{"id":58499,"date":"2024-06-06T15:34:31","date_gmt":"2024-06-06T08:34:31","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=58499"},"modified":"2025-06-23T21:51:54","modified_gmt":"2025-06-23T14:51:54","slug":"kabar-baik-masyarakat-adat-knasaimos-terima-sk-pengakuan-wilayah-adat-dari-bupati-sorong-selatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58499\/kabar-baik-masyarakat-adat-knasaimos-terima-sk-pengakuan-wilayah-adat-dari-bupati-sorong-selatan\/","title":{"rendered":"Kabar Baik: Masyarakat Adat Knasaimos Terima SK Pengakuan Wilayah Adat dari Bupati Sorong Selatan"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/06\/315cb2b8-gp0su0xsn.jpg\" title=\"Hand Over Customary Area Knasaimos. \u00a9 Jurnasyanto Sukarno \/ Greenpeace\" alt=\"Hand Over Customary Area Knasaimos. \u00a9 Jurnasyanto Sukarno \/ Greenpeace\" class=\"wp-image-58502\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/06\/315cb2b8-gp0su0xsn.jpg 1200w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/06\/315cb2b8-gp0su0xsn-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/06\/315cb2b8-gp0su0xsn-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/06\/315cb2b8-gp0su0xsn-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/06\/315cb2b8-gp0su0xsn-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Ketua Dewan Persekutuan Masyarakat Adat Fredik Sagisolo (kanan) memegang surat keputusan saat merayakan upacara di Teminabuan, Sorong Selatan, Papua Barat Daya. Masyarakat Adat Tehit-Knasaimos mempunyai hak atas tanah adat mereka yang diakui oleh hukum Indonesia. Keputusan tersebut dikeluarkan Kabupaten Sorong Selatan Provinsi Papua Barat Daya pada 6 Juni 2024.<div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Jurnasyanto Sukarno \/ Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p><strong>Teminabuan, 6 Juni 2024. <\/strong>Kabar baik datang untuk masyarakat adat Knasaimos. Sehari setelah peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia\u2013yang jatuh pada 5 Juni, masyarakat Knasaimos menerima surat keputusan pengakuan wilayah adat dari Bupati Sorong Selatan. Warkat yang telah dinantikan ini mengakui wilayah adat Knasaimos seluas 97.441 hektare, yang membentang di dua distrik yakni Distrik Saifi dan Seremuk. Sebagai perbandingan, wilayah adat ini lebih besar dari Provinsi DKI Jakarta yang luasnya 66.150 hektare.<\/p>\n\n<p>Acara penyerahan tersebut berlangsung di kantor Sekretariat Panitia Masyarakat Hukum Adat Sorong Selatan di Teminabuan, Sorong Selatan, Papua Barat Daya pada pagi tadi.&nbsp; Mewakili Bupati Sorong Selatan Samsudin Anggiluli, Sekretaris Daerah Sorong Selatan Dance Nauw memimpin prosesi ini. Adapun perwakilan masyarakat Knasaimos menghadiri gelaran pemberian SK dengan mengenakan busana adat.<\/p>\n\n<p>\u201cTanah ini sejak dahulu milik kami, hak kesulungan kami, diwariskan oleh para leluhur, dan akan menjadi masa depan anak-cucu kami. Namun, pengakuan wilayah adat penting untuk memberikan kepastian hukum bagi kami masyarakat adat. Kami berharap, kepastian hukum ini bisa memperkuat benteng pertahanan kami untuk menjaga hutan dan wilayah adat dari ancaman investasi yang merugikan masyarakat adat dan Tanah Papua,\u201d kata <strong>Fredrik Sagisolo<\/strong>, Ketua Dewan Persekutuan Masyarakat Adat Knasaimos.<\/p>\n\n<p>Sekretaris Daerah Sorong Selatan Dance Nauw dalam sambutannya menyampaikan SK ini bukan sekadar dokumen administratif, tapi bentuk penghormatan dan pengakuan atas eksistensi dan peran penting masyarakat adat menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal. Pengakuan wilayah adat ini juga disebutnya sebagai tonggak sejarah dan bukti kepedulian terhadap masyarakat.&nbsp;<\/p>\n\n<p>\u201cPengakuan ini menunjukkan kepada masyarakat setempat dan pemerintah pusat, bahwa komitmen untuk melindungi lingkungan serta memastikan martabat dan kesejahteraan masyarakat adat berjalan beriringan. Kami berharap pengakuan ini dapat memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan dalam mengelola wilayah adat demi kesejahteraan bersama,\u201d kata Sekda <strong>Dance Nauw<\/strong>. Selain untuk masyarakat Knasaimos, Bupati Sorong Selatan juga meneken SK pengakuan serupa bagi masyarakat adat di Distrik Konda.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/06\/9640fb7b-gp0su0xsy.jpg\" title=\"Hand Over Customary Area Knasaimos. \u00a9 Jurnasyanto Sukarno \/ Greenpeace\" alt=\"Hand Over Customary Area Knasaimos. \u00a9 Jurnasyanto Sukarno \/ Greenpeace\" class=\"wp-image-58503\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/06\/9640fb7b-gp0su0xsy.jpg 1200w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/06\/9640fb7b-gp0su0xsy-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/06\/9640fb7b-gp0su0xsy-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/06\/9640fb7b-gp0su0xsy-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/06\/9640fb7b-gp0su0xsy-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sekretaris Daerah Sorong Selatan Dance Nauw (kedua kiri) menyerahkan surat keputusan kepada Ketua Dewan Persekutuan Masyarakat Adat Fredik Sagisolo (kedua kanan) dalam upacara di Teminabuan, Sorong Selatan, Papua Barat Daya. Masyarakat Adat Tehit-Knasaimos mempunyai hak atas tanah adat mereka yang diakui oleh hukum Indonesia. Keputusan tersebut dikeluarkan Kabupaten Sorong Selatan Provinsi Papua Barat Daya pada 6 Juni 2024.<div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Jurnasyanto Sukarno \/ Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Dalam dua dekade terakhir, masyarakat Knasaimos telah berjuang untuk melindungi tanah dan hutan adat mereka dari eksploitasi oleh pihak luar. Ketika pembalak kayu merbau dan perusahaan sawit menyasar wilayah mereka, orang Knasaimos gigih menolak. Beberapa bentuk kegigihan perjuangan Knasaimos antara lain melalui pemetaan wilayah adat, mengolah sagu untuk dijual sebagai wujud kemandirian dari sisi pangan dan ekonomi, hingga <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/57656\/masyarakat-knasaimos-ajukan-pengakuan-wilayah-adat-ke-bupati-sorong-selatan\/\">mendaftarkan pengakuan wilayah adat<\/a> ke Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan\u2013yang keputusannya mereka dapatkan hari ini.<\/p>\n\n<p>\u201cMasyarakat adat, khususnya perempuan adat, hidup dalam ketergantungan dengan alam. Hutan adat merupakan identitas, kebun, dan apotek bagi perempuan Knasaimos. Para mama mengambil sayur, obat-obatan alami, hingga sagu yang mereka olah untuk makan keluarga serta dijual\u2013hasilnya untuk mengirim anak-anak ke bangku sekolah. Dengan pengakuan ini, kami berharap masyarakat dapat mengelola tanah adat, memperoleh manfaat, dan hidup dengan kearifan lokal yang dimiliki tanpa harus menjual tanah dan kehilangan hutan,\u201d ucap <strong>Duketini Maria Youwe<\/strong> dari Bentara Papua.&nbsp;<\/p>\n\n<p>Pengakuan wilayah adat sebenarnya bukan kabar baik pertama untuk masyarakat Knasaimos. Pada 2016, masyarakat adat Knasaimos mendapatkan surat keputusan penetapan <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/2320\/hutan-desa-pertama-di-papua-satu-dekade-berjuang-melindungi-hutan-dari-tekanan-deforestasi\/\">hutan desa<\/a>\/kampung dari Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, disusul hak kelola hutan desa\/kampung tiga tahun kemudian.&nbsp;<\/p>\n\n<p>Di sisi lain, cerita Knasaimos ini menunjukkan bahwa masyarakat adat masih harus berjuang keras agar hak-hak mereka diakui dan dihormati. Masyarakat adat khususnya di Tanah Papua terus mengalami ancaman perampasan hutan adat, seperti yang kini dialami <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58406\/suku-awyu-dan-moi-gelar-aksi-damai-di-mahkamah-agung-serukan-penyelamatan-hutan-adat-papua\/\">masyarakat adat Awyu<\/a> di Boven Digoel dan memicu kampanye #AllEyesOnPapua di media sosial. Padahal, konstitusi telah menjamin keberadaan dan hak-hak masyarakat adat.&nbsp;<\/p>\n\n<p>\u201cMasyarakat Adat Knasaimos saat ini menikmati hasil perjuangan panjang mereka, tetapi masih banyak masyarakat adat lainnya di Tanah Papua dan di seluruh Tanah Air, yang telah kehilangan tanah, hutan, dan keanekaragaman hayati mereka secara permanen karena pemerintah menyerahkannya untuk kepentingan perusahaan,\u201d kata <strong>Amos Sumbung<\/strong>, Juru Kampanye Hutan Papua Greenpeace Indonesia.<\/p>\n\n<p>\u201cPengakuan masyarakat adat seharusnya tak hanya dilakukan oleh pemerintah daerah seperti di Sorong Selatan ini, tapi juga oleh pemerintah pusat. Presiden dan DPR harus segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Masyarakat Adat yang sudah lebih dari 10 tahun tak kunjung diselesaikan. Kami tak akan berhenti berjuang sampai ada pengakuan dan pelindungan penuh untuk masyarakat adat di Tanah Papua,\u201d pungkasnya.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/06\/b19de537-gp0su0pjd.jpg\" title=\"Save the Forest in Klaogin River, Seremuk. \u00a9 Jurnasyanto Sukarno \/ Greenpeace\" alt=\"Save the Forest in Klaogin River, Seremuk. \u00a9 Jurnasyanto Sukarno \/ Greenpeace\" class=\"wp-image-58500\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/06\/b19de537-gp0su0pjd.jpg 1200w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/06\/b19de537-gp0su0pjd-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/06\/b19de537-gp0su0pjd-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/06\/b19de537-gp0su0pjd-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/06\/b19de537-gp0su0pjd-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Masyarakat Adat Suku Tehit dengan pakaian adatnya memegang spanduk di atas perahu bertuliskan pesan \u201chutan kami, iklimmu\u201d di sungai Klaogin, distrik Seremuk, tanah Knasaimos, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya. Suku Tehit bersama Greenpeace berjuang melindungi hutan dari industri penebangan kayu untuk generasi mendatang. Hutan merupakan warisan nenek moyang mereka dan merupakan satu-satunya sumber penghidupan mereka.<div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Jurnasyanto Sukarno \/ Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p><strong>Catatan Editor<\/strong>:<\/p>\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Foto dan video kegiatan penyerahan SK pengakuan wilayah adat Knasaimos dapat dilihat di tautan <a href=\"https:\/\/media.greenpeace.org\/collection\/27MZIFJBTW40L\">berikut<\/a>.<\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1PKyjjF40R1vV0JL_g8UgOx4PjeCL5B44\/view?usp=sharing\">Lokasi<\/a> dan <a href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1Y2L6b_gQvy0QDbRYaZsJws36rftGsvsh\/view?usp=sharing\">peta<\/a> wilayah adat Knasaimos. <\/li>\n<\/ol>\n\n<p><strong>Kontak Media<\/strong>:<\/p>\n\n<p>Amos Sumbung, Greenpeace Indonesia, +62 811-486-327<\/p>\n\n<p>Infak Mayor, Bentara Papua, +62-822-4906-3836<\/p>\n\n<p>Budiarti Putri, Greenpeace Indonesia, +62 811-1463-105<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masyarakat adat Knasaimos menerima pengakuan wilayah adat seluas 97 ribu hektare. Hasil kegigihan dan perjuangan panjang.<\/p>\n","protected":false},"author":93,"featured_media":58502,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[3,5],"tags":[6,19],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-58499","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ciptakan-perubahan","category-issues","tag-iklim","tag-hutan","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kabar Baik: Masyarakat Adat Knasaimos Terima SK Pengakuan Wilayah Adat dari Bupati Sorong Selatan - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58499\/kabar-baik-masyarakat-adat-knasaimos-terima-sk-pengakuan-wilayah-adat-dari-bupati-sorong-selatan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kabar Baik: Masyarakat Adat Knasaimos Terima SK Pengakuan Wilayah Adat dari Bupati Sorong Selatan - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Masyarakat adat Knasaimos menerima pengakuan wilayah adat seluas 97 ribu hektare. Hasil kegigihan dan perjuangan panjang.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58499\/kabar-baik-masyarakat-adat-knasaimos-terima-sk-pengakuan-wilayah-adat-dari-bupati-sorong-selatan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-06-06T08:34:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-06-23T14:51:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/06\/315cb2b8-gp0su0xsn.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Budiarti Putri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Budiarti Putri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58499\/kabar-baik-masyarakat-adat-knasaimos-terima-sk-pengakuan-wilayah-adat-dari-bupati-sorong-selatan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58499\/kabar-baik-masyarakat-adat-knasaimos-terima-sk-pengakuan-wilayah-adat-dari-bupati-sorong-selatan\/\"},\"author\":{\"name\":\"Budiarti Putri\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff\"},\"headline\":\"Kabar Baik: Masyarakat Adat Knasaimos Terima SK Pengakuan Wilayah Adat dari Bupati Sorong Selatan\",\"datePublished\":\"2024-06-06T08:34:31+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-23T14:51:54+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58499\/kabar-baik-masyarakat-adat-knasaimos-terima-sk-pengakuan-wilayah-adat-dari-bupati-sorong-selatan\/\"},\"wordCount\":867,\"commentCount\":2,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Iklim\",\"Hutan\"],\"articleSection\":[\"Ciptakan Perubahan\",\"The issues we work on\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58499\/kabar-baik-masyarakat-adat-knasaimos-terima-sk-pengakuan-wilayah-adat-dari-bupati-sorong-selatan\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58499\/kabar-baik-masyarakat-adat-knasaimos-terima-sk-pengakuan-wilayah-adat-dari-bupati-sorong-selatan\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58499\/kabar-baik-masyarakat-adat-knasaimos-terima-sk-pengakuan-wilayah-adat-dari-bupati-sorong-selatan\/\",\"name\":\"Kabar Baik: Masyarakat Adat Knasaimos Terima SK Pengakuan Wilayah Adat dari Bupati Sorong Selatan - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2024-06-06T08:34:31+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-23T14:51:54+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58499\/kabar-baik-masyarakat-adat-knasaimos-terima-sk-pengakuan-wilayah-adat-dari-bupati-sorong-selatan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58499\/kabar-baik-masyarakat-adat-knasaimos-terima-sk-pengakuan-wilayah-adat-dari-bupati-sorong-selatan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58499\/kabar-baik-masyarakat-adat-knasaimos-terima-sk-pengakuan-wilayah-adat-dari-bupati-sorong-selatan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kabar Baik: Masyarakat Adat Knasaimos Terima SK Pengakuan Wilayah Adat dari Bupati Sorong Selatan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff\",\"name\":\"Budiarti Putri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLopB-Gr_k9SCNin05wv54eBSLhlzm1S71rF3I2remJgRXS7EhD=s96-c\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLopB-Gr_k9SCNin05wv54eBSLhlzm1S71rF3I2remJgRXS7EhD=s96-c\",\"caption\":\"Budiarti Putri\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/budiarti-putri\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kabar Baik: Masyarakat Adat Knasaimos Terima SK Pengakuan Wilayah Adat dari Bupati Sorong Selatan - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58499\/kabar-baik-masyarakat-adat-knasaimos-terima-sk-pengakuan-wilayah-adat-dari-bupati-sorong-selatan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kabar Baik: Masyarakat Adat Knasaimos Terima SK Pengakuan Wilayah Adat dari Bupati Sorong Selatan - Greenpeace Indonesia","og_description":"Masyarakat adat Knasaimos menerima pengakuan wilayah adat seluas 97 ribu hektare. Hasil kegigihan dan perjuangan panjang.","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58499\/kabar-baik-masyarakat-adat-knasaimos-terima-sk-pengakuan-wilayah-adat-dari-bupati-sorong-selatan\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2024-06-06T08:34:31+00:00","article_modified_time":"2025-06-23T14:51:54+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":800,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/06\/315cb2b8-gp0su0xsn.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Budiarti Putri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Budiarti Putri","Est. reading time":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58499\/kabar-baik-masyarakat-adat-knasaimos-terima-sk-pengakuan-wilayah-adat-dari-bupati-sorong-selatan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58499\/kabar-baik-masyarakat-adat-knasaimos-terima-sk-pengakuan-wilayah-adat-dari-bupati-sorong-selatan\/"},"author":{"name":"Budiarti Putri","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff"},"headline":"Kabar Baik: Masyarakat Adat Knasaimos Terima SK Pengakuan Wilayah Adat dari Bupati Sorong Selatan","datePublished":"2024-06-06T08:34:31+00:00","dateModified":"2025-06-23T14:51:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58499\/kabar-baik-masyarakat-adat-knasaimos-terima-sk-pengakuan-wilayah-adat-dari-bupati-sorong-selatan\/"},"wordCount":867,"commentCount":2,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Iklim","Hutan"],"articleSection":["Ciptakan Perubahan","The issues we work on"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58499\/kabar-baik-masyarakat-adat-knasaimos-terima-sk-pengakuan-wilayah-adat-dari-bupati-sorong-selatan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58499\/kabar-baik-masyarakat-adat-knasaimos-terima-sk-pengakuan-wilayah-adat-dari-bupati-sorong-selatan\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58499\/kabar-baik-masyarakat-adat-knasaimos-terima-sk-pengakuan-wilayah-adat-dari-bupati-sorong-selatan\/","name":"Kabar Baik: Masyarakat Adat Knasaimos Terima SK Pengakuan Wilayah Adat dari Bupati Sorong Selatan - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2024-06-06T08:34:31+00:00","dateModified":"2025-06-23T14:51:54+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58499\/kabar-baik-masyarakat-adat-knasaimos-terima-sk-pengakuan-wilayah-adat-dari-bupati-sorong-selatan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58499\/kabar-baik-masyarakat-adat-knasaimos-terima-sk-pengakuan-wilayah-adat-dari-bupati-sorong-selatan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/58499\/kabar-baik-masyarakat-adat-knasaimos-terima-sk-pengakuan-wilayah-adat-dari-bupati-sorong-selatan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kabar Baik: Masyarakat Adat Knasaimos Terima SK Pengakuan Wilayah Adat dari Bupati Sorong Selatan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff","name":"Budiarti Putri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLopB-Gr_k9SCNin05wv54eBSLhlzm1S71rF3I2remJgRXS7EhD=s96-c","contentUrl":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLopB-Gr_k9SCNin05wv54eBSLhlzm1S71rF3I2remJgRXS7EhD=s96-c","caption":"Budiarti Putri"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/budiarti-putri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58499","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/93"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58499"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58499\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":63333,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58499\/revisions\/63333"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/58502"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58499"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58499"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58499"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=58499"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}