{"id":65254,"date":"2025-09-26T20:52:07","date_gmt":"2025-09-26T13:52:07","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=65254"},"modified":"2025-09-29T14:36:55","modified_gmt":"2025-09-29T07:36:55","slug":"satu-suara-pemuda-adat-untuk-para-pemimpin-dunia-jawabannya-adalah-kita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65254\/satu-suara-pemuda-adat-untuk-para-pemimpin-dunia-jawabannya-adalah-kita\/","title":{"rendered":"Satu Suara Pemuda Adat untuk Para Pemimpin Dunia: Jawabannya adalah Kita"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Sorong Selatan, 26 September 2025. <\/strong>Dua tahun berselang, Forest Defender Camp kembali berlangsung di wilayah adat Tehit-Knasaimos, Kampung Sira, Distrik Saifi, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya. Berbeda dari tahun 2023, bukan hanya Pemuda Adat dari 7 wilayah adat Papua yang menjadi peserta acara kemah kali ini. Perwakilan Masyarakat Adat dari Cekungan Kongo, Amazon dan Borneo<strong> <\/strong>juga ikut berbagi pengalaman di area kemah.&nbsp;<\/p>\n\n<p>Forest Defender Camp hadir untuk memperkuat gerakan dan mengkampanyekan hak-hak Masyarakat Adat. Di samping itu, acara kemah ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membangun solidaritas global. Desakan untuk memperjuangkan payung hukum yang mengakui hak-hak Masyarakat Adat dan akses langsung Masyarakat Adat terhadap pendanaan iklim juga terus digaungkan.<\/p>\n\n<p>Menurut Nabot Sreklefat dari Komunitas Anak Muda Adat Knasaimos, kehadiran representasi dari semua wilayah adat se-Tanah Papua dan belahan dunia lain dapat saling menginspirasi. \u201cHarapan <em>sa<\/em> dari kita <em>pu<\/em> kemah adat ini bisa ada rekomendasi yang kita bawakan secara nasional dan internasional,\u201d katanya saat membuka Forest Defender Camp 2025.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/09\/5ae45cb6-gp0su6vt9.jpg\" title=\". \u00a9 Jurnasyanto Sukarno \/ Greenpeace\" alt=\"\" class=\"wp-image-65257\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/09\/5ae45cb6-gp0su6vt9.jpg 1200w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/09\/5ae45cb6-gp0su6vt9-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/09\/5ae45cb6-gp0su6vt9-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/09\/5ae45cb6-gp0su6vt9-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/09\/5ae45cb6-gp0su6vt9-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption><div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Jurnasyanto Sukarno \/ Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/09\/2ffb02dc-gp0su6vtj.jpg\" title=\". \u00a9 Jurnasyanto Sukarno \/ Greenpeace\" alt=\"\" class=\"wp-image-65260\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/09\/2ffb02dc-gp0su6vtj.jpg 1200w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/09\/2ffb02dc-gp0su6vtj-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/09\/2ffb02dc-gp0su6vtj-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/09\/2ffb02dc-gp0su6vtj-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/09\/2ffb02dc-gp0su6vtj-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"> Para peserta membacakan deklarasi tersebut dalam acara Forest Defender Camp 2025 di Desa Sira, wilayah Knasaimos, Sorong Selatan, Papua Barat Daya. Greenpeace Indonesia menyelenggarakan Forest Defender Camp (FDC) kedua pada 23-26 September 2025 di hutan adat Sira, Suku Tehit, wilayah Knasaimos, Sorong Selatan, Papua Barat Daya. FDC ini diikuti oleh 89 peserta pemuda Adat Papua dari 7 wilayah adat di sekitar Pulau Papua dan delegasi Masyarakat Adat dari Cekungan Kongo, Amazon, dan Kalimantan. FDC ini menghasilkan Deklarasi Masyarakat Adat Global dari Cekungan Kongo, Amazon, Kalimantan, dan Papua. \u00a9 Jurnasyanto Sukarno \/ Greenpeace<\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Situasi krisis iklim dan keanekaragaman hayati yang saat ini terjadi secara bersamaan telah menjadi ancaman global bagi masa depan generasi muda. Sayangnya, suara generasi muda, terutama Pemuda Adat, masih sering diabaikan dalam pengambilan keputusan terkait masalah krisis iklim. Sebagai upaya untuk mengamplifikasi suara Pemuda Adat, Forest Defender Camp 2025 turut melaksanakan Forum Pemuda Adat Internasional, sebuah forum yang diikuti oleh perwakilan dari masing-masing wilayah adat dan para delegasi Pemuda Adat global.<\/p>\n\n<p>Menurut Nathalia Kycendekarun Apurin\u00e3, Masyarakat Adat Amazon yang berpartisipasi dalam forum ini, hutan hujan di lintang khatulistiwa dan orang-orang yang melindunginya merupakan fondasi kehidupan di Bumi yang telah menopang kehidupan kita dengan suplai udara, air, dan stabilitas iklim. Baginya, Pemuda Adat memiliki komitmen yang tak tergoyahkan, yakni untuk melindungi tanah adat, menghormati warisan leluhur, dan memastikan masa depan bagi keturunannya. \u201cKrisis iklim menuntut semua orang\u2014pemerintah, pelaku bisnis, dan organisasi internasional\u2014untuk bergabung dengan kami. Solusinya ada dan berakar pada pengetahuan tradisional kita dan hubungan kita dengan alam. Waktunya untuk bertindak adalah sekarang. Untuk menjaga planet ini tetap bertahan, Cekungan Kongo, Amazon, Borneo, dan Se-Tanah Papua harus tetap hidup. Umat manusia mencari jawaban, tetapi jawabannya selalu ada di sini. Jawabannya adalah kita,\u201d tegas Komunikator untuk Koordinasi Organisasi Adat Amazon Brasil (COIAB) ini.<\/p>\n\n<p>Melalui proses diskusi yang panjang, Forum Pemuda Adat Internasional ini akhirnya telah menyepakati sebuah seruan dari Pemuda Adat global bagi para pemimpin dunia untuk menjaga iklim global yang dicatatkan dalam <strong>Deklarasi Sira<\/strong>. Deklarasi ini mencakup poin-poin tuntutan global yang merefleksikan tantangan yang sama-sama dihadapi oleh Masyarakat Adat di Cekungan Kongo, Amazon, Borneo, dan Tanah Papua.<\/p>\n\n<p>Di bawah ini adalah preambul Deklarasi Sira yang dibacakan Rossyana Kogoya, salah satu peserta Forest Defender Camp:<\/p>\n\n<p><strong><em>Deklarasi Sira<\/em><\/strong><\/p>\n\n<p><strong><em>Deklarasi Pemuda Adat Global<\/em><\/strong><strong><em><br><\/em><\/strong><strong><em> dari Cekungan Kongo, Amazon, Borneo, dan Se-Tanah Papua<\/em><\/strong><\/p>\n\n<p><em>Deklarasi ini dibuat oleh 89 perwakilan Masyarakat Adat yang berkumpul di Kampung Sira, Distrik Saifi, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya, Wilayah Adat Tehit Knasaimos, mewakili komunitas dan masyarakat adat dari lima negara di empat wilayah, pada acara Forest Defender Camp yang diselenggarakan pada 23\u201326 September 2025.<\/em><\/p>\n\n<p><em>Kami, para Pemuda Adat dari empat kawasan hutan tropis terbesar di dunia\u2014<\/em><strong><em>Cekungan Kongo, Amazon, Borneo, dan Se-Tanah Papua <\/em><\/strong><em>\u2014berbicara hari ini dengan satu suara.<\/em><em><br><\/em><em>Kami adalah Pemuda Adat, pembawa pengetahuan leluhur, dan pelindung sistem kehidupan yang menopang bukan hanya masyarakat kami, tetapi seluruh planet.<\/em><\/p>\n\n<p>Kiki Taufik, Kepala Kampanye Global Greenpeace untuk Hutan Indonesia, berharap deklarasi ini dapat mengantarkan suara penjaga hutan yang sesungguhnya\u2013Masyarakat Adat\u2013ke gelaran Conference of the Parties ke-30 atau COP30 di Belem, Brazil bulan November yang akan datang. \u201cSuara yang akan sampai ke telinga para pemimpin dunia nanti adalah suara para Pemuda Adat yang menjadi kunci masa depan Bumi,\u201d tandas Kiki.<\/p>\n\n<p><strong>Catatan Editor:<\/strong><\/p>\n\n<p>Baca tuntutan <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/09\/fc808c25-declaration-of-global-indigenous-youth-bahasa-indonesia.pdf\">Deklarasi Sira selengkapnya di sini<\/a> atau terjemahan bahasa Inggrisnya <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-southeastasia-stateless\/2025\/09\/57e6200b-declaration-of-global-indigenous-youth-2025.pdf\">di sini<\/a>.<\/p>\n\n<p>Foto dan video dapat diunduh di <a href=\"https:\/\/media.greenpeace.org\/asset-management\/27MZIFJR6F8BJ?&amp;WS=SearchResults&amp;Flat=FP\">tautan berikut: <\/a><\/p>\n\n<p><strong>Kontak Media:<\/strong><\/p>\n\n<p>Amos Sumbung, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, +62811486327<\/p>\n\n<p>Agnes Alvionita, Tim Komunikasi Greenpeace Indonesia, +62-858-1028-8575<\/p>\n\n<div data-wp-interactive=\"core\/file\" class=\"wp-block-file\"><object data-wp-bind--hidden=\"!state.hasPdfPreview\" hidden class=\"wp-block-file__embed\" data=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/09\/fc808c25-declaration-of-global-indigenous-youth-bahasa-indonesia.pdf\" type=\"application\/pdf\" style=\"width:100%;height:600px\" aria-label=\"Sematan Declaration of Global Indigenous Youth Bahasa Indonesia.\"><\/object><a id=\"wp-block-file--media-cfd25649-aee8-4e99-9312-ca57cf0111c1\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/09\/fc808c25-declaration-of-global-indigenous-youth-bahasa-indonesia.pdf\">Declaration of Global Indigenous Youth Bahasa Indonesia<\/a><\/div>\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Suara generasi muda, terutama Pemuda Adat, masih sering diabaikan dalam pengambilan keputusan terkait masalah krisis iklim.<\/p>\n","protected":false},"author":25,"featured_media":65257,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"Forest Solutions","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[3,51,62],"tags":[19,6,24],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-65254","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ciptakan-perubahan","category-hutan","category-siaran-pers","tag-hutan","tag-iklim","tag-aktivisme","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Satu Suara Pemuda Adat untuk Para Pemimpin Dunia: Jawabannya adalah Kita - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65254\/satu-suara-pemuda-adat-untuk-para-pemimpin-dunia-jawabannya-adalah-kita\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Satu Suara Pemuda Adat untuk Para Pemimpin Dunia: Jawabannya adalah Kita - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Suara generasi muda, terutama Pemuda Adat, masih sering diabaikan dalam pengambilan keputusan terkait masalah krisis iklim.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65254\/satu-suara-pemuda-adat-untuk-para-pemimpin-dunia-jawabannya-adalah-kita\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-09-26T13:52:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-29T07:36:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/09\/5ae45cb6-gp0su6vt9.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Afif\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Afif\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65254\/satu-suara-pemuda-adat-untuk-para-pemimpin-dunia-jawabannya-adalah-kita\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65254\/satu-suara-pemuda-adat-untuk-para-pemimpin-dunia-jawabannya-adalah-kita\/\"},\"author\":{\"name\":\"Afif\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/3e2ebddeabf4d00a38dc3b78e763f280\"},\"headline\":\"Satu Suara Pemuda Adat untuk Para Pemimpin Dunia: Jawabannya adalah Kita\",\"datePublished\":\"2025-09-26T13:52:07+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-29T07:36:55+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65254\/satu-suara-pemuda-adat-untuk-para-pemimpin-dunia-jawabannya-adalah-kita\/\"},\"wordCount\":741,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Hutan\",\"Iklim\",\"Aktivisme\"],\"articleSection\":[\"Ciptakan Perubahan\",\"Hutan\",\"Siaran Pers\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65254\/satu-suara-pemuda-adat-untuk-para-pemimpin-dunia-jawabannya-adalah-kita\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65254\/satu-suara-pemuda-adat-untuk-para-pemimpin-dunia-jawabannya-adalah-kita\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65254\/satu-suara-pemuda-adat-untuk-para-pemimpin-dunia-jawabannya-adalah-kita\/\",\"name\":\"Satu Suara Pemuda Adat untuk Para Pemimpin Dunia: Jawabannya adalah Kita - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-09-26T13:52:07+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-29T07:36:55+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65254\/satu-suara-pemuda-adat-untuk-para-pemimpin-dunia-jawabannya-adalah-kita\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65254\/satu-suara-pemuda-adat-untuk-para-pemimpin-dunia-jawabannya-adalah-kita\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65254\/satu-suara-pemuda-adat-untuk-para-pemimpin-dunia-jawabannya-adalah-kita\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Satu Suara Pemuda Adat untuk Para Pemimpin Dunia: Jawabannya adalah Kita\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/3e2ebddeabf4d00a38dc3b78e763f280\",\"name\":\"Afif\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLsIvppx-YXQ--3d0zDXkI7iN7hDZr5MuE3Nky8RZxlicYBEMLK=s96-c\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLsIvppx-YXQ--3d0zDXkI7iN7hDZr5MuE3Nky8RZxlicYBEMLK=s96-c\",\"caption\":\"Afif\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/asaputra\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Satu Suara Pemuda Adat untuk Para Pemimpin Dunia: Jawabannya adalah Kita - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65254\/satu-suara-pemuda-adat-untuk-para-pemimpin-dunia-jawabannya-adalah-kita\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Satu Suara Pemuda Adat untuk Para Pemimpin Dunia: Jawabannya adalah Kita - Greenpeace Indonesia","og_description":"Suara generasi muda, terutama Pemuda Adat, masih sering diabaikan dalam pengambilan keputusan terkait masalah krisis iklim.","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65254\/satu-suara-pemuda-adat-untuk-para-pemimpin-dunia-jawabannya-adalah-kita\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2025-09-26T13:52:07+00:00","article_modified_time":"2025-09-29T07:36:55+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":800,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/09\/5ae45cb6-gp0su6vt9.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Afif","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Afif","Est. reading time":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65254\/satu-suara-pemuda-adat-untuk-para-pemimpin-dunia-jawabannya-adalah-kita\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65254\/satu-suara-pemuda-adat-untuk-para-pemimpin-dunia-jawabannya-adalah-kita\/"},"author":{"name":"Afif","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/3e2ebddeabf4d00a38dc3b78e763f280"},"headline":"Satu Suara Pemuda Adat untuk Para Pemimpin Dunia: Jawabannya adalah Kita","datePublished":"2025-09-26T13:52:07+00:00","dateModified":"2025-09-29T07:36:55+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65254\/satu-suara-pemuda-adat-untuk-para-pemimpin-dunia-jawabannya-adalah-kita\/"},"wordCount":741,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Hutan","Iklim","Aktivisme"],"articleSection":["Ciptakan Perubahan","Hutan","Siaran Pers"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65254\/satu-suara-pemuda-adat-untuk-para-pemimpin-dunia-jawabannya-adalah-kita\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65254\/satu-suara-pemuda-adat-untuk-para-pemimpin-dunia-jawabannya-adalah-kita\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65254\/satu-suara-pemuda-adat-untuk-para-pemimpin-dunia-jawabannya-adalah-kita\/","name":"Satu Suara Pemuda Adat untuk Para Pemimpin Dunia: Jawabannya adalah Kita - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2025-09-26T13:52:07+00:00","dateModified":"2025-09-29T07:36:55+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65254\/satu-suara-pemuda-adat-untuk-para-pemimpin-dunia-jawabannya-adalah-kita\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65254\/satu-suara-pemuda-adat-untuk-para-pemimpin-dunia-jawabannya-adalah-kita\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65254\/satu-suara-pemuda-adat-untuk-para-pemimpin-dunia-jawabannya-adalah-kita\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Satu Suara Pemuda Adat untuk Para Pemimpin Dunia: Jawabannya adalah Kita"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/3e2ebddeabf4d00a38dc3b78e763f280","name":"Afif","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLsIvppx-YXQ--3d0zDXkI7iN7hDZr5MuE3Nky8RZxlicYBEMLK=s96-c","contentUrl":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLsIvppx-YXQ--3d0zDXkI7iN7hDZr5MuE3Nky8RZxlicYBEMLK=s96-c","caption":"Afif"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/asaputra\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65254","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/25"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=65254"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65254\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":65270,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65254\/revisions\/65270"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/65257"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=65254"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=65254"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=65254"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=65254"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}