{"id":65399,"date":"2025-11-05T12:14:07","date_gmt":"2025-11-05T05:14:07","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=65399"},"modified":"2025-11-05T12:14:13","modified_gmt":"2025-11-05T05:14:13","slug":"5-hal-yang-perlu-kamu-tahu-tentang-cop","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/65399\/5-hal-yang-perlu-kamu-tahu-tentang-cop\/","title":{"rendered":"5 Hal yang Perlu Kamu Tahu tentang COP"},"content":{"rendered":"\n<p>Bagi sebagian orang, COP terdengar seperti rangkaian pidato dan sesi foto yang berlarut-larut. Terkadang, kesan itu benar adanya. Namun di balik itu, COP adalah salah satu forum penting yang kita punya untuk  mengatasi krisis iklim bersama-sama. <\/p>\n\n<p>Menjelang COP30 yang akan digelar di Bel\u00e9m, Brasil, di tepi hutan hujan Amazon, berikut lima hal penting yang perlu kamu ketahui tentang COP.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Apa Sebenarnya COP Itu?<\/strong><\/h2>\n\n<p>COP adalah singkatan dari <em>Conference of the Parties<\/em>, yaitu konferensi iklim tahunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Konferensi ini diselenggarakan di bawah naungan Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC), sebuah perjanjian internasional yang dibentuk tahun 1992.&nbsp;<\/p>\n\n<p>Saat ini ada 198 negara yang berpartisipasi dalam UNFCCC\u2013menjadikan konvensi salah satu badan multilateral terbesar dalam sistem PBB. Negara-negara tersebut bertemu di COP untuk merundingkan langkah-langkah menahan pemanasan global, mengurangi emisi gas rumah kaca, dan mendukung masyarakat yang sudah terdampak krisis iklim.\u00a0<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"857\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/1557b92e-gp0su3j1d.jpg\" title=\"Final Greenpeace Press Conference at COP29 in Baku. \u00a9 Marie Jacquemin \/ Greenpeace\" alt=\"Final Greenpeace Press Conference at COP29 in Baku. \u00a9 Marie Jacquemin \/ Greenpeace\" class=\"wp-image-65400\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/1557b92e-gp0su3j1d.jpg 1200w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/1557b92e-gp0su3j1d-300x214.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/1557b92e-gp0su3j1d-1024x731.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/1557b92e-gp0su3j1d-768x548.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/1557b92e-gp0su3j1d-476x340.jpg 476w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Jasper Inventor, Martin Kaiser, Fred Njehu, Camila Jardim on press conference panel.\nThe 29th UN Climate Conference, COP29, takes place in Baku, Azerbaijan, from 11 to 22 November 2024. Greenpeace is at the COP to hold governments to account to make fossil fuel polluters pay for the climate crisis they have created, and put fossil fuel phase out plans at the heart of national climate action.<\/figcaption><figcaption><div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Marie Jacquemin \/ Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Di dalam COP kamu akan menjumpai para kepala negara, negosiator pemerintah, ilmuwan, pemimpin Masyarakat Adat, aktivis muda, jurnalis, dan juga <strong>para pelobi<\/strong>. <\/p>\n\n<p>Proses COP itu rumit, berantakan, dan sering kali bikin frustasi. Namun, inilah satu-satunya forum global yang mempertemukan negara-negara kepulauan kecil dan negara-negara dengan perekonomian besar di dunia untuk duduk bersama dan merumuskan kesepakatan.<\/p>\n\n<p>Bayangkan ini sebagai kerja kelompok global yang besar. Tidak semua orang menjalankan tugasnya, bahkan beberapa berusaha menyabotase kerja kelompok tersebut. Namun kita tetap membutuhkan keterlibatan semua orang supaya bisa lulus.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Mengapa COP<\/strong> Penting untuk Solusi Iklim Global<\/h2>\n\n<p>Krisis iklim tidak mengenal batas negara. Kekeringan di satu wilayah dapat memicu kenaikan harga pangan di seluruh dunia. Gletser yang mencair di Himalaya mengancam masyarakat yang tinggal ribuan kilometer di hilirnya. Sementara itu, <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/india\/en\/press\/18237\/worker-groups-demand-polluters-pay-for-lost-income-amid-deadly-south-asia-heatwave\/\">gelombang panas di Asia Selatan merenggut nyawa orang-orang<\/a> yang nyaris tidak berkontribusi memicu krisis iklim ini.<\/p>\n\n<p>Inilah alasan mengapa COP ada. Forum ini adalah satu-satunya tempat di mana pemerintah bisa\u2014setidaknya secara teori\u2014<a href=\"https:\/\/www.unep.org\/news-and-stories\/press-release\/ozone-layer-recovery-track-helping-avoid-global-warming-05degc\">bekerja sama untuk memecahkan masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh satu negara saja<\/a>. Multilateralisme mungkin terdengar seperti kata yang rumit, tapi artinya sederhana: kerja sama negara-negara. Dalam urusan iklim, masalah global hanya dapat diselesaikan lewat solusi global.<\/p>\n\n<p>Tanpa COP, tiap negara akan berjuang sendiri di tengah kedaruratan yang mengancam planet ini. Kita sudah melihat betapa berbahayanya jika itu terjadi.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Apa yang Sudah Dicapai oleh COP Sejauh Ini<\/strong><\/h2>\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"857\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/31f6d1c4-gp1t4ryn.jpg\" title=\"Climate Strike at COP27 in Egypt. \u00a9 Marie Jacquemin \/ Greenpeace\" alt=\"Climate Strike at COP27 in Egypt. \u00a9 Marie Jacquemin \/ Greenpeace\" class=\"wp-image-65401\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/31f6d1c4-gp1t4ryn.jpg 1200w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/31f6d1c4-gp1t4ryn-300x214.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/31f6d1c4-gp1t4ryn-1024x731.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/31f6d1c4-gp1t4ryn-768x548.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/31f6d1c4-gp1t4ryn-476x340.jpg 476w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Climate champions show solidarity with communities who are experiencing climate impacts in the global south. Campaigners demand that polluting companies and countries pay their fair share to repair climate damage.<div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Marie Jacquemin \/ Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Di satu sisi, mudah bagi kita untuk merasa pesimis terhadap pertemuan-pertemuan iklim global seperti COP. Namun sejarah membuktikan COP bisa menghasilkan suatu terobosan ketika ada tekanan kuat dari publik. <\/p>\n\n<p>Berikut ini beberapa kesepakatan penting yang lahir dari beberapa COP sebelumnya.<\/p>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>COP21 (Paris, 2015): <a href=\"https:\/\/wayback.archive-it.org\/9650\/20200407102739\/http:\/\/p3-raw.greenpeace.org\/international\/en\/press\/releases\/2015\/reaction-COP21-Paris-climate-summit\/\">Perjanjian Paris<\/a> (Paris Agreement). Pemerintah negara-negara sepakat membatasi kenaikan suhu global di bawah 2\u00b0C dan berupaya mencapai ambang batas aman 1,5\u00b0C. Meski <a href=\"https:\/\/wayback.archive-it.org\/9650\/20200407102739\/http:\/\/p3-raw.greenpeace.org\/international\/en\/press\/releases\/2015\/reaction-COP21-Paris-climate-summit\/\">tak sempurna<\/a>, perjanjian ini adalah titik balik penting. <\/li>\n\n\n\n<li>COP27 (Sharm el-Sheikh, 2022): COP menyepakati dana kerugian dan kerusakan (<em>loss and damage<\/em>) untuk membantu negara-negara rentan yang paling terdampak bencana iklim. Aktivis lingkungan telah mendesak pembentukan dana ini selama puluhan tahun.<\/li>\n\n\n\n<li>COP28 (Dubai, 2023): Untuk pertama kalinya, keputusan COP secara eksplisit menyebut <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/international\/story\/61916\/cop28-climate-summit-fossil-fuels-phase-out\">bahan bakar fosil sebagai akar penyebab krisis iklim<\/a>. Kala itu kami menyebutnya bersejarah, tetapi kami juga mengingatkan bahwa para pemimpin harus berkomitmen pada penghentian total bahan bakar fosil secara penuh, cepat, adil, dan dengan dukungan pendanaan.<\/li>\n\n\n\n<li>COP29 (Baku, 2024): Perundingan didominasi oleh isu <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/international\/story\/71155\/cop29-need-know-annual-global-climate-summit\/\">pendanaan iklim<\/a>. Kendati pemerintah menjanjikan pendanaan baru, kami mengkritik nilainya yang <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/international\/press-release\/71474\/cop29-ends-weak-climate-finance-goal-eyes-turn-belem\">sangat tak memadai<\/a> mengingat besarnya kebutuhan dunia untuk mengatasi dampak iklim. Menunda pendanaan sama saja menyemai bencana.<\/li>\n<\/ul>\n\n<p>Semua capaian tersebut tidak terjadi begitu saja. Itu semua lantaran kekuatan rakyat: mulai kepemimpinan Masyarakat Adat, desakan dari negara-negara yang rentan terhadap krisis iklim, aktivis yang menolak menyerah, hingga jutaan orang yang terus menuntut tindakan nyata.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. COP, Lobi Korporasi, dan Kekuatan Rakyat<\/strong><\/h2>\n\n<p>Jujur saja, COP sering dikritik sebagai ajang basa-basi yang tak efektif. Kepentingan korporasi juga kental mewarnai jalannya COP. <\/p>\n\n<p>Jumlah pelobi korporasi bisa melebihi perwakilan dari negara-negara rentan bencana iklim. Pada COP28 misalnya, pelobi industri bahan bakar fosil bahkan <a href=\"https:\/\/www.theguardian.com\/environment\/2023\/dec\/05\/record-number-of-fossil-fuel-lobbyists-get-access-to-cop28-climate-talks\">lebih banyak<\/a> daripada seluruh delegasi negara. <a href=\"https:\/\/www.desmog.com\/2024\/11\/18\/big-ag-delegates-cop-29-azerbaijan-baku\/\">Perusahaan daging dan produk olahan susu<\/a> juga hadir untuk mempertahankan model bisnis pabrik peternakan mereka.<\/p>\n\n<p>Karena itu, kehadiran masyarakat sipil, Masyarakat Adat, aktivis muda, dan organisasi lingkungan di dalam ruang negosiasi sangat penting. Mereka ada di sana untuk menuntut akuntabilitas pemerintah, menentang praktik <em>greenwashing<\/em>, dan memperkuat suara-suara yang sering diabaikan.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"857\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/4a5b22b2-gp0su3eqz.jpg\" title=\"Indigenous Leaders at COP29 Day of Action in Baku. \u00a9 Marie Jacquemin \/ Greenpeace\" alt=\"Indigenous Leaders at COP29 Day of Action in Baku. \u00a9 Marie Jacquemin \/ Greenpeace\" class=\"wp-image-65402\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/4a5b22b2-gp0su3eqz.jpg 1200w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/4a5b22b2-gp0su3eqz-300x214.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/4a5b22b2-gp0su3eqz-1024x731.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/4a5b22b2-gp0su3eqz-768x548.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/4a5b22b2-gp0su3eqz-476x340.jpg 476w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">The 29th UN Climate Conference, COP29, takes place in Baku, Azerbaijan, from 11 to 22 November 2024. Greenpeace is at the COP to hold governments to account to make fossil fuel polluters pay for the climate crisis they have created, and put fossil fuel phase out plans at the heart of national climate action.<div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Marie Jacquemin \/ Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Greenpeace hadir di COP bukan karena percaya para politikus akan tiba-tiba menyelamatkan dunia. Namun, kami meyakini bahwa tanpa tekanan publik perubahan justru makin sulit tercapai. Kekuatan rakyatlah yang membuat perubahan menjadi mungkin.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Satu Fakta COP yang Tunjukkan Pentingnya Forum Ini<\/strong><\/h2>\n\n<p>Menurut PBB, komitmen iklim negara-negara saat ini masih menempatkan kita pada jalur menuju pemanasan global hingga 3,1\u00b0C pada akhir abad ini. Padahal, agar suhu Bumi tetap berada pada batas aman 1,5\u00b0C, negara-negara harus menurunkan emisi sekitar 43% pada 2030 (dibandingkan level penurunan emisi tahun 2019), dan bahkan menurunkannya lebih jauh lagi pada 2035.<\/p>\n\n<p><strong>Perbedaan antara 3,1\u00b0C dan 1,5\u00b0C bukan cuma angka.<\/strong> Ini adalah perbedaan antara kehancuran ekosistem global dan peluang untuk menstabilkan iklim. Keputusan yang diambil dalam forum COP bisa menentukan apakah miliaran ton karbon akan tetap mencemari atmosfer atau berhasil dikurangi. Perbedaan ini akan sangat signifikan bagi jutaan orang, hutan, keanekaragaman hayati, dan masa depan generasi mendatang.<\/p>\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mengapa COP Sangat Penting<\/strong><\/h2>\n\n<p>COP ke-30 tahun ini akan berlangsung di Bel\u00e9m, Brasil, di gerbang hutan hujan Amazon. Ini satu faktor yang juga membuat COP kali ini amat penting. Amazon merupakan rumah bagi keanekaragaman hayati yang luar biasa dan jutaan penduduk, termasuk banyak komunitas adat. Hutan hujan ini juga salah satu penyimpan karbon paling penting di planet ini, menyerap miliaran ton CO\u2082 setiap tahunnya. Namun para ilmuwan memperingatkan bahwa Amazon mendekati titik kritis\u2013karbon yang dilepas bisa lebih banyak daripada yang disimpan.<\/p>\n\n<p>Berlangsung 10 tahun sejak Perjanjian Paris ditandatangani, COP30 juga menjadi momen evaluasi penting. Pemerintah diharapkan membawa komitmen iklim yang lebih kuat selaras dengan target 1,5\u00b0C, ambang batas berbahaya yang tak boleh dilampaui. Sederhananya: para pemimpin dunia harus membuktikan komitmen mereka terhadap Perjanjian Paris.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"857\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/3f8dd77a-gp0su5una.jpg\" title=\"Banner Calling to Action on 1.5 degrees inside Bonn. \u00a9 Marie Jacquemin \/ Greenpeace\" alt=\"Banner Calling to Action on 1.5 degrees inside Bonn. \u00a9 Marie Jacquemin \/ Greenpeace\" class=\"wp-image-65403\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/3f8dd77a-gp0su5una.jpg 1200w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/3f8dd77a-gp0su5una-300x214.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/3f8dd77a-gp0su5una-1024x731.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/3f8dd77a-gp0su5una-768x548.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/3f8dd77a-gp0su5una-476x340.jpg 476w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Greenpeace reveals banner inside UN venue at Bonn Climate Conference, calling for stronger action on the 1.5 degree limit<div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Marie Jacquemin \/ Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Taruhannya tak pernah sebesar ini. COP30 adalah kesempatan bagi pemerintah menunjukkan keberanian, bukan kegagalan. Waktunya beralih dari negosiasi menuju aksi nyata.<\/p>\n\n<p>Walau syak wasangka bisa dimengerti, harapan tetap penting. Perubahan tidak datang dari para pemimpin, tetapi dari setiap orang yang bertindak: mereka yang turun ke jalan dan bersuara lantang, menuntut para pencemar, melindungi hutan, berbagi kisah, dan memperjuangkan keadilan.*<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Proses COP sering kali kental diwarnai kepentingan perusahaan pencemar lingkungan. Mengapa konferensi iklim PBB ini masih penting?<\/p>\n","protected":false},"author":93,"featured_media":65403,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"Proses COP sering kali kental diwarnai kepentingan perusahaan pencemar lingkungan. Mengapa konferensi iklim PBB ini masih penting?","p4_og_image":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/3f8dd77a-gp0su5una.jpg","p4_og_image_id":"65403","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[63,51,52,61,50],"tags":[6,19],"p4-page-type":[16],"class_list":["post-65399","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-hutan","category-iklim-dan-energi","category-kabar-dan-cerita","category-kampanye","tag-iklim","tag-hutan","p4-page-type-cerita"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>5 Hal yang Perlu Kamu Tahu tentang COP - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/65399\/5-hal-yang-perlu-kamu-tahu-tentang-cop\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"5 Hal yang Perlu Kamu Tahu tentang COP - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Proses COP sering kali kental diwarnai kepentingan perusahaan pencemar lingkungan. Mengapa konferensi iklim PBB ini masih penting?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/65399\/5-hal-yang-perlu-kamu-tahu-tentang-cop\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-05T05:14:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-05T05:14:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/3f8dd77a-gp0su5una.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"857\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Budiarti Putri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Budiarti Putri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/65399\/5-hal-yang-perlu-kamu-tahu-tentang-cop\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/65399\/5-hal-yang-perlu-kamu-tahu-tentang-cop\/\"},\"author\":{\"name\":\"Budiarti Putri\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff\"},\"headline\":\"5 Hal yang Perlu Kamu Tahu tentang COP\",\"datePublished\":\"2025-11-05T05:14:07+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-05T05:14:13+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/65399\/5-hal-yang-perlu-kamu-tahu-tentang-cop\/\"},\"wordCount\":1183,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Iklim\",\"Hutan\"],\"articleSection\":[\"Artikel\",\"Hutan\",\"Iklim dan Energi\",\"Kabar dan Cerita\",\"Kampanye\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/65399\/5-hal-yang-perlu-kamu-tahu-tentang-cop\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/65399\/5-hal-yang-perlu-kamu-tahu-tentang-cop\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/65399\/5-hal-yang-perlu-kamu-tahu-tentang-cop\/\",\"name\":\"5 Hal yang Perlu Kamu Tahu tentang COP - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-11-05T05:14:07+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-05T05:14:13+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/65399\/5-hal-yang-perlu-kamu-tahu-tentang-cop\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/65399\/5-hal-yang-perlu-kamu-tahu-tentang-cop\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/65399\/5-hal-yang-perlu-kamu-tahu-tentang-cop\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"5 Hal yang Perlu Kamu Tahu tentang COP\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff\",\"name\":\"Budiarti Putri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLopB-Gr_k9SCNin05wv54eBSLhlzm1S71rF3I2remJgRXS7EhD=s96-c\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLopB-Gr_k9SCNin05wv54eBSLhlzm1S71rF3I2remJgRXS7EhD=s96-c\",\"caption\":\"Budiarti Putri\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/budiarti-putri\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"5 Hal yang Perlu Kamu Tahu tentang COP - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/65399\/5-hal-yang-perlu-kamu-tahu-tentang-cop\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"5 Hal yang Perlu Kamu Tahu tentang COP - Greenpeace Indonesia","og_description":"Proses COP sering kali kental diwarnai kepentingan perusahaan pencemar lingkungan. Mengapa konferensi iklim PBB ini masih penting?","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/65399\/5-hal-yang-perlu-kamu-tahu-tentang-cop\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2025-11-05T05:14:07+00:00","article_modified_time":"2025-11-05T05:14:13+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":857,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/3f8dd77a-gp0su5una.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Budiarti Putri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Budiarti Putri","Est. reading time":"8 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/65399\/5-hal-yang-perlu-kamu-tahu-tentang-cop\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/65399\/5-hal-yang-perlu-kamu-tahu-tentang-cop\/"},"author":{"name":"Budiarti Putri","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff"},"headline":"5 Hal yang Perlu Kamu Tahu tentang COP","datePublished":"2025-11-05T05:14:07+00:00","dateModified":"2025-11-05T05:14:13+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/65399\/5-hal-yang-perlu-kamu-tahu-tentang-cop\/"},"wordCount":1183,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Iklim","Hutan"],"articleSection":["Artikel","Hutan","Iklim dan Energi","Kabar dan Cerita","Kampanye"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/65399\/5-hal-yang-perlu-kamu-tahu-tentang-cop\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/65399\/5-hal-yang-perlu-kamu-tahu-tentang-cop\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/65399\/5-hal-yang-perlu-kamu-tahu-tentang-cop\/","name":"5 Hal yang Perlu Kamu Tahu tentang COP - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2025-11-05T05:14:07+00:00","dateModified":"2025-11-05T05:14:13+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/65399\/5-hal-yang-perlu-kamu-tahu-tentang-cop\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/65399\/5-hal-yang-perlu-kamu-tahu-tentang-cop\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/65399\/5-hal-yang-perlu-kamu-tahu-tentang-cop\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"5 Hal yang Perlu Kamu Tahu tentang COP"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff","name":"Budiarti Putri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLopB-Gr_k9SCNin05wv54eBSLhlzm1S71rF3I2remJgRXS7EhD=s96-c","contentUrl":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLopB-Gr_k9SCNin05wv54eBSLhlzm1S71rF3I2remJgRXS7EhD=s96-c","caption":"Budiarti Putri"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/budiarti-putri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65399","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/93"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=65399"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65399\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":65405,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65399\/revisions\/65405"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/65403"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=65399"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=65399"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=65399"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=65399"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}