{"id":58301,"date":"2024-05-08T14:55:18","date_gmt":"2024-05-08T07:55:18","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=58301"},"modified":"2025-06-23T21:52:10","modified_gmt":"2025-06-23T14:52:10","slug":"masuk-daftar-dirty-30-koalisi-organisasi-masyarakat-sipil-ucapkan-selamat-ke-adaro","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58301\/masuk-daftar-dirty-30-koalisi-organisasi-masyarakat-sipil-ucapkan-selamat-ke-adaro\/","title":{"rendered":"Masuk Daftar Dirty 30, Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil Ucapkan Selamat ke Adaro"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n<p><strong>Jakarta, 8 Mei 2024&nbsp;<\/strong>&#8211; &nbsp;Koalisi organisasi masyarakat sipil yang terdiri dari Enter Nusantara, Greenpeace Indonesia, dan Market Forces melakukan aksi teatrikal penyerahan penghargaan \u201cObligasi Kotor\u201d (<em>Toxic Bond<\/em>) ke Adaro.&nbsp;<\/p>\n\n<p>Belum lama ini,&nbsp;<a href=\"https:\/\/toxicbonds.org\/dirty30\/\">analisis<\/a>&nbsp;<em>Dirty 30<\/em>&nbsp;oleh&nbsp;<em>Toxic Bond Initiative<\/em> menempatkan Adaro Energy Indonesia sebagai salah satu penerbit obligasi terkotor sedunia, bersama jajaran perusahaan bahan bakar fosil raksasa lainnya, seperti Exxon dan Shell. Adaro memiliki obligasi sebesar US$750 juta yang akan jatuh tempo di bulan Oktober tahun ini.&nbsp;<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/05\/8dee9398-aksi-teatrikal-dirty30-adaro-080524-adm-20-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-58304\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/05\/8dee9398-aksi-teatrikal-dirty30-adaro-080524-adm-20-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/05\/8dee9398-aksi-teatrikal-dirty30-adaro-080524-adm-20-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/05\/8dee9398-aksi-teatrikal-dirty30-adaro-080524-adm-20-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/05\/8dee9398-aksi-teatrikal-dirty30-adaro-080524-adm-20-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/05\/8dee9398-aksi-teatrikal-dirty30-adaro-080524-adm-20-2048x1366.jpg 2048w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/05\/8dee9398-aksi-teatrikal-dirty30-adaro-080524-adm-20-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n<p>Koalisi organisasi masyarakat sipil menyerukan bahwa Adaro pantas mendapatkan penganugerahan tersebut, terutama karena Adaro memiliki banyak jejak kerusakan lingkungan dan menyisakan konflik masyarakat.\u00a0\u201cTerlalu banyak cerita tentang kerusakan yang disebabkan oleh Adaro, seperti penggusuran seluruh masyarakat Desa Wonorejo di Kalimantan Selatan dan\u00a0di Batang, Jawa Tengah,\u00a0serta mata pencaharian nelayan yang terancam hilang akibat rencana ekspansi Adaro di Kalimantan Utara,\u201d\u00a0ucap Bondan Andriyanu, Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia.\u00a0<\/p>\n\n<p><a href=\"https:\/\/carbonmajors.org\/briefing\/The-Carbon-Majors-Database-26913\">Penelitian<\/a>\u00a0oleh\u00a0<em>Carbon Major Database\u00a0<\/em>menunjukkan bahwa Adaro menjadi salah satu perusahaan yang bertanggung jawab atas 80% emisi karbon dunia sejak Perjanjian Paris ditandatangani, di antara tahun 2016-2022. \u201cSudah tidak bisa dipungkiri, Adaro\u00a0berdosa\u00a0dalam mendorong dan memperparah krisis iklim,\u201d tambah Bondan.\u00a0<\/p>\n\n<p>Meskipun Adaro sudah mengeluarkan pernyataan akan mencapai net zero di tahun 2060, rencana tersebut tidak membatasi batu-bara\u00a0termalmaupun metalurgi. Berdasarkan skenario\u00a0<em>International Energy Agency\u00a0<\/em>untuk meminimalisir dampak malapetaka krisis iklim, dunia harus berhenti membangun PLTU batu-bara baru dan ekspansi tambang batu-bara di tahun 2023 dan segera mengimplementasi net zero di tahun 2050. \u00a0\u00a0<\/p>\n\n<p>\u201cFaktanya, Adaro malah mengakselerasi pembangunan PLTU batu-bara baru yang kotor dan melakukan ekspansi bisnis metalurgi batu-bara, mengabaikan kekhawatiran ilmuwan iklim, bahkan investor mereka sendiri,\u201d sebut Nabilla Gunawan, Juru Kampanye Energi dan Keuangan dari Market Forces.\u00a0<\/p>\n\n<p>Sejak tahun 2022, Adaro telah ditinggalkan bank multinasional seperti Standard Chartered dan DBS karena banyak bank mengadopsi kebijakan\u00a0<em>coal exit<\/em>. Belum lama ini, Hyundai juga telah membatalkan perjanjian pembelian aluminium dengan anak usaha Adaro. Smelter aluminium tersebut akan mendapatkan listrik dari PLTU batu-bara sebesar 1.1 GW di Kalimantan Utara.\u00a0<\/p>\n\n<p>\u201cDunia telah meninggalkan batu-bara, namun Adaro tetap keras kepala dan masih tidak memiliki rencana transisi kredibel yang sejalan dengan skenario net zero 2050, skenario yang bertujuan untuk mencegah malapetaka masa depan karena krisis iklim,\u201d tambah Nabilla.<\/p>\n\n<p>Menurut proyeksi kerentanan (<em>\u201cvulnerability score\u201d<\/em>) iklim oleh\u00a0<a href=\"https:\/\/www.fitchratings.com\/research\/corporate-finance\/ferrous-coal-most-exposed-to-climate-risk-in-metals-mining-23-05-2022\">Fitch<\/a>, setelah tahun 2025, kerentanan sektor batu-bara termal dan metalurgi akan mencuat dengan tajam. Di tahun 2050, satu atau lebih faktor terkait iklim dapat mengancam eksistensi bisnis batu-bara termal dan metalurgi. <\/p>\n\n<p>\u201cBatu-bara merupakan sektor yang saat ini cukup rentan, dan akan bertambah rentan. Hyundai dan investor Adaro paham akan hal itu, sedangkan Adaro keras kepala dan menolak untuk paham,\u201d ujar&nbsp;Ramadhan, Koordinator Aksi Energi Terbarukan, Enter Nusantara.<\/p>\n\n<p>Ramadhan\u00a0menambahkan bahwa koalisi masyarakat sipil di bidang energi bersih telah mengirim surat bersama resmi ke sekretaris korporat Adaro sejak bulan Februari, akan tetapi hingga saat ini Adaro masih belum memberikan tanggapan apapun.\u00a0<\/p>\n\n<p>\u201cAdaro memilih untuk mengabaikan kekhawatiran dan nasib masa depan orang muda demi keuntungan belaka. Adaro mengkhianati kita semua dengan meninggalkan lingkungan Indonesia yang telah hancur di masa depan nanti,\u201d tutup\u00a0Ramadhan.\u00a0<\/p>\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/05\/762265c2-21-februari-2024_surat-pernyataan-organisasi-masyarakat-sipil-terkait-net-zero-adaro-1.pdf\">Link ke surat untuk Adaro<\/a><\/p>\n\n<p><strong>Kontak media<\/strong>:&nbsp;<\/p>\n\n<p>Bondan Andriyanu, Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, +62 811-8188-182<\/p>\n\n<p>Nabilla Gunawan, Juru Kampanye Energi dan Keuangan Market Forces, +62 811-9890-068<\/p>\n\n<p>Ramadhan, Koordinator Aksi<\/p>\n\n<p>Enter Nusantara, +62 859-2243-8393<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Belum lama ini,\u00a0analisis\u00a0Dirty 30\u00a0oleh\u00a0Toxic Bond Initiative menempatkan Adaro Energy Indonesia sebagai salah satu penerbit obligasi terkotor sedunia, bersama jajaran perusahaan bahan bakar fosil raksasa lainnya, seperti Exxon dan Shell. Adaro memiliki obligasi sebesar US$750 juta yang akan jatuh tempo di bulan Oktober tahun ini.\u00a0<\/p>\n","protected":false},"author":49,"featured_media":58304,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[24,18],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-58301","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ciptakan-perubahan","tag-aktivisme","tag-energi-terbarukan","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Masuk Daftar Dirty 30, Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil Ucapkan Selamat ke Adaro - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58301\/masuk-daftar-dirty-30-koalisi-organisasi-masyarakat-sipil-ucapkan-selamat-ke-adaro\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Masuk Daftar Dirty 30, Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil Ucapkan Selamat ke Adaro - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Belum lama ini,\u00a0analisis\u00a0Dirty 30\u00a0oleh\u00a0Toxic Bond Initiative menempatkan Adaro Energy Indonesia sebagai salah satu penerbit obligasi terkotor sedunia, bersama jajaran perusahaan bahan bakar fosil raksasa lainnya, seperti Exxon dan Shell. Adaro memiliki obligasi sebesar US$750 juta yang akan jatuh tempo di bulan Oktober tahun ini.\u00a0\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58301\/masuk-daftar-dirty-30-koalisi-organisasi-masyarakat-sipil-ucapkan-selamat-ke-adaro\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-05-08T07:55:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-06-23T14:52:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/05\/8dee9398-aksi-teatrikal-dirty30-adaro-080524-adm-20-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1706\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58301\/masuk-daftar-dirty-30-koalisi-organisasi-masyarakat-sipil-ucapkan-selamat-ke-adaro\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58301\/masuk-daftar-dirty-30-koalisi-organisasi-masyarakat-sipil-ucapkan-selamat-ke-adaro\/\"},\"author\":{\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\"},\"headline\":\"Masuk Daftar Dirty 30, Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil Ucapkan Selamat ke Adaro\",\"datePublished\":\"2024-05-08T07:55:18+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-23T14:52:10+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58301\/masuk-daftar-dirty-30-koalisi-organisasi-masyarakat-sipil-ucapkan-selamat-ke-adaro\/\"},\"wordCount\":545,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Aktivisme\",\"EnergiTerbarukan\"],\"articleSection\":[\"Ciptakan Perubahan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58301\/masuk-daftar-dirty-30-koalisi-organisasi-masyarakat-sipil-ucapkan-selamat-ke-adaro\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58301\/masuk-daftar-dirty-30-koalisi-organisasi-masyarakat-sipil-ucapkan-selamat-ke-adaro\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58301\/masuk-daftar-dirty-30-koalisi-organisasi-masyarakat-sipil-ucapkan-selamat-ke-adaro\/\",\"name\":\"Masuk Daftar Dirty 30, Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil Ucapkan Selamat ke Adaro - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2024-05-08T07:55:18+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-23T14:52:10+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58301\/masuk-daftar-dirty-30-koalisi-organisasi-masyarakat-sipil-ucapkan-selamat-ke-adaro\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58301\/masuk-daftar-dirty-30-koalisi-organisasi-masyarakat-sipil-ucapkan-selamat-ke-adaro\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58301\/masuk-daftar-dirty-30-koalisi-organisasi-masyarakat-sipil-ucapkan-selamat-ke-adaro\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Masuk Daftar Dirty 30, Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil Ucapkan Selamat ke Adaro\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/www.greenpeace.or.id\"],\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Masuk Daftar Dirty 30, Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil Ucapkan Selamat ke Adaro - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58301\/masuk-daftar-dirty-30-koalisi-organisasi-masyarakat-sipil-ucapkan-selamat-ke-adaro\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Masuk Daftar Dirty 30, Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil Ucapkan Selamat ke Adaro - Greenpeace Indonesia","og_description":"Belum lama ini,\u00a0analisis\u00a0Dirty 30\u00a0oleh\u00a0Toxic Bond Initiative menempatkan Adaro Energy Indonesia sebagai salah satu penerbit obligasi terkotor sedunia, bersama jajaran perusahaan bahan bakar fosil raksasa lainnya, seperti Exxon dan Shell. Adaro memiliki obligasi sebesar US$750 juta yang akan jatuh tempo di bulan Oktober tahun ini.\u00a0","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58301\/masuk-daftar-dirty-30-koalisi-organisasi-masyarakat-sipil-ucapkan-selamat-ke-adaro\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2024-05-08T07:55:18+00:00","article_modified_time":"2025-06-23T14:52:10+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1706,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/05\/8dee9398-aksi-teatrikal-dirty30-adaro-080524-adm-20-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Greenpeace Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Greenpeace Indonesia","Est. reading time":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58301\/masuk-daftar-dirty-30-koalisi-organisasi-masyarakat-sipil-ucapkan-selamat-ke-adaro\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58301\/masuk-daftar-dirty-30-koalisi-organisasi-masyarakat-sipil-ucapkan-selamat-ke-adaro\/"},"author":{"name":"Greenpeace Indonesia","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe"},"headline":"Masuk Daftar Dirty 30, Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil Ucapkan Selamat ke Adaro","datePublished":"2024-05-08T07:55:18+00:00","dateModified":"2025-06-23T14:52:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58301\/masuk-daftar-dirty-30-koalisi-organisasi-masyarakat-sipil-ucapkan-selamat-ke-adaro\/"},"wordCount":545,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Aktivisme","EnergiTerbarukan"],"articleSection":["Ciptakan Perubahan"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58301\/masuk-daftar-dirty-30-koalisi-organisasi-masyarakat-sipil-ucapkan-selamat-ke-adaro\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58301\/masuk-daftar-dirty-30-koalisi-organisasi-masyarakat-sipil-ucapkan-selamat-ke-adaro\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58301\/masuk-daftar-dirty-30-koalisi-organisasi-masyarakat-sipil-ucapkan-selamat-ke-adaro\/","name":"Masuk Daftar Dirty 30, Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil Ucapkan Selamat ke Adaro - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2024-05-08T07:55:18+00:00","dateModified":"2025-06-23T14:52:10+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58301\/masuk-daftar-dirty-30-koalisi-organisasi-masyarakat-sipil-ucapkan-selamat-ke-adaro\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58301\/masuk-daftar-dirty-30-koalisi-organisasi-masyarakat-sipil-ucapkan-selamat-ke-adaro\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58301\/masuk-daftar-dirty-30-koalisi-organisasi-masyarakat-sipil-ucapkan-selamat-ke-adaro\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Masuk Daftar Dirty 30, Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil Ucapkan Selamat ke Adaro"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/1164768f1dbd90104f013ef8c87ab6fe","name":"Greenpeace Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b621795ab905587cb02426280d3c16c53673fcde62d083b6bfb0d91fc07adce?s=96&d=mm&r=g","caption":"Greenpeace Indonesia"},"sameAs":["http:\/\/www.greenpeace.or.id"],"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/greenpeace-indonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58301","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/49"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58301"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58301\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":63342,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58301\/revisions\/63342"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/58304"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58301"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58301"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58301"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=58301"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}