{"id":58786,"date":"2024-07-18T16:56:24","date_gmt":"2024-07-18T09:56:24","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=58786"},"modified":"2025-07-07T22:03:22","modified_gmt":"2025-07-07T15:03:22","slug":"polusi-udara-ancaman-genting-tak-kasat-mata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/58786\/polusi-udara-ancaman-genting-tak-kasat-mata\/","title":{"rendered":"Polusi Udara, Ancaman Genting Tak Kasat Mata"},"content":{"rendered":"\n<p>Polusi udara di Ibukota dan sekitarnya masih menghantui masyarakat sehingga menjadi ancaman serius yang meresahkan dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah pertumbuhan industri dan urbanisasi yang pesat, tingkat polusi udara yang terus meningkat, memberikan dampak yang signifikan bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Setiap napas yang dihirup oleh penduduk kota menjadi semakin berisiko, dengan partikel-partikel berbahaya dan gas beracun yang menyusup ke dalam sistem pernapasan. Dalam keseharian, polusi udara menyebabkan peningkatan kasus penyakit pernapasan seperti infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).<\/p>\n\n<p>Berdasarkan laporan dari <a href=\"https:\/\/www.iqair.com\/dl\/2023_World_Air_Quality_Report.pdf?utm_source=pdf&amp;utm_medium=download&amp;utm_campaign=waqr23&amp;utm_id=waqr23&amp;utm_term=ft#msdynmkt_trackingcontext=5cc32961-83df-4319-8772-427a5a541c3f\">World Air Quality Report<\/a> (2023), Indonesia menempati peringkat pertama yang memiliki kualitas udara terburuk di Asia Tenggara&nbsp; pada tahun 2023. Hal ini menunjukkan bahwa masalah polusi udara merupakan tantangan serius yang perlu segera ditangani di Indonesia. Salah satu yang menjadi sumber polutan udara di Indonesia adalah PLTU batu bara, yang telah memberikan dampak signifikan yang merusak kualitas udara, menyebabkan dampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan secara keseluruhan.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"533\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/07\/cf7fe0c1-gp0stxgdt_low-res-800px.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-58787\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/07\/cf7fe0c1-gp0stxgdt_low-res-800px.jpg 800w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/07\/cf7fe0c1-gp0stxgdt_low-res-800px-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/07\/cf7fe0c1-gp0stxgdt_low-res-800px-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/07\/cf7fe0c1-gp0stxgdt_low-res-800px-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">A view of chimneys and smoke from factories. \nResidents of Marunda, Jakarta, are experiencing itching, suspected to be caused by coal dust pollution and air pollution due to factory activities around the flats where they live.<\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Ketua Kampanye Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) DKI Jakarta, mengatakan, bahwa asap bakar yang berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara di Banten dan Jawa Barat telah menjadi salah satu penyebab utama penurunan kualitas udara di Jakarta dan sekitarnya belakangan ini. Menurut perhitungan Walhi, kontribusi PLTU terhadap polusi udara di Jakarta mencapai 20-30%, sementara transportasi memberikan kontribusi sebesar 30-40%. Demikian pula, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar, <a href=\"https:\/\/nasional.kompas.com\/read\/2023\/08\/28\/19571171\/menteri-lhk-ungkap-penyebab-polusi-udara-jabodetabek-44-persen-kendaraan-34\">menyatakan<\/a> bahwa sebagian besar polusi sumber polusi atau penurunan kualitas udara di wilayah Jabodetabek berasal dari 44% kendaraan, 34% dari PLTU, dan sisa dari berbagai sumber lainnya, termasuk rumah tangga, pembakaran, dan lain lain. Lalu, menambahkan dari <a href=\"https:\/\/energyandcleanair.org\/wp\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Press-release_CREA_Banten-Suralaya_HIA_ID_Final_09.2023.pdf\">riset penelitian<\/a> yang dikeluarkan Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA) pada tahun 2023, polusi PLTU menyebabkan 1.470 kematian setiap tahun dan menimbulkan kerugian kesehatan hingga Rp 14,2 trililiun.<\/p>\n\n<p><strong>Krisis udara bersih bukanlah cerita fana belaka<\/strong><\/p>\n\n<p>Seriusnya dampak kesehatan ini menegaskan pentingnya penanganan segera terhadap polusi udara yang dihasilkan oleh PLTU. Sampai kapan masyarakat terpaksa menghadapi polusi udara setiap hari, tanpa jaminan akan udara bersih dan harus menghadapi resiko kesehatan yang lebih tinggi, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan individu dengan kondisi kesehatan yang sudah melemah.&nbsp;<\/p>\n\n<p>Seperti yang terjadi secara nyata di Marunda. Dari tahun 2021, warga Marunda dihadapkan pada pencemaran udara akibat debu batu bara yang berdampak pada pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan. Warga menyelidiki secara mandiri sumber pencemaran, termasuk timbunan batu bara di dekat Rusun Marunda. Upaya mereka menarik perhatian pemerintah dan beberapa langkah untuk mengurangi dampak debu juga dilakukan. Hingga saat ini, warga terus memantau kualitas udara di sekitar Rusun Marunda karena penggunaan batu bara masih terus berlanjut meski berkurang. Harapan akan udara yang bersih tetap menjadi prioritas masyarakat.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"533\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/07\/e1d387b1-gp0stxgdx_low-res-800px.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-58788\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/07\/e1d387b1-gp0stxgdx_low-res-800px.jpg 800w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/07\/e1d387b1-gp0stxgdx_low-res-800px-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/07\/e1d387b1-gp0stxgdx_low-res-800px-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/07\/e1d387b1-gp0stxgdx_low-res-800px-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Residents of Marunda, Jakarta, are experiencing itching, suspected to be caused by coal dust pollution and air pollution due to factory activities around the flats where they live. In the picture a resident shows the dust accumulated on the windows.<\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Krisis lingkungan hidup di Marunda menyoroti kegagalan dalam menjamin hak atas lingkungan yang bersih dan sehat bagi warga Jakarta. Meski ada jaminan konstitusi, pemerintah mengabaikan perlindungan lingkungan hidup dan hak-hak masyarakat. Misalnya, polusi udara yang berkepanjangan di Marunda telah memberikan dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat akibat adanya kontaminasi udara.&nbsp;<\/p>\n\n<p>Dengan kondisi udara yang semakin memburuk dan berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat, perlu adanya kerjasama antara pemerintah, industri, dan masyarakat untuk mengurangi emisi polutan dan meningkatkan kualitas udara di Jakarta. Pemerintah harus menghentikan penggunaan batu bara dan secara sungguh-sungguh beralih ke sumber energi terbarukan. Salah satu solusi yang tepat untuk mengatasi masalah mendesak ini adalah transisi ke sumber energi seperti tenaga surya. Sumber ini menawarkan alternatif yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan energi terbarukan, kita dapat mengurangi ketergantungan kita pada batu bara secara bertahap dan signifikan, memitigasi dampak negatif pemakaian bahan bakar fosil.<\/p>\n\n<p>Pemerintah juga harus bisa mengambil langkah-langkah konkrit dalam mengurangi masalah polusi udara di Jakarta. Seperti dengan mendorong kebijakan yang mendukung penggunaan energi bersih dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Selain itu, perlu memperkuat pengawasan terhadap industri yang berpotensi mencemari udara, dengan diberlakukannya standar emisi yang ketat dan melakukan inspeksi secara rutin dan membuka data emisi kegiatan industri termasuk PLTU kepada publik. Selanjutnya, peningkatan transportasi umum yang ramah lingkungan juga menjadi kunci dalam mengurangi polusi udara, dengan penerapan jalur khusus sepeda dan infrastruktur yang mendukung pejalan kaki. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat mengurangi jejak karbon kota secara keseluruhan dan meningkatkan kualitas udara bagi seluruh masyarakat Jakarta.<\/p>\n\n<p>Dengan udara yang bersih, kita dapat menikmati ruang publik yang nyaman dan aman untuk beraktivitas tanpa khawatir akan berdampak negatif pada polusi udara. Melalui kesadaran dan tindakan bersama, tentunya kita dapat menciptakan ibu kota yang lebih bersih, sehat dan berkelanjutan untuk generasi mendatang.<\/p>\n\t\t\t<section\n\t\t\tclass=\"boxout  \"\n\t\t\t\n\t\t>\n\t\t\t<a\n\t\t\t\tdata-ga-category=\"Take Action Boxout\"\n\t\t\t\tdata-ga-action=\"Image\"\n\t\t\t\tdata-ga-label=\"n\/a\"\n\t\t\t\tclass=\"cover-card-overlay\"\n\t\t\t\thref=\"https:\/\/give.seasia.greenpeace.org\/indonesia\/climate\/?utm_source=p4&amp;utm_medium=blog&amp;utm_campaign=forest\" \n\t\t\t><\/a>\n\t\t\t\t\t\t\t<img\n\t\t\t\t\t\tsrc=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/06\/7ba40bcd-gp0stwr23-1024x683.jpg\"\n\t\t\t\t\t\tsrcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/06\/7ba40bcd-gp0stwr23-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/06\/7ba40bcd-gp0stwr23-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/06\/7ba40bcd-gp0stwr23-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/06\/7ba40bcd-gp0stwr23-510x340.jpg 510w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/06\/7ba40bcd-gp0stwr23.jpg 1200w\"\n\t\t\t\t\t\tsizes=\"(min-width: 1000px) 358px, (min-width: 780px) 313px, 88px\"\n\t\t\t\t\t\talt=\"Installation of Solar Water Pump in Timbulsloko, Central Java. \u00a9 Aji Styawan \/ Greenpeace\" title=\"Installation of Solar Water Pump in Timbulsloko, Central Java. \u00a9 Aji Styawan \/ Greenpeace\"\n\t\t\t\t\/>\n            \t\t\t<div class=\"boxout-content\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<a\n\t\t\t\t\t\tclass=\"boxout-heading medium\"\n\t\t\t\t\t\tdata-ga-category=\"Take Action Boxout\"\n\t\t\t\t\t\tdata-ga-action=\"Title\"\n\t\t\t\t\t\tdata-ga-label=\"n\/a\"\n\t\t\t\t\t\thref=\"https:\/\/give.seasia.greenpeace.org\/indonesia\/climate\/?utm_source=p4&amp;utm_medium=blog&amp;utm_campaign=forest\"\n\t\t\t\t\t\t\n\t\t\t\t\t>\n\t\t\t\t\t\tTransisi Energi Akhiri Krisis Iklim\n\t\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"boxout-excerpt\">Dukung kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia dengan berdonasi mulai dari Rp1,666 per hari.<\/p>\n\t\t\t\t                                    <a\n                        class=\"btn btn-primary\"\n                        data-ga-category=\"Take Action Boxout\"\n                        data-ga-action=\"Call to Action\"\n                        data-ga-label=\"n\/a\"\n                        href=\"https:\/\/give.seasia.greenpeace.org\/indonesia\/climate\/?utm_source=p4&amp;utm_medium=blog&amp;utm_campaign=forest\"\n                        \n                    >\n                        Beri Dukungan\n                    <\/a>\n                \t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/section>\n\t\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berdasarkan laporan dari World Air Quality Report (2023), Indonesia menempati peringkat pertama yang memiliki kualitas udara terburuk di Asia Tenggara\u00a0 pada tahun 2023. Hal ini menunjukkan bahwa masalah polusi udara merupakan tantangan serius yang perlu segera ditangani di Indonesia. Salah satu yang menjadi sumber polutan udara di Indonesia adalah PLTU batu bara.<\/p>\n","protected":false},"author":81,"featured_media":58789,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"Polusi Udara, Ancaman Genting Tak Kasat Mata","p4_og_description":"Berdasarkan laporan dari World Air Quality Report (2023), Indonesia menempati peringkat pertama yang memiliki kualitas udara terburuk di Asia Tenggara\u00a0 pada tahun 2023. Hal ini menunjukkan bahwa masalah polusi udara merupakan tantangan serius yang perlu segera ditangani di Indonesia. Salah satu yang menjadi sumber polutan udara di Indonesia adalah PLTU batu bara.","p4_og_image":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/07\/2df079a5-gp0stppjg_low-res-800px.jpg","p4_og_image_id":"58789","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[3,5],"tags":[34,31],"p4-page-type":[16],"class_list":["post-58786","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ciptakan-perubahan","category-issues","tag-kota","tag-polusi","p4-page-type-cerita"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Polusi Udara, Ancaman Genting Tak Kasat Mata - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/58786\/polusi-udara-ancaman-genting-tak-kasat-mata\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Polusi Udara, Ancaman Genting Tak Kasat Mata - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berdasarkan laporan dari World Air Quality Report (2023), Indonesia menempati peringkat pertama yang memiliki kualitas udara terburuk di Asia Tenggara\u00a0 pada tahun 2023. Hal ini menunjukkan bahwa masalah polusi udara merupakan tantangan serius yang perlu segera ditangani di Indonesia. Salah satu yang menjadi sumber polutan udara di Indonesia adalah PLTU batu bara.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/58786\/polusi-udara-ancaman-genting-tak-kasat-mata\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-07-18T09:56:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-07T15:03:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/07\/2df079a5-gp0stppjg_low-res-800px.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Sherin Utami\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Sherin Utami\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/58786\/polusi-udara-ancaman-genting-tak-kasat-mata\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/58786\/polusi-udara-ancaman-genting-tak-kasat-mata\/\"},\"author\":{\"name\":\"Sherin Utami\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/a3dd9665b5d48b133a931d5a9ceaf45b\"},\"headline\":\"Polusi Udara, Ancaman Genting Tak Kasat Mata\",\"datePublished\":\"2024-07-18T09:56:24+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-07T15:03:22+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/58786\/polusi-udara-ancaman-genting-tak-kasat-mata\/\"},\"wordCount\":804,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Kota\",\"Polusi\"],\"articleSection\":[\"Ciptakan Perubahan\",\"The issues we work on\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/58786\/polusi-udara-ancaman-genting-tak-kasat-mata\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/58786\/polusi-udara-ancaman-genting-tak-kasat-mata\/\",\"url\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/58786\/polusi-udara-ancaman-genting-tak-kasat-mata\/\",\"name\":\"Polusi Udara, Ancaman Genting Tak Kasat Mata - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2024-07-18T09:56:24+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-07T15:03:22+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/58786\/polusi-udara-ancaman-genting-tak-kasat-mata\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/58786\/polusi-udara-ancaman-genting-tak-kasat-mata\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/58786\/polusi-udara-ancaman-genting-tak-kasat-mata\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Polusi Udara, Ancaman Genting Tak Kasat Mata\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/a3dd9665b5d48b133a931d5a9ceaf45b\",\"name\":\"Sherin Utami\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocJduxVvwcwJIu1FqVFaHVKFhMOJMlPiHDQpcZo0NiUmmHf0iyNH=s96-c\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocJduxVvwcwJIu1FqVFaHVKFhMOJMlPiHDQpcZo0NiUmmHf0iyNH=s96-c\",\"caption\":\"Sherin Utami\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/sherina-utami\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Polusi Udara, Ancaman Genting Tak Kasat Mata - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/58786\/polusi-udara-ancaman-genting-tak-kasat-mata\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Polusi Udara, Ancaman Genting Tak Kasat Mata - Greenpeace Indonesia","og_description":"Berdasarkan laporan dari World Air Quality Report (2023), Indonesia menempati peringkat pertama yang memiliki kualitas udara terburuk di Asia Tenggara\u00a0 pada tahun 2023. Hal ini menunjukkan bahwa masalah polusi udara merupakan tantangan serius yang perlu segera ditangani di Indonesia. Salah satu yang menjadi sumber polutan udara di Indonesia adalah PLTU batu bara.","og_url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/58786\/polusi-udara-ancaman-genting-tak-kasat-mata\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2024-07-18T09:56:24+00:00","article_modified_time":"2025-07-07T15:03:22+00:00","og_image":[{"width":800,"height":533,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2024\/07\/2df079a5-gp0stppjg_low-res-800px.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Sherin Utami","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Sherin Utami","Est. reading time":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/58786\/polusi-udara-ancaman-genting-tak-kasat-mata\/#article","isPartOf":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/58786\/polusi-udara-ancaman-genting-tak-kasat-mata\/"},"author":{"name":"Sherin Utami","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/a3dd9665b5d48b133a931d5a9ceaf45b"},"headline":"Polusi Udara, Ancaman Genting Tak Kasat Mata","datePublished":"2024-07-18T09:56:24+00:00","dateModified":"2025-07-07T15:03:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/58786\/polusi-udara-ancaman-genting-tak-kasat-mata\/"},"wordCount":804,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Kota","Polusi"],"articleSection":["Ciptakan Perubahan","The issues we work on"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/58786\/polusi-udara-ancaman-genting-tak-kasat-mata\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/58786\/polusi-udara-ancaman-genting-tak-kasat-mata\/","url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/58786\/polusi-udara-ancaman-genting-tak-kasat-mata\/","name":"Polusi Udara, Ancaman Genting Tak Kasat Mata - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2024-07-18T09:56:24+00:00","dateModified":"2025-07-07T15:03:22+00:00","breadcrumb":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/58786\/polusi-udara-ancaman-genting-tak-kasat-mata\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/58786\/polusi-udara-ancaman-genting-tak-kasat-mata\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/58786\/polusi-udara-ancaman-genting-tak-kasat-mata\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Polusi Udara, Ancaman Genting Tak Kasat Mata"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/a3dd9665b5d48b133a931d5a9ceaf45b","name":"Sherin Utami","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocJduxVvwcwJIu1FqVFaHVKFhMOJMlPiHDQpcZo0NiUmmHf0iyNH=s96-c","contentUrl":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocJduxVvwcwJIu1FqVFaHVKFhMOJMlPiHDQpcZo0NiUmmHf0iyNH=s96-c","caption":"Sherin Utami"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/sherina-utami\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58786","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/81"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58786"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58786\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":63938,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58786\/revisions\/63938"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/58789"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58786"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58786"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58786"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=58786"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}