{"id":66436,"date":"2026-05-26T14:15:08","date_gmt":"2026-05-26T07:15:08","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=66436"},"modified":"2026-05-26T14:18:23","modified_gmt":"2026-05-26T07:18:23","slug":"mencapai-target-transisi-energi-tanpa-penambangan-mineral-berlebihan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66436\/mencapai-target-transisi-energi-tanpa-penambangan-mineral-berlebihan\/","title":{"rendered":"Mencapai Target Transisi Energi Tanpa Penambangan Mineral Berlebihan"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"900\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/05\/67cc1388-gp0su5jx4.jpg\" title=\"Underwater Photo Opp in Raja Ampat, Indonesia. \u00a9 Greenpeace\" alt=\"Underwater Photo Opp in Raja Ampat, Indonesia. \u00a9 Greenpeace\" class=\"wp-image-66437\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/05\/67cc1388-gp0su5jx4.jpg 1200w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/05\/67cc1388-gp0su5jx4-300x225.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/05\/67cc1388-gp0su5jx4-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/05\/67cc1388-gp0su5jx4-768x576.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/05\/67cc1388-gp0su5jx4-453x340.jpg 453w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan banner di perairan Raja Ampat, Papua, untuk menyerukan dampak buruk pertambangan nikel terhadap terumbu karang dan ekosistem laut. <div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p><strong>Jakarta, 25 Mei 2026<\/strong> \u2013 Pemerintah Indonesia sering mempromosikan transisi energi sebagai keniscayaan dalam menghadapi krisis iklim. Demi menjalankan ambisi tersebut, permintaan terhadap mineral kritis seperti litium, nikel, tembaga, dan kobalt terus melonjak untuk memenuhi kebutuhan industri kendaraan listrik dan energi terbarukan. Sebagai salah satu negara yang memiliki cadangan dan produksi nikel terbesar di dunia, nikel di Indonesia dibutuhkan untuk transisi energi dari energi fosil, khususnya di sektor transportasi.<\/p>\n\n<p>Namun, penambangan ekstraktif yang masif dilakukan seringkali menyebabkan deforestasi, merusak biodiversitas, memicu bencana ekologis, dan merampas ruang hidup masyarakat, seperti apa yang terjadi di Pulau Obi. \u201cSebelum industri ekstraktif seperti PT Harita Nikel beroperasi di Pulau Obi, Desa Kawasi sangat jarang mengalami banjir akibat luapan Sungai Todoku. Namun, pembukaan hutan secara masif untuk aktivitas tambang, dan pembangunan infrastruktur perusahaan memicu deforestasi dan sedimentasi yang menyebabkan sungai meluap, hingga membanjiri perkebunan serta permukiman warga,\u201d kata <strong>Direktur WALHI Maluku Utara, Astuti N. Kilwauw <\/strong>dalam acara Media Briefing di kawasan Tanah Abang, Selasa, 26 Mei 2026.<\/p>\n\n<p><strong>Ketua Tim Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia Arie Rompas<\/strong> menjelaskan, operasi pertambangan di Indonesia sebagian besar menggunakan <em>skema open pit mining<\/em> yang menyebabkan pembukaan lahan dan deforestasi untuk izin konsesi nikel. Konsesi tambang nikel di Indonesia sudah mencapai satu juta hektare, dan berada di wilayah yang kaya akan biodiversitas, serta di pulau-pulau kecil yang sangat rentan secara ekologis yang seharusnya tertutup untuk aktivitas pertambangan. Pulau-pulau kecil ini khususnya di wilayah Sulawesi, Halmahera, dan sebagian di Raja Ampat,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"2560\" height=\"1920\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/05\/d3d8190d-img_2274-scaled.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-66438\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/05\/d3d8190d-img_2274-scaled.jpg 2560w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/05\/d3d8190d-img_2274-300x225.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/05\/d3d8190d-img_2274-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/05\/d3d8190d-img_2274-768x576.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/05\/d3d8190d-img_2274-1536x1152.jpg 1536w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/05\/d3d8190d-img_2274-2048x1536.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Narasumber dalam media briefing laporan &#8220;Melampaui Ekstraksi: Jalur untuk Transisi Energi yang Selaras dengan Target 1,5\u00b0C dengan Lebih Sedikit Mineral&#8221; di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin, 25 Mei 2026.<div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Greenpeace\/Anan Suryana<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Atas dasar itu, Greenpeace International bersama para akademisi di Institute for Sustainable Futures, University of Technology, Sydney (UTS), Australia, mengeluarkan <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-international-stateless\/2026\/02\/677b279a-beyond-extraction_energy-transition-with-less-minerals_2026.pdf\">laporan<\/a> berjudul <strong><em>Melampaui Ekstraksi: Jalur untuk Transisi Energi yang Selaras dengan Target 1,5\u00b0C dengan Lebih Sedikit Mineral.<\/em><\/strong> Laporan ini menjelaskan skenario-skenario yang memungkinkan transisi energi dilakukan dan sejalan dengan target 1,5\u00b0C Perjanjian Paris yang telah diratifikasi oleh pemerintah Indonesia.\u00a0<\/p>\n\n<p><strong>Penulis laporan, Professor Sven Teske<\/strong> mengatakan, \u201cPenelitian ini menyoroti bagaimana kebijakan yang tepat dan teknologi inovatif dapat membatasi permintaan mineral dalam transisi energi yang selaras dengan target 1,5\u00b0C. Namun, mewujudkan potensi ini membutuhkan kepemimpinan politik yang bertanggung jawab dan tindakan tegas.\u201d<\/p>\n\n<p>Dalam laporan ini, sejumlah rekomendasi kebijakan sangat krusial untuk menjaga agar transisi energi benar-benar berjalan secara hijau dan adil:&nbsp;<\/p>\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Pertama<\/strong>, menurunkan permintaan mineral melalui investasi dan penyediaan sistem mobilitas bersama seperti transportasi publik yang ditingkatkan serta mobil yang lebih kecil dan efisien.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kedua<\/strong>, memberikan insentif untuk substitusi teknologi baterai menuju alternatif yang membutuhkan lebih sedikit litium, kobalt, atau nikel.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Ketiga<\/strong>, daur ulang dapat secara signifikan menurunkan kebutuhan akan ekstraksi baru.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Keempat<\/strong>, memprioritaskan penggunaan mineral untuk kebutuhan esensial transisi energi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kelima<\/strong>, melindungi \u2018Kawasan Terlarang\u2019 dari ekspansi pertambangan.\u00a0<\/li>\n<\/ul>\n\n<p>Sebagai bagian dari laporan tersebut, hasil analisis menunjukkan bahwa penambangan nikel maupun mineral transisi lainnya di ekosistem vital dengan tingkat keanekaragaman hayati tinggi\u2014termasuk Raja Ampat dan pulau-pulau kecil lainnya\u2014tidak diperlukan untuk mendukung transisi energi yang ambisius dan selaras dengan target iklim. Perlindungan wilayah penting lainnya dari penambangan nikel (<em>Restricted Areas<\/em>) saat ini sedang dikembangkan oleh Greenpeace secara global termasuk penghormatan penuh terhadap hak-hak Masyarakat Adat dan komunitas lokal dengan menerapkan prinsip <em>free, prior, and informed consent<\/em> (FPIC).<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"899\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/05\/81215567-gp0su5jno.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-66441\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Pulau Kawe di Raja Ampat yang sebelumnya dibebani izin tambang nikel PT Kawei Sejahtera Mining. Tampak air cokelat di sekitar pulau akibat sedimentasi dari tambang.<div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p><strong>Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik,<\/strong> menegaskan bahwa ekspansi penambangan nikel di wilayah-wilayah ekosistem vital dan rentan justru bertentangan dengan semangat transisi energi dengan target 1,5 derajat Celcius dalam Perjanjian Paris. Menurutnya, Indonesia terlalu menjadikan nikel sebagai pijakan utama transisi energi. Padahal, sebagian besar produksi nikel di Indonesia masih diperuntukkan untuk industri <em>stainless steel<\/em>, dan hanya sekitar empat persen untuk kebutuhan baterai. \u201cArtinya Indonesia tidak sedang dan tidak menuju transisi energi berkeadilan \u2013 transisi energi yang seharusnya menjadi arah perbaikan ekosistem yang bukan hanya bergantung pada ekstraksi mineral itu sendiri,\u201d katanya.<\/p>\n\n<p><strong>Perwakilan Komisi Pemberantasan Korupsi, Dedy Haryanto<\/strong> menekankan bahwa dalam menuju transisi energi tidak dapat berjalan sendiri. Melalui <em>framework<\/em> Energy Transition Governance Framework (ETGF), KPK menekankan bahwa transisi energi harus dijalankan dengan penegakan hukum, transparansi, perlindungan hak masyarakat adat, partisipasi publik, serta pengawasan yang kuat untuk mencegah korupsi, konflik kepentingan dan <em>state capture<\/em> di sektor sumber daya alam agar tetap adil, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan publik.&nbsp; \u201cSalah satu isu yang diangkat oleh KPK adalah bagaimana transisi energi itu bebas korupsi. Jadi bagaimana berbagai macam inisiatif atau usulan dari berbagai macam <em>stakeholder<\/em> itu bisa optimal dengan masing-masing disiplinnya, baik dari sisi lingkungan, dari sisi penerimaan negara, dari sisi keteknikan, sehingga tujuan bersama itu tercapai,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n<p>Transisi energi adalah tentang mentransformasi sistem energi dan transportasi kita: beralih dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan yang melimpah dan terjangkau seperti surya, angin, dan solusi energi pintar. Upaya tersebut perlu selaras dengan menjaga pemanasan global di bawah 1,5\u00b0C, sekaligus memastikan bahwa transisi energi tidak mengorbankan ekosistem vital, hak asasi manusia, serta kehidupan dan sumber penghidupan Masyarakat Adat dan komunitas lokal. <strong>[SELESAI]<\/strong><\/p>\n\n<p><strong>Narahubung:<\/strong><\/p>\n\n<p><strong>Lovenila (+6289615445051)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Transisi energi yang tidak menghancurkan pulau-pulau kecil mungkin dilakukan. Butuh komitmen kuat dari pemerintah Indonesia. <\/p>\n","protected":false},"author":93,"featured_media":66437,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"Transisi energi yang tidak menghancurkan pulau-pulau kecil mungkin dilakukan. Butuh komitmen kuat dari pemerintah Indonesia. ","p4_og_image":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/05\/67cc1388-gp0su5jx4.jpg","p4_og_image_id":"66437","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[51,62],"tags":[19],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-66436","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hutan","category-siaran-pers","tag-hutan","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mencapai Target Transisi Energi Tanpa Penambangan Mineral Berlebihan - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Transisi energi yang tidak menghancurkan pulau-pulau kecil mungkin dilakukan. Butuh komitmen kuat dari pemerintah Indonesia.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66436\/mencapai-target-transisi-energi-tanpa-penambangan-mineral-berlebihan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mencapai Target Transisi Energi Tanpa Penambangan Mineral Berlebihan - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Transisi energi yang tidak menghancurkan pulau-pulau kecil mungkin dilakukan. Butuh komitmen kuat dari pemerintah Indonesia.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66436\/mencapai-target-transisi-energi-tanpa-penambangan-mineral-berlebihan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-05-26T07:15:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-05-26T07:18:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/05\/67cc1388-gp0su5jx4.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"900\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Budiarti Putri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Budiarti Putri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66436\/mencapai-target-transisi-energi-tanpa-penambangan-mineral-berlebihan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66436\/mencapai-target-transisi-energi-tanpa-penambangan-mineral-berlebihan\/\"},\"author\":{\"name\":\"Budiarti Putri\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff\"},\"headline\":\"Mencapai Target Transisi Energi Tanpa Penambangan Mineral Berlebihan\",\"datePublished\":\"2026-05-26T07:15:08+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-26T07:18:23+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66436\/mencapai-target-transisi-energi-tanpa-penambangan-mineral-berlebihan\/\"},\"wordCount\":855,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Hutan\"],\"articleSection\":[\"Hutan\",\"Siaran Pers\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66436\/mencapai-target-transisi-energi-tanpa-penambangan-mineral-berlebihan\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66436\/mencapai-target-transisi-energi-tanpa-penambangan-mineral-berlebihan\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66436\/mencapai-target-transisi-energi-tanpa-penambangan-mineral-berlebihan\/\",\"name\":\"Mencapai Target Transisi Energi Tanpa Penambangan Mineral Berlebihan - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-05-26T07:15:08+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-26T07:18:23+00:00\",\"description\":\"Transisi energi yang tidak menghancurkan pulau-pulau kecil mungkin dilakukan. Butuh komitmen kuat dari pemerintah Indonesia.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66436\/mencapai-target-transisi-energi-tanpa-penambangan-mineral-berlebihan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66436\/mencapai-target-transisi-energi-tanpa-penambangan-mineral-berlebihan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66436\/mencapai-target-transisi-energi-tanpa-penambangan-mineral-berlebihan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mencapai Target Transisi Energi Tanpa Penambangan Mineral Berlebihan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff\",\"name\":\"Budiarti Putri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLopB-Gr_k9SCNin05wv54eBSLhlzm1S71rF3I2remJgRXS7EhD=s96-c\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLopB-Gr_k9SCNin05wv54eBSLhlzm1S71rF3I2remJgRXS7EhD=s96-c\",\"caption\":\"Budiarti Putri\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/budiarti-putri\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mencapai Target Transisi Energi Tanpa Penambangan Mineral Berlebihan - Greenpeace Indonesia","description":"Transisi energi yang tidak menghancurkan pulau-pulau kecil mungkin dilakukan. Butuh komitmen kuat dari pemerintah Indonesia.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66436\/mencapai-target-transisi-energi-tanpa-penambangan-mineral-berlebihan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mencapai Target Transisi Energi Tanpa Penambangan Mineral Berlebihan - Greenpeace Indonesia","og_description":"Transisi energi yang tidak menghancurkan pulau-pulau kecil mungkin dilakukan. Butuh komitmen kuat dari pemerintah Indonesia.","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66436\/mencapai-target-transisi-energi-tanpa-penambangan-mineral-berlebihan\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2026-05-26T07:15:08+00:00","article_modified_time":"2026-05-26T07:18:23+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":900,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/05\/67cc1388-gp0su5jx4.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Budiarti Putri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Budiarti Putri","Est. reading time":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66436\/mencapai-target-transisi-energi-tanpa-penambangan-mineral-berlebihan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66436\/mencapai-target-transisi-energi-tanpa-penambangan-mineral-berlebihan\/"},"author":{"name":"Budiarti Putri","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff"},"headline":"Mencapai Target Transisi Energi Tanpa Penambangan Mineral Berlebihan","datePublished":"2026-05-26T07:15:08+00:00","dateModified":"2026-05-26T07:18:23+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66436\/mencapai-target-transisi-energi-tanpa-penambangan-mineral-berlebihan\/"},"wordCount":855,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Hutan"],"articleSection":["Hutan","Siaran Pers"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66436\/mencapai-target-transisi-energi-tanpa-penambangan-mineral-berlebihan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66436\/mencapai-target-transisi-energi-tanpa-penambangan-mineral-berlebihan\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66436\/mencapai-target-transisi-energi-tanpa-penambangan-mineral-berlebihan\/","name":"Mencapai Target Transisi Energi Tanpa Penambangan Mineral Berlebihan - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2026-05-26T07:15:08+00:00","dateModified":"2026-05-26T07:18:23+00:00","description":"Transisi energi yang tidak menghancurkan pulau-pulau kecil mungkin dilakukan. Butuh komitmen kuat dari pemerintah Indonesia.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66436\/mencapai-target-transisi-energi-tanpa-penambangan-mineral-berlebihan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66436\/mencapai-target-transisi-energi-tanpa-penambangan-mineral-berlebihan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66436\/mencapai-target-transisi-energi-tanpa-penambangan-mineral-berlebihan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mencapai Target Transisi Energi Tanpa Penambangan Mineral Berlebihan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff","name":"Budiarti Putri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLopB-Gr_k9SCNin05wv54eBSLhlzm1S71rF3I2remJgRXS7EhD=s96-c","contentUrl":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLopB-Gr_k9SCNin05wv54eBSLhlzm1S71rF3I2remJgRXS7EhD=s96-c","caption":"Budiarti Putri"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/budiarti-putri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66436","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/93"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=66436"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66436\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":66444,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66436\/revisions\/66444"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/66437"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=66436"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=66436"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=66436"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=66436"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}