{"id":63696,"date":"2025-06-27T09:00:00","date_gmt":"2025-06-27T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=63696"},"modified":"2025-07-02T14:30:26","modified_gmt":"2025-07-02T07:30:26","slug":"cerita-cerita-dari-perbatasan-yang-liar-anak-muda-adat-papua-di-miwf-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/63696\/cerita-cerita-dari-perbatasan-yang-liar-anak-muda-adat-papua-di-miwf-2025\/","title":{"rendered":"Cerita-cerita dari Perbatasan yang Liar: Anak Muda Adat Papua di MIWF 2025"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Di Tanah Papua, kultur bertutur telah melekat erat dalam keseharian masyarakat. Anak-anak tumbuh dewasa ditemani cerita leluhur dan dongeng. Kelakar yang mencerminkan kritik sosial diwartakan lewat mop. Tradisi dan budaya diwariskan lewat legenda. Informasi penting disebarkan dari mulut ke mulut, rumah ke rumah, kampung ke kampung.<\/em><\/p>\n\n<p><em>Tak hanya menjadi cara bertukar pesan, cerita juga dapat menjadi alat perlawanan.<\/em><\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/a2ccfd2d-anwr1317-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-63721\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/a2ccfd2d-anwr1317-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/a2ccfd2d-anwr1317-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/a2ccfd2d-anwr1317-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/a2ccfd2d-anwr1317-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/a2ccfd2d-anwr1317-2048x1366.jpg 2048w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/a2ccfd2d-anwr1317-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Relawan Greenpeace Indonesia berfoto bersama komunitas tuli Makassar yang mengunjungi booth Greenpeace di MIWF 2025. Sebelum berfoto, komunitas ini mengikuti tur dan penjelasan tentang kampanye-kampanye Greenpeace di Papua didampingi penerjemah bahasa isyarat.<div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Muhammad Anwar\/Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p><strong>Apa yang terjadi &#8216;di perbatasan yang liar&#8217; antara ruang hidup masyarakat adat Papua dan ekspansi industri ekstraktif?<\/strong> <\/p>\n\n<p>Kolaborasi Greenpeace Indonesia dan Makassar International Writers Festival (MIWF) 2025 berupaya menelusuri jawaban atas pertanyaan itu, dengan mengamplifikasi suara anak-anak muda adat dari Tanah Papua. Melalui panggung-panggung yang tersedia, lima relawan Greenpeace, yang juga merupakan anak muda adat Papua, merebut kembali ruang-ruang bercerita untuk membagi kisah dari tanah adat masing-masing.<\/p>\n\n<p>Mereka ialah Roy Kamesrar, anak muda adat suku <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/58513\/17-tahun-menyaksikan-perjuangan-orang-knasaimos-menjaga-hutan-adat-papua\/\">Tehit-Knasaimos<\/a>; Engelbertus Werre, anak muda adat suku Malind; Maria Amote, anak muda adat suku Wambon; serta Soraya Do dan Soleman Nibra, keduanya anak muda adat suku Moi.<\/p>\n\n<p>Di Fort Rotterdam, kelimanya memantik percikan semangat solidaritas anak muda adat di Indonesia timur.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Ini Kitong Pu Town Hall!<\/em><\/strong> <\/h2>\n\n<p><em>Wahai, Nusantara<\/em><\/p>\n\n<p><em>Kau bagaikan rumah<\/em><\/p>\n\n<p><em>Melindungi dari panas nya ancaman serakah<\/em><\/p>\n\n<p><em>Tapi ibu pertiwi selalu marah<\/em><\/p>\n\n<p><em>Karena investasi yang tidak ramah<\/em><\/p>\n\n<p>Puisi Soleman menggema ke sudut-sudut Kapel Benteng Fort Rotterdam, membuka sesi diskusi <em>t<\/em><strong><em>own hall<\/em><\/strong><strong> Anak-anak Adat di Perbatasan yang Liar<\/strong>.<\/p>\n\n<p>Kegiatan <em>town hall<\/em> selama ini identik dengan perusahaan rintisan yang beroperasi di kota-kota besar. Di MIWF 2025, makna <em>town hall,<\/em> yang sangat urbanis, direbut kembali oleh anak-anak muda adat Papua. Mereka datang dengan berpakaian adat, siap membagikan cerita tentang pembangunan yang merusak, perampasan tanah adat secara paksa, dan relasi kuat masyarakat adat dengan wilayah kehidupannya yang tidak dipahami oleh masyarakat&nbsp; di luar komunitas adat.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/d735b8e2-dscf0583-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-63718\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/d735b8e2-dscf0583-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/d735b8e2-dscf0583-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/d735b8e2-dscf0583-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/d735b8e2-dscf0583-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/d735b8e2-dscf0583-2048x1366.jpg 2048w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/d735b8e2-dscf0583-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sesi nonton bareng film pendek Sebuah pesan dari Knasaimos: N\u2019omot Fsitodo Sisi Mam Mfe Tabra Ou sebelum memulai sesi diskusi di town hall Anak-anak Adat di Perbatasan yang Liar.<div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Muhammad Anwar\/Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Kerusakan alam atas nama pembangunan dan investasi gencar terjadi di Papua tanpa mempertimbangkan keberadaan masyarakat adat. Kegetiran masyarakat adat terhadap investasi yang memusnahkan ini sering diartikan sebagai penolakan mentah-mentah\u2013sebagai sebuah reaksi alergi terhadap pembangunan.<\/p>\n\n<p>Dalam kesempatan ini, Roy membantah anggapan masyarakat adat sepenuhnya memusuhi pembangunan. Ia mengakui bahwa pembangunan baik. Namun, para pengambil kebijakan perlu memahami ada kerugian besar yang harus ditanggung masyarakat adat ketika pembangunan mengabaikan relasi antara masyarakat adat dan wilayah kehidupannya.<\/p>\n\n<p>\u201cKami masyarakat adat merasa bahwa pembangunan menghancurkan kehidupan yang kami punya. Yang sebenarnya <em>torang ni<\/em> harus hidup dari hutan, <em>torang <\/em>harus hidup dari alam yang ada. Tapi <em>tong pu alam tu,<\/em> kalau orang sudah ambil, perusahaan dan investor sudah bawa<em>, tong su<\/em> tidak bisa lagi hidup dari situ,\u201d keluhnya.<\/p>\n\n<p>Keresahan yang sama juga disampaikan oleh Maria Amote. Komunitas Maria, yakni masyarakat adat Wambon, tengah menghadapi perusahaan pemegang izin hutan tanaman industri yang hendak merampas hutan adatnya melalui penggusuran paksa. <\/p>\n\n<p>Penggusuran lahan dan hutan adat dilakukan tanpa musyawarah dan izin sesuai hukum adat setempat. Masalah ini sangat mengkhawatirkan Maria. Ia percaya bahwa ketika hutan adat habis, masyarakat adat otomatis akan punah dari tempatnya lahir.<\/p>\n\n<p>Maria menutup ceritanya dengan <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/reel\/DKUE90lThaG\/?igsh=MTAzczEzMmpmZTl4cA==\">sebuah lagu<\/a>. \u201cLagu ini bercerita tentang keberadaan orang jahat yang mau merampas tanah,\u201d katanya sebelum mulai bernyanyi.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/6d0b554d-dscf0692-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-63702\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/6d0b554d-dscf0692-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/6d0b554d-dscf0692-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/6d0b554d-dscf0692-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/6d0b554d-dscf0692-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/6d0b554d-dscf0692-2048x1366.jpg 2048w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/6d0b554d-dscf0692-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Maria menunjukkan foto-foto perjuangan sukunya melawan perampasan lahan.<div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Maria Fabiola\/Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Perampasan tanah adat merupakan salah satu isu terbesar yang dihadapi oleh masyarakat adat Papua. Isu ini bukan sekadar masalah kepemilikan seperti yang mungkin dibayangkan kebanyakan orang di luar Papua. Perampasan hutan adat adalah persoalan hidup dan mati, karena hutan bagi orang Papua adalah sumber kehidupan. Bagi orang Papua, hutan dan tanah bak seorang &#8220;<em>mama<\/em>&#8220;, ibu yang memberikan kehidupan bagi setiap manusia.<\/p>\n\n<p>\u201cTanah tidak melahirkan tanah, tapi manusia akan terus melahirkan manusia baru. Artinya kalau saat ini tanah sampai habis, nanti keturunan kita mau hidup di mana?\u201d ucap Soraya Do. Matanya menatap satu per satu hadirin yang duduk di lingkaran cerita hari itu.<\/p>\n\n<p>Bagi masyarakat adat, manusia, alam, tanah, semua makhluk yang berada di atas tanah, dan para leluhur adalah satu kesatuan utuh yang tidak dapat dipisahkan. Soraya menceritakan bagaimana cara masyarakat adat menggunakan tradisi dan hukum adat untuk melindungi hutan. Melalui <em>sasi<\/em>, misalnya, ia menjelaskan prinsip timbal balik yang dipegang teguh untuk masyarakat adat untuk mengambil secukupnya dari alam dan mengembalikan apa yang bisa dikembalikan pada alam.<\/p>\n\n<p>Topilus Bastian Tebai, salah satu <em>emerging writer<\/em> MIWF 2025 yang bergabung dalam lingkaran cerita, ikut menyoroti tentang relasi masyarakat adat dan tanah adatnya. Bastian beranggapan bahwa relasi erat ini barangkali sulit diterima oleh perspektif modern, yang kerap menganggap kedekatan manusia dengan alam sebagai cerminan sesuatu yang terbelakang. Padahal, relasi ini telah membangun struktur kehidupan dan kearifan lokal yang lebih mutakhir jauh sebelum negara ini terbentuk. <\/p>\n\n<p>Perlakuan pemerintah pada orang Papua saat ini seakan-akan mengamini dugaan Bastian bahwa Papua hanya dilihat sebagai lumbung sumber daya alam semata, sementara manusia yang tinggal di sana tidak diperhitungkan. Papua hanya dianggap sebagai pulau yang bisa dikeruk tanahnya dan belantara yang boleh dibabat hutannya, sementara manusianya dibiarkan tertindas.<\/p>\n\n<p>Menanggapi berbagai persoalan yang dihadapi oleh masyarakat adat saat ini, Bastian mengutarakan sebuah pertanyaan, yang patut menjadi renungan bagi kita semua.<\/p>\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><em>Kenapa wajah pembangunan harus diwakili oleh perampasan kehidupan masyarakat adat?&nbsp;<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n\n<p><\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Mati Tertawa, Tak Gentar Bersuara<\/em><\/strong> <\/h2>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/e9c3cfbc-anwr1233-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-63715\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/e9c3cfbc-anwr1233-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/e9c3cfbc-anwr1233-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/e9c3cfbc-anwr1233-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/e9c3cfbc-anwr1233-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/e9c3cfbc-anwr1233-2048x1366.jpg 2048w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/e9c3cfbc-anwr1233-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Engel bercengkrama dengan anak-anak dari Teater Anak Ketjil yang mengikuti sesi Storytelling Merayakan Sastra Anak di Perbatasan yang Liar.<div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Muhammad Anwar\/Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Cerita tak hanya disampaikan oleh anak muda adat melalui dialog terbuka seperti <em>town hall<\/em> Anak-anak Adat di Perbatasan yang Liar. MIWF 2025 juga memberikan panggung bagi anak muda adat Papua untuk berbagi cerita melalui berbagai format, mulai dari pemutaran film hingga membaca buku cerita anak. Di hari berikutnya, Engel dan Soleman juga berkesempatan membawakan <em>mop<\/em>, cerita-cerita humor ala Papua, dalam segmen <strong>Mati Tertawa di Perbatasan yang Liar<\/strong>.<\/p>\n\n<p>Jika selama ini kita lebih familiar dengan <em>stand up comedy<\/em>, <em>mop<\/em> merupakan budaya yang mendahului eksistensi <em>stand up comedy <\/em>di Indonesia. Sama seperti <em>stand up comedy<\/em>, <em>mop <\/em>adalah sebuah tutur komedi yang disampaikan dengan logat Papua dan menceritakan anekdot dari keseharian orang Papua.&nbsp;<\/p>\n\n<p>\u201cTidak ada yang tahu sebenarnya <em>mop<\/em> ini awalnya dari mana,\u201d tutur Rossy You, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia. \u201cSebagian masyarakat Papua meyakini kalau <em>mop<\/em> ini dibawa oleh orang Belanda. Kata <em>mop<\/em> sendiri sih, katanya, diambil dari April Mop.\u201d<\/p>\n\n<p>Cerita-cerita yang disampaikan dalam <em>mop <\/em>tidak hanya bermuatan komedi, tetapi juga seringkali berisi kritik ataupun satir tentang berbagai masalah sosial yang dihadapi orang Papua. <em>Mop<\/em> bisa dibawakan di mana saja, mulai dari warung kopi sampai acara-acara formal. <\/p>\n\n<p>Di panggung MIWF 2025, tak hanya anak muda adat Papua saja yang merayakan <em>mop<\/em>, berbagai kalangan dengan latar belakang beragam juga akhirnya ikut mengenal budaya humor ala Papua ini.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/d8cf78c4-dscf1753-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-63720\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/d8cf78c4-dscf1753-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/d8cf78c4-dscf1753-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/d8cf78c4-dscf1753-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/d8cf78c4-dscf1753-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/d8cf78c4-dscf1753-2048x1366.jpg 2048w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/d8cf78c4-dscf1753-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Audiens dari berbagai latar belakang tak kuasa menahan tawa kala mendengar mop yang dibawakan oleh Soleman.<div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Novia Fabiola\/Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Kemunculan <em>mop<\/em> di MIWF 2025 menjadi pintu gerbang untuk mengenal lebih banyak budaya dan cerita-cerita dari Papua. Sebuah bukti bahwa budaya Papua juga harus dijaga dan didokumentasikan agar tidak punah. Pelindungan masyarakat adat tidak hanya melindungi manusia dan alam, tetap juga meliputi pelestarian tradisi, adat, dan budaya Papua. Ini adalah momentum yang tepat untuk mengarahkan pandangan kita ke Tanah Papua agar tak lagi terjadi perampasan hak hidup dan penjajahan di tanah air kita sendiri.<\/p>\n\n<p>\u201cBarangkali jika kita tidak ingin melakukan penjajahan yang sama, kita harus belajar mendengar. Jika kita tidak paham apa yang terjadi, maka yang kita lakukan pertama kali adalah bertanya. Apa yang kita temukan itu bisa kita tuangkan dalam bentuk solidaritas,\u201d tandas Sekar Banjaran Aji, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, dalam Diskusi <em>All Eyes on Papua<\/em> yang berlangsung di pengujung hari ke-3 MIWF 2025.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/381e315d-dscf2151-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-63719\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/381e315d-dscf2151-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/381e315d-dscf2151-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/381e315d-dscf2151-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/381e315d-dscf2151-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/381e315d-dscf2151-2048x1366.jpg 2048w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/381e315d-dscf2151-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Pengunjung MIWF 2025 memadati sesi diskusi All Eyes on Papua.<div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Novia Fabiola\/Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sahkan RUU Masyarakat Adat<\/h2>\n\n<p>Salah satu pesan yang diusung oleh Greenpeace Indonesia dalam gelaran MIWF 2025 adalah seruan untuk mempercepat pengesahan RUU Masyarakat Adat\u2013yang sudah diusulkan sejak 2009. Namun, bahkan setelah tiga kali masuk ke program legislasi nasional (prolegnas) di tahun 2018, 2020, dan 2021, RUU Masyarakat Adat tak kunjung disahkan hingga hari ini. Keengganan pemerintah dan DPR untuk segera mengesahkan RUU Masyarakat Adat menjadi salah satu faktor yang mempertebal kerentanan masyarakat adat di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n<p>Menutup perjalanan Greenpeace Indonesia di MIWF 2025, Greenpeace Indonesia bersama dengan teman-teman Papua di Makassar dan pengunjung MIWF lainnya, mengadakan <em>long march<\/em> mengelilingi Benteng Fort Rotterdam. Dengan membawa spanduk bertuliskan <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/kampanye\/hutan\/masyarakat-adat\/\">\u201c<strong>Sahkan RUU Masyarakat Adat<\/strong>\u201d<\/a> dan \u201c<strong>Papua Bukan Tanah Kosong<\/strong>\u201d, suara anak-anak muda adat Papua menggelegar sekali lagi di Makassar untuk memperjuangkan kehidupan mereka di perbatasan yang liar.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"682\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/c9270991-anwr1665-1024x682.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-63713\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/c9270991-anwr1665-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/c9270991-anwr1665-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/c9270991-anwr1665-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/c9270991-anwr1665-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/c9270991-anwr1665-2048x1366.jpg 2048w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/c9270991-anwr1665-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Greenpeace Indonesia bersama para relawan dan pengunjung MIWF 2025 melakukan long march mengelilingi Benteng Fort Rotterdam untuk menyuarakan berbagai aspirasi tentang Tanah Papua.<div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Muhammad Anwar\/Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kolaborasi Greenpeace Indonesia dan MIWF 2025 berupaya menemukan kembali apa yang terjadi di perbatasan liar.<\/p>\n","protected":false},"author":93,"featured_media":63721,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"Greenpeace dan Anak Muda Adat Papua di MIWF 2025","p4_og_description":"Kolaborasi Greenpeace dan Makassar International Writers Festival 2025 menghadirkan suara anak-anak muda adat Papua.","p4_og_image":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/a2ccfd2d-anwr1317-scaled.jpg","p4_og_image_id":"63721","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[63,61],"tags":[19],"p4-page-type":[16],"class_list":["post-63696","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-kabar-dan-cerita","tag-hutan","p4-page-type-cerita"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cerita-cerita dari Perbatasan yang Liar: Anak Muda Adat Papua di MIWF 2025 - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kolaborasi Greenpeace dan Makassar International Writers Festival 2025 menghadirkan suara anak-anak muda adat Papua.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/63696\/cerita-cerita-dari-perbatasan-yang-liar-anak-muda-adat-papua-di-miwf-2025\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cerita-cerita dari Perbatasan yang Liar: Anak Muda Adat Papua di MIWF 2025 - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kolaborasi Greenpeace dan Makassar International Writers Festival 2025 menghadirkan suara anak-anak muda adat Papua.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/63696\/cerita-cerita-dari-perbatasan-yang-liar-anak-muda-adat-papua-di-miwf-2025\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-06-27T02:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-02T07:30:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/a2ccfd2d-anwr1317-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1707\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Budiarti Putri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Budiarti Putri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/63696\/cerita-cerita-dari-perbatasan-yang-liar-anak-muda-adat-papua-di-miwf-2025\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/63696\/cerita-cerita-dari-perbatasan-yang-liar-anak-muda-adat-papua-di-miwf-2025\/\"},\"author\":{\"name\":\"Budiarti Putri\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff\"},\"headline\":\"Cerita-cerita dari Perbatasan yang Liar: Anak Muda Adat Papua di MIWF 2025\",\"datePublished\":\"2025-06-27T02:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-02T07:30:26+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/63696\/cerita-cerita-dari-perbatasan-yang-liar-anak-muda-adat-papua-di-miwf-2025\/\"},\"wordCount\":1430,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Hutan\"],\"articleSection\":[\"Artikel\",\"Kabar dan Cerita\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/63696\/cerita-cerita-dari-perbatasan-yang-liar-anak-muda-adat-papua-di-miwf-2025\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/63696\/cerita-cerita-dari-perbatasan-yang-liar-anak-muda-adat-papua-di-miwf-2025\/\",\"url\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/63696\/cerita-cerita-dari-perbatasan-yang-liar-anak-muda-adat-papua-di-miwf-2025\/\",\"name\":\"Cerita-cerita dari Perbatasan yang Liar: Anak Muda Adat Papua di MIWF 2025 - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-06-27T02:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-02T07:30:26+00:00\",\"description\":\"Kolaborasi Greenpeace dan Makassar International Writers Festival 2025 menghadirkan suara anak-anak muda adat Papua.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/63696\/cerita-cerita-dari-perbatasan-yang-liar-anak-muda-adat-papua-di-miwf-2025\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/63696\/cerita-cerita-dari-perbatasan-yang-liar-anak-muda-adat-papua-di-miwf-2025\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/63696\/cerita-cerita-dari-perbatasan-yang-liar-anak-muda-adat-papua-di-miwf-2025\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cerita-cerita dari Perbatasan yang Liar: Anak Muda Adat Papua di MIWF 2025\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff\",\"name\":\"Budiarti Putri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLopB-Gr_k9SCNin05wv54eBSLhlzm1S71rF3I2remJgRXS7EhD=s96-c\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLopB-Gr_k9SCNin05wv54eBSLhlzm1S71rF3I2remJgRXS7EhD=s96-c\",\"caption\":\"Budiarti Putri\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/budiarti-putri\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cerita-cerita dari Perbatasan yang Liar: Anak Muda Adat Papua di MIWF 2025 - Greenpeace Indonesia","description":"Kolaborasi Greenpeace dan Makassar International Writers Festival 2025 menghadirkan suara anak-anak muda adat Papua.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/63696\/cerita-cerita-dari-perbatasan-yang-liar-anak-muda-adat-papua-di-miwf-2025\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cerita-cerita dari Perbatasan yang Liar: Anak Muda Adat Papua di MIWF 2025 - Greenpeace Indonesia","og_description":"Kolaborasi Greenpeace dan Makassar International Writers Festival 2025 menghadirkan suara anak-anak muda adat Papua.","og_url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/63696\/cerita-cerita-dari-perbatasan-yang-liar-anak-muda-adat-papua-di-miwf-2025\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2025-06-27T02:00:00+00:00","article_modified_time":"2025-07-02T07:30:26+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1707,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/06\/a2ccfd2d-anwr1317-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Budiarti Putri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Budiarti Putri","Est. reading time":"10 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/63696\/cerita-cerita-dari-perbatasan-yang-liar-anak-muda-adat-papua-di-miwf-2025\/#article","isPartOf":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/63696\/cerita-cerita-dari-perbatasan-yang-liar-anak-muda-adat-papua-di-miwf-2025\/"},"author":{"name":"Budiarti Putri","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff"},"headline":"Cerita-cerita dari Perbatasan yang Liar: Anak Muda Adat Papua di MIWF 2025","datePublished":"2025-06-27T02:00:00+00:00","dateModified":"2025-07-02T07:30:26+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/63696\/cerita-cerita-dari-perbatasan-yang-liar-anak-muda-adat-papua-di-miwf-2025\/"},"wordCount":1430,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Hutan"],"articleSection":["Artikel","Kabar dan Cerita"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/63696\/cerita-cerita-dari-perbatasan-yang-liar-anak-muda-adat-papua-di-miwf-2025\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/63696\/cerita-cerita-dari-perbatasan-yang-liar-anak-muda-adat-papua-di-miwf-2025\/","url":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/63696\/cerita-cerita-dari-perbatasan-yang-liar-anak-muda-adat-papua-di-miwf-2025\/","name":"Cerita-cerita dari Perbatasan yang Liar: Anak Muda Adat Papua di MIWF 2025 - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2025-06-27T02:00:00+00:00","dateModified":"2025-07-02T07:30:26+00:00","description":"Kolaborasi Greenpeace dan Makassar International Writers Festival 2025 menghadirkan suara anak-anak muda adat Papua.","breadcrumb":{"@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/63696\/cerita-cerita-dari-perbatasan-yang-liar-anak-muda-adat-papua-di-miwf-2025\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/63696\/cerita-cerita-dari-perbatasan-yang-liar-anak-muda-adat-papua-di-miwf-2025\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/63696\/cerita-cerita-dari-perbatasan-yang-liar-anak-muda-adat-papua-di-miwf-2025\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cerita-cerita dari Perbatasan yang Liar: Anak Muda Adat Papua di MIWF 2025"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff","name":"Budiarti Putri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLopB-Gr_k9SCNin05wv54eBSLhlzm1S71rF3I2remJgRXS7EhD=s96-c","contentUrl":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLopB-Gr_k9SCNin05wv54eBSLhlzm1S71rF3I2remJgRXS7EhD=s96-c","caption":"Budiarti Putri"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/budiarti-putri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63696","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/93"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=63696"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63696\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":63738,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63696\/revisions\/63738"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/63721"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=63696"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=63696"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=63696"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=63696"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}