{"id":66509,"date":"2026-06-22T14:03:17","date_gmt":"2026-06-22T07:03:17","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=66509"},"modified":"2026-06-22T14:50:48","modified_gmt":"2026-06-22T07:50:48","slug":"jakarta-akankah-menyala","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/66509\/jakarta-akankah-menyala\/","title":{"rendered":"Jakarta, Akankah Menyala?"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" title=\"Polusi  Jakarta\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/06\/f8ed9a7e-gp0stto0e.jpg\" alt=\"Seorang pesepeda lewat saat kabut asap akibat polusi udara muncul di langit di Monumen Nasional (Monas). Kualitas udara di Jakarta semakin memburuk akhir-akhir ini karena polusi tinggi dari lalu lintas dan pembangkit listrik tenaga batu bara yang mengelilingi Jakarta.\" class=\"wp-image-66514\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/06\/f8ed9a7e-gp0stto0e.jpg 1200w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/06\/f8ed9a7e-gp0stto0e-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/06\/f8ed9a7e-gp0stto0e-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/06\/f8ed9a7e-gp0stto0e-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/06\/f8ed9a7e-gp0stto0e-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption aria-hidden=\"true\" class=\"wp-element-caption\">Seorang pesepeda lewat saat kabut asap akibat polusi udara muncul di langit di Monumen Nasional (Monas). Kualitas udara di Jakarta semakin memburuk akhir-akhir ini karena polusi tinggi dari lalu lintas dan pembangkit listrik tenaga batu bara yang mengelilingi Jakarta.<div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Jurnasyanto Sukarno \/ Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Hari ini (22 Juni 2026), Jakarta sedang berulang tahun yang 499. Tahun depan, provinsi ini akan menginjak usia lima abad. \u00a0Tentu tak lepas dengan dinamika politik nasional yang mewarnainya. Bagaimana kekuasaan dibangun, dan sekaligus juga berhasil ditumbangkan oleh kekuatan rakyat. Simbol pemerintahan yang merepresentasikan Indonesia sebagai sebuah bangsa dan negara, berdiri kokoh di Jakarta. Tentu saja tak lepas dari peran Jakarta yang menjadi ibukota negara, pemerintah pusat yang mengatur pusat pemerintahan dan pusat ekonomi sekaligus. Jakarta menjadi barometer pertumbuhan ekonomi Indonesia.<\/p>\n\n<p>Sebagai anak yang lahir dan besar di Jakarta dan bangga menyandang identitas sebagai orang Betawi, saya menjadi saksi bagaimana kampung kota ini tumbuh dan berkembang mengikuti perkembangan zaman. Teringat kala kecil, saya bisa main dan berlarian di taman yang berjejer di sepanjang patung Pancoran hingga perempatan jalan Gatot Subroto yang sudah lama disulap menjadi jalan tol.<\/p>\n\n<p>Bangunan menjulang tinggi, dan gemerlapnya lampu Jakarta, menjadi magnet bagi banyak warga di luar Jakarta untuk mengadu nasib di kota ini. Jakarta melesat memoles dirinya dengan narasi pembangunan. Sayangnya, gemerlapnya Jakarta juga beririsan dengan berbagai krisis yang menyertainya. &nbsp;Pembangunan kota Jakarta yang terus digenjot guna memenuhi target pertumbuhan ekonomi dan menjadikan kota ini bersaing menjadi kota global, mengabaikan prinsip mendasar, bahwa Jakarta punya keterbatasan daya dukung dan daya tampung lingkungan. Jakarta sudah berat menanggung beban akibat model pembangunan yang mengorbankan hal pokok untuk memastikan dan menjamin warganya, khususnya anak-anak dan kelompok marjinal dapat tumbuh dan berkembang dengan kualitas hidup yang baik dan sehat.<\/p>\n\n<p>Pemimpin Jakarta silih berganti mengikuti demokratisasi yang berjalan. Namun krisisnya tetap sama. Satu di antaranya adalah polusi udara di Jakarta yang bahkan sudah sampai tingkat yang berbahaya. Kecintaan warga akan kotanya ini yang memiliki harapan untuk bisa hidup dengan udara bersih dan sehat sebagaimana yang juga dilindungi oleh Konstitusi dan Undang &#8211; Undang, yang mencoba untuk memperjuangkan &nbsp;udara bersih dan sehat melalui gugatan warga negara (<em>citizen lawsuit<\/em>), dan bahkan sudah dimenangkan hingga tingkat Mahkamah Agung. Secara objective, sebagai salah seorang penggugat, saya mengapresiasi pilihan Gubernur kala itu yang berbeda posisi dengan Presiden dan Kementerian untuk tidak banding ke tingkat pengadilan tinggi dan MA. Namun, kami juga membutuhkan upaya yang lebih sistematis dan terukur untuk memastikan<\/p>\n\n<p>\u201cJakarta Menyala\u201d menjadi slogan pemerintahan Jakarta di bawah kepemimpinan Pram-Doel, di mana salah satu janji politiknya adalah langit Jakarta tanpa polusi. Tanpa upaya yang sungguh-sungguh dari Gubernur \u2013 Wakil Gubernur Jakarta, maka langit Jakarta akan terus mendung. Bergelayut polusi udara yang bukan hanya membuat sesak warganya, tetapi juga akan menjadi beban APBD, guna menanggung dampak ririko penyakit yang ditimbulkan akibat polusi udara.<\/p>\n\n<p>Saya memahami bahwa Mas Pram dan Bang Doel tidak bisa jalan sendiri untuk mengatasi polusi udara di Jakarta ini. Namun saya percaya, dengan kepemimpinan yang kuat dan <em>bargain <\/em>politik yang diperhitungkan oleh pemerintah pusat, pemerintah Jakarta bisa \u201cmemaksa\u201d pemerintah pusat untuk serius mendukung upaya Jakarta mengatasi polusi udara, dan mengajak dua Gubernur dari provinsi lain yakni Banten dan Jawa Barat yang untuk mengambil tanggung jawab mengatasi polusi udara, karena turut menyumbang polusi dari sumber bergerak dan tidak bergerak dari cerobong PLTU yang mengepung kota Jakarta.<\/p>\n\n<p>Sebagai warga yang sangat mencintai kota ini, saya berharap pemimpinnya bisa menjalankan amanah warganya. Mewujudkan Jakarta yang bukan hanya \u201cmenyala\u201d untuk generasi sekarang, tapi juga generasi yang akan datang. Yang akan menjalankan dan menjaga kota ini terus ada sebagai sebuah peradaban \u201cmaju\u201d yang bisa membuat warganya bagian dan sejahtera. Sesuai dengan tema ulang tahun Jakarta yang ke-499 ini yakni \u201cBergerak Menuju Era Baru Jakarta\u201d, semoga era baru Jakarta yang akan diciptakan adalah era baru Jakarta tanpa polusi.<\/p>\n\n<p>Akhirnya\u2026..<\/p>\n\n<p>Jalan-jalan ke kota tua<\/p>\n\n<p>Sampai di sana terlihat jejeran kursi<\/p>\n\n<p>Selamat ulang tahun kota Jakarta<\/p>\n\n<p>Nyoook wujudkan kota yang bebas dari polusi<\/p>\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mewujudkan Jakarta yang bukan hanya \u201cmenyala\u201d untuk generasi sekarang, tapi juga generasi yang akan datang.<\/p>\n","protected":false},"author":116,"featured_media":66514,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"Jakarta, Akankah Menyala?","p4_og_description":"Hari ini (22 Juni 2026), Jakarta sedang berulang tahun yang 499. Tahun depan, provinsi ini akan menginjak usia lima abad. \u00a0Tentu tak lepas dengan dinamika politik nasional yang mewarnainya. Bagaimana kekuasaan dibangun, dan sekaligus juga berhasil ditumbangkan oleh kekuatan rakyat. Simbol pemerintahan yang merepresentasikan Indonesia sebagai sebuah bangsa dan negara, berdiri kokoh di Jakarta. Tentu saja tak lepas dari peran Jakarta yang menjadi ibukota negara, pemerintah pusat yang mengatur pusat pemerintahan dan pusat ekonomi sekaligus. Jakarta menjadi barometer pertumbuhan ekonomi Indonesia.","p4_og_image":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/06\/f8ed9a7e-gp0stto0e.jpg","p4_og_image_id":"66514","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[63,61],"tags":[76,24],"p4-page-type":[16],"class_list":["post-66509","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-kabar-dan-cerita","tag-sosial-dan-ekonomi","tag-aktivisme","p4-page-type-cerita"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Relawan Greenpeace Kisah dari Joonathan - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Siapa sangka seorang anak muda yang gamer, sekarang justru aktif terlibat dalam aksi-aksi lingkungan dan menjadi relawan Greenpeace?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/66509\/jakarta-akankah-menyala\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Relawan Greenpeace Kisah dari Joonathan - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Siapa sangka seorang anak muda yang gamer, sekarang justru aktif terlibat dalam aksi-aksi lingkungan dan menjadi relawan Greenpeace?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/66509\/jakarta-akankah-menyala\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-06-22T07:03:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-22T07:50:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/06\/f8ed9a7e-gp0stto0e.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Khalisah Khalid\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Khalisah Khalid\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/66509\/jakarta-akankah-menyala\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/66509\/jakarta-akankah-menyala\/\"},\"author\":{\"name\":\"Khalisah Khalid\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/8e569a9c1ba31c32477054488834ba3a\"},\"headline\":\"Jakarta, Akankah Menyala?\",\"datePublished\":\"2026-06-22T07:03:17+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-22T07:50:48+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/66509\/jakarta-akankah-menyala\/\"},\"wordCount\":642,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Sosial dan Ekonomi\",\"Aktivisme\"],\"articleSection\":[\"Artikel\",\"Kabar dan Cerita\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/66509\/jakarta-akankah-menyala\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/66509\/jakarta-akankah-menyala\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/66509\/jakarta-akankah-menyala\/\",\"name\":\"Relawan Greenpeace Kisah dari Joonathan - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-06-22T07:03:17+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-22T07:50:48+00:00\",\"description\":\"Siapa sangka seorang anak muda yang gamer, sekarang justru aktif terlibat dalam aksi-aksi lingkungan dan menjadi relawan Greenpeace?\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/66509\/jakarta-akankah-menyala\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/66509\/jakarta-akankah-menyala\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/66509\/jakarta-akankah-menyala\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Jakarta, Akankah Menyala?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/8e569a9c1ba31c32477054488834ba3a\",\"name\":\"Khalisah Khalid\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/62143f67b551afc178940ccdec2fa4a6687e08830fe9cc67dd9f0cebfb74eec2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/62143f67b551afc178940ccdec2fa4a6687e08830fe9cc67dd9f0cebfb74eec2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Khalisah Khalid\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/khalisah-khalid\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Relawan Greenpeace Kisah dari Joonathan - Greenpeace Indonesia","description":"Siapa sangka seorang anak muda yang gamer, sekarang justru aktif terlibat dalam aksi-aksi lingkungan dan menjadi relawan Greenpeace?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/66509\/jakarta-akankah-menyala\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Relawan Greenpeace Kisah dari Joonathan - Greenpeace Indonesia","og_description":"Siapa sangka seorang anak muda yang gamer, sekarang justru aktif terlibat dalam aksi-aksi lingkungan dan menjadi relawan Greenpeace?","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/66509\/jakarta-akankah-menyala\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2026-06-22T07:03:17+00:00","article_modified_time":"2026-06-22T07:50:48+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":800,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/06\/f8ed9a7e-gp0stto0e.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Khalisah Khalid","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Khalisah Khalid","Est. reading time":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/66509\/jakarta-akankah-menyala\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/66509\/jakarta-akankah-menyala\/"},"author":{"name":"Khalisah Khalid","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/8e569a9c1ba31c32477054488834ba3a"},"headline":"Jakarta, Akankah Menyala?","datePublished":"2026-06-22T07:03:17+00:00","dateModified":"2026-06-22T07:50:48+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/66509\/jakarta-akankah-menyala\/"},"wordCount":642,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Sosial dan Ekonomi","Aktivisme"],"articleSection":["Artikel","Kabar dan Cerita"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/66509\/jakarta-akankah-menyala\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/66509\/jakarta-akankah-menyala\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/66509\/jakarta-akankah-menyala\/","name":"Relawan Greenpeace Kisah dari Joonathan - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2026-06-22T07:03:17+00:00","dateModified":"2026-06-22T07:50:48+00:00","description":"Siapa sangka seorang anak muda yang gamer, sekarang justru aktif terlibat dalam aksi-aksi lingkungan dan menjadi relawan Greenpeace?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/66509\/jakarta-akankah-menyala\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/66509\/jakarta-akankah-menyala\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/66509\/jakarta-akankah-menyala\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Jakarta, Akankah Menyala?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/8e569a9c1ba31c32477054488834ba3a","name":"Khalisah Khalid","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/62143f67b551afc178940ccdec2fa4a6687e08830fe9cc67dd9f0cebfb74eec2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/62143f67b551afc178940ccdec2fa4a6687e08830fe9cc67dd9f0cebfb74eec2?s=96&d=mm&r=g","caption":"Khalisah Khalid"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/khalisah-khalid\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66509","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/116"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=66509"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66509\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":66528,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66509\/revisions\/66528"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/66514"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=66509"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=66509"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=66509"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=66509"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}