{"id":64750,"date":"2025-07-30T19:09:05","date_gmt":"2025-07-30T12:09:05","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=64750"},"modified":"2025-07-30T19:09:32","modified_gmt":"2025-07-30T12:09:32","slug":"sepatu-bot-solidaritas-dukungan-untuk-nelayan-migran-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/64750\/sepatu-bot-solidaritas-dukungan-untuk-nelayan-migran-indonesia\/","title":{"rendered":"Sepatu Bot Solidaritas: Dukungan untuk Nelayan Migran Indonesia"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Kerap kita mendapat saran untuk \u201ccoba lihat dunia dari sepatunya\u201d saat kita berusaha bersimpati atas suatu peristiwa yang dialami oleh seseorang. Kali ini, saya ingin mengajak Anda untuk melihat dunia dari SEPATU BOT seorang nelayan migran Indonesia. Punya cerita apa dia?\u00a0<\/em><\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/07\/7273dadb-gp0su4ed0.jpg\" title=\"Photo Op &quot;Boots to Boost Justice&quot; in Jakarta. \u00a9 Jurnasyanto Sukarno \/ Greenpeace\" alt=\"\" class=\"wp-image-64751\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/07\/7273dadb-gp0su4ed0.jpg 1200w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/07\/7273dadb-gp0su4ed0-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/07\/7273dadb-gp0su4ed0-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/07\/7273dadb-gp0su4ed0-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/07\/7273dadb-gp0su4ed0-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Greenpeace Indonesia holds a photo-op \u201cBoots to boost justice\u201d using fishers&#8217; boots in Muara Baru fishery port, North Jakarta. \u00a9 Jurnasyanto Sukarno \/ Greenpeace<\/figcaption><\/figure>\n\n<p>\u201cSatu waktu, tali yang menahan alat timbang putus dan menjatuhkan muatan ikan ke arah saya, melukai kaki saya dari paha hingga betis. Saya diperintahkan untuk terus bekerja. Saya pikir ada air yang mengisi <strong>sepatu bot<\/strong> saya, tetapi saya menyadari itu adalah darah saya sendiri. Saya bisa melihat tulang di kaki saya. Saya harus membersihkan dan membalut kaki saya sendiri, tanpa peralatan medis steril, dan saya terus berdarah selama dua minggu. Rasanya masih sakit dan mungkin akan terus terasa sakit,&#8221; kata Akhmad.<\/p>\n\n<p>Di kapal penangkap ikan, sepatu bot karet yang sesuai sangat penting untuk keselamatan nelayan di laut saat mereka menangkap ikan untuk industri makanan laut global yang bernilai $350 miliar. Namun, ini bukan tentang sepatu bot\u2014ini tentang apa yang terwakili melalui sepatu bot tersebut.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"736\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/07\/4892997d-gp0su4giv-1024x736.jpg\" title=\"Photo Op &quot;Boots to Boost Justice&quot; in Washington DC. \u00a9 Tim Aubry \/ Greenpeace\" alt=\"Photo Op &quot;Boots to Boost Justice&quot; in Washington DC. \u00a9 Tim Aubry \/ Greenpeace\" class=\"wp-image-64752\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/07\/4892997d-gp0su4giv-1024x736.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/07\/4892997d-gp0su4giv-300x216.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/07\/4892997d-gp0su4giv-768x552.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/07\/4892997d-gp0su4giv-473x340.jpg 473w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/07\/4892997d-gp0su4giv.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">\u201cBoots to Boost Justice\u201d photo-op in front of a courthouse in the US in February 2025. Four Indonesian migrant fishers filed a lawsuit against US company Bumble Bee Foods under Trafficking Victims Protection Reauthorization Act (TVPRA) in early March 2025.<br><div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Tim Aubry \/ Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Menurut dugaan Akhmad dalam gugatan hukumnya, ia mengenakan sepatu bot saat terjadi kecelakaan kerja yang menurutnya masih ia derita hingga saat ini. Berikut beberapa poin penting dari tuduhan Akhmad berdasarkan <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/62373\/nelayan-migran-indonesia-gugat-raksasa-seafood-as-atas-dugaan-kerja-paksa\/\">gugatan<\/a> yang ia dan tiga nelayan migran Indonesia lainnya ajukan di pengadilan AS pada Maret 2025:<\/p>\n\n<p><em>\u201cSetibanya di kapal, Akhmad bekerja 18 jam sehari, 7 hari seminggu. Sebulan sekali, para awak kapal memiliki &#8220;hari istirahat&#8221;. Pada hari itu, mereka hanya bekerja 10 atau 12 jam. Selama hari istirahat, para awak kapal memperbaiki kail, membersihkan lemari pendingin, dan melakukan perawatan lainnya. Selama berada di kapal, Akhmad hanya libur saat Tahun Baru.\u201d (<\/em><a href=\"https:\/\/www.cohenmilstein.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/FILED-Complaint_Bumble-Bee_3-12-2025.pdf\"><em>Gugatan<\/em><\/a><em>, \u211999)<\/em><\/p>\n\n<p><em>\u201cKapten dan awak kapal senior melakukan kekerasan terhadap para nelayan. Kapten memukul Akhmad dan awak kapal lainnya, termasuk dengan kail logam. Mandor memukul Akhmad dan awak kapal lainnya di bagian kepala, berhenti ketika ia mengeluarkan darah. Akhmad terlalu sering dipukul hingga tak terhitung jumlahnya.\u201d (<\/em><a href=\"https:\/\/www.cohenmilstein.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/FILED-Complaint_Bumble-Bee_3-12-2025.pdf\"><em>Gugatan<\/em><\/a><em>, \u2119100)<\/em><\/p>\n\n<p><em>\u201cAkhmad takut pergi karena ia tahu bahwa berhenti bekerja akan membahayakan keluarganya. Meskipun demikian, akhirnya, ia dan seorang nelayan lainnya meminta kapten untuk dipulangkan. Kapten menanggapi dengan ancaman, \u2018Kalau kamu mau pulang, kamu bisa berenang di laut.\u2019\u201d (<\/em><a href=\"https:\/\/www.cohenmilstein.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/FILED-Complaint_Bumble-Bee_3-12-2025.pdf\"><em>Gugatan<\/em><\/a><em>, \u2119105)<\/em><\/p>\n\n<p><em>\u201cAkhirnya, Akhmad berhasil memberi kabar kepada istrinya, yang kemudian menghubungi<\/em><\/p>\n\n<p><em>Serikat Buruh Migran Indonesia, SBMI. Ketika kapal akhirnya berlabuh di Fiji pada Maret 2023, SBMI bekerja sama dengan IOM dan kepolisian setempat untuk membebaskan Akhmad, serta rekan-rekan nelayannya.\u201d (<\/em><a href=\"https:\/\/www.cohenmilstein.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/FILED-Complaint_Bumble-Bee_3-12-2025.pdf\"><em>Gugatan<\/em><\/a><em>, \u2119106)<\/em><\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/07\/eb785c38-gp0su4q6b.jpg\" title=\"&quot;Boots to Boost Justice&quot; Fishers Movement in Taiwan. \u00a9 Greenpeace \/ Yves Chiu\" alt=\"\" class=\"wp-image-64753\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/07\/eb785c38-gp0su4q6b.jpg 1200w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/07\/eb785c38-gp0su4q6b-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/07\/eb785c38-gp0su4q6b-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/07\/eb785c38-gp0su4q6b-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/07\/eb785c38-gp0su4q6b-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Greenpeace East Asia Taipei office holds \u201cBoots to Boost Justice\u201d photo op at Donggang and Qianzhen fishing ports in southern Taiwan. This action is in solidarity with a group of Indonesian fishers who recently filed a lawsuit in the U.S. under the TVPRA. \u00a9 Greenpeace \/ Yves Chiu<\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Akhmad dan penggugat lainnya kini telah memulai perjalanan untuk memperjuangkan keadilan.<\/p>\n\n<p>Gugatan tersebut, yang didasarkan pada Undang-Undang Perlindungan Korban Perdagangan Manusia (<em>Trafficking Victims Protection Reauthorization Act<\/em> atau TVPRA), mengungkap sistem yang rusak di balik industri perikanan bernilai miliaran dolar di mana ribuan nelayan seperti Akhmad terjebak dan terisolasi. Gugatan tersebut menuduh bahwa Bumble Bee, perusahaan tuna kaleng asal AS, mengetahui atau seharusnya mengetahui eksploitasi yang mereka alami di atas kapal, namun secara sadar mendapatkan keuntungan dari aktivitas tersebut.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/07\/86190024-gp0su4ebp.jpg\" title=\"Photo Op &quot;Boots to Boost Justice&quot; in Jakarta. \u00a9 Jurnasyanto Sukarno \/ Greenpeace\" alt=\"Photo Op &quot;Boots to Boost Justice&quot; in Jakarta. \u00a9 Jurnasyanto Sukarno \/ Greenpeace\" class=\"wp-image-64754\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/07\/86190024-gp0su4ebp.jpg 1200w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/07\/86190024-gp0su4ebp-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/07\/86190024-gp0su4ebp-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/07\/86190024-gp0su4ebp-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/07\/86190024-gp0su4ebp-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Greenpeace Indonesia holds a photo-op \u201cBoots to boost justice\u201d using fishers&#8217; boots in Muara Baru fishery port, North Jakarta.<div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Jurnasyanto Sukarno \/ Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Sepatu bot untuk keadilan dan solidaritas<\/strong><\/h2>\n\n<p>Kondisi yang dituduhkan Akhmad bukanlah hal yang unik. Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) pada tahun 2021 mengidentifikasi setidaknya 128.000 orang dalam situasi kerja paksa di laut lepas. Terinspirasi oleh ratusan kisah nelayan tentang pengalaman mereka, aktivis Greenpeace di Indonesia, Taiwan, dan AS mencetak beberapa kisah ini pada plakat dan menempelkannya di depan sepatu bot karet.<\/p>\n\n<p>&#8220;Dua tahun kerja. Tak dibayar.&#8221;<\/p>\n\n<p>&#8220;Saya di laut saat anak saya lahir.&#8221;<\/p>\n\n<p>&#8220;Dipaksa tetap bekerja meski cedera.&#8221;<\/p>\n\n<p>Dan sepatu bot menjadi saksi. Saksi atas bukan hanya eksploitasi yang terjadi di laut, tetapi juga ketangguhan para nelayan Indonesia yang mencari keadilan hingga ke negeri Paman Sam.<\/p>\n\n<p>Foto-foto dalam blog ini merupakan rangkaian foto dalam kampanye &#8220;Sepatu Bot untuk Keadilan&#8221; tim Beyond Seafood Greenpeace, yang diharapkan dapat menginspirasi semakin banyak orang untuk bersolidaritas dengan para nelayan migran di mana pun.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"634\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/07\/24d668fb-gp0su4gjt-1024x634.jpg\" title=\"Photo Op &quot;Boots to Boost Justice&quot; in Washington DC. \u00a9 Tim Aubry \/ Greenpeace\" alt=\"Photo Op &quot;Boots to Boost Justice&quot; in Washington DC. \u00a9 Tim Aubry \/ Greenpeace\" class=\"wp-image-64755\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/07\/24d668fb-gp0su4gjt-1024x634.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/07\/24d668fb-gp0su4gjt-300x186.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/07\/24d668fb-gp0su4gjt-768x476.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/07\/24d668fb-gp0su4gjt-510x316.jpg 510w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/07\/24d668fb-gp0su4gjt.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">\u201cBoots to Boost Justice\u201d photo-op at a fish market in the US. The US is the world\u2019s largest seafood importer by value in 2023. <div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Tim Aubry \/ Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Pemerintah AS, Indonesia, dan Taiwan, serta perusahaan perikanan dan <em>seafood<\/em> mewakili mata <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/southeastasia\/publication\/66724\/netting-profits-risking-lives-the-unresolved-human-and-environmental-exploitation-at-sea\/\">rantai penting<\/a> dalam rantai pasok makanan laut global. Indonesia adalah rumah bagi ribuan nelayan migran yang bekerja di kapal penangkap ikan industri dan Taiwan memiliki armada kapal penangkap ikan industri terbanyak kedua di dunia. Ada pun, AS adalah importir makanan laut terbesar di dunia.<\/p>\n\n<p>Sementara para nelayan penggugat masih memperjuangkan keadilan di pengadilan, sekaranglah saatnya untuk bertindak. Perusahaan tidak perlu menunggu hukum. Ada banyak hal yang dapat mereka lakukan sekarang untuk membantu melindungi laut dan melindungi pekerja dalam rantai pasok mereka.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/07\/a1d69069-gp0su4q67.jpg\" title=\"&quot;Boots to Boost Justice&quot; Fishers Movement in Taiwan. \u00a9 Greenpeace \/ Yves Chiu\" alt=\"\" class=\"wp-image-64756\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/07\/a1d69069-gp0su4q67.jpg 1200w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/07\/a1d69069-gp0su4q67-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/07\/a1d69069-gp0su4q67-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/07\/a1d69069-gp0su4q67-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/07\/a1d69069-gp0su4q67-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">\u201cBoots to Boost Justice\u201d photo-ops at a fishing port in Taiwan. \u00a9 Greenpeace \/ Yves Chiu<\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Para aktor utama di seluruh rantai pasok dalam industri bernilai miliaran dolar ini dapat turut memutar balik keadaan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dan adil bagi para nelayan.<\/p>\n\n<p>Mereka dapat melakukannya dengan berupaya mengakhiri isolasi di laut dengan mewajibkan penyediaan <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/61892\/mengapa-wi-fi-di-kapal-penangkap-ikan-jarak-jauh-penting\/\">Wi-Fi<\/a> gratis, mudah diakses, dan aman di semua kapal sumber ikan mereka; memastikan bahwa para nelayan berada di laut maksimal 3 bulan di antara kunjungan pelabuhan; dan memastikan adanya cakupan pengamat 100% (manusia atau elektronik) di semua kapal sumber ikan.<\/p>\n\n<p>Dukung para nelayan migran dan tandatangani <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/international\/act\/support-migrant-fishers\/\">petisi<\/a> hari ini.<\/p>\n\n<p><em>Vela Andapita dan Elizabeth Monaghan adalah tim global komunikasi dan keterlibatan untuk kampanye Beyond Seafood di Greenpeace Asia Tenggara.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kerap kita mendapat saran untuk \u201ccoba lihat dunia dari sepatunya\u201d saat kita berusaha bersimpati atas suatu peristiwa yang dialami oleh seseorang. Kali ini, saya ingin mengajak Anda untuk melihat dunia&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":105,"featured_media":64751,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"Oceans Are Life","p4_local_project":"","p4_basket_name":"Oceans","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[63,53,1],"tags":[20],"p4-page-type":[16],"class_list":["post-64750","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-laut","category-uncategorized","tag-laut","p4-page-type-cerita"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sepatu Bot Solidaritas: Dukungan untuk Nelayan Migran Indonesia - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/64750\/sepatu-bot-solidaritas-dukungan-untuk-nelayan-migran-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sepatu Bot Solidaritas: Dukungan untuk Nelayan Migran Indonesia - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kerap kita mendapat saran untuk \u201ccoba lihat dunia dari sepatunya\u201d saat kita berusaha bersimpati atas suatu peristiwa yang dialami oleh seseorang. Kali ini, saya ingin mengajak Anda untuk melihat dunia&hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/64750\/sepatu-bot-solidaritas-dukungan-untuk-nelayan-migran-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-30T12:09:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-30T12:09:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/07\/7273dadb-gp0su4ed0.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Vela\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Vela\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/64750\/sepatu-bot-solidaritas-dukungan-untuk-nelayan-migran-indonesia\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/64750\/sepatu-bot-solidaritas-dukungan-untuk-nelayan-migran-indonesia\/\"},\"author\":{\"name\":\"Vela\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/cfbca9e8ecdb40b3e82e7309961ec5c8\"},\"headline\":\"Sepatu Bot Solidaritas: Dukungan untuk Nelayan Migran Indonesia\",\"datePublished\":\"2025-07-30T12:09:05+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-30T12:09:32+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/64750\/sepatu-bot-solidaritas-dukungan-untuk-nelayan-migran-indonesia\/\"},\"wordCount\":968,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Laut\"],\"articleSection\":[\"Artikel\",\"Laut\",\"Uncategorized\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/64750\/sepatu-bot-solidaritas-dukungan-untuk-nelayan-migran-indonesia\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/64750\/sepatu-bot-solidaritas-dukungan-untuk-nelayan-migran-indonesia\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/64750\/sepatu-bot-solidaritas-dukungan-untuk-nelayan-migran-indonesia\/\",\"name\":\"Sepatu Bot Solidaritas: Dukungan untuk Nelayan Migran Indonesia - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-07-30T12:09:05+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-30T12:09:32+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/64750\/sepatu-bot-solidaritas-dukungan-untuk-nelayan-migran-indonesia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/64750\/sepatu-bot-solidaritas-dukungan-untuk-nelayan-migran-indonesia\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/64750\/sepatu-bot-solidaritas-dukungan-untuk-nelayan-migran-indonesia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sepatu Bot Solidaritas: Dukungan untuk Nelayan Migran Indonesia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/cfbca9e8ecdb40b3e82e7309961ec5c8\",\"name\":\"Vela\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocKQeL9lL6AvBtDik9SwXI63cD3MSz94D2xrgcm4pbAiOua5bcFI=s96-c\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocKQeL9lL6AvBtDik9SwXI63cD3MSz94D2xrgcm4pbAiOua5bcFI=s96-c\",\"caption\":\"Vela\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/vandapit\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sepatu Bot Solidaritas: Dukungan untuk Nelayan Migran Indonesia - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/64750\/sepatu-bot-solidaritas-dukungan-untuk-nelayan-migran-indonesia\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Sepatu Bot Solidaritas: Dukungan untuk Nelayan Migran Indonesia - Greenpeace Indonesia","og_description":"Kerap kita mendapat saran untuk \u201ccoba lihat dunia dari sepatunya\u201d saat kita berusaha bersimpati atas suatu peristiwa yang dialami oleh seseorang. Kali ini, saya ingin mengajak Anda untuk melihat dunia&hellip;","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/64750\/sepatu-bot-solidaritas-dukungan-untuk-nelayan-migran-indonesia\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2025-07-30T12:09:05+00:00","article_modified_time":"2025-07-30T12:09:32+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":800,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/07\/7273dadb-gp0su4ed0.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Vela","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Vela","Est. reading time":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/64750\/sepatu-bot-solidaritas-dukungan-untuk-nelayan-migran-indonesia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/64750\/sepatu-bot-solidaritas-dukungan-untuk-nelayan-migran-indonesia\/"},"author":{"name":"Vela","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/cfbca9e8ecdb40b3e82e7309961ec5c8"},"headline":"Sepatu Bot Solidaritas: Dukungan untuk Nelayan Migran Indonesia","datePublished":"2025-07-30T12:09:05+00:00","dateModified":"2025-07-30T12:09:32+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/64750\/sepatu-bot-solidaritas-dukungan-untuk-nelayan-migran-indonesia\/"},"wordCount":968,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Laut"],"articleSection":["Artikel","Laut","Uncategorized"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/64750\/sepatu-bot-solidaritas-dukungan-untuk-nelayan-migran-indonesia\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/64750\/sepatu-bot-solidaritas-dukungan-untuk-nelayan-migran-indonesia\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/64750\/sepatu-bot-solidaritas-dukungan-untuk-nelayan-migran-indonesia\/","name":"Sepatu Bot Solidaritas: Dukungan untuk Nelayan Migran Indonesia - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2025-07-30T12:09:05+00:00","dateModified":"2025-07-30T12:09:32+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/64750\/sepatu-bot-solidaritas-dukungan-untuk-nelayan-migran-indonesia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/64750\/sepatu-bot-solidaritas-dukungan-untuk-nelayan-migran-indonesia\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/64750\/sepatu-bot-solidaritas-dukungan-untuk-nelayan-migran-indonesia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sepatu Bot Solidaritas: Dukungan untuk Nelayan Migran Indonesia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/cfbca9e8ecdb40b3e82e7309961ec5c8","name":"Vela","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocKQeL9lL6AvBtDik9SwXI63cD3MSz94D2xrgcm4pbAiOua5bcFI=s96-c","contentUrl":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocKQeL9lL6AvBtDik9SwXI63cD3MSz94D2xrgcm4pbAiOua5bcFI=s96-c","caption":"Vela"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/vandapit\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64750","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/105"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=64750"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64750\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":64757,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64750\/revisions\/64757"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/64751"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=64750"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=64750"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=64750"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=64750"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}