{"id":56767,"date":"2023-07-22T18:40:20","date_gmt":"2023-07-22T11:40:20","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=56767"},"modified":"2025-07-07T22:03:39","modified_gmt":"2025-07-07T15:03:39","slug":"barbie-vs-oppenheimer-dua-alam-semesta-yang-berlawanan-secara-diametris-yang-mengingatkan-kita-pada-dua-ancaman-eksistensial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56767\/barbie-vs-oppenheimer-dua-alam-semesta-yang-berlawanan-secara-diametris-yang-mengingatkan-kita-pada-dua-ancaman-eksistensial\/","title":{"rendered":"Barbie vs Oppenheimer: dua alam semesta yang berlawanan secara diametris yang mengingatkan kita pada dua ancaman eksistensial"},"content":{"rendered":"\n<p>&#8220;Barbenheimer&#8221; mungkin adalah film terbesar yang ditunggu-tunggu tahun ini.&nbsp;Penayangan perdana dua blockbuster Hollywood secara bersamaan oleh dua sutradara yang kerap dikultuskan: Barbie Greta Gerwig, sebuah komedi fantasi merah muda dan Oppenheimer karya Christopher Nolan, sebuah drama suram dan psikedelik.&nbsp;<\/p>\n\n<p>Penjajaran suasana, karakter, dan isu memunculkan perdebatan yang meriah di media dan media sosial, mulai dari meme kocak hingga pertanyaan eksistensial.&nbsp;Bagi komunitas Greenpeace, kedua film ini menggemakan kampanye masa lalu dan sekarang melawan ancaman yang sangat nyata: penggundulan hutan, polusi plastik, dan pemusnahan nuklir.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Barbie: hubungan cinta yang panjang dengan penggundulan hutan dan plastik<\/strong><\/h2>\n\n<p>Gerwig&#8217;s Barbie adalah film feminis yang lucu dan tegas.&nbsp;Lucu dan mengharukan melihat bagaimana semuanya berjalan salah di alam semesta yang sempurna ini ketika Barbie tokoh utamanya, yang diperankan oleh aktris Margot Robbie, mulai berpikir tentang kematian.&nbsp;Krisis eksistensial ini membuat Barbie memulai perjalanan penemuan ke &#8216;dunia nyata&#8217;: Los Angeles.<\/p>\n\n<p>Di dunia nyata NYATA, Barbie adalah boneka plastik yang dirilis oleh Mattel 60 tahun yang lalu.&nbsp;Perusahaan mengatakan bahwa&nbsp;<a href=\"https:\/\/translate.google.com\/website?sl=en&amp;tl=id&amp;hl=en&amp;client=webapp&amp;u=https:\/\/www.cbsnews.com\/philadelphia\/news\/60-barbie-mattel\/\">58 juta boneka terjual setiap tahun<\/a>&nbsp;, atau sekitar 100 boneka setiap menit, kepada orang-orang di 150 negara.&nbsp;Sementara Barbie Gerwig mungkin khawatir tentang tanggal kedaluwarsanya dalam kenyataannya di film, dia kemungkinan besar akan bertahan selamanya, hilang di tempat pembuangan sampah dan dibuang ke tempat pembuangan sampah.<\/p>\n\n<p>Di luar barang bawaannya (&nbsp;<a href=\"https:\/\/translate.google.com\/website?sl=en&amp;tl=id&amp;hl=en&amp;client=webapp&amp;u=https:\/\/www.teenvogue.com\/story\/barbie-body-image-study\">mempromosikan citra tubuh yang tidak realistis di antara gadis-gadis muda<\/a>&nbsp;,&nbsp;<a href=\"https:\/\/translate.google.com\/website?sl=en&amp;tl=id&amp;hl=en&amp;client=webapp&amp;u=https:\/\/www.outlookindia.com\/national\/in-the-barbie-world-how-the-iconic-doll-reinforced-gender-roles-news-282393\">mempertahankan stereotip seksis anti-feminis<\/a> dan&nbsp;<a href=\"https:\/\/translate.google.com\/website?sl=en&amp;tl=id&amp;hl=en&amp;client=webapp&amp;u=https:\/\/www.fastcompany.com\/90457388\/barbies-latest-dolls-are-bald-and-have-vitiligo\">menyebarkan standar kecantikan tertentu, meminggirkan orang kulit berwarna<\/a>&nbsp;), Barbie juga memiliki hubungan cinta yang panjang dengan plastik &#8211; dan mengakhiri hubungan yang sangat beracun dengan penggundulan hutan setelah intervensi yang sangat intens.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-international-stateless\/2023\/07\/197a99ab-gp02f2g-1024x682.jpg\" alt=\"Aksi di Markas Besar Mattel di California.  \u00a9 Gus Ruelas \/ Greenpeace\" class=\"wp-image-60877\" title=\"Aksi di Markas Besar Mattel di California.  \u00a9 Gus Ruelas \/ Greenpeace\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Aksi di markas Mattel di California, Juni 2011 \u2013 Aktivis Greenpeace berpakaian seperti boneka \u201cKen\u201d menggantung dua spanduk besar di markas Mattel.&nbsp;Spanduk tersebut menggambarkan \u201cKen\u201d yang marah dengan pesan yang jelas kepada mantan pacarnya: \u201cBarbie Sudah Berakhir.&nbsp;Saya Tidak Berkencan dengan Gadis-Gadis yang Mengalami Deforestasi.\u201d<\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Investigasi Greenpeace International telah menemukan bahwa pembuat mainan Mattel menggunakan kemasan dari bahan yang dipasok oleh Asia Pulp and Paper (APP), yang telah diekspos karena&nbsp;<a href=\"https:\/\/www-greenpeace-org.translate.goog\/international\/story\/60753\/mattels-controversial-career-choice-for-barbie-rainforest-destroyer\/?_x_tr_sl=en&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=en&amp;_x_tr_pto=wapp\">merusak hutan hujan Indonesia<\/a>&nbsp;.&nbsp;Saat itu, Mattel berjanji untuk berhenti menggunakan bahan yang terkait deforestasi dalam kemasannya.&nbsp;Sebuah kemenangan yang menjanjikan, sebuah langkah melawan perusahaan pulp dan kertas yang terus mengancam&nbsp;<a href=\"https:\/\/www-greenpeace-org.translate.goog\/international\/press-release\/59896\/new-report-exposes-hidden-deforestation-in-royal-golden-eagle-rge-supply-chain-and-rge-control-of-pulp-mill-under-construction-in-borneo-putting-indonesias-rainforest-at-risk\/?_x_tr_sl=en&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=en&amp;_x_tr_pto=wapp\">beberapa hutan hujan terbesar dunia yang masih tersisa<\/a>&nbsp;. <\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<lite-youtube style=\"background-image: url('https:\/\/i.ytimg.com\/vi\/iCQCkTWyLuM\/hqdefault.jpg');\" videoid=\"iCQCkTWyLuM\" params=\"rel=0\"><\/lite-youtube>\n<\/div><\/figure>\n\n<p><em>Tahukah Anda di tahun 2011 lalu ada hal lain yang menyebabkan Barbie menjadi viral?&nbsp;Video satir ini!&nbsp;Greenpeace dan ribuan pendukung lainnya hadir dalam perjalanan tersebut.<\/em><\/p>\n\n<p>Lalu ada &#8220;plastik&#8221; Barbie yang tidak terlalu fantastis, yang meskipun disajikan dalam bentuk miniatur, masih menjadi masalah besar saat ini!&nbsp;Menurut&nbsp;<a href=\"https:\/\/translate.google.com\/website?sl=en&amp;tl=id&amp;hl=en&amp;client=webapp&amp;u=https:\/\/wedocs.unep.org\/bitstream\/handle\/20.500.11822\/25302\/Valuing_Plastic_ES.pdf?sequence%3D1%26isAllowed%3Dy\">laporan Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 2014<\/a>&nbsp;, industri mainan menggunakan lebih banyak plastik dalam produk aktualnya berdasarkan pendapatan daripada sektor lainnya.&nbsp;Tahun lalu,&nbsp;<a href=\"https:\/\/translate.google.com\/website?sl=en&amp;tl=id&amp;hl=en&amp;client=webapp&amp;u=https:\/\/www.sciencedirect.com\/science\/article\/abs\/pii\/S2352550922000550\">peneliti Amerika menghitung berapa biaya setiap boneka Barbie untuk iklim<\/a>&nbsp;.&nbsp;Setiap 182 gram Barbie menyebabkan sekitar 660 gram emisi karbon, termasuk produksi, manufaktur, dan pengangkutan plastik.<\/p>\n\n<p>Ini adalah pengingat yang berguna bahwa&nbsp;<a href=\"https:\/\/www-greenpeace-org.translate.goog\/international\/story\/59592\/why-we-need-a-strong-global-plastics-treaty\/?_x_tr_sl=en&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=en&amp;_x_tr_pto=wapp\">plastik hanyalah bahan bakar fosil yang disamarkan<\/a>&nbsp;(99% plastik terbuat dari bahan bakar fosil, seperti gas dan minyak yang dipecah) dan berkontribusi terhadap perubahan iklim sepanjang siklus hidupnya.&nbsp;Itulah sebabnya Greenpeace terus memperjuangkan&nbsp;<a href=\"https:\/\/www-greenpeace-org.translate.goog\/international\/act\/lets-end-the-age-of-plastic\/?_x_tr_sl=en&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=en&amp;_x_tr_pto=wapp\">perjanjian plastik global yang ambisius<\/a>&nbsp;yang akan membatasi dan menghentikan produksi plastik, termasuk penghentian produksi plastik murni.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Oppenheimer: mimpi demam yang mengingatkan kita pada kengerian senjata nuklir<\/h2>\n\n<p>Pada akhir 1920-an, J. Robert Oppenheimer adalah salah satu dari banyak fisikawan menjanjikan yang meninggalkan Amerika untuk belajar di Eropa.&nbsp;Dia segera mengembangkan hasrat untuk mekanika kuantum dan terus-menerus memimpikan dunia lain itu: dunia atom, materi, dan bintang mati yang runtuh dengan sendirinya dalam kesunyian ruang.<\/p>\n\n<p>Oppenheimer belum tahu bahwa dia akan membantu menciptakan bom atom, yang menyebabkan kematian ratusan ribu orang.&nbsp;Dia belum \u201cmenjadi kematian, penghancur dunia\u201d.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-international-stateless\/2023\/06\/842ee4dd-gp01bmf-1024x677.jpg\" alt=\"Aksi Pengujian Nuklir di Taj Mahal di India.  \u00a9 Greenpeace \/ Steve Morgan\" class=\"wp-image-60295\" title=\"Aksi Pengujian Nuklir di Taj Mahal di India.  \u00a9 Greenpeace \/ Steve Morgan\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Januari 1998 \u2013 Aksi Uji Coba Nuklir di Taj Mahal di India.&nbsp;Balon udara Greenpeace dengan slogan &#8216;Pelucutan Senjata Nuklir Sekarang!&#8217;&nbsp;terbang di atas Taj Mahal yang terkenal sebagai protes terhadap uji coba nuklir di India.<\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Senjata nuklir adalah senjata paling merusak, tidak pandang bulu, dan mengerikan yang pernah dibuat.&nbsp;Pada Januari 2021, kami merayakan tonggak penting: Perjanjian&nbsp;<a href=\"https:\/\/www-greenpeace-org.translate.goog\/international\/story\/46233\/nuclear-weapons-illegal-treaty\/?_x_tr_sl=en&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=en&amp;_x_tr_pto=wapp\">Pelarangan Senjata Nuklir (TPNW) kini menjadi bagian dari hukum internasional<\/a>&nbsp;.<\/p>\n\n<p>Perjanjian baru ini akan mempersulit para pemimpin dunia untuk menggambarkan senjata nuklir sebagai sarana yang sah dan berguna untuk memberikan keamanan.&nbsp;Ini menciptakan norma global terhadap senjata nuklir yang diharapkan akan membawa kita ke dunia bebas nuklir di masa depan.<\/p>\n\n<p><a href=\"https:\/\/www-greenpeace-org.translate.goog\/international\/story\/60291\/a-heating-world-cant-afford-a-cold-war\/?_x_tr_sl=en&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=en&amp;_x_tr_pto=wapp\">Di saat suhu Bumi makin meningkat , ancaman perang dingin nuklir masih jauh dari selesai<\/a>: pada Juni 2023, Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) merilis penilaian tahunannya tentang keadaan persenjataan, perlucutan senjata, dan keamanan internasional, yang menunjukkan bahwa\u00a0<a href=\"https:\/\/translate.google.com\/website?sl=en&amp;tl=id&amp;hl=en&amp;client=webapp&amp;u=https:\/\/www.sipri.org\/media\/press-release\/2023\/states-invest-nuclear-arsenals-geopolitical-relations-deteriorate-new-sipri-yearbook-out-now\">persenjataan nuklir diperkuat di seluruh dunia<\/a>\u00a0.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-rich is-provider-twitter wp-block-embed-twitter\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<blockquote class=\"twitter-tweet\" data-width=\"500\" data-dnt=\"true\"><p lang=\"en\" dir=\"ltr\">The global stockpile of nuclear weapons is expected to rise due to global tensions, according to leading arms watchdog SIPRI <a href=\"https:\/\/t.co\/sEE1uZmV1k\">https:\/\/t.co\/sEE1uZmV1k<\/a> <a href=\"https:\/\/t.co\/vAPVWtVE2D\">pic.twitter.com\/vAPVWtVE2D<\/a><\/p>&mdash; Al Jazeera English (@AJEnglish) <a href=\"https:\/\/twitter.com\/AJEnglish\/status\/1536291055670280192?ref_src=twsrc%5Etfw\">June 13, 2022<\/a><\/blockquote><script async src=\"https:\/\/platform.twitter.com\/widgets.js\" charset=\"utf-8\"><\/script>\n<\/div><\/figure>\n\n<p>\u201cSenjata nuklir, yang dikembangkan untuk memenangkan perang, merupakan ancaman pemusnahan total (\u2026) Tidak mungkin ada masyarakat yang berkelanjutan dengan senjata ini yang terus-menerus siap untuk pembantaian tanpa pandang bulu.\u201d&nbsp;Ini adalah kata-kata Kazumi Matsui, walikota Hiroshima sejak 2011.<\/p>\n\n<p>Menghilangkan senjata nuklir adalah satu-satunya jaminan bahwa senjata itu tidak akan pernah digunakan.&nbsp;<a href=\"https:\/\/www-greenpeace-org.translate.goog\/international\/story\/52758\/reasons-why-nuclear-energy-not-way-green-and-peaceful-world\/?_x_tr_sl=en&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=en&amp;_x_tr_pto=wapp\">Tenaga nuklir<\/a>&nbsp;dan senjata nuklir adalah dua sisi dari mata uang yang sama.&nbsp;Untuk mengakhiri semua ancaman nuklir, kita harus menghentikan keduanya.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Akhir film: Kita SEMUA hidup bahagia selamanya<\/h2>\n\n<p>Jadi, apa yang harus kita lakukan jika kita ingin hidup bahagia selamanya?&nbsp;Saat kita mengatasi krisis iklim, ketidaksetaraan, dan kesehatan, jelas tidak ada satu pendekatan, tetapi satu pendorong: keserakahan.&nbsp;Membentuk masa depan adil yang berkelanjutan yang menempatkan manusia dan planet ini di atas keserakahan perusahaan dan oligarki sangat diperlukan, dan itu sangat mungkin kita wujudkan.<\/p>\n\n<p>Membangun dunia yang lebih baik ada dalam jangkauan kita \u2014 dan itu membutuhkan kita semua.&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Barbieheinmer, bagi komunitas Greenpeace, kedua film ini menggemakan kampanye masa lalu dan sekarang melawan ancaman yang sangat nyata: penggundulan hutan, polusi plastik, dan pemusnahan nuklir.<\/p>\n","protected":false},"author":25,"featured_media":56768,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[35,24,32],"p4-page-type":[16],"class_list":["post-56767","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-50-tahun","tag-aktivisme","tag-perdamaian","p4-page-type-cerita"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Barbie vs Oppenheimer: dua alam semesta yang berlawanan secara diametris yang mengingatkan kita pada dua ancaman eksistensial - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56767\/barbie-vs-oppenheimer-dua-alam-semesta-yang-berlawanan-secara-diametris-yang-mengingatkan-kita-pada-dua-ancaman-eksistensial\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Barbie vs Oppenheimer: dua alam semesta yang berlawanan secara diametris yang mengingatkan kita pada dua ancaman eksistensial - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Barbieheinmer, bagi komunitas Greenpeace, kedua film ini menggemakan kampanye masa lalu dan sekarang melawan ancaman yang sangat nyata: penggundulan hutan, polusi plastik, dan pemusnahan nuklir.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56767\/barbie-vs-oppenheimer-dua-alam-semesta-yang-berlawanan-secara-diametris-yang-mengingatkan-kita-pada-dua-ancaman-eksistensial\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-22T11:40:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-07T15:03:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/07\/bbf48331-barbie-1-768x432-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"768\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"432\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Afif\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Afif\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56767\/barbie-vs-oppenheimer-dua-alam-semesta-yang-berlawanan-secara-diametris-yang-mengingatkan-kita-pada-dua-ancaman-eksistensial\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56767\/barbie-vs-oppenheimer-dua-alam-semesta-yang-berlawanan-secara-diametris-yang-mengingatkan-kita-pada-dua-ancaman-eksistensial\/\"},\"author\":{\"name\":\"Afif\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/3e2ebddeabf4d00a38dc3b78e763f280\"},\"headline\":\"Barbie vs Oppenheimer: dua alam semesta yang berlawanan secara diametris yang mengingatkan kita pada dua ancaman eksistensial\",\"datePublished\":\"2023-07-22T11:40:20+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-07T15:03:39+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56767\/barbie-vs-oppenheimer-dua-alam-semesta-yang-berlawanan-secara-diametris-yang-mengingatkan-kita-pada-dua-ancaman-eksistensial\/\"},\"wordCount\":998,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"50 Tahun\",\"Aktivisme\",\"Perdamaian\"],\"articleSection\":[\"Uncategorized\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56767\/barbie-vs-oppenheimer-dua-alam-semesta-yang-berlawanan-secara-diametris-yang-mengingatkan-kita-pada-dua-ancaman-eksistensial\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56767\/barbie-vs-oppenheimer-dua-alam-semesta-yang-berlawanan-secara-diametris-yang-mengingatkan-kita-pada-dua-ancaman-eksistensial\/\",\"url\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56767\/barbie-vs-oppenheimer-dua-alam-semesta-yang-berlawanan-secara-diametris-yang-mengingatkan-kita-pada-dua-ancaman-eksistensial\/\",\"name\":\"Barbie vs Oppenheimer: dua alam semesta yang berlawanan secara diametris yang mengingatkan kita pada dua ancaman eksistensial - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-22T11:40:20+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-07T15:03:39+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56767\/barbie-vs-oppenheimer-dua-alam-semesta-yang-berlawanan-secara-diametris-yang-mengingatkan-kita-pada-dua-ancaman-eksistensial\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56767\/barbie-vs-oppenheimer-dua-alam-semesta-yang-berlawanan-secara-diametris-yang-mengingatkan-kita-pada-dua-ancaman-eksistensial\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56767\/barbie-vs-oppenheimer-dua-alam-semesta-yang-berlawanan-secara-diametris-yang-mengingatkan-kita-pada-dua-ancaman-eksistensial\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Barbie vs Oppenheimer: dua alam semesta yang berlawanan secara diametris yang mengingatkan kita pada dua ancaman eksistensial\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/3e2ebddeabf4d00a38dc3b78e763f280\",\"name\":\"Afif\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLsIvppx-YXQ--3d0zDXkI7iN7hDZr5MuE3Nky8RZxlicYBEMLK=s96-c\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLsIvppx-YXQ--3d0zDXkI7iN7hDZr5MuE3Nky8RZxlicYBEMLK=s96-c\",\"caption\":\"Afif\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/asaputra\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Barbie vs Oppenheimer: dua alam semesta yang berlawanan secara diametris yang mengingatkan kita pada dua ancaman eksistensial - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56767\/barbie-vs-oppenheimer-dua-alam-semesta-yang-berlawanan-secara-diametris-yang-mengingatkan-kita-pada-dua-ancaman-eksistensial\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Barbie vs Oppenheimer: dua alam semesta yang berlawanan secara diametris yang mengingatkan kita pada dua ancaman eksistensial - Greenpeace Indonesia","og_description":"Barbieheinmer, bagi komunitas Greenpeace, kedua film ini menggemakan kampanye masa lalu dan sekarang melawan ancaman yang sangat nyata: penggundulan hutan, polusi plastik, dan pemusnahan nuklir.","og_url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56767\/barbie-vs-oppenheimer-dua-alam-semesta-yang-berlawanan-secara-diametris-yang-mengingatkan-kita-pada-dua-ancaman-eksistensial\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2023-07-22T11:40:20+00:00","article_modified_time":"2025-07-07T15:03:39+00:00","og_image":[{"width":768,"height":432,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/07\/bbf48331-barbie-1-768x432-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Afif","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Afif","Est. reading time":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56767\/barbie-vs-oppenheimer-dua-alam-semesta-yang-berlawanan-secara-diametris-yang-mengingatkan-kita-pada-dua-ancaman-eksistensial\/#article","isPartOf":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56767\/barbie-vs-oppenheimer-dua-alam-semesta-yang-berlawanan-secara-diametris-yang-mengingatkan-kita-pada-dua-ancaman-eksistensial\/"},"author":{"name":"Afif","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/3e2ebddeabf4d00a38dc3b78e763f280"},"headline":"Barbie vs Oppenheimer: dua alam semesta yang berlawanan secara diametris yang mengingatkan kita pada dua ancaman eksistensial","datePublished":"2023-07-22T11:40:20+00:00","dateModified":"2025-07-07T15:03:39+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56767\/barbie-vs-oppenheimer-dua-alam-semesta-yang-berlawanan-secara-diametris-yang-mengingatkan-kita-pada-dua-ancaman-eksistensial\/"},"wordCount":998,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["50 Tahun","Aktivisme","Perdamaian"],"articleSection":["Uncategorized"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56767\/barbie-vs-oppenheimer-dua-alam-semesta-yang-berlawanan-secara-diametris-yang-mengingatkan-kita-pada-dua-ancaman-eksistensial\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56767\/barbie-vs-oppenheimer-dua-alam-semesta-yang-berlawanan-secara-diametris-yang-mengingatkan-kita-pada-dua-ancaman-eksistensial\/","url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56767\/barbie-vs-oppenheimer-dua-alam-semesta-yang-berlawanan-secara-diametris-yang-mengingatkan-kita-pada-dua-ancaman-eksistensial\/","name":"Barbie vs Oppenheimer: dua alam semesta yang berlawanan secara diametris yang mengingatkan kita pada dua ancaman eksistensial - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2023-07-22T11:40:20+00:00","dateModified":"2025-07-07T15:03:39+00:00","breadcrumb":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56767\/barbie-vs-oppenheimer-dua-alam-semesta-yang-berlawanan-secara-diametris-yang-mengingatkan-kita-pada-dua-ancaman-eksistensial\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56767\/barbie-vs-oppenheimer-dua-alam-semesta-yang-berlawanan-secara-diametris-yang-mengingatkan-kita-pada-dua-ancaman-eksistensial\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/56767\/barbie-vs-oppenheimer-dua-alam-semesta-yang-berlawanan-secara-diametris-yang-mengingatkan-kita-pada-dua-ancaman-eksistensial\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Barbie vs Oppenheimer: dua alam semesta yang berlawanan secara diametris yang mengingatkan kita pada dua ancaman eksistensial"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/3e2ebddeabf4d00a38dc3b78e763f280","name":"Afif","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLsIvppx-YXQ--3d0zDXkI7iN7hDZr5MuE3Nky8RZxlicYBEMLK=s96-c","contentUrl":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLsIvppx-YXQ--3d0zDXkI7iN7hDZr5MuE3Nky8RZxlicYBEMLK=s96-c","caption":"Afif"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/asaputra\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56767","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/25"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=56767"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56767\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":63947,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56767\/revisions\/63947"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/56768"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=56767"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=56767"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=56767"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=56767"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}