{"id":5616,"date":"2020-09-09T10:00:00","date_gmt":"2020-09-09T03:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=5616"},"modified":"2021-12-01T19:30:53","modified_gmt":"2021-12-01T12:30:53","slug":"kombinasi-kabut-asap-dan-covid-19-meningkatkan-risiko-kematian-di-daerah-rawan-karhutla","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5616\/kombinasi-kabut-asap-dan-covid-19-meningkatkan-risiko-kematian-di-daerah-rawan-karhutla\/","title":{"rendered":"Kombinasi Kabut Asap dan Covid-19 Meningkatkan Risiko Kematian di Daerah Rawan Karhutla"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Jakarta, 9 September 2020<\/strong>. <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/09\/50e1f6a5-membara-2020-kebakaran-hutan.pdf\">Laporan \u2018Membara\u2019<\/a> yang dirilis hari ini oleh Greenpeace, mengungkap dampak pencemaran kabut asap dari kebakaran hutan dan deforestasi terhadap kesehatan manusia di daerah rawan karhutla. Laporan baru ini juga menyajikan bukti-bukti kuat yang menunjukkan bahwa laju dan tingkat keparahan infeksi dari Covid-19 dapat meningkat secara signifikan di kalangan masyarakat yang terpapar polusi udara tingkat tinggi.<\/p>\n\n<p>Dua buah studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Harvard <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1101\/2020.04.05.20054502\">di AS<\/a> dan peneliti dari Universitas Birmingham dan Universitas Bern <a href=\"https:\/\/ideas.repec.org\/p\/bir\/birmec\/20-13.html\">di Belanda<\/a>, menemukan bahwa sedikit peningkatan polusi udara saja sudah cukup untuk menaikkan tingkat kematian akibat COVID-19. Studi dari tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa asap kebakaran hutan telah membahayakan kesehatan <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.3386\/w14011\">anak-anak<\/a> di Indonesia dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan bahwa buruknya kesehatan adalah penyebab tingginya <a href=\"https:\/\/tekno.tempo.co\/read\/1368672\/data-idai-2-712-anak-di-indonesia-positif-corona-51-meninggal\">kematian anak<\/a> yang terinfeksi Covid-19.<\/p>\n\n<p>Saat ini enam provinsi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/read\/detail\/334802-enam-provinsi-tetapkan-siaga-darurat-karhutla\">telah berstatus siaga<\/a> darurat karhutla. Wabah Covid-19 dan karhutla berpotensi membawa penduduk di wilayah darurat karhutla ke jurang krisis kesehatan. Guru Besar Universitas Indonesia bidang Epidemiologi Pencemaran Udara dan Surveilans Kesehatan Lingkungan, Prof Dr Budi Haryanto mengatakan gangguan kesehatan yang disebabkan polusi udara dapat meningkatkan risiko kematian pada masa Covid-19 ini.<\/p>\n\n<p>\u201cMasyarakat yang setiap tahun terpapar kabut asap karhutla akan berisiko menderita gangguan fungsi paru dan penyakit-penyakit saluran nafas kronis, yang dapat memperparah dan bahkan menjadi fatal saat tertular dan menjadi pasien Covid-19,\u201d ujar Budi.<\/p>\n\n<p>Kalimantan Tengah adalah salah satu langganan provinsi yang tiap tahun menetapkan status darurat karhutla. Dr. Jeanette Siagian, ahli paru-paru dari RSUD Dr Doris Sylvanus Palangkaraya menghimbau agar masyarakat yang tinggal di wilayah rentan terpapar kabut asap karhutla untuk mengantisipasi bahaya polusi udara. \u201cBila asap karhutla muncul lagi di situasi pandemi ini, sebaiknya kita tetap diam di rumah, jaga kesehatan paru dengan menggunakan masker. Menerapkan standar pencegahan Covid-19 serta mengkonsumsi makanan bergizi. Paru yang terinfeksi Covid-19 bisa menyebabkan kerusakan permanen.\u201d kata dr. Jeanette.<\/p>\n\n<p>Tatkala sektor kesehatan dan kehutanan menjadi urgen untuk dibenahi, respons pemerintah pusat dan DPR justru bertolak belakang dengan kebutuhan masyarakat. Mereka bersikukuh melahirkan RUU Cipta Kerja yang memberi kelonggaran tanggung jawab korporat atas karhutla.<\/p>\n\n<p>\u201cPembahasan RUU Cipta Kerja harus dihentikan sebab akan melemahkan aturan pertanggungjawaban korporasi terkait kebakaran. Bila ini dilanjutkan maka pemerintah dan DPR hanya berpihak kepada kepentingan perusahaan. Korporasi seolah-olah diberi karpet merah untuk merusak, dan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan secara konsisten tidak menunjukan empati terhadap kebutuhan riil masyarakat untuk menghirup udara dan lingkungan yang sehat,\u201d tegas Rusmadya Maharuddin Ketua Tim Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia.<\/p>\n\n<p>\u201cPara pemegang kekuasaan terdahulu sampai sekarang telah sangat meremehkan skala dampak karhutla terhadap kesehatan manusia. Setelah musim kebakaran yang menghancurkan di tahun 2015, angka resmi untuk jumlah korban tewas mencapai <a href=\"https:\/\/www.humanitarianresponse.info\/sites\/www.humanitarianresponse.info\/files\/documents\/files\/disaster_evaluation_2015_prediction_2016_bnpb.pdf\">24 nyawa<\/a>. Sebaliknya, ahli epidemiologi memperkirakan <a href=\"https:\/\/iopscience.iop.org\/article\/10.1088\/1748-9326\/ab9a6c\">puluhan ribu<\/a> orang mengalami kematian dini,\u201d tutup Rusmadya.<\/p>\n\n<p><strong>***<\/strong><\/p>\n\n<p><strong>Catatan:<\/strong><\/p>\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li><a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/publikasi\/5605\/membara-dampak-kesehatan-dari-kebakaran-hutan-di-indonesia-dan-implikasinya-bagi-pandemi-covid-19\/\">Ringkasan Laporan <strong>Membara<\/strong><\/a>: Dampak Kesehatan dari Kebakaran Hutan di Indonesia dan Implikasinya bagi Pandemi Covid-19;<\/li><li>Laporan lengkap: <a href=\"http:\/\/act.gp\/Membara2020KebakaranHutan\">http:\/\/act.gp\/Membara2020KebakaranHutan<\/a><\/li><li>Foto: <a href=\"https:\/\/media.greenpeace.org\/collection\/27MZIFJLXV1F4\">https:\/\/media.greenpeace.org\/collection\/27MZIFJLXV1F4<\/a><\/li><\/ol>\n\n<p><\/p>\n\t\t\t<section\n\t\t\tclass=\"boxout post-5297 \"\n\t\t\t\n\t\t>\n\t\t\t<a\n\t\t\t\tdata-ga-category=\"Take Action Boxout\"\n\t\t\t\tdata-ga-action=\"Image\"\n\t\t\t\tdata-ga-label=\"n\/a\"\n\t\t\t\tclass=\"cover-card-overlay\"\n\t\t\t\thref=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/aksi\/lindungi-hutan\/\" \n\t\t\t><\/a>\n\t\t\t\t\t\t\t<img\n\t\t\t\t\t\tsrc=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/07\/95ec6f4c-gp02ihf_web_size_with_credit_line.jpg\"\n\t\t\t\t\t\tsrcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/07\/95ec6f4c-gp02ihf_web_size_with_credit_line-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/07\/95ec6f4c-gp02ihf_web_size_with_credit_line-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/07\/95ec6f4c-gp02ihf_web_size_with_credit_line-510x340.jpg 510w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/07\/95ec6f4c-gp02ihf_web_size_with_credit_line.jpg 800w\"\n\t\t\t\t\t\tsizes=\"(min-width: 1000px) 358px, (min-width: 780px) 313px, 88px\"\n\t\t\t\t\t\talt=\"\" title=\"\"\n\t\t\t\t\/>\n            \t\t\t<div class=\"boxout-content\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<a\n\t\t\t\t\t\tclass=\"boxout-heading medium\"\n\t\t\t\t\t\tdata-ga-category=\"Take Action Boxout\"\n\t\t\t\t\t\tdata-ga-action=\"Title\"\n\t\t\t\t\t\tdata-ga-label=\"n\/a\"\n\t\t\t\t\t\thref=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/aksi\/lindungi-hutan\/\"\n\t\t\t\t\t\t\n\t\t\t\t\t>\n\t\t\t\t\t\tLindungi Hutan\n\t\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"boxout-excerpt\">Kebakaran hutan tidak hanya mengancam kehidupan manusia, tapi juga mengancam satwa liar asli Indonesia yang terancam punah. Bantu kami wujudkan Nol Deforestasi.<\/p>\n\t\t\t\t                                    <a\n                        class=\"btn btn-primary\"\n                        data-ga-category=\"Take Action Boxout\"\n                        data-ga-action=\"Call to Action\"\n                        data-ga-label=\"n\/a\"\n                        href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/aksi\/lindungi-hutan\/\"\n                        \n                    >\n                        Ikut Beraksi\n                    <\/a>\n                \t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/section>\n\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Laporan \u2018Membara\u2019 yang dirilis hari ini oleh Greenpeace, mengungkap dampak pencemaran kabut asap dari kebakaran hutan dan deforestasi terhadap kesehatan manusia di daerah rawan karhutla. <\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":5617,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"not set","p4_local_project":"not set","p4_basket_name":"not set","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[6,19],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-5616","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lindungi","tag-iklim","tag-hutan","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kombinasi Kabut Asap dan Covid-19 Meningkatkan Risiko Kematian di Daerah Rawan Karhutla - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5616\/kombinasi-kabut-asap-dan-covid-19-meningkatkan-risiko-kematian-di-daerah-rawan-karhutla\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kombinasi Kabut Asap dan Covid-19 Meningkatkan Risiko Kematian di Daerah Rawan Karhutla - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Laporan \u2018Membara\u2019 yang dirilis hari ini oleh Greenpeace, mengungkap dampak pencemaran kabut asap dari kebakaran hutan dan deforestasi terhadap kesehatan manusia di daerah rawan karhutla.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5616\/kombinasi-kabut-asap-dan-covid-19-meningkatkan-risiko-kematian-di-daerah-rawan-karhutla\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-09-09T03:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-12-01T12:30:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/09\/42a46d00-gp0stu06k.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ayip\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ayip\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5616\/kombinasi-kabut-asap-dan-covid-19-meningkatkan-risiko-kematian-di-daerah-rawan-karhutla\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5616\/kombinasi-kabut-asap-dan-covid-19-meningkatkan-risiko-kematian-di-daerah-rawan-karhutla\/\"},\"author\":{\"name\":\"Ayip\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/65299951117ea87f0d1491877edfbe14\"},\"headline\":\"Kombinasi Kabut Asap dan Covid-19 Meningkatkan Risiko Kematian di Daerah Rawan Karhutla\",\"datePublished\":\"2020-09-09T03:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2021-12-01T12:30:53+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5616\/kombinasi-kabut-asap-dan-covid-19-meningkatkan-risiko-kematian-di-daerah-rawan-karhutla\/\"},\"wordCount\":480,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Iklim\",\"Hutan\"],\"articleSection\":[\"Lindungi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5616\/kombinasi-kabut-asap-dan-covid-19-meningkatkan-risiko-kematian-di-daerah-rawan-karhutla\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5616\/kombinasi-kabut-asap-dan-covid-19-meningkatkan-risiko-kematian-di-daerah-rawan-karhutla\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5616\/kombinasi-kabut-asap-dan-covid-19-meningkatkan-risiko-kematian-di-daerah-rawan-karhutla\/\",\"name\":\"Kombinasi Kabut Asap dan Covid-19 Meningkatkan Risiko Kematian di Daerah Rawan Karhutla - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2020-09-09T03:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2021-12-01T12:30:53+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5616\/kombinasi-kabut-asap-dan-covid-19-meningkatkan-risiko-kematian-di-daerah-rawan-karhutla\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5616\/kombinasi-kabut-asap-dan-covid-19-meningkatkan-risiko-kematian-di-daerah-rawan-karhutla\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5616\/kombinasi-kabut-asap-dan-covid-19-meningkatkan-risiko-kematian-di-daerah-rawan-karhutla\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kombinasi Kabut Asap dan Covid-19 Meningkatkan Risiko Kematian di Daerah Rawan Karhutla\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/65299951117ea87f0d1491877edfbe14\",\"name\":\"Ayip\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocKrEtrEyFEGUYifzPinge8s8-_7bzq29JQ48vZu2jzEKkbXtGex=s96-c\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocKrEtrEyFEGUYifzPinge8s8-_7bzq29JQ48vZu2jzEKkbXtGex=s96-c\",\"caption\":\"Ayip\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/afahmifa\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kombinasi Kabut Asap dan Covid-19 Meningkatkan Risiko Kematian di Daerah Rawan Karhutla - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5616\/kombinasi-kabut-asap-dan-covid-19-meningkatkan-risiko-kematian-di-daerah-rawan-karhutla\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kombinasi Kabut Asap dan Covid-19 Meningkatkan Risiko Kematian di Daerah Rawan Karhutla - Greenpeace Indonesia","og_description":"Laporan \u2018Membara\u2019 yang dirilis hari ini oleh Greenpeace, mengungkap dampak pencemaran kabut asap dari kebakaran hutan dan deforestasi terhadap kesehatan manusia di daerah rawan karhutla.","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5616\/kombinasi-kabut-asap-dan-covid-19-meningkatkan-risiko-kematian-di-daerah-rawan-karhutla\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2020-09-09T03:00:00+00:00","article_modified_time":"2021-12-01T12:30:53+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":800,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2020\/09\/42a46d00-gp0stu06k.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ayip","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Ayip","Est. reading time":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5616\/kombinasi-kabut-asap-dan-covid-19-meningkatkan-risiko-kematian-di-daerah-rawan-karhutla\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5616\/kombinasi-kabut-asap-dan-covid-19-meningkatkan-risiko-kematian-di-daerah-rawan-karhutla\/"},"author":{"name":"Ayip","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/65299951117ea87f0d1491877edfbe14"},"headline":"Kombinasi Kabut Asap dan Covid-19 Meningkatkan Risiko Kematian di Daerah Rawan Karhutla","datePublished":"2020-09-09T03:00:00+00:00","dateModified":"2021-12-01T12:30:53+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5616\/kombinasi-kabut-asap-dan-covid-19-meningkatkan-risiko-kematian-di-daerah-rawan-karhutla\/"},"wordCount":480,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Iklim","Hutan"],"articleSection":["Lindungi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5616\/kombinasi-kabut-asap-dan-covid-19-meningkatkan-risiko-kematian-di-daerah-rawan-karhutla\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5616\/kombinasi-kabut-asap-dan-covid-19-meningkatkan-risiko-kematian-di-daerah-rawan-karhutla\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5616\/kombinasi-kabut-asap-dan-covid-19-meningkatkan-risiko-kematian-di-daerah-rawan-karhutla\/","name":"Kombinasi Kabut Asap dan Covid-19 Meningkatkan Risiko Kematian di Daerah Rawan Karhutla - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2020-09-09T03:00:00+00:00","dateModified":"2021-12-01T12:30:53+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5616\/kombinasi-kabut-asap-dan-covid-19-meningkatkan-risiko-kematian-di-daerah-rawan-karhutla\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5616\/kombinasi-kabut-asap-dan-covid-19-meningkatkan-risiko-kematian-di-daerah-rawan-karhutla\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/5616\/kombinasi-kabut-asap-dan-covid-19-meningkatkan-risiko-kematian-di-daerah-rawan-karhutla\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kombinasi Kabut Asap dan Covid-19 Meningkatkan Risiko Kematian di Daerah Rawan Karhutla"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/65299951117ea87f0d1491877edfbe14","name":"Ayip","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocKrEtrEyFEGUYifzPinge8s8-_7bzq29JQ48vZu2jzEKkbXtGex=s96-c","contentUrl":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocKrEtrEyFEGUYifzPinge8s8-_7bzq29JQ48vZu2jzEKkbXtGex=s96-c","caption":"Ayip"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/afahmifa\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5616","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5616"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5616\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45654,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5616\/revisions\/45654"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5617"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5616"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5616"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5616"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=5616"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}