{"id":64871,"date":"2025-08-01T17:32:18","date_gmt":"2025-08-01T10:32:18","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=64871"},"modified":"2025-08-01T17:32:24","modified_gmt":"2025-08-01T10:32:24","slug":"deklarasi-sorong-masyarakat-di-7-wilayah-adat-papua-kompak-desak-pengesahan-ruu-masyarakat-adat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/64871\/deklarasi-sorong-masyarakat-di-7-wilayah-adat-papua-kompak-desak-pengesahan-ruu-masyarakat-adat\/","title":{"rendered":"Deklarasi Sorong: Masyarakat di 7 Wilayah Adat Papua Kompak Desak Pengesahan RUU Masyarakat Adat"},"content":{"rendered":"\n<p><strong><em>Siaran Pers Koalisi Kawal RUU Masyarakat Adat Region Papua<\/em><\/strong><\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/08\/6d80702b-gp0su6crj.jpg\" title=\"Public Consultation on Papua Indigenous Law Draft in Sorong. \u00a9 Aldo Rio \/ Greenpeace\" alt=\"Public Consultation on Papua Indigenous Law Draft in Sorong. \u00a9 Aldo Rio \/ Greenpeace\" class=\"wp-image-64872\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/08\/6d80702b-gp0su6crj.jpg 1200w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/08\/6d80702b-gp0su6crj-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/08\/6d80702b-gp0su6crj-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/08\/6d80702b-gp0su6crj-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/08\/6d80702b-gp0su6crj-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Public Consultation on the Draft Indigenous Peoples Law for the Papua Region\nSorong, Southwest Papua, Indonesia<\/figcaption><figcaption><div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Aldo Rio \/ Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p><strong>Sorong, 31 Juli 2025. <\/strong>Desakan untuk mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat kembali bergaung. Kali ini dari Kota Sorong, Papua Barat Daya. Koalisi Kawal RUU Masyarakat Adat Region Papua menyelenggarakan konsultasi publik pada tanggal 31 Juli 2025. Acara yang digelar untuk membuka ruang partisipasi publik dalam proses legislasi RUU Masyarakat Adat ini melahirkan Deklarasi 7 Wilayah Adat Tanah Papua di Sorong.<\/p>\n\n<p>Melalui deklarasi ini, masyarakat adat di 7 wilayah adat di Tanah Papua yang hadir dalam konsultasi publik ini mendeklarasikan dua poin pernyataan sikap. Pertama, bahwa mereka mendesak Badan Legislasi DPR RI untuk mengakomodasi hasil-hasil konsultasi publik RUU Masyarakat Adat Region Papua sebagaimana yang terlampir pada deklarasi ini. Kedua, mereka juga mendesak Presiden RI, Prabowo Subianto beserta pimpinan DPR RI untuk segera mengesahkan UU Masyarakat Adat dalam masa sidang tahun 2025.\u00a0<\/p>\n\n<p>\u201cBerbagai peraturan yang ada selalu dibenturkan mengenai keberadaan masyarakat adat dan ruang hidupnya. RUU MA diharapkan bisa menganulir kompleksitas pengkauan masyarakat adat yang selama ini menemui banyak hambatan,\u201d kata Erasmus Cahyadi, Sekretaris Jendral AMAN.<\/p>\n\n<p>Hampir dua dekade sejak pertama kali diusulkan tahun 2009, RUU Masyarakat Adat masih belum juga disahkan. Sepanjang itu pula, masyarakat adat tak kunjung mendapatkan pelindungan hukum. Padahal, RUU Masyarakat Adat sudah tiga kali masuk ke dalam daftar program legislasi nasional (prolegnas) pada 2014, 2024, dan 2025.&nbsp;<\/p>\n\n<p>Menurut Frida Klassin, perwakilan komunitas masyarakat adat, keterlibatan masyarakat adat dalam perancangan RUU Masyarakat Adat sangat krusial, karena regulasi ini akan sangat berpengaruh pada ruang hidup masyarakat adat yang makin tergerus habis. \u201cApa jadinya masyarakat adat kalau tidak ada RUU Masyarakat Adat? Khususnya di Papua, bahasa, marga, dusun, kampung, laut, hingga hutan, itu melekat dengan masyarakat adat. Saya mencatat setiap aspirasi kami yang hidup, kami yang tinggal, kami yang punya. Tanah Papua bukan tanah kosong. Tanah Papua adalah tanah marga,\u201d tegas Frida.\u00a0<\/p>\n\n<p>Mengundang pemerintah daerah setempat, akademisi, serta komunitas masyarakat adat di Tanah Papua, konsultasi ini dirancang untuk mewadahi aspirasi dari berbagai sektor. Greenpeace Indonesia ikut mengawal proses konsultasi publik ini sebagai fasilitator.<\/p>\n\n<p>\u201cSecara khusus, Papua merupakan wilayah dengan keragaman masyarakat adat yang sangat tinggi dan struktur sosial-budaya yang khas. Di tengah ancaman ekspansi industri ekstraktif, pembangunan infrastruktur, dan perubahan tata ruang, kebutuhan akan pelindungan hukum bagi masyarakat adat Papua menjadi sangat mendesak. RUU Masyarakat Adat harus mampu mengakomodasi hak kolektif masyarakat adat Papua dalam kerangka otonomi khusus, pluralisme hukum, serta pengakuan terhadap sistem nilai lokal yang hidup dan dinamis,\u201d ujar Rossy You, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia.<\/p>\n\n<p>Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, menyampaikan bahwa RUU Masyarakat Adat bukan sekadar produk hukum formal, tetapi adalah sarana transformasi keadilan sosial, keadilan ekologis, dan penguatan identitas bangsa. \u201cNegara harus menjamin bahwa masyarakat adat mendapatkan pelindungan atas tanah dan wilayahnya, atas budayanya, dan atas sistem nilai yang mereka junjung tinggi. Saya mengajak semua pihak untuk menjadikan proses ini sebagai bagian dari gerakan bersama membangun masa depan Papua dan Indonesia yang menghormati keberagaman, menjunjung tinggi keadilan, dan menjaga keberlanjutan hidup di atas tanah leluhur kita bersama,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n<p><strong>Catatan Editor:&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n<p>Foto dan video dapat diunduh di tautan berikut: <a href=\"https:\/\/media.greenpeace.org\/shoot\/27MZIFJRH8BVL\">https:\/\/media.greenpeace.org\/shoot\/27MZIFJRH8BVL<\/a>&nbsp;<\/p>\n\n<p><strong>Kontak Media:<\/strong><\/p>\n\n<p>Fransiska Rosari C. You, Greenpeace Indonesia, +62 821-9931-8986<\/p>\n\n<p>Troyanus Kalami, Koalisi Kawal RUU Masyarakat Adat Region Papua, +62 852-9997-7748<\/p>\n\n<p>Erasmus Cahyadi, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, +62 81284280644<\/p>\n\n<p>Agnes Alvionita, Greenpeace Indonesia, +62 858-1028-8575<\/p>\n\n<p><strong>Koalisi Kawal RUU Masyarakat Adat Region Papua:<\/strong><\/p>\n\n<p>Greenpeace Indonesia, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Malamoi, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Sorong Raya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masyarakat di tujuh wilayah adat Papua menyerukan Deklarasi Sorong. Mendesak pengesahan RUU Masyarakat Adat. <\/p>\n","protected":false},"author":93,"featured_media":64872,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"Masyarakat di tujuh wilayah adat Papua menyerukan Deklarasi Sorong. Mendesak pengesahan RUU Masyarakat Adat. ","p4_og_image":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/08\/6d80702b-gp0su6crj.jpg","p4_og_image_id":"64872","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[51,50,62],"tags":[19],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-64871","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hutan","category-kampanye","category-siaran-pers","tag-hutan","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Deklarasi Sorong: Masyarakat di 7 Wilayah Adat Papua Kompak Desak Pengesahan RUU Masyarakat Adat - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Masyarakat di tujuh wilayah adat Papua menyerukan Deklarasi Sorong. Mendesak pengesahan RUU Masyarakat Adat.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/64871\/deklarasi-sorong-masyarakat-di-7-wilayah-adat-papua-kompak-desak-pengesahan-ruu-masyarakat-adat\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Deklarasi Sorong: Masyarakat di 7 Wilayah Adat Papua Kompak Desak Pengesahan RUU Masyarakat Adat - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Masyarakat di tujuh wilayah adat Papua menyerukan Deklarasi Sorong. Mendesak pengesahan RUU Masyarakat Adat.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/64871\/deklarasi-sorong-masyarakat-di-7-wilayah-adat-papua-kompak-desak-pengesahan-ruu-masyarakat-adat\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-01T10:32:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-01T10:32:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/08\/6d80702b-gp0su6crj.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Budiarti Putri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Budiarti Putri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/64871\/deklarasi-sorong-masyarakat-di-7-wilayah-adat-papua-kompak-desak-pengesahan-ruu-masyarakat-adat\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/64871\/deklarasi-sorong-masyarakat-di-7-wilayah-adat-papua-kompak-desak-pengesahan-ruu-masyarakat-adat\/\"},\"author\":{\"name\":\"Budiarti Putri\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff\"},\"headline\":\"Deklarasi Sorong: Masyarakat di 7 Wilayah Adat Papua Kompak Desak Pengesahan RUU Masyarakat Adat\",\"datePublished\":\"2025-08-01T10:32:18+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-01T10:32:24+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/64871\/deklarasi-sorong-masyarakat-di-7-wilayah-adat-papua-kompak-desak-pengesahan-ruu-masyarakat-adat\/\"},\"wordCount\":592,\"commentCount\":1,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Hutan\"],\"articleSection\":[\"Hutan\",\"Kampanye\",\"Siaran Pers\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/64871\/deklarasi-sorong-masyarakat-di-7-wilayah-adat-papua-kompak-desak-pengesahan-ruu-masyarakat-adat\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/64871\/deklarasi-sorong-masyarakat-di-7-wilayah-adat-papua-kompak-desak-pengesahan-ruu-masyarakat-adat\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/64871\/deklarasi-sorong-masyarakat-di-7-wilayah-adat-papua-kompak-desak-pengesahan-ruu-masyarakat-adat\/\",\"name\":\"Deklarasi Sorong: Masyarakat di 7 Wilayah Adat Papua Kompak Desak Pengesahan RUU Masyarakat Adat - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-08-01T10:32:18+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-01T10:32:24+00:00\",\"description\":\"Masyarakat di tujuh wilayah adat Papua menyerukan Deklarasi Sorong. Mendesak pengesahan RUU Masyarakat Adat.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/64871\/deklarasi-sorong-masyarakat-di-7-wilayah-adat-papua-kompak-desak-pengesahan-ruu-masyarakat-adat\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/64871\/deklarasi-sorong-masyarakat-di-7-wilayah-adat-papua-kompak-desak-pengesahan-ruu-masyarakat-adat\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/64871\/deklarasi-sorong-masyarakat-di-7-wilayah-adat-papua-kompak-desak-pengesahan-ruu-masyarakat-adat\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Deklarasi Sorong: Masyarakat di 7 Wilayah Adat Papua Kompak Desak Pengesahan RUU Masyarakat Adat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff\",\"name\":\"Budiarti Putri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLopB-Gr_k9SCNin05wv54eBSLhlzm1S71rF3I2remJgRXS7EhD=s96-c\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLopB-Gr_k9SCNin05wv54eBSLhlzm1S71rF3I2remJgRXS7EhD=s96-c\",\"caption\":\"Budiarti Putri\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/budiarti-putri\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Deklarasi Sorong: Masyarakat di 7 Wilayah Adat Papua Kompak Desak Pengesahan RUU Masyarakat Adat - Greenpeace Indonesia","description":"Masyarakat di tujuh wilayah adat Papua menyerukan Deklarasi Sorong. Mendesak pengesahan RUU Masyarakat Adat.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/64871\/deklarasi-sorong-masyarakat-di-7-wilayah-adat-papua-kompak-desak-pengesahan-ruu-masyarakat-adat\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Deklarasi Sorong: Masyarakat di 7 Wilayah Adat Papua Kompak Desak Pengesahan RUU Masyarakat Adat - Greenpeace Indonesia","og_description":"Masyarakat di tujuh wilayah adat Papua menyerukan Deklarasi Sorong. Mendesak pengesahan RUU Masyarakat Adat.","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/64871\/deklarasi-sorong-masyarakat-di-7-wilayah-adat-papua-kompak-desak-pengesahan-ruu-masyarakat-adat\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2025-08-01T10:32:18+00:00","article_modified_time":"2025-08-01T10:32:24+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":800,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/08\/6d80702b-gp0su6crj.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Budiarti Putri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Budiarti Putri","Est. reading time":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/64871\/deklarasi-sorong-masyarakat-di-7-wilayah-adat-papua-kompak-desak-pengesahan-ruu-masyarakat-adat\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/64871\/deklarasi-sorong-masyarakat-di-7-wilayah-adat-papua-kompak-desak-pengesahan-ruu-masyarakat-adat\/"},"author":{"name":"Budiarti Putri","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff"},"headline":"Deklarasi Sorong: Masyarakat di 7 Wilayah Adat Papua Kompak Desak Pengesahan RUU Masyarakat Adat","datePublished":"2025-08-01T10:32:18+00:00","dateModified":"2025-08-01T10:32:24+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/64871\/deklarasi-sorong-masyarakat-di-7-wilayah-adat-papua-kompak-desak-pengesahan-ruu-masyarakat-adat\/"},"wordCount":592,"commentCount":1,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Hutan"],"articleSection":["Hutan","Kampanye","Siaran Pers"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/64871\/deklarasi-sorong-masyarakat-di-7-wilayah-adat-papua-kompak-desak-pengesahan-ruu-masyarakat-adat\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/64871\/deklarasi-sorong-masyarakat-di-7-wilayah-adat-papua-kompak-desak-pengesahan-ruu-masyarakat-adat\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/64871\/deklarasi-sorong-masyarakat-di-7-wilayah-adat-papua-kompak-desak-pengesahan-ruu-masyarakat-adat\/","name":"Deklarasi Sorong: Masyarakat di 7 Wilayah Adat Papua Kompak Desak Pengesahan RUU Masyarakat Adat - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2025-08-01T10:32:18+00:00","dateModified":"2025-08-01T10:32:24+00:00","description":"Masyarakat di tujuh wilayah adat Papua menyerukan Deklarasi Sorong. Mendesak pengesahan RUU Masyarakat Adat.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/64871\/deklarasi-sorong-masyarakat-di-7-wilayah-adat-papua-kompak-desak-pengesahan-ruu-masyarakat-adat\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/64871\/deklarasi-sorong-masyarakat-di-7-wilayah-adat-papua-kompak-desak-pengesahan-ruu-masyarakat-adat\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/64871\/deklarasi-sorong-masyarakat-di-7-wilayah-adat-papua-kompak-desak-pengesahan-ruu-masyarakat-adat\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Deklarasi Sorong: Masyarakat di 7 Wilayah Adat Papua Kompak Desak Pengesahan RUU Masyarakat Adat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff","name":"Budiarti Putri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLopB-Gr_k9SCNin05wv54eBSLhlzm1S71rF3I2remJgRXS7EhD=s96-c","contentUrl":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLopB-Gr_k9SCNin05wv54eBSLhlzm1S71rF3I2remJgRXS7EhD=s96-c","caption":"Budiarti Putri"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/budiarti-putri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64871","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/93"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=64871"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64871\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":64873,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64871\/revisions\/64873"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/64872"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=64871"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=64871"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=64871"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=64871"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}