{"id":62233,"date":"2025-02-13T10:04:54","date_gmt":"2025-02-13T03:04:54","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=62233"},"modified":"2025-06-23T21:47:32","modified_gmt":"2025-06-23T14:47:32","slug":"konferensi-keuangan-islam-menyoroti-pentingnya-konsep-halal-dan-thayyib-untuk-pendapatan-ekonomi-berkelanjutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/62233\/konferensi-keuangan-islam-menyoroti-pentingnya-konsep-halal-dan-thayyib-untuk-pendapatan-ekonomi-berkelanjutan\/","title":{"rendered":"Konferensi Keuangan Islam Menyoroti Pentingnya Konsep Halal dan Thayyib untuk Pendapatan Ekonomi Berkelanjutan"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n<p><strong>Jakarta, 13 Februari 2025<\/strong> &#8211; Greenpeace Indonesia bersama dengan Aliansi Ummah for Earth melakukan kolaborasi dengan Indonesia Banking School saat meluncurkan kampanye keuangan islam di Jakarta, hari ini. Konferensi ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan seperti Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, serta Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/02\/5fce4ae2-img_8348-1024x768.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-62234\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/02\/5fce4ae2-img_8348-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/02\/5fce4ae2-img_8348-300x225.jpeg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/02\/5fce4ae2-img_8348-768x576.jpeg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/02\/5fce4ae2-img_8348-1536x1152.jpeg 1536w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/02\/5fce4ae2-img_8348-2048x1536.jpeg 2048w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/02\/5fce4ae2-img_8348-1821x1366.jpeg 1821w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/02\/5fce4ae2-img_8348-453x340.jpeg 453w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n<p>\u201cMelalui kampanye keuangan islami, Ummah for Earth akan mengupayakan dialog antar pemangku kepentingan, serta menghubungkan narasi solusi dan aksi iklim dengan audiens kami, sehingga keuangan islami dapat diperhitungkan sebagai solusi pembiayaan iklim\u201d, ucap Rahma Shofiana, Ummah for Earth Project Lead.<\/p>\n\n<p>Kegiatan ini merupakan lanjutan dari peluncuran laporan baru berjudul<a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/02\/dc1c31b2-keuangan-syariah_report_id.pdf\"> \u201cIslamic Finance and Renewable Energy\u201d,<\/a> hasil kolaborasi antara Greenpeace MENA (sebagai bagian dari Aliansi Ummah For Earth) dan Inisiatif Keuangan Etis Global (GEFI), mengungkap potensi transformatif keuangan Islam dalam mempercepat transisi global menuju energi terbarukan. Temuan laporan ini menunjukkan bahwa dengan mengalokasikan hanya 5% dari aset senilai $4,5 triliun sektor keuangan Islam untuk proyek energi terbarukan, dapat terhimpun dana sebesar $400 miliar untuk pembiayaan iklim.<\/p>\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/02\/dc1c31b2-keuangan-syariah_report_id.pdf\">Laporan ini <\/a>menekankan keselarasan antara prinsip-prinsip keuangan Islam\u2014yang menonjolkan pengelolaan lingkungan, investasi etis, dan tanggung jawab sosial\u2014dengan kebutuhan mendesak akan investasi energi berkelanjutan. Dengan kesenjangan pendanaan energi terbarukan tahunan sebesar $5,7 triliun, sektor keuangan Islam memiliki posisi unik untuk menjembatani kesenjangan ini melalui instrumen keuangan yang sesuai syariah.<\/p>\n\n<p>Instrumen keuangan Islam ini berpotensi mengatasi tiga krisis planet: perubahan iklim, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati.<\/p>\n\n<p><strong>Dr. Hayu Prabowo, Ketua Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya<\/strong> <strong>Alam, Majelis Ulama Indonesia <\/strong>menyatakan, \u201cBerdasarkan laporan GEFI, industri keuangan Islam memiliki peluang unik dalam mendukung pembiayaan aksi iklim melalui konsep keuangan syariah berkelanjutan, yang tidak hanya berlandaskan pada prinsip kehalalan tetapi juga pada aspek thayyib.\u201d<\/p>\n\n<p>Sebagai wujud Islam yang <em>rahmatan lil alamin<\/em>, keuangan syariah dengan prinsip halalan-thayyiban menghadirkan solusi untuk membangun sistem ekonomi dan keuangan yangtidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial yang halal, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan lingkungan yang positif.<\/p>\n\n<p><strong>Tariq Al-Olaimy, Penasihat Keuangan Islam untuk Aliansi Ummah For Earth,<\/strong> menambahkan<strong>,<\/strong> \u201cKeuangan Islam bukan sekadar sistem keuangan alternatif\u2014tetapi juga kekuatan yang kuat untuk aksi iklim. Dengan aset yang ditetapkan mencapai $6,7 triliun pada tahun 2027, bahkan hanya dengan 5% untuk energi terbarukan dapat memobilisasi $400 miliar untuk solusi iklim pada tahun 2030. Di Indonesia hal ini telah berkembang\u2014program sukuk hijau perintis negara tersebut telah membantu mencegah lebih dari 974.000 ton emisi CO2 setiap tahunnya. Dengan sukuk ESG mencapai $9,9 miliar hanya dalam paruh pertama tahun 2024, momentum untuk keuangan Islam yang berkelanjutan sedang dibangun. Saatnya untuk bertindak adalah sekarang\u2014lembaga keuangan Islam harus mempercepat investasi energi terbarukan mereka untuk mengatasi krisis iklim.<\/p>\n\n<p>&#8220;<\/p>\n\n<p><strong>Kontak media:<\/strong><\/p>\n\n<p>Hayu Prabowo, Ketua Badan Pemuliaan Lingkungan Hidup MUI,<\/p>\n\n<p>+62 811-9701-709<\/p>\n\n<p>Rahma Shofiana, Ummah for Earth Project Lead Greenpeace Indonesia,<\/p>\n\n<p>+61 811-1461-674<\/p>\n\n<p><strong><em>Tentang Ummah For Earth Alliance<\/em><\/strong><\/p>\n\n<p><em>Ummah for Earth adalah aliansi iklim berbasis keimanan yang melibatkan lebih dari 40<\/em> <em>organisasi dan individu sekutu di seluruh dunia. Kami berfokus pada pemberdayaan komunitas<\/em> <em>dan inisiatif lingkungan lokal, menggali hubungan antara iman Islam dan aksi iklim, serta<\/em> <em>mendorong dan membantu umat Muslim dan lainnya untuk menyuarakan kepedulian mereka<\/em> <em>demi kesejahteraan rumah bersama kita<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Melalui kampanye keuangan islami, Ummah for Earth akan mengupayakan dialog antar<br \/>\npemangku kepentingan, serta menghubungkan narasi solusi dan aksi iklim dengan audiens<br \/>\nkami, sehingga keuangan islami dapat diperhitungkan sebagai solusi pembiayaan iklim\u201d<\/p>\n","protected":false},"author":25,"featured_media":62234,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[56,61],"tags":[43,18,36],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-62233","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aksi","category-kabar-dan-cerita","tag-ekonomi-hijau","tag-energi-terbarukan","tag-ummah4earth","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Konferensi Keuangan Islam Menyoroti Pentingnya Konsep Halal dan Thayyib untuk Pendapatan Ekonomi Berkelanjutan - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Keuangan syariah perbaikan lingkungan transisi energi greenpeace dr hayu mui islam paradigma investasi\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/62233\/konferensi-keuangan-islam-menyoroti-pentingnya-konsep-halal-dan-thayyib-untuk-pendapatan-ekonomi-berkelanjutan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Konferensi Keuangan Islam Menyoroti Pentingnya Konsep Halal dan Thayyib untuk Pendapatan Ekonomi Berkelanjutan - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Keuangan syariah perbaikan lingkungan transisi energi greenpeace dr hayu mui islam paradigma investasi\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/62233\/konferensi-keuangan-islam-menyoroti-pentingnya-konsep-halal-dan-thayyib-untuk-pendapatan-ekonomi-berkelanjutan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-02-13T03:04:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-06-23T14:47:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/02\/5fce4ae2-img_8348-scaled.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Afif\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Afif\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/62233\/konferensi-keuangan-islam-menyoroti-pentingnya-konsep-halal-dan-thayyib-untuk-pendapatan-ekonomi-berkelanjutan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/62233\/konferensi-keuangan-islam-menyoroti-pentingnya-konsep-halal-dan-thayyib-untuk-pendapatan-ekonomi-berkelanjutan\/\"},\"author\":{\"name\":\"Afif\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/3e2ebddeabf4d00a38dc3b78e763f280\"},\"headline\":\"Konferensi Keuangan Islam Menyoroti Pentingnya Konsep Halal dan Thayyib untuk Pendapatan Ekonomi Berkelanjutan\",\"datePublished\":\"2025-02-13T03:04:54+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-23T14:47:32+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/62233\/konferensi-keuangan-islam-menyoroti-pentingnya-konsep-halal-dan-thayyib-untuk-pendapatan-ekonomi-berkelanjutan\/\"},\"wordCount\":506,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Ekonomi Hijau\",\"EnergiTerbarukan\",\"Ummah4Earth\"],\"articleSection\":[\"Aksi\",\"Kabar dan Cerita\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/62233\/konferensi-keuangan-islam-menyoroti-pentingnya-konsep-halal-dan-thayyib-untuk-pendapatan-ekonomi-berkelanjutan\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/62233\/konferensi-keuangan-islam-menyoroti-pentingnya-konsep-halal-dan-thayyib-untuk-pendapatan-ekonomi-berkelanjutan\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/62233\/konferensi-keuangan-islam-menyoroti-pentingnya-konsep-halal-dan-thayyib-untuk-pendapatan-ekonomi-berkelanjutan\/\",\"name\":\"Konferensi Keuangan Islam Menyoroti Pentingnya Konsep Halal dan Thayyib untuk Pendapatan Ekonomi Berkelanjutan - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-02-13T03:04:54+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-23T14:47:32+00:00\",\"description\":\"Keuangan syariah perbaikan lingkungan transisi energi greenpeace dr hayu mui islam paradigma investasi\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/62233\/konferensi-keuangan-islam-menyoroti-pentingnya-konsep-halal-dan-thayyib-untuk-pendapatan-ekonomi-berkelanjutan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/62233\/konferensi-keuangan-islam-menyoroti-pentingnya-konsep-halal-dan-thayyib-untuk-pendapatan-ekonomi-berkelanjutan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/62233\/konferensi-keuangan-islam-menyoroti-pentingnya-konsep-halal-dan-thayyib-untuk-pendapatan-ekonomi-berkelanjutan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Konferensi Keuangan Islam Menyoroti Pentingnya Konsep Halal dan Thayyib untuk Pendapatan Ekonomi Berkelanjutan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/3e2ebddeabf4d00a38dc3b78e763f280\",\"name\":\"Afif\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLsIvppx-YXQ--3d0zDXkI7iN7hDZr5MuE3Nky8RZxlicYBEMLK=s96-c\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLsIvppx-YXQ--3d0zDXkI7iN7hDZr5MuE3Nky8RZxlicYBEMLK=s96-c\",\"caption\":\"Afif\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/asaputra\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Konferensi Keuangan Islam Menyoroti Pentingnya Konsep Halal dan Thayyib untuk Pendapatan Ekonomi Berkelanjutan - Greenpeace Indonesia","description":"Keuangan syariah perbaikan lingkungan transisi energi greenpeace dr hayu mui islam paradigma investasi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/62233\/konferensi-keuangan-islam-menyoroti-pentingnya-konsep-halal-dan-thayyib-untuk-pendapatan-ekonomi-berkelanjutan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Konferensi Keuangan Islam Menyoroti Pentingnya Konsep Halal dan Thayyib untuk Pendapatan Ekonomi Berkelanjutan - Greenpeace Indonesia","og_description":"Keuangan syariah perbaikan lingkungan transisi energi greenpeace dr hayu mui islam paradigma investasi","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/62233\/konferensi-keuangan-islam-menyoroti-pentingnya-konsep-halal-dan-thayyib-untuk-pendapatan-ekonomi-berkelanjutan\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2025-02-13T03:04:54+00:00","article_modified_time":"2025-06-23T14:47:32+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1920,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/02\/5fce4ae2-img_8348-scaled.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Afif","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Afif","Est. reading time":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/62233\/konferensi-keuangan-islam-menyoroti-pentingnya-konsep-halal-dan-thayyib-untuk-pendapatan-ekonomi-berkelanjutan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/62233\/konferensi-keuangan-islam-menyoroti-pentingnya-konsep-halal-dan-thayyib-untuk-pendapatan-ekonomi-berkelanjutan\/"},"author":{"name":"Afif","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/3e2ebddeabf4d00a38dc3b78e763f280"},"headline":"Konferensi Keuangan Islam Menyoroti Pentingnya Konsep Halal dan Thayyib untuk Pendapatan Ekonomi Berkelanjutan","datePublished":"2025-02-13T03:04:54+00:00","dateModified":"2025-06-23T14:47:32+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/62233\/konferensi-keuangan-islam-menyoroti-pentingnya-konsep-halal-dan-thayyib-untuk-pendapatan-ekonomi-berkelanjutan\/"},"wordCount":506,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Ekonomi Hijau","EnergiTerbarukan","Ummah4Earth"],"articleSection":["Aksi","Kabar dan Cerita"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/62233\/konferensi-keuangan-islam-menyoroti-pentingnya-konsep-halal-dan-thayyib-untuk-pendapatan-ekonomi-berkelanjutan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/62233\/konferensi-keuangan-islam-menyoroti-pentingnya-konsep-halal-dan-thayyib-untuk-pendapatan-ekonomi-berkelanjutan\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/62233\/konferensi-keuangan-islam-menyoroti-pentingnya-konsep-halal-dan-thayyib-untuk-pendapatan-ekonomi-berkelanjutan\/","name":"Konferensi Keuangan Islam Menyoroti Pentingnya Konsep Halal dan Thayyib untuk Pendapatan Ekonomi Berkelanjutan - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2025-02-13T03:04:54+00:00","dateModified":"2025-06-23T14:47:32+00:00","description":"Keuangan syariah perbaikan lingkungan transisi energi greenpeace dr hayu mui islam paradigma investasi","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/62233\/konferensi-keuangan-islam-menyoroti-pentingnya-konsep-halal-dan-thayyib-untuk-pendapatan-ekonomi-berkelanjutan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/62233\/konferensi-keuangan-islam-menyoroti-pentingnya-konsep-halal-dan-thayyib-untuk-pendapatan-ekonomi-berkelanjutan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/62233\/konferensi-keuangan-islam-menyoroti-pentingnya-konsep-halal-dan-thayyib-untuk-pendapatan-ekonomi-berkelanjutan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Konferensi Keuangan Islam Menyoroti Pentingnya Konsep Halal dan Thayyib untuk Pendapatan Ekonomi Berkelanjutan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/3e2ebddeabf4d00a38dc3b78e763f280","name":"Afif","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLsIvppx-YXQ--3d0zDXkI7iN7hDZr5MuE3Nky8RZxlicYBEMLK=s96-c","contentUrl":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLsIvppx-YXQ--3d0zDXkI7iN7hDZr5MuE3Nky8RZxlicYBEMLK=s96-c","caption":"Afif"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/asaputra\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62233","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/25"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=62233"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62233\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":63232,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62233\/revisions\/63232"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/62234"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=62233"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=62233"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=62233"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=62233"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}