{"id":57626,"date":"2023-11-25T13:07:08","date_gmt":"2023-11-25T06:07:08","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=57626"},"modified":"2025-06-23T21:53:25","modified_gmt":"2025-06-23T14:53:25","slug":"dukungan-anak-muda-papua-untuk-suku-awyu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/57626\/dukungan-anak-muda-papua-untuk-suku-awyu\/","title":{"rendered":"Bunga Tanda Duka hingga Ditangkap Polisi: Serba-serbi Dukungan Anak Muda Papua untuk Suku Awyu"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Di berbagai tempat di Tanah Papua, dukungan tak henti mengalir untuk perjuangan suku Awyu. Anak muda Papua menggelar aksi di Jayapura hingga Manokwari\u2013bahkan berhadapan dengan tindakan represif aparat yang menangkap dan menahan mereka selama belasan jam.<\/em>&nbsp;<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/c2273d8d-gp0stya7l.jpg\" title=\"Solidarity Protest on Awyu Tribe&#039;s Lost Lawsuit in Jayapura. \u00a9 Ikbal Asra \/ Greenpeace\" alt=\"Solidarity Protest on Awyu Tribe's Lost Lawsuit in Jayapura. \u00a9 Ikbal Asra \/ Greenpeace\" class=\"wp-image-57632\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/c2273d8d-gp0stya7l.jpg 1200w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/c2273d8d-gp0stya7l-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/c2273d8d-gp0stya7l-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/c2273d8d-gp0stya7l-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/c2273d8d-gp0stya7l-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Students and activists of Papuan indigenous people hold a solidarity protest in support of the Awyu tribes after losing the lawsuit case against palm oil companies PT Indo Asiana Lestari (PT IAL) at Jayapura State Administration Court (PTUN) in Jayapura, Papua.<div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Ikbal Asra \/ Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Dalam beberapa bulan terakhir, sudah belasan kali anak muda Papua di Jayapura mendatangi gedung Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jayapura. Hampir saban Kamis, mereka datang untuk bersolidaritas dalam perjuangan suku Awyu menggugat izin lingkungan perusahaan sawit PT Indo Asiana Lestari di Boven Digoel, Papua Selatan, sejak Maret 2023.&nbsp;<\/p>\n\n<p>Namun ada yang berbeda pada Kamis pagi, 9 November 2023. Bukan cuma membawa spanduk-spanduk bertuliskan <em>\u201cSave Indigenous Papuans Forests\u201d<\/em> dan \u201cCabut Semua Izin di Tanah Awyu\u201d yang biasanya, mereka juga membawa karangan bunga tanda duka.&nbsp;<\/p>\n\n<p><em>\u201cTurut Berdukacita &#8211; Keadilan Hukum Bagi Masyarakat Adat Awyu\u201d &#8211; <\/em>begitu pesan dalam karangan bunga yang diletakkan tidak jauh dari gerbang masuk ke PTUN Jayapura,&nbsp; di sisi kanan dari empat pilar. Total terdapat 10 karangan bunga \u201cdukacita\u201d yang dibawa massa aksi.<\/p>\n\n<p>Hari itu, sekitar 25 anak muda Papua datang untuk mengkritik keputusan pengadilan yang menolak gugatan pejuang lingkungan hidup dari suku Awyu, Hendrikus \u2018Franky\u2019 Woro. Massa aksi damai ini berasal dari sejumlah organisasi, seperti PMKRI Jayapura, HMI Jayapura, Eco Defender Jayapura, Komunitas Mahasiswa Peduli Alam Papua (KOMPAP), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Demokrasi, HAM, dan Lingkungan (Dehaling) Universitas Cenderawasih, Sahabat Kowaki, dan Ikatan Mahasiswa Pemuda Papua Selatan (IMPPAS).&nbsp;<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/15a559c1-gp0stya7o.jpg\" title=\"Solidarity Protest on Awyu Tribe&#039;s Lost Lawsuit in Jayapura. \u00a9 Ikbal Asra \/ Greenpeace\" alt=\"Solidarity Protest on Awyu Tribe's Lost Lawsuit in Jayapura. \u00a9 Ikbal Asra \/ Greenpeace\" class=\"wp-image-57627\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/15a559c1-gp0stya7o.jpg 1200w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/15a559c1-gp0stya7o-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/15a559c1-gp0stya7o-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/15a559c1-gp0stya7o-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/15a559c1-gp0stya7o-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Students and activists of Papuan indigenous people hold a solidarity protest in support of the Awyu tribes after losing the lawsuit case against palm oil companies PT Indo Asiana Lestari (PT IAL) at Jayapura State Administration Court (PTUN) in Jayapura, Papua.<div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Ikbal Asra \/ Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Orasi Kecewa atas Putusan PTUN Jayapura<\/h2>\n\n<p>Perwakilan massa aksi bergantian menyampaikan orasi. Aloysius Teurop, perwakilan mahasiswa Boven Digoel, mengatakan, persidangan selama tujuh bulan itu adalah proses panjang dalam perjuangan Franky Woro menyelamatkan hutan adatnya. \u201cPutusan hakim ini membuat kami sangat kecewa, karena menunjukkan tidak ada pelindungan bagi kami masyarakat adat Papua,\u201d kata Aloysius.<\/p>\n\n<p>Juvensius M. Tokyo, Ketua Mahasiswa Kabupaten Mappi di Jayapura, menyinggung kuatnya bukti-bukti yang sudah dihadirkan Franky Woro dan kuasa hukumnya selama persidangan. Lebih dari 100 bukti surat menunjukkan pelanggaran prosedur penerbitan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) serta izin lingkungan dari Pemerintah Provinsi Papua untuk PT IAL. Enam orang saksi fakta dan tiga ahli juga sudah menjelaskan tentang pentingnya hutan dan tanah sebagai sumber kehidupan masyarakat adat.&nbsp;<\/p>\n\n<p>\u201cKami tidak bisa hidup tanpa hutan, untuk itu kami minta pemerintah jangan berikan izin-izin untuk perusahaan sawit. Bukan hanya kami yang akan kehilangan hutan, tapi juga makhluk hidup lain akan kehilangan habitatnya,\u201d ujar Juvensius.<\/p>\n\n<p>Perwakilan massa aksi lainnya, Fidelis Kaize mengatakan, putusan PTUN Jayapura memberikan peluang bagi perusahaan sawit untuk mengambil tanah dan hutan masyarakat adat. \u201cSebelum ada negara, masyarakat adat sudah ada sejak dahulu. Tanah kami ini bukan milik negara, tapi milik masyarakat adat,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/10f026f4-gp0stya7v.jpg\" title=\"Solidarity Protest on Awyu Tribe&#039;s Lost Lawsuit in Jayapura. \u00a9 Ikbal Asra \/ Greenpeace\" alt=\"Solidarity Protest on Awyu Tribe's Lost Lawsuit in Jayapura. \u00a9 Ikbal Asra \/ Greenpeace\" class=\"wp-image-57629\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/10f026f4-gp0stya7v.jpg 1200w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/10f026f4-gp0stya7v-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/10f026f4-gp0stya7v-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/10f026f4-gp0stya7v-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/10f026f4-gp0stya7v-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Students and activists of Papuan indigenous people hold a solidarity protest in support of the Awyu tribes after losing the lawsuit case against palm oil companies PT Indo Asiana Lestari (PT IAL) at Jayapura State Administration Court (PTUN) in Jayapura, Papua.<div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Ikbal Asra \/ Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Ungkapan-ungkapan kekecewaan ini disampaikan di hadapan belasan aparat Kepolisian Sektor Heram, Jayapura, yang berjaga di lokasi. Sekitar satu jam kemudian, Kepala PTUN Jayapura Jusak Sindar hadir menemui peserta aksi damai. Mendengar pembacaan pernyataan sikap, Jusak mengklaim bahwa persidangan gugatan suku Awyu sudah berjalan sesuai aturan. \u201cSaya selaku Kepala PTUN Jayapura tidak punya hak untuk mengintervensi putusan hakim yang menangani kasus,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n<p>Philipus Chambu, salah seorang koordinator aksi damai, menilai majelis hakim mengabaikan pelindungan masyarakat adat yang sebenarnya dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 18B. Apalagi, Papua memiliki Undang-Undang Otonomi Khusus yang juga mengatur pelindungan hak-hak masyarakat adat. \u201cNamun hakim tidak melihat itu, kami merasa sangat kecewa,\u201d kata Philipus.<\/p>\n\n<p>Philipus berharap Badan Pengawas Mahkamah Agung memeriksa hakim yang memutus gugatan Franky Woro. Sebab, majelis hakim PTUN Jayapura ditengarai mengabaikan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pedoman Mengadili Perkara Lingkungan Hidup. Philipus juga mendukung langkah Franky Woro dan kuasa hukumnya untuk mengajukan banding ke pengadilan tinggi. Adapun permohonan banding itu telah didaftarkan ke Pengadilan Tinggi TUN Manado, Sulawesi Utara, pada Rabu, 15 Oktober 2023.&nbsp;<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/38ad38b6-gp0stya7q.jpg\" title=\"Solidarity Protest on Awyu Tribe&#039;s Lost Lawsuit in Jayapura. \u00a9 Ikbal Asra \/ Greenpeace\" alt=\"Solidarity Protest on Awyu Tribe's Lost Lawsuit in Jayapura. \u00a9 Ikbal Asra \/ Greenpeace\" class=\"wp-image-57630\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/38ad38b6-gp0stya7q.jpg 1200w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/38ad38b6-gp0stya7q-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/38ad38b6-gp0stya7q-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/38ad38b6-gp0stya7q-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/38ad38b6-gp0stya7q-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Students and activists of Papuan indigenous people hold a solidarity protest in support of the Awyu tribes after losing the lawsuit case against palm oil companies PT Indo Asiana Lestari (PT IAL) at Jayapura State Administration Court (PTUN) in Jayapura, Papua.<div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Ikbal Asra \/ Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pembungkaman Aksi Dukung Suku Awyu di Merauke<\/h2>\n\n<p>Aksi dukungan untuk suku Awyu juga mengalir dari Merauke, Papua Selatan. Pada Sabtu, 18 November 2023, Aliansi Mahasiswa, Pemuda, dan Rakyat Peduli Tanah Adat Papua Papua Selatan (AMPERA PS) sedianya menggelar aksi damai bertajuk \u201cHukum Telah Mati Bagi Masyarakat Adat Awyu di Boven Digoel\u201d. Namun, massa aksi damai tersebut dibubarkan dan ditangkap polisi. Sebanyak 20 orang, satu di antaranya perempuan, ditangkap dan ditahan selama hampir 24 jam.&nbsp;<\/p>\n\n<p>Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua, Emmanuel Gobay, mengatakan penangkapan itu melanggar Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Selain itu, AMPERA PS sebenarnya sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada Kepolisian. \u201cPembubaran dan penangkapan massa aksi AMPERA PS merupakan bukti bahwa Kapolres Merauke dan jajarannya membungkam ruang demokrasi,\u201d ucap Emmanuel.&nbsp;<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"873\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/f8956f86-gp0stxjm2.jpg\" title=\"Awyu Tribe Testifies at the Jayapura State Administrative Court in Papua. \u00a9 Gusti Tanati \/ Greenpeace\" alt=\"Awyu Tribe Testifies at the Jayapura State Administrative Court in Papua. \u00a9 Gusti Tanati \/ Greenpeace\" class=\"wp-image-57631\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/f8956f86-gp0stxjm2.jpg 1200w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/f8956f86-gp0stxjm2-300x218.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/f8956f86-gp0stxjm2-1024x745.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/f8956f86-gp0stxjm2-768x559.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/f8956f86-gp0stxjm2-467x340.jpg 467w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Awyu tribe lawyers Sekar Banjaran Aji and Emanuel Gobay (R) speak during the trial at the Jayapura State Administrative Court (PTUN)  in Jayapura, Papua.\nThe Awyu tribe testified at the court against the palm oil company PT Indo Asiana Lestari (PT IAL). They are the owners of customary territories, yet they did not get information about the company&#8217;s activities. They were also not involved in compiling the environmental impact analysis.\nGreenpeace reported around 168,471 hectares of primary forest in Papua were converted for palm plantations between 2010 and 2019, and plantation is expected to increase.<\/figcaption><figcaption><div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Gusti Tanati \/ Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Selain melanggar kebebasan berpendapat, pembubaran dan penangkapan massa aksi damai tersebut mengancam upaya pelindungan lingkungan hidup. Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Sekar Banjaran Aji berujar, pengelolaan lingkungan hidup yang baik memerlukan partisipasi warga, termasuk aksi yang dilakukan masyarakat merupakan bentuk ekspresi kritik yang disampaikan melalui aksi massa.&nbsp;<\/p>\n\n<p>\u201cAnak-anak muda Papua menyuarakan kritik dan kekhawatiran akan masa depan tanah dan hutan adat mereka yang terancam hilang, karena pemerintah terus memberikan izin-izin untuk perusahaan sawit masuk ke Tanah Papua. Pemerintah dan aparat seharusnya tidak menutup mata, apalagi membungkam suara anak-anak muda Papua. Selain itu, izin-izin sawit di Tanah Papua bukan hanya mengabaikan suara masyarakat adat, tapi juga kontradiktif dengan komitmen pemerintah mengatasi krisis iklim,\u201d kata Sekar.<\/p>\n\n<p>Pemerintah berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca 31,89 persen dengan kemampuan sendiri dan 43,20 persen dengan dukungan internasional pada 2030. Salah satu sumber emisi gas rumah kaca terbesar di Indonesia adalah deforestasi dan alih fungsi lahan. PT Indo Asiana Lestari, yang keberadaannya sedang ditolak suku Awyu, mengantongi izin lokasi di atas lahan seluas 39 ribu hektare, dengan 26 ribu hektare di antaranya berupa hutan kering primer. Jika hutan ini terdeforestasi, potensi emisinya sekitar 23 juta ton CO2\u2013setara dengan lima persen target pengurangan emisi pemerintah pada 2030.[]<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/a9585c59-gp0stya7z-1024x683.jpg\" title=\"Solidarity Protest on Awyu Tribe&#039;s Lost Lawsuit in Jayapura. \u00a9 Ikbal Asra \/ Greenpeace\" alt=\"Solidarity Protest on Awyu Tribe's Lost Lawsuit in Jayapura. \u00a9 Ikbal Asra \/ Greenpeace\" class=\"wp-image-57628\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/a9585c59-gp0stya7z-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/a9585c59-gp0stya7z-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/a9585c59-gp0stya7z-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/a9585c59-gp0stya7z-510x340.jpg 510w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/a9585c59-gp0stya7z.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Students and activists of Papuan indigenous people hold a solidarity protest in support of the Awyu tribes after losing the lawsuit case against palm oil companies PT Indo Asiana Lestari (PT IAL) at Jayapura State Administration Court (PTUN) in Jayapura, Papua.<div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Ikbal Asra \/ Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p><em>Ditulis oleh Anastasya Manong (volunteer Greenpeace Indonesia di Jayapura) dan Budiarti Putri (juru kampanye komunikasi Greenpeace Indonesia di Jakarta).<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di berbagai tempat di Tanah Papua, dukungan tak henti mengalir untuk perjuangan suku Awyu. Anak muda Papua menggelar aksi di Jayapura hingga Manokwari\u2013bahkan berhadapan dengan tindakan represif aparat.<\/p>\n","protected":false},"author":49,"featured_media":57628,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[3,2,5],"tags":[24,33,19,6],"p4-page-type":[16],"class_list":["post-57626","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ciptakan-perubahan","category-lindungi","category-issues","tag-aktivisme","tag-demokrasi","tag-hutan","tag-iklim","p4-page-type-cerita"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bunga Tanda Duka hingga Ditangkap Polisi: Serba-serbi Dukungan Anak Muda Papua untuk Suku Awyu - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bunga Tanda Duka hingga Ditangkap Polisi: Serba-serbi Dukungan Anak Muda Papua untuk Suku Awyu Greenpeace Indonesia Gugatan Iklim\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/57626\/dukungan-anak-muda-papua-untuk-suku-awyu\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bunga Tanda Duka hingga Ditangkap Polisi: Serba-serbi Dukungan Anak Muda Papua untuk Suku Awyu - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bunga Tanda Duka hingga Ditangkap Polisi: Serba-serbi Dukungan Anak Muda Papua untuk Suku Awyu Greenpeace Indonesia Gugatan Iklim\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/57626\/dukungan-anak-muda-papua-untuk-suku-awyu\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-11-25T06:07:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-06-23T14:53:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/a9585c59-gp0stya7z.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/57626\/dukungan-anak-muda-papua-untuk-suku-awyu\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/57626\/dukungan-anak-muda-papua-untuk-suku-awyu\/\"},\"author\":{\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\"},\"headline\":\"Bunga Tanda Duka hingga Ditangkap Polisi: Serba-serbi Dukungan Anak Muda Papua untuk Suku Awyu\",\"datePublished\":\"2023-11-25T06:07:08+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-23T14:53:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/57626\/dukungan-anak-muda-papua-untuk-suku-awyu\/\"},\"wordCount\":1242,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Aktivisme\",\"Demokrasi\",\"Hutan\",\"Iklim\"],\"articleSection\":[\"Ciptakan Perubahan\",\"Lindungi\",\"The issues we work on\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/57626\/dukungan-anak-muda-papua-untuk-suku-awyu\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/57626\/dukungan-anak-muda-papua-untuk-suku-awyu\/\",\"url\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/57626\/dukungan-anak-muda-papua-untuk-suku-awyu\/\",\"name\":\"Bunga Tanda Duka hingga Ditangkap Polisi: Serba-serbi Dukungan Anak Muda Papua untuk Suku Awyu - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-11-25T06:07:08+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-23T14:53:25+00:00\",\"description\":\"Bunga Tanda Duka hingga Ditangkap Polisi: Serba-serbi Dukungan Anak Muda Papua untuk Suku Awyu Greenpeace Indonesia Gugatan Iklim\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/57626\/dukungan-anak-muda-papua-untuk-suku-awyu\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/57626\/dukungan-anak-muda-papua-untuk-suku-awyu\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/57626\/dukungan-anak-muda-papua-untuk-suku-awyu\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bunga Tanda Duka hingga Ditangkap Polisi: Serba-serbi Dukungan Anak Muda Papua untuk Suku Awyu\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/www.greenpeace.or.id\"],\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bunga Tanda Duka hingga Ditangkap Polisi: Serba-serbi Dukungan Anak Muda Papua untuk Suku Awyu - Greenpeace Indonesia","description":"Bunga Tanda Duka hingga Ditangkap Polisi: Serba-serbi Dukungan Anak Muda Papua untuk Suku Awyu Greenpeace Indonesia Gugatan Iklim","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/57626\/dukungan-anak-muda-papua-untuk-suku-awyu\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Bunga Tanda Duka hingga Ditangkap Polisi: Serba-serbi Dukungan Anak Muda Papua untuk Suku Awyu - Greenpeace Indonesia","og_description":"Bunga Tanda Duka hingga Ditangkap Polisi: Serba-serbi Dukungan Anak Muda Papua untuk Suku Awyu Greenpeace Indonesia Gugatan Iklim","og_url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/57626\/dukungan-anak-muda-papua-untuk-suku-awyu\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2023-11-25T06:07:08+00:00","article_modified_time":"2025-06-23T14:53:25+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":800,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/a9585c59-gp0stya7z.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Greenpeace Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Greenpeace Indonesia","Est. reading time":"8 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/57626\/dukungan-anak-muda-papua-untuk-suku-awyu\/#article","isPartOf":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/57626\/dukungan-anak-muda-papua-untuk-suku-awyu\/"},"author":{"name":"Greenpeace Indonesia","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe"},"headline":"Bunga Tanda Duka hingga Ditangkap Polisi: Serba-serbi Dukungan Anak Muda Papua untuk Suku Awyu","datePublished":"2023-11-25T06:07:08+00:00","dateModified":"2025-06-23T14:53:25+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/57626\/dukungan-anak-muda-papua-untuk-suku-awyu\/"},"wordCount":1242,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Aktivisme","Demokrasi","Hutan","Iklim"],"articleSection":["Ciptakan Perubahan","Lindungi","The issues we work on"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/57626\/dukungan-anak-muda-papua-untuk-suku-awyu\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/57626\/dukungan-anak-muda-papua-untuk-suku-awyu\/","url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/57626\/dukungan-anak-muda-papua-untuk-suku-awyu\/","name":"Bunga Tanda Duka hingga Ditangkap Polisi: Serba-serbi Dukungan Anak Muda Papua untuk Suku Awyu - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2023-11-25T06:07:08+00:00","dateModified":"2025-06-23T14:53:25+00:00","description":"Bunga Tanda Duka hingga Ditangkap Polisi: Serba-serbi Dukungan Anak Muda Papua untuk Suku Awyu Greenpeace Indonesia Gugatan Iklim","breadcrumb":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/57626\/dukungan-anak-muda-papua-untuk-suku-awyu\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/57626\/dukungan-anak-muda-papua-untuk-suku-awyu\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/57626\/dukungan-anak-muda-papua-untuk-suku-awyu\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bunga Tanda Duka hingga Ditangkap Polisi: Serba-serbi Dukungan Anak Muda Papua untuk Suku Awyu"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe","name":"Greenpeace Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","caption":"Greenpeace Indonesia"},"sameAs":["http:\/\/www.greenpeace.or.id"],"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57626","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/49"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57626"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57626\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":63379,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57626\/revisions\/63379"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57628"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57626"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57626"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57626"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=57626"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}