{"id":65529,"date":"2025-11-23T10:41:38","date_gmt":"2025-11-23T03:41:38","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=65529"},"modified":"2025-11-23T10:41:42","modified_gmt":"2025-11-23T03:41:42","slug":"cop30-berakhir-mengecewakan-lemah-komitmen-pelindungan-hutan-pendanaan-dan-aksi-iklim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65529\/cop30-berakhir-mengecewakan-lemah-komitmen-pelindungan-hutan-pendanaan-dan-aksi-iklim\/","title":{"rendered":"COP30 Berakhir Mengecewakan: Lemah Komitmen Pelindungan Hutan, Pendanaan, dan Aksi Iklim"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/b47cb74f-gp0su7gkx.jpg\" title=\"Global Climate March during COP30 in Bel\u00e9m, Brazil. \u00a9 Marie Jacquemin \/ Greenpeace\" alt=\"Global Climate March during COP30 in Bel\u00e9m, Brazil. \u00a9 Marie Jacquemin \/ Greenpeace\" class=\"wp-image-65531\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/b47cb74f-gp0su7gkx.jpg 1200w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/b47cb74f-gp0su7gkx-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/b47cb74f-gp0su7gkx-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/b47cb74f-gp0su7gkx-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/b47cb74f-gp0su7gkx-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">At the end of the first week of COP30, Greenpeace joined  thousands of people at the Global Climate March in Bel\u00e9m. Greenpeace carried messages like &#8220;Respect the Amazon&#8221; and &#8220;Make Polluters Pay&#8221;. The Global Climate March was organised by civil society organisations and Indigenous Peoples groups from several parts of the world.<div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Marie Jacquemin \/ Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p><strong>Bel\u00e9m\/Jakarta, 23 November 2025. <\/strong>Konferensi iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa COP30 berakhir tanpa peta jalan yang nyata untuk mengakhiri penggunaan energi fosil\u00a0 (<em>transitioning away from fossil fuel roadmap<\/em>) dan menghentikan deforestasi (<em>halting and reverse deforestation roadmap<\/em>), serta peningkatan pendanaan untuk aksi iklim. Akibat sikap negara-negara yang terbelah di meja perundingan, COP30 tak membuahkan hasil yang diharapkan.<\/p>\n\n<p>Sejak awal COP30, Greenpeace mendorong kesepakatan tentang rencana aksi untuk menghentikan deforestasi selambat-lambatnya pada 2030 (<em>Forest Action Plan<\/em>); adanya rencana respons global (<em>Global Response Plan<\/em>) untuk menjembatani kesenjangan ambisi 1,5\u00b0C; dan pendanaan iklim, salah satunya lewat mekanisme pencemar membayar (<em>Make Polluters Pay<\/em>). Desakan tersebut juga banyak disuarakan publik, termasuk Masyarakat Adat dan berbagai kelompok lainnya, yang turun ke jalan-jalan di Bel\u00e9m dalam <em>Climate March <\/em>dan <em>Indigenous Peoples&#8217; March.\u00a0<\/em><\/p>\n\n<p>Namun, konferensi iklim pertama di hutan Amazon ini gagal menghasilkan tiga hal tersebut. Teks kesepakatan yang lemah diketok pada Sabtu siang waktu Bel\u00e9m, dalam rapat pleno yang diwarnai penolakan dari Kolombia dan sejumlah negara Amerika Latin terhadap minimnya progres mitigasi iklim.&nbsp;<\/p>\n\n<p><strong>Direktur Eksekutif Greenpeace Brasil, Carolina Pasquali<\/strong>, mengatakan, \u201cPresiden Lula memasang standar tinggi dengan menyerukan pentingnya peta jalan untuk menghentikan penggunaan bahan bakar fosil dan deforestasi, tapi lanskap multilateral yang terbelah merintangi hal tersebut. Kita berada di persimpangan jalan, di antara menahan laju kenaikan suhu Bumi di bawah 1,5\u00b0C dan jalan tol menuju bencana iklim yang katastrofik. Kendati banyak negara yang mau mengambil aksi nyata, ada segelintir negara dengan kekuatan besar yang menghambat.\u201d<\/p>\n\n<p>Menurut Carolina, hasil yang lemah ini tak adil mengingat apa yang sudah terjadi di Bel\u00e9m dalam dua pekan terakhir. COP30 berlangsung dengan partisipasi yang signifikan dari Masyarakat Adat. Perjuangan tersebut bahkan berbuah kebijakan demarkasi yang mengamankan 2,4 juta hektare tanah Masyarakat Adat di Brasil. \u201cLahirnya peta jalan untuk menghentikan energi fosil dan deforestasi, serta dukungan pendanaan, sebenarnya akan menjadi hasil yang bersejarah. Namun, perjuangan ini akan terus berlanjut,\u201d ujarnya.\u00a0<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/336bd738-gp0su7g32.jpg\" title=\"Indigenous March Kicks off the Second Week of COP30 in Bel\u00e9m. \u00a9 Filipe Bispo \/ Greenpeace\" alt=\"Indigenous March Kicks off the Second Week of COP30 in Bel\u00e9m. \u00a9 Filipe Bispo \/ Greenpeace\" class=\"wp-image-65530\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/336bd738-gp0su7g32.jpg 1200w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/336bd738-gp0su7g32-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/336bd738-gp0su7g32-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/336bd738-gp0su7g32-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/336bd738-gp0su7g32-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Organized by the Articulation of Indigenous Peoples of Brazil (Apib), the march brought together Indigenous people and activists in the streets of Bel\u00e9m, the host city of COP30. Carrying the message \u201cWe Are the Answer,\u201d the demonstration marked \u201cIndigenous Peoples\u2019 Day at COP30,\u201d promoting climate debate and the defense of the rights and territories of Indigenous peoples.<div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Filipe Bispo \/ Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Bagi publik di Indonesia, COP30 menjadi momen yang kian menunjukkan betapa buruknya <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65444\/pemerintah-indonesia-stop-jadikan-konferensi-iklim-cop30-panggung-performatif\/\">komitmen iklim<\/a> pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Selain ambisi <em>Second Nationally Determined Contribution<\/em> (SNDC) yang tak memadai, dalam proses negosiasi pun pemerintah Indonesia tak menunjukkan langkah progresif\u2013seperti lebih dari 80 negara yang mendesak adanya peta jalan untuk meninggalkan energi fosil.\u00a0<\/p>\n\n<p>\u201cSebagai negara besar seperti yang sering dibilang Presiden Prabowo, Indonesia bukannya ikut tampil dengan komitmen iklim yang ambisius dibarengi dengan diplomasi dukungan pendanaan iklim sesungguhnya dari negara maju dan transisi yang berkeadilan, tetapi malah lebih fokus berjualan karbon di paviliun\u2013yang keberadaannya disponsori berbagai perusahaan pencemar. Ini seperti membuang muka dari penderitaan masyarakat di Tanah Air yang menanggung dampak krisis iklim dan kerusakan lingkungan hidup akibat aktivitas industri pencemar tersebut,\u201d kata <strong>Leonard Simanjuntak, Kepala Greenpeace Indonesia<\/strong>.&nbsp;<\/p>\n\n<p>Reputasi Indonesia turut disorot pula setelah dinobatkan sebagai \u201cFossil of the Day\u201d pada 15 November lalu oleh Climate Action Network (CAN)\u2014jejaring yang beranggotakan 1.900 organisasi masyarakat sipil sedunia. \u201cPemerintah Indonesia semestinya tak menganggap penyematan \u201cFossil of the Day\u201d itu sebagai angin lalu, tapi berbenah dan bergerak untuk keluar dari jebakan industri fosil. Salah satunya dengan mengakhiri penggunaan batu bara, sebab tanpa itu komitmen transisi energi Indonesia akan sia-sia,\u201d ucap <strong>Iqbal Damanik, Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia.<\/strong><\/p>\n\n<p>Teks terakhir dari COP30 juga tak memuat kesepakatan untuk menghentikan deforestasi demi mencapai target aksi iklim melalui pelindungan hutan serta keanekaragaman hayatinya. <strong>Ketua Tim Politik untuk Kampanye Solusi Hutan Global Greenpeace, Rayhan Dudayev<\/strong>, mengatakan, sebenarnya sempat ada upaya dari sejumlah negara hutan hujan tropis untuk memasukkan ketentuan untuk menyetop pembabatan hutan dalam kesepakatan, tetapi Indonesia tidak terlihat aktif memperkuat inisiatif tersebut.&nbsp;<\/p>\n\n<p>\u201cSikap Indonesia di meja perundingan dan hasil dari konferensi iklim ini menjadi kabar mengecewakan bagi Masyarakat Adat yang berjuang menjaga hutan dari penghancuran oleh industri maupun atas nama proyek pemerintah. Seperti yang saat ini sedang terjadi di Tanah Papua, Masyarakat Adat Yei-Nan dan Malind di <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/petitions\/thebittersugarcane\/\">Merauke<\/a> tengah berjibaku mempertahankan tanah dan hutan adat mereka dari proyek tebu dan cetak sawah,\u201d ujar Rayhan. \u201cCOP30 telah berakhir, tetapi perlawanan kita tak akan berhenti. Publik perlu terus mendukung perjuangan Masyarakat Adat dalam melindungi hutan, serta mendesak pemerintah dan DPR RI untuk segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Masyarakat Adat.\u201d [SELESAI]<\/p>\n\n<p><strong>Catatan Editor:<\/strong><\/p>\n\n<p>Foto dan video dokumentasi COP30 dapat diakses di <a href=\"https:\/\/media.greenpeace.org\/collection\/27MZIFJRNADWY\">tautan berikut<\/a>.<\/p>\n\n<p><strong>Media Kontak:<\/strong><\/p>\n\n<p>Leonard Simanjuntak, Kepala Greenpeace Indonesia, +62 811-9696-217<\/p>\n\n<p>Budiarti Putri, Juru Kampanye Komunikasi Greenpeace Indonesia, +62 811-1463-105<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Akibat sikap negara-negara yang terbelah, COP30 tak membuahkan hasil yang diharapkan untuk menghentikan energi fosil dan deforestasi.<\/p>\n","protected":false},"author":93,"featured_media":65531,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"Akibat sikap negara-negara yang terbelah, COP30 tak membuahkan hasil yang diharapkan untuk menghentikan energi fosil dan deforestasi.","p4_og_image":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/b47cb74f-gp0su7gkx.jpg","p4_og_image_id":"65531","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[51,52,62],"tags":[6,19],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-65529","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hutan","category-iklim-dan-energi","category-siaran-pers","tag-iklim","tag-hutan","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>COP30 Berakhir Mengecewakan: Lemah Komitmen Pelindungan Hutan, Pendanaan, dan Aksi Iklim - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65529\/cop30-berakhir-mengecewakan-lemah-komitmen-pelindungan-hutan-pendanaan-dan-aksi-iklim\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"COP30 Berakhir Mengecewakan: Lemah Komitmen Pelindungan Hutan, Pendanaan, dan Aksi Iklim - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Akibat sikap negara-negara yang terbelah, COP30 tak membuahkan hasil yang diharapkan untuk menghentikan energi fosil dan deforestasi.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65529\/cop30-berakhir-mengecewakan-lemah-komitmen-pelindungan-hutan-pendanaan-dan-aksi-iklim\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-23T03:41:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-23T03:41:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/b47cb74f-gp0su7gkx.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Budiarti Putri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Budiarti Putri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65529\/cop30-berakhir-mengecewakan-lemah-komitmen-pelindungan-hutan-pendanaan-dan-aksi-iklim\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65529\/cop30-berakhir-mengecewakan-lemah-komitmen-pelindungan-hutan-pendanaan-dan-aksi-iklim\/\"},\"author\":{\"name\":\"Budiarti Putri\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff\"},\"headline\":\"COP30 Berakhir Mengecewakan: Lemah Komitmen Pelindungan Hutan, Pendanaan, dan Aksi Iklim\",\"datePublished\":\"2025-11-23T03:41:38+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-23T03:41:42+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65529\/cop30-berakhir-mengecewakan-lemah-komitmen-pelindungan-hutan-pendanaan-dan-aksi-iklim\/\"},\"wordCount\":820,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Iklim\",\"Hutan\"],\"articleSection\":[\"Hutan\",\"Iklim dan Energi\",\"Siaran Pers\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65529\/cop30-berakhir-mengecewakan-lemah-komitmen-pelindungan-hutan-pendanaan-dan-aksi-iklim\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65529\/cop30-berakhir-mengecewakan-lemah-komitmen-pelindungan-hutan-pendanaan-dan-aksi-iklim\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65529\/cop30-berakhir-mengecewakan-lemah-komitmen-pelindungan-hutan-pendanaan-dan-aksi-iklim\/\",\"name\":\"COP30 Berakhir Mengecewakan: Lemah Komitmen Pelindungan Hutan, Pendanaan, dan Aksi Iklim - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-11-23T03:41:38+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-23T03:41:42+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65529\/cop30-berakhir-mengecewakan-lemah-komitmen-pelindungan-hutan-pendanaan-dan-aksi-iklim\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65529\/cop30-berakhir-mengecewakan-lemah-komitmen-pelindungan-hutan-pendanaan-dan-aksi-iklim\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65529\/cop30-berakhir-mengecewakan-lemah-komitmen-pelindungan-hutan-pendanaan-dan-aksi-iklim\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"COP30 Berakhir Mengecewakan: Lemah Komitmen Pelindungan Hutan, Pendanaan, dan Aksi Iklim\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff\",\"name\":\"Budiarti Putri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLopB-Gr_k9SCNin05wv54eBSLhlzm1S71rF3I2remJgRXS7EhD=s96-c\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLopB-Gr_k9SCNin05wv54eBSLhlzm1S71rF3I2remJgRXS7EhD=s96-c\",\"caption\":\"Budiarti Putri\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/budiarti-putri\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"COP30 Berakhir Mengecewakan: Lemah Komitmen Pelindungan Hutan, Pendanaan, dan Aksi Iklim - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65529\/cop30-berakhir-mengecewakan-lemah-komitmen-pelindungan-hutan-pendanaan-dan-aksi-iklim\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"COP30 Berakhir Mengecewakan: Lemah Komitmen Pelindungan Hutan, Pendanaan, dan Aksi Iklim - Greenpeace Indonesia","og_description":"Akibat sikap negara-negara yang terbelah, COP30 tak membuahkan hasil yang diharapkan untuk menghentikan energi fosil dan deforestasi.","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65529\/cop30-berakhir-mengecewakan-lemah-komitmen-pelindungan-hutan-pendanaan-dan-aksi-iklim\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2025-11-23T03:41:38+00:00","article_modified_time":"2025-11-23T03:41:42+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":800,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2025\/11\/b47cb74f-gp0su7gkx.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Budiarti Putri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Budiarti Putri","Est. reading time":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65529\/cop30-berakhir-mengecewakan-lemah-komitmen-pelindungan-hutan-pendanaan-dan-aksi-iklim\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65529\/cop30-berakhir-mengecewakan-lemah-komitmen-pelindungan-hutan-pendanaan-dan-aksi-iklim\/"},"author":{"name":"Budiarti Putri","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff"},"headline":"COP30 Berakhir Mengecewakan: Lemah Komitmen Pelindungan Hutan, Pendanaan, dan Aksi Iklim","datePublished":"2025-11-23T03:41:38+00:00","dateModified":"2025-11-23T03:41:42+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65529\/cop30-berakhir-mengecewakan-lemah-komitmen-pelindungan-hutan-pendanaan-dan-aksi-iklim\/"},"wordCount":820,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Iklim","Hutan"],"articleSection":["Hutan","Iklim dan Energi","Siaran Pers"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65529\/cop30-berakhir-mengecewakan-lemah-komitmen-pelindungan-hutan-pendanaan-dan-aksi-iklim\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65529\/cop30-berakhir-mengecewakan-lemah-komitmen-pelindungan-hutan-pendanaan-dan-aksi-iklim\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65529\/cop30-berakhir-mengecewakan-lemah-komitmen-pelindungan-hutan-pendanaan-dan-aksi-iklim\/","name":"COP30 Berakhir Mengecewakan: Lemah Komitmen Pelindungan Hutan, Pendanaan, dan Aksi Iklim - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2025-11-23T03:41:38+00:00","dateModified":"2025-11-23T03:41:42+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65529\/cop30-berakhir-mengecewakan-lemah-komitmen-pelindungan-hutan-pendanaan-dan-aksi-iklim\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65529\/cop30-berakhir-mengecewakan-lemah-komitmen-pelindungan-hutan-pendanaan-dan-aksi-iklim\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/65529\/cop30-berakhir-mengecewakan-lemah-komitmen-pelindungan-hutan-pendanaan-dan-aksi-iklim\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"COP30 Berakhir Mengecewakan: Lemah Komitmen Pelindungan Hutan, Pendanaan, dan Aksi Iklim"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff","name":"Budiarti Putri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLopB-Gr_k9SCNin05wv54eBSLhlzm1S71rF3I2remJgRXS7EhD=s96-c","contentUrl":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLopB-Gr_k9SCNin05wv54eBSLhlzm1S71rF3I2remJgRXS7EhD=s96-c","caption":"Budiarti Putri"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/budiarti-putri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65529","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/93"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=65529"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65529\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":65532,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65529\/revisions\/65532"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/65531"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=65529"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=65529"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=65529"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=65529"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}