{"id":56905,"date":"2023-08-10T18:17:48","date_gmt":"2023-08-10T11:17:48","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=56905"},"modified":"2025-06-23T21:54:56","modified_gmt":"2025-06-23T14:54:56","slug":"hutan-sumber-hidup-hingga-persaudaraan-kesaksian-suku-awyu-di-sidang-melawan-perusahaan-sawit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/56905\/hutan-sumber-hidup-hingga-persaudaraan-kesaksian-suku-awyu-di-sidang-melawan-perusahaan-sawit\/","title":{"rendered":"Hutan Sumber Hidup hingga Persaudaraan: Kesaksian Suku Awyu di Sidang Melawan Perusahaan Sawit"},"content":{"rendered":"\n<p><strong><em>Siaran Pers Tim Advokasi Selamatkan Hutan Papua<\/em><\/strong><\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/08\/2d989aac-gp0stwxqv-1024x683.jpg\" title=\"Awyu Tribe in Boven Digoel, South Papua. \u00a9 Jurnasyanto Sukarno \/ Greenpeace\" alt=\"Awyu Tribe in Boven Digoel, South Papua. \u00a9 Jurnasyanto Sukarno \/ Greenpeace\" class=\"wp-image-56906\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/08\/2d989aac-gp0stwxqv-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/08\/2d989aac-gp0stwxqv-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/08\/2d989aac-gp0stwxqv-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/08\/2d989aac-gp0stwxqv-510x340.jpg 510w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/08\/2d989aac-gp0stwxqv.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Indigenous Papuan women of Awyu cook sago worms during a ceremony of installing cross sign in Kowo village, Boven Digoel, South Papua.<div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Jurnasyanto Sukarno \/ Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p><strong>Jayapura, 10 Agustus 2023. <\/strong>Gugatan lingkungan hidup dan perubahan iklim yang diajukan pejuang lingkungan hidup dari suku Awyu, Hendrikus \u2018Franky\u2019 Woro, memasuki babak kedua pemeriksaan saksi fakta. Tiga orang anggota masyarakat adat suku Awyu dari Boven Digoel, Papua Selatan, menjadi saksi dalam persidangan di Pengadilan Tata Usaha Negara Jayapura pada Kamis, 10 Agustus 2023.&nbsp;<\/p>\n\n<p>Mereka yakni Tadius Woro, Antonia Noyagi, dan Yustinus Bung. <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/56779\/sidang-gugatan-lingkungan-hidup-saksi-ungkap-izin-lingkungan-pt-ial-tak-melibatkan-warga-marga-woro-dan-suku-awyu\/\">Sebelumnya<\/a> pada 27 Juli lalu, dua orang juga bersaksi untuk menguatkan gugatan Hendrikus Woro melawan Pemerintah Provinsi Papua dan perusahaan sawit PT Indo Asiana Lestari (IAL).<\/p>\n\n<p>Dalam kesaksiannya, Tadius Woro menjelaskan bahwa penggugat, Hendrikus Woro, benar merupakan ketua marga yang ditetapkan melalui musyawarah adat. Hendrikus Woro, menurut Tadius, juga bertugas mewakili marga Woro dalam perjuangan mereka memperjuangkan tanah adat lewat gugatan ke pengadilan ini.&nbsp;<\/p>\n\n<p>\u201cSemua anggota marga Woro dari moyang pertama, kedua, dan ketiga duduk berkumpul secara adat untuk mengangkat Hendrikus \u2018Franky\u2019 Woro sebagai pemimpin marga. Tujuannya mempertahankan tanah adat supaya hutan dan isinya, termasuk tempat keramat, tidak dibongkar perusahaan,\u201d ujar Tadius, yang juga membawa hasil penting dari hutan seperti gaharu, pucuk sagu, sagu segar, pucuk dan daun nibung, serta sejumlah tanaman obat lain ke ruang sidang.<\/p>\n\n<p>Kesaksian tentang pentingnya hutan adat juga disampaikan Antonia Noyagi, perempuan Awyu yang berasal dari Kampung Yare\u2013sama dengan Hendrikus Woro. Antonia, yang selama ini mengelola wilayah adat milik marga Mukri dan Woro, khawatir keberadaan perkebunan sawit akan merugikan para perempuan Awyu.&nbsp;<\/p>\n\n<p>Perempuan Awyu sangat bergantung pada hutan dan sungai untuk memenuhi kebutuhan mendasar sehari-hari. Hampir saban hari mereka pergi ke hutan dan sungai guna mengambil sagu, mencari bahan obat-obatan, berburu dan memancing, mencari kayu bakar hingga kayu gaharu. Bahkan, ada kebiasaan perempuan-perempuan Yare pergi bersama ke hutan demi mempererat persaudaraan.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n<p>\u201cSaya menghidupi sembilan anak sendirian sejak suami saya meninggal tahun 2004. Hingga sekarang anak-anak sudah ada yang menjadi prajurit TNI, ada yang berkuliah di Jawa, ada yang sekarang masih bersekolah. Itu karena hasil hutan. Kami hanya berharap dari alam. Kami tidak bisa melakukan apa pun tanpa alam yang lestari,\u201d tutur Antonia.<\/p>\n\n<p>Saksi ketiga, Yustinus Bung, adalah warga Kampung Yare dari marga Mukragi atau Mukri. Tanah adat marga Mukri berbatasan langsung dengan marga Woro\u2013ditandai dengan batas alam berupa kali. Seperti masyarakat Awyu lainnya, mereka memanfaatkan hutan sebagai sumber hidup dan berharap hutan tersebut dapat diwariskan ke generasi berikutnya.<\/p>\n\n<p>Dalam kesaksiannya, Yustinus menjelaskan bahwa ia tidak pernah melihat pengumuman atau sosialisasi ihwal rencana beroperasinya perkebunan sawit di wilayah mereka. \u201cSaya hanya dengar ada pertemuan di Kampung Ampera soal perusahaan dan tidak pernah tahu ada pembahasan soal amdal,\u201d jelas Yustinus.<\/p>\n\n<p>PT IAL mengantongi izin lokasi perkebunan kelapa sawit seluas 39.190 hektare sejak 2017, merujuk laporan Greenpeace <a href=\"https:\/\/issuu.com\/greenpeaceinternational\/docs\/stop_baku_tipu_sisi_gelap_perizinan_tanah_papua\/s\/12020221\">Stop Baku Tipu: Sisi Gelap Perizinan di Tanah Papua<\/a>. Perusahaan ini diduga dikendalikan oleh grup perusahaan asal Malaysia <a href=\"https:\/\/wholeasiagroup.com\/projects\/\">Whole Asia Group<\/a>. PT IAL memperoleh lahan yang sebelumnya dikuasai PT Energy Samudera Kencana, anak perusahaan Menara Group yang sempat bakal menggarap <a href=\"https:\/\/thegeckoproject.org\/id\/articles\/a-carbon-bomb-in-papua-7-takeaways-from-our-investigation\/\">Proyek Tanah Merah<\/a> di Boven Digoel.<\/p>\n\n<p>\u201cKetiga saksi menjelaskan mereka hanya mendengar ada perusahaan yang masuk, tapi tidak pernah ikut dalam sosialisasi perusahaan atau pemerintah daerah. Jadi, bisa dipastikan bahwa amdal dibuat tanpa pelibatan dan persetujuan masyarakat. Ketiga saksi juga menggambarkan kehidupan rata-rata masyarakat suku Awyu yang tidak punya akses terhadap koran atau internet, sehingga pengumuman yang diklaim sudah dilakukan oleh perusahaan tidak menjangkau mereka. Ini semakin menunjukkan bahwa pemerintah tidak memperhatikan keberadaan masyarakat yang terdampak,\u201d kata Sekar Banjaran Aji, anggota kuasa hukum masyarakat adat suku Awyu.<\/p>\n\n<p><strong>Kontak Media:<\/strong><\/p>\n\n<p>Sekar Banjaran Aji, Greenpeace Indonesia, +62 812-8776-9880<\/p>\n\n<p>Tigor Hutapea, Yayasan Pusaka Bentala Rakyat, +62 812-8729-6684<\/p>\n\n<p>Budiarti Putri, Greenpeace Indonesia, +62 811-1463-105<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kesaksian tiga anggota masyarakat adat suku Awyu dalam persidangan gugatan lingkungan hidup dan perubahan iklim di PTUN Jayapura.<\/p>\n","protected":false},"author":93,"featured_media":56907,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[3,2,5],"tags":[19,6],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-56905","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ciptakan-perubahan","category-lindungi","category-issues","tag-hutan","tag-iklim","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Hutan Sumber Hidup hingga Persaudaraan: Kesaksian Suku Awyu di Sidang Melawan Perusahaan Sawit - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/56905\/hutan-sumber-hidup-hingga-persaudaraan-kesaksian-suku-awyu-di-sidang-melawan-perusahaan-sawit\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Hutan Sumber Hidup hingga Persaudaraan: Kesaksian Suku Awyu di Sidang Melawan Perusahaan Sawit - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kesaksian tiga anggota masyarakat adat suku Awyu dalam persidangan gugatan lingkungan hidup dan perubahan iklim di PTUN Jayapura.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/56905\/hutan-sumber-hidup-hingga-persaudaraan-kesaksian-suku-awyu-di-sidang-melawan-perusahaan-sawit\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-08-10T11:17:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-06-23T14:54:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/08\/80603c93-gp0stwxq1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Budiarti Putri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Budiarti Putri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/56905\/hutan-sumber-hidup-hingga-persaudaraan-kesaksian-suku-awyu-di-sidang-melawan-perusahaan-sawit\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/56905\/hutan-sumber-hidup-hingga-persaudaraan-kesaksian-suku-awyu-di-sidang-melawan-perusahaan-sawit\/\"},\"author\":{\"name\":\"Budiarti Putri\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff\"},\"headline\":\"Hutan Sumber Hidup hingga Persaudaraan: Kesaksian Suku Awyu di Sidang Melawan Perusahaan Sawit\",\"datePublished\":\"2023-08-10T11:17:48+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-23T14:54:56+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/56905\/hutan-sumber-hidup-hingga-persaudaraan-kesaksian-suku-awyu-di-sidang-melawan-perusahaan-sawit\/\"},\"wordCount\":623,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Hutan\",\"Iklim\"],\"articleSection\":[\"Ciptakan Perubahan\",\"Lindungi\",\"The issues we work on\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/56905\/hutan-sumber-hidup-hingga-persaudaraan-kesaksian-suku-awyu-di-sidang-melawan-perusahaan-sawit\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/56905\/hutan-sumber-hidup-hingga-persaudaraan-kesaksian-suku-awyu-di-sidang-melawan-perusahaan-sawit\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/56905\/hutan-sumber-hidup-hingga-persaudaraan-kesaksian-suku-awyu-di-sidang-melawan-perusahaan-sawit\/\",\"name\":\"Hutan Sumber Hidup hingga Persaudaraan: Kesaksian Suku Awyu di Sidang Melawan Perusahaan Sawit - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-08-10T11:17:48+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-23T14:54:56+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/56905\/hutan-sumber-hidup-hingga-persaudaraan-kesaksian-suku-awyu-di-sidang-melawan-perusahaan-sawit\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/56905\/hutan-sumber-hidup-hingga-persaudaraan-kesaksian-suku-awyu-di-sidang-melawan-perusahaan-sawit\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/56905\/hutan-sumber-hidup-hingga-persaudaraan-kesaksian-suku-awyu-di-sidang-melawan-perusahaan-sawit\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Hutan Sumber Hidup hingga Persaudaraan: Kesaksian Suku Awyu di Sidang Melawan Perusahaan Sawit\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff\",\"name\":\"Budiarti Putri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLopB-Gr_k9SCNin05wv54eBSLhlzm1S71rF3I2remJgRXS7EhD=s96-c\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLopB-Gr_k9SCNin05wv54eBSLhlzm1S71rF3I2remJgRXS7EhD=s96-c\",\"caption\":\"Budiarti Putri\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/budiarti-putri\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Hutan Sumber Hidup hingga Persaudaraan: Kesaksian Suku Awyu di Sidang Melawan Perusahaan Sawit - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/56905\/hutan-sumber-hidup-hingga-persaudaraan-kesaksian-suku-awyu-di-sidang-melawan-perusahaan-sawit\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Hutan Sumber Hidup hingga Persaudaraan: Kesaksian Suku Awyu di Sidang Melawan Perusahaan Sawit - Greenpeace Indonesia","og_description":"Kesaksian tiga anggota masyarakat adat suku Awyu dalam persidangan gugatan lingkungan hidup dan perubahan iklim di PTUN Jayapura.","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/56905\/hutan-sumber-hidup-hingga-persaudaraan-kesaksian-suku-awyu-di-sidang-melawan-perusahaan-sawit\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2023-08-10T11:17:48+00:00","article_modified_time":"2025-06-23T14:54:56+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":800,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/08\/80603c93-gp0stwxq1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Budiarti Putri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Budiarti Putri","Est. reading time":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/56905\/hutan-sumber-hidup-hingga-persaudaraan-kesaksian-suku-awyu-di-sidang-melawan-perusahaan-sawit\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/56905\/hutan-sumber-hidup-hingga-persaudaraan-kesaksian-suku-awyu-di-sidang-melawan-perusahaan-sawit\/"},"author":{"name":"Budiarti Putri","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff"},"headline":"Hutan Sumber Hidup hingga Persaudaraan: Kesaksian Suku Awyu di Sidang Melawan Perusahaan Sawit","datePublished":"2023-08-10T11:17:48+00:00","dateModified":"2025-06-23T14:54:56+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/56905\/hutan-sumber-hidup-hingga-persaudaraan-kesaksian-suku-awyu-di-sidang-melawan-perusahaan-sawit\/"},"wordCount":623,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Hutan","Iklim"],"articleSection":["Ciptakan Perubahan","Lindungi","The issues we work on"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/56905\/hutan-sumber-hidup-hingga-persaudaraan-kesaksian-suku-awyu-di-sidang-melawan-perusahaan-sawit\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/56905\/hutan-sumber-hidup-hingga-persaudaraan-kesaksian-suku-awyu-di-sidang-melawan-perusahaan-sawit\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/56905\/hutan-sumber-hidup-hingga-persaudaraan-kesaksian-suku-awyu-di-sidang-melawan-perusahaan-sawit\/","name":"Hutan Sumber Hidup hingga Persaudaraan: Kesaksian Suku Awyu di Sidang Melawan Perusahaan Sawit - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2023-08-10T11:17:48+00:00","dateModified":"2025-06-23T14:54:56+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/56905\/hutan-sumber-hidup-hingga-persaudaraan-kesaksian-suku-awyu-di-sidang-melawan-perusahaan-sawit\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/56905\/hutan-sumber-hidup-hingga-persaudaraan-kesaksian-suku-awyu-di-sidang-melawan-perusahaan-sawit\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/56905\/hutan-sumber-hidup-hingga-persaudaraan-kesaksian-suku-awyu-di-sidang-melawan-perusahaan-sawit\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Hutan Sumber Hidup hingga Persaudaraan: Kesaksian Suku Awyu di Sidang Melawan Perusahaan Sawit"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff","name":"Budiarti Putri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLopB-Gr_k9SCNin05wv54eBSLhlzm1S71rF3I2remJgRXS7EhD=s96-c","contentUrl":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLopB-Gr_k9SCNin05wv54eBSLhlzm1S71rF3I2remJgRXS7EhD=s96-c","caption":"Budiarti Putri"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/budiarti-putri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56905","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/93"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=56905"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56905\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":63418,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56905\/revisions\/63418"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/56907"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=56905"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=56905"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=56905"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=56905"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}