{"id":66129,"date":"2026-05-01T17:36:47","date_gmt":"2026-05-01T10:36:47","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=66129"},"modified":"2026-05-01T17:36:50","modified_gmt":"2026-05-01T10:36:50","slug":"hari-buruh-2026-memperjuangkan-kerja-layak-dan-hidup-layak-di-tengah-krisis-iklim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66129\/hari-buruh-2026-memperjuangkan-kerja-layak-dan-hidup-layak-di-tengah-krisis-iklim\/","title":{"rendered":"Hari Buruh 2026: Memperjuangkan Kerja Layak dan Hidup Layak di Tengah Krisis Iklim"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Jakarta, 1 Mei 2026<\/strong> &#8211; Memperingati Hari Buruh Internasional (May Day), Greenpeace Indonesia tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) menyerukan pemenuhan hak-hak dasar pekerja di tengah krisis berlapis yang kian menekan kehidupan masyarakat. Lebih dari satu abad sejak perjuangan delapan jam kerja dimenangkan, kelas pekerja hari ini masih menghadapi tantangan yang semakin kompleks mulai dari instabilitas ekonomi, lonjakan biaya hidup, hingga krisis iklim dan konflik global. Di tengah tekanan yang tumpang tindih ini, satu hal yang pasti: <strong>Pekerja Berhak Sejahtera!<\/strong><br><br>Kenaikan suhu bumi kini berjalan beriringan dengan kenaikan harga kebutuhan hidup. Upah yang stagnan membuat pekerja semakin terjepit di antara kebutuhan bertahan hidup dan mempertahankan martabat. Dalam situasi ini, menjadi semakin jelas bahwa pekerja berhak mendapatkan kehidupan yang layak.<br><br>Greenpeace Indonesia menyoroti krisis iklim yang tidak bisa lagi dipisahkan dari perjuangan ekonomi masyarakat sehari-hari. Krisis lingkungan kini telah bertransformasi menjadi krisis kualitas hidup. Bumi yang mendidih tanpa disadari ikut menambah beban tak terlihat. Pekerja harus menanggung naiknya beban biaya pangan, perumahan, transportasi, kesehatan, dan pendidikan, tanpa diiringi pertumbuhan pendapatan.<br><br>Menurut Jeanny Sirait, Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia, berbagai krisis yang mengepung Bumi saat ini semakin memperjelas kelindan antara isu perburuhan dan isu lingkungan. \u201cKrisis iklim membuat para pekerja makin sulit untuk mencapai kesejahteraan. Ketika kelas pekerja, yang sudah dibebani berbagai permasalahan ketenagakerjaan, harus berhadapan juga dengan ancaman eksternal, seperti krisis iklim dan geopolitik, maka penurunan kualitas hidup tak lagi dapat terelakkan. Perjuangan kelas pekerja untuk mencapai kesejahteraan tidak bisa dilepaskan dari perjuangan melawan krisis iklim,\u201d katanya.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/05\/b3383e82-gp0su8tpb.jpg\" title=\"May Day 2026: Workers Deserve Better at Jakarta, Indonesia. \u00a9 Muhammad Zaenuddin \/ Greenpeace\" alt=\"May Day 2026: Workers Deserve Better at Jakarta, Indonesia. \u00a9 Muhammad Zaenuddin \/ Greenpeace\" class=\"wp-image-66131\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/05\/b3383e82-gp0su8tpb.jpg 1200w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/05\/b3383e82-gp0su8tpb-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/05\/b3383e82-gp0su8tpb-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/05\/b3383e82-gp0su8tpb-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/05\/b3383e82-gp0su8tpb-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">To commemorate International Workers&#8217; Day (May Day), Greenpeace Indonesia, part of the Labor Movement with the People (GEBRAK), calls for the fulfillment of basic workers&#8217; rights amidst the multi-layered crises that increasingly pressures people&#8217;s lives: from economic instability, soaring living costs, the climate crisis, and global conflict. Amid these overlapping pressures, one thing is certain: Workers Deserve Better!<div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Muhammad Zaenuddin \/ Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Kelas pekerja, terutama kelompok berpenghasilan menengah ke bawah, menjadi pihak yang paling terdampak dalam situasi krisis iklim. Mereka paling rentan terhadap guncangan ekonomi, ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK), sekaligus paling terdampak oleh kerusakan lingkungan akibat industri ekstraktif.<\/p>\n\n<p>Kerentanan ini juga tampak jelas di sektor maritim dan perikanan. Greenpeace Indonesia mendapati nelayan atau awak kapal perikanan (AKP), baik yang bekerja di kapal domestik maupun yang menjadi pekerja migran, terus menjadi korban pelanggaran hak ketenagakerjaan.<br><br>\u201cLautan kita kaya, namun awak kapalnya jauh dari kata sejahtera,\u201d kata Juru Kampanye Laut Greenpeace Indonesia, Sihar Silalahi.<br><br>Pemerintah telah meratifikasi Konvensi ILO 188 tentang Pekerjaan dalam Penangkapan Ikan (K-188) pada peringatan May Day hari ini. Bagi Greenpeace Indonesia, ini adalah langkah maju dalam perjuangan keadilan bagi pekerja di laut.<br><br>\u201cNamun, perjuangan belum selesai. Kita harus mengawal dan memastikan implementasi K-188 di lapangan dapat melindungi hak asasi pekerja perikanan sekaligus melestarikan ekosistem laut kita,&#8221; tegas Sihar.<br><br>Sebagai bagian dari GEBRAK, Greenpeace Indonesia juga menuntut perubahan sistemik melalui kebijakan yang berpihak pada pekerja, termasuk upah layak, penghapusan praktik outsourcing dan perlindungan hukum yang kuat. Di tengah krisis iklim, ketimpangan ekonomi, dan konflik global, gerakan buruh bersama masyarakat sipil menyerukan satu pesan yang tegas bahwa keselamatan dan kesejahteraan pekerja tidak boleh dikorbankan. Saat ini, sudah tersedia pilihan untuk mengembangkan industri energi terbarukan, pertanian ramah lingkungan, dan perikanan berkelanjutan. Pilihan ini tidak hanya dapat menyejahterakan pekerja, tapi juga penting untuk melindungi masa depan Bumi sebagai sumber kehidupan kita semua.<\/p>\n\n<p>Pemerintah semestinya mulai beralih dari arah pembangunan yang ekstraktif dan eksploitatif ke arah ekonomi hijau. Perjuangan untuk planet yang layak huni harus diiringi dengan perjuangan untuk kesejahteraan buruh.\u00a0<\/p>\n\n<p><br><strong>Pekerja berhak mendapatkan kehidupan yang lebih baik di Bumi yang sehat.<\/strong><\/p>\n\n<p><strong>=====<\/strong><\/p>\n\n<p><strong>Catatan Editor:<\/strong><\/p>\n\n<p>Foto dan video dapat diunduh di <a href=\"https:\/\/media.greenpeace.org\/Detail\/27MZIFJHI1LHQ\">tautan berikut:<\/a><\/p>\n\n<p><strong>Narahubung:<\/strong><\/p>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Jeanny Sirait, Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia,<\/strong> +62 858-1042-3390<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sihar Silalahi, Juru Kampanye Laut Greenpeace Indonesia,<\/strong> +62 811-9611-0906<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Gilang Ramadhan, Petugas Media dan Komunikasi Greenpeace Indonesia,<\/strong> +62 878-2210-6484<\/li>\n<\/ul>\n\n<p><strong>Agnes Alvionita, Juru Kampanye Komunikasi Greenpeace Indonesia,<\/strong> +62 858-1028-8575<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kenaikan suhu bumi kini berjalan beriringan dengan kenaikan harga kebutuhan hidup. Upah yang stagnan membuat pekerja semakin terjepit di antara kebutuhan bertahan hidup dan mempertahankan martabat. Dalam situasi ini, menjadi semakin jelas bahwa pekerja berhak mendapatkan kehidupan yang layak.<\/p>\n","protected":false},"author":25,"featured_media":66131,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-66129","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Hari Buruh 2026: Memperjuangkan Kerja Layak dan Hidup Layak di Tengah Krisis Iklim - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66129\/hari-buruh-2026-memperjuangkan-kerja-layak-dan-hidup-layak-di-tengah-krisis-iklim\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Hari Buruh 2026: Memperjuangkan Kerja Layak dan Hidup Layak di Tengah Krisis Iklim - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kenaikan suhu bumi kini berjalan beriringan dengan kenaikan harga kebutuhan hidup. Upah yang stagnan membuat pekerja semakin terjepit di antara kebutuhan bertahan hidup dan mempertahankan martabat. Dalam situasi ini, menjadi semakin jelas bahwa pekerja berhak mendapatkan kehidupan yang layak.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66129\/hari-buruh-2026-memperjuangkan-kerja-layak-dan-hidup-layak-di-tengah-krisis-iklim\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-05-01T10:36:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-05-01T10:36:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/05\/b3383e82-gp0su8tpb.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Afif\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Afif\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66129\/hari-buruh-2026-memperjuangkan-kerja-layak-dan-hidup-layak-di-tengah-krisis-iklim\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66129\/hari-buruh-2026-memperjuangkan-kerja-layak-dan-hidup-layak-di-tengah-krisis-iklim\/\"},\"author\":{\"name\":\"Afif\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/3e2ebddeabf4d00a38dc3b78e763f280\"},\"headline\":\"Hari Buruh 2026: Memperjuangkan Kerja Layak dan Hidup Layak di Tengah Krisis Iklim\",\"datePublished\":\"2026-05-01T10:36:47+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-01T10:36:50+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66129\/hari-buruh-2026-memperjuangkan-kerja-layak-dan-hidup-layak-di-tengah-krisis-iklim\/\"},\"wordCount\":643,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Uncategorized\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66129\/hari-buruh-2026-memperjuangkan-kerja-layak-dan-hidup-layak-di-tengah-krisis-iklim\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66129\/hari-buruh-2026-memperjuangkan-kerja-layak-dan-hidup-layak-di-tengah-krisis-iklim\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66129\/hari-buruh-2026-memperjuangkan-kerja-layak-dan-hidup-layak-di-tengah-krisis-iklim\/\",\"name\":\"Hari Buruh 2026: Memperjuangkan Kerja Layak dan Hidup Layak di Tengah Krisis Iklim - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-05-01T10:36:47+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-01T10:36:50+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66129\/hari-buruh-2026-memperjuangkan-kerja-layak-dan-hidup-layak-di-tengah-krisis-iklim\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66129\/hari-buruh-2026-memperjuangkan-kerja-layak-dan-hidup-layak-di-tengah-krisis-iklim\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66129\/hari-buruh-2026-memperjuangkan-kerja-layak-dan-hidup-layak-di-tengah-krisis-iklim\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Hari Buruh 2026: Memperjuangkan Kerja Layak dan Hidup Layak di Tengah Krisis Iklim\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/3e2ebddeabf4d00a38dc3b78e763f280\",\"name\":\"Afif\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLsIvppx-YXQ--3d0zDXkI7iN7hDZr5MuE3Nky8RZxlicYBEMLK=s96-c\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLsIvppx-YXQ--3d0zDXkI7iN7hDZr5MuE3Nky8RZxlicYBEMLK=s96-c\",\"caption\":\"Afif\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/asaputra\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Hari Buruh 2026: Memperjuangkan Kerja Layak dan Hidup Layak di Tengah Krisis Iklim - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66129\/hari-buruh-2026-memperjuangkan-kerja-layak-dan-hidup-layak-di-tengah-krisis-iklim\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Hari Buruh 2026: Memperjuangkan Kerja Layak dan Hidup Layak di Tengah Krisis Iklim - Greenpeace Indonesia","og_description":"Kenaikan suhu bumi kini berjalan beriringan dengan kenaikan harga kebutuhan hidup. Upah yang stagnan membuat pekerja semakin terjepit di antara kebutuhan bertahan hidup dan mempertahankan martabat. Dalam situasi ini, menjadi semakin jelas bahwa pekerja berhak mendapatkan kehidupan yang layak.","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66129\/hari-buruh-2026-memperjuangkan-kerja-layak-dan-hidup-layak-di-tengah-krisis-iklim\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2026-05-01T10:36:47+00:00","article_modified_time":"2026-05-01T10:36:50+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":800,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/05\/b3383e82-gp0su8tpb.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Afif","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Afif","Est. reading time":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66129\/hari-buruh-2026-memperjuangkan-kerja-layak-dan-hidup-layak-di-tengah-krisis-iklim\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66129\/hari-buruh-2026-memperjuangkan-kerja-layak-dan-hidup-layak-di-tengah-krisis-iklim\/"},"author":{"name":"Afif","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/3e2ebddeabf4d00a38dc3b78e763f280"},"headline":"Hari Buruh 2026: Memperjuangkan Kerja Layak dan Hidup Layak di Tengah Krisis Iklim","datePublished":"2026-05-01T10:36:47+00:00","dateModified":"2026-05-01T10:36:50+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66129\/hari-buruh-2026-memperjuangkan-kerja-layak-dan-hidup-layak-di-tengah-krisis-iklim\/"},"wordCount":643,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"articleSection":["Uncategorized"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66129\/hari-buruh-2026-memperjuangkan-kerja-layak-dan-hidup-layak-di-tengah-krisis-iklim\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66129\/hari-buruh-2026-memperjuangkan-kerja-layak-dan-hidup-layak-di-tengah-krisis-iklim\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66129\/hari-buruh-2026-memperjuangkan-kerja-layak-dan-hidup-layak-di-tengah-krisis-iklim\/","name":"Hari Buruh 2026: Memperjuangkan Kerja Layak dan Hidup Layak di Tengah Krisis Iklim - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2026-05-01T10:36:47+00:00","dateModified":"2026-05-01T10:36:50+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66129\/hari-buruh-2026-memperjuangkan-kerja-layak-dan-hidup-layak-di-tengah-krisis-iklim\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66129\/hari-buruh-2026-memperjuangkan-kerja-layak-dan-hidup-layak-di-tengah-krisis-iklim\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66129\/hari-buruh-2026-memperjuangkan-kerja-layak-dan-hidup-layak-di-tengah-krisis-iklim\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Hari Buruh 2026: Memperjuangkan Kerja Layak dan Hidup Layak di Tengah Krisis Iklim"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/3e2ebddeabf4d00a38dc3b78e763f280","name":"Afif","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLsIvppx-YXQ--3d0zDXkI7iN7hDZr5MuE3Nky8RZxlicYBEMLK=s96-c","contentUrl":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLsIvppx-YXQ--3d0zDXkI7iN7hDZr5MuE3Nky8RZxlicYBEMLK=s96-c","caption":"Afif"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/asaputra\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66129","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/25"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=66129"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66129\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":66132,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66129\/revisions\/66132"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/66131"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=66129"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=66129"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=66129"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=66129"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}