebanyak <a href=\"https:\/\/koran.tempo.co\/read\/berita-utama\/446333\/pebisnis-tempati-hampir-separuh-parlemen\">45,5 persen<\/a> anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang terpilih pada Pileg 2019 menduduki posisi penting atau terafiliasi dengan perusahaan di berbagai sektor.&nbsp;<\/p>\n\n<p>Hal ini disorot sejak awal karena berpotensi memicu konflik kepentingan. Belakangan, kita melihatnya benar-benar terjadi, misalnya lewat pengesahan <em>omnibus law<\/em> Undang-Undang Cipta Kerja dan UU Minerba. Dua aturan itu dikritik karena dinilai hanya menguntungkan para investor.&nbsp;<\/p>\n\n<p>Dalam situasi ini, demokrasi menjadi ruang pertarungan. Kita harus terus-menerus menyerukan agar negara memiliki keberpihakan pada publik. Kebijakan negara harus berorientasi pada keberlangsungan dan terjaganya hak atas lingkungan hidup yang baik. Itu sebabnya, pembicaraan soal lingkungan tak bisa dipisahkan dari isu politik.<\/p>\n\n<p><strong>Iqbal Damanik<\/strong>, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Politik mungkin gaduh, mungkin juga menyebalkan, tapi ia mempengaruhi banyak aspek dalam hidup kita. Itu sebabnya, beradu \u201ctaring\u201d dalam ruang politik menjadi penting.<\/p>\n","protected":false},"author":25,"featured_media":56131,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[35,24],"p4-page-type":[16],"class_list":["post-56127","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-50-tahun","tag-aktivisme","p4-page-type-cerita"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Aktivis Lingkungan Ngomongin Politik, Ngapain Sih? - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56127\/aktivis-lingkungan-ngomongin-politik-ngapain-sih\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Aktivis Lingkungan Ngomongin Politik, Ngapain Sih? - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Politik mungkin gaduh, mungkin juga menyebalkan, tapi ia mempengaruhi banyak aspek dalam hidup kita. Itu sebabnya, beradu \u201ctaring\u201d dalam ruang politik menjadi penting.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56127\/aktivis-lingkungan-ngomongin-politik-ngapain-sih\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-02-23T00:17:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-10T10:42:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/02\/fc7a3ae4-gp0sttxhv.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Afif\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Afif\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56127\/aktivis-lingkungan-ngomongin-politik-ngapain-sih\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56127\/aktivis-lingkungan-ngomongin-politik-ngapain-sih\/\"},\"author\":{\"name\":\"Afif\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/3e2ebddeabf4d00a38dc3b78e763f280\"},\"headline\":\"Aktivis Lingkungan Ngomongin Politik, Ngapain Sih?\",\"datePublished\":\"2023-02-23T00:17:24+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T10:42:53+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56127\/aktivis-lingkungan-ngomongin-politik-ngapain-sih\/\"},\"wordCount\":555,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"50 Tahun\",\"Aktivisme\"],\"articleSection\":[\"Uncategorized\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56127\/aktivis-lingkungan-ngomongin-politik-ngapain-sih\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56127\/aktivis-lingkungan-ngomongin-politik-ngapain-sih\/\",\"url\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56127\/aktivis-lingkungan-ngomongin-politik-ngapain-sih\/\",\"name\":\"Aktivis Lingkungan Ngomongin Politik, Ngapain Sih? - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-02-23T00:17:24+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-10T10:42:53+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56127\/aktivis-lingkungan-ngomongin-politik-ngapain-sih\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56127\/aktivis-lingkungan-ngomongin-politik-ngapain-sih\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56127\/aktivis-lingkungan-ngomongin-politik-ngapain-sih\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Aktivis Lingkungan Ngomongin Politik, Ngapain Sih?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/3e2ebddeabf4d00a38dc3b78e763f280\",\"name\":\"Afif\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLsIvppx-YXQ--3d0zDXkI7iN7hDZr5MuE3Nky8RZxlicYBEMLK=s96-c\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLsIvppx-YXQ--3d0zDXkI7iN7hDZr5MuE3Nky8RZxlicYBEMLK=s96-c\",\"caption\":\"Afif\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/asaputra\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Aktivis Lingkungan Ngomongin Politik, Ngapain Sih? - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56127\/aktivis-lingkungan-ngomongin-politik-ngapain-sih\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Aktivis Lingkungan Ngomongin Politik, Ngapain Sih? - Greenpeace Indonesia","og_description":"Politik mungkin gaduh, mungkin juga menyebalkan, tapi ia mempengaruhi banyak aspek dalam hidup kita. Itu sebabnya, beradu \u201ctaring\u201d dalam ruang politik menjadi penting.","og_url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56127\/aktivis-lingkungan-ngomongin-politik-ngapain-sih\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2023-02-23T00:17:24+00:00","article_modified_time":"2025-07-10T10:42:53+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":800,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/02\/fc7a3ae4-gp0sttxhv.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Afif","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Afif","Est. reading time":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56127\/aktivis-lingkungan-ngomongin-politik-ngapain-sih\/#article","isPartOf":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56127\/aktivis-lingkungan-ngomongin-politik-ngapain-sih\/"},"author":{"name":"Afif","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/3e2ebddeabf4d00a38dc3b78e763f280"},"headline":"Aktivis Lingkungan Ngomongin Politik, Ngapain Sih?","datePublished":"2023-02-23T00:17:24+00:00","dateModified":"2025-07-10T10:42:53+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56127\/aktivis-lingkungan-ngomongin-politik-ngapain-sih\/"},"wordCount":555,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["50 Tahun","Aktivisme"],"articleSection":["Uncategorized"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56127\/aktivis-lingkungan-ngomongin-politik-ngapain-sih\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56127\/aktivis-lingkungan-ngomongin-politik-ngapain-sih\/","url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56127\/aktivis-lingkungan-ngomongin-politik-ngapain-sih\/","name":"Aktivis Lingkungan Ngomongin Politik, Ngapain Sih? - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2023-02-23T00:17:24+00:00","dateModified":"2025-07-10T10:42:53+00:00","breadcrumb":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56127\/aktivis-lingkungan-ngomongin-politik-ngapain-sih\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56127\/aktivis-lingkungan-ngomongin-politik-ngapain-sih\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56127\/aktivis-lingkungan-ngomongin-politik-ngapain-sih\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Aktivis Lingkungan Ngomongin Politik, Ngapain Sih?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/3e2ebddeabf4d00a38dc3b78e763f280","name":"Afif","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLsIvppx-YXQ--3d0zDXkI7iN7hDZr5MuE3Nky8RZxlicYBEMLK=s96-c","contentUrl":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLsIvppx-YXQ--3d0zDXkI7iN7hDZr5MuE3Nky8RZxlicYBEMLK=s96-c","caption":"Afif"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/asaputra\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56127","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/25"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=56127"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56127\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":64067,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56127\/revisions\/64067"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/56131"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=56127"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=56127"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=56127"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=56127"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}