{"id":67334,"date":"2026-07-16T14:20:09","date_gmt":"2026-07-16T07:20:09","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=67334"},"modified":"2026-07-16T14:20:13","modified_gmt":"2026-07-16T07:20:13","slug":"keterangan-saksi-tergugat-membuktikan-proyek-jalan-135-km-berjalan-serampangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67334\/keterangan-saksi-tergugat-membuktikan-proyek-jalan-135-km-berjalan-serampangan\/","title":{"rendered":"Keterangan Saksi Tergugat Membuktikan Proyek Jalan 135 km Berjalan Serampangan"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"769\" title=\"P1362929\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/07\/75f98ec5-p1362929-1024x769.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-67336\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/07\/75f98ec5-p1362929-1024x769.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/07\/75f98ec5-p1362929-300x225.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/07\/75f98ec5-p1362929-768x577.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/07\/75f98ec5-p1362929-1536x1153.jpg 1536w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/07\/75f98ec5-p1362929-2048x1537.jpg 2048w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/07\/75f98ec5-p1362929-1820x1366.jpg 1820w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/07\/75f98ec5-p1362929-453x340.jpg 453w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption aria-hidden=\"true\" class=\"wp-element-caption\">Anak muda Papua menggelar aksi solidaritas di PTUN Jayapura pada Rabu, 15 Juli 2026 untuk mendukung perjuangan Masyarakat Adat Malind menggugat izin kelayakan lingkungan hidup pembangunan jalan 135 km yang membelah hutan adat. <div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Maurids\/Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p><strong><em>Siaran Pers Tim Advokasi Solidaritas Merauke<\/em><\/strong><\/p>\n\n<p><strong>Jayapura, 16 Juli 2026<\/strong>. Masyarakat Adat Malind kembali bersaksi di hadapan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jayapura pada Rabu, 15 Juli 2026 dalam sidang gugatan proyek pembangunan jalan sepanjang 135 kilometer dari Wanam hingga Muting\u2013jalan yang menopang proyek strategis nasional (PSN) di Merauke.<\/p>\n\n<p>Dalam persidangan ini, Penggugat menghadirkan 2 orang saksi atas nama <strong>Esau dan Hariston Masyarakat Adat Malind korban langsung pembangunan jalan<\/strong>, keduanya menyampaikan kesaksian berdasarkan pengalaman yang mereka lihat dan rasakan secara langsung. Keduanya menerangkan bahwa sejak awal pembangunan dilakukan tanpa sosialisasi yang memadai maupun izin dari marga pemilik hak ulayat yang terdampak. Berbagai bentuk penolakan juga telah dilakukan, dengan pendirian sasi adat dan pemasangan salib merah. Namun, upaya tersebut tidak pernah direspons oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.<\/p>\n\n<p>Penolakan <strong>Hariston <\/strong>atas proyek jalan 135 kilometer yang menopang PSN itu bukan tanpa dasar, ia khawatir bahwa proyek tersebut akan menggusur satu-satunya dusun milik marganya. Selain itu, pelaksanaan proyek juga dibekingi oleh aparat militer\u2013yang secara tak langsung dapat menimbulkan ketakutan dan mempersempit ruang dialog.&nbsp;<\/p>\n\n<p>Pembangunan jalan 135 kilometer itu turut mengubah kondisi alam yang selama ini ditempati Masyarakat Adat di Wanam. <strong>Esau <\/strong>bercerita, sebelum adanya pembangunan, kawasan tersebut masih asri dan sejuk. Kini, setelah pembukaan jalan, wilayah itu menjadi lebih panas dan berdebu, sementara kualitas air yang selama ini digunakan masyarakat juga mengalami penurunan.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" title=\"WhatsApp Image 2026-07-16 at 12.40.53\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/07\/722dd688-whatsapp-image-2026-07-16-at-12.40.53-1024x576.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-67335\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/07\/722dd688-whatsapp-image-2026-07-16-at-12.40.53-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/07\/722dd688-whatsapp-image-2026-07-16-at-12.40.53-300x169.jpeg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/07\/722dd688-whatsapp-image-2026-07-16-at-12.40.53-768x432.jpeg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/07\/722dd688-whatsapp-image-2026-07-16-at-12.40.53-510x287.jpeg 510w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/07\/722dd688-whatsapp-image-2026-07-16-at-12.40.53.jpeg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption aria-hidden=\"true\" class=\"wp-element-caption\">(Kanan ke kiri) John Gluba Gebze dan Yohanes Agabi Mahuze hadir sebagai saksi dari pihak tergugat dalam sidang gugatan jalan 135 km di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jayapura pada Rabu, 15 Juli 2026.<div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Maurids\/Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p><strong>Eks Bupati Merauke John Gluba Gebze hadir sebagai saksi oleh pihak tergugat<\/strong>. Ia mengakui empat kali datang ke Distrik Ilwayab menemui masyarakat dan berbicara tentang proyek pembangunan jalan. Ia mengatakan pertama kali datang tahun 2025 menemui masyarakat. \u201cSaya jelaskan kepada masyarakat, karena di lokasi sudah berjalan, masing-masing tunjukkan batas-batas (wilayah adat) itu, supaya kalau ada kayu yang ditebang bisa ditentukan nilai ekonominya.\u201d<\/p>\n\n<p>John Gluba Gebze datang kedua kali bersama Presiden Prabowo Subianto yang meninjau lokasi, lalu datang lagi bersama Gubernur Papua Selatan dan Bupati Merauke saat penyerahan uang tali asih pada Januari 2026. \u201cSaya selaku tokoh hadir, karena kelengkapannya mesti ada pemerintah; pemerintah itu gubernur dan bupati. Lalu diserahkan, yang menyerahkan itu gubernur dan bupati, karena itu program pemerintah. Memang saya hadir.\u201d<\/p>\n\n<p>John beberapa kali tak menjawab pertanyaan hakim ketua Merna Cinthia, salah satunya terkait dengan keterlibatan Kementerian Pertahanan sebagai pencetus proyek jalan 135 kilometer ini, alih-alih Kementerian Pekerjaan Umum yang lazim menangani pembangunan jalan.<\/p>\n\n<p>Selain itu, pihak tergugat juga menghadirkan <strong>Yohanis Agabi Mahuze, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA)<\/strong> yang mencabut salib merah yang didirikan di tengah proyek jalan 135 kilometer tersebut. Pembangunan jalan itu sempat berhenti, tetapi kembali berjalan setelah sasi dicabut. \u201cSaya memang waktu itu salah. Tidak minta izin,\u201d ujarnya. Namun Yohanes berdalih bahwa kala itu ia tak melihat salib merah sebagai sasi adat.<\/p>\n\n<p><strong>Sekar Banjaran Aji selaku anggota Tim Advokasi Solidaritas Merauke<\/strong> mengatakan, \u201cPersidangan hari ini tidak hanya membuktikan bahwa benar ada pembongkaran hutan adat ilegal yang dilakukan oleh pemerintah tapi juga membuktikan bahwa upaya Masyarakat Adat menjaga ruang hidupnya yang selama ini jadi benteng terakhir krisis iklim ternyata tidak dihargai oleh pemerintah. Kini, PTUN jadi satu-satunya kesempatan terakhir mereka mendapatkan keadilan untuk mengamankan ruang hidupnya.\u201d<\/p>\n\n<p><strong>Tigor Hutapea, kuasa hukum Tim Advokasi Solidaritas Merauke dari Yayasan Pusaka Bentala Rakyat<\/strong> menambahkan, \u201cDari keterangan kedua saksi tergugat terungkap bagaimana operasi proyek strategis negara berkelindan dengan kepentingan aktor-aktor lokal berpengaruh guna membungkam suara dan upaya-upaya Masyarakat Adat menolak PSN. Ini terlihat dari keterangan John Gluba Gebze yang mengaku sebagai pihak sosialisasi dan mediator, masyarakat tidak pernah memintanya sebagai mediator. Ada potensi <em>conflict of interest<\/em> lantaran John Gluba Gebze sebagai komisaris PT Agrinas yang terafiliasi dengan Kementerian Pertahanan, kendati dalam persidangan ia tidak mengakui hal tersebut, dan ia juga menjabat sebagai anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua.\u201d<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" title=\"Food Estate Project Wanam in Merauke, South Papua\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/03\/57dea0fb-gp0su7r9o_medium-res-with-credit-line-1200px-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-65834\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/03\/57dea0fb-gp0su7r9o_medium-res-with-credit-line-1200px-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/03\/57dea0fb-gp0su7r9o_medium-res-with-credit-line-1200px-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/03\/57dea0fb-gp0su7r9o_medium-res-with-credit-line-1200px-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/03\/57dea0fb-gp0su7r9o_medium-res-with-credit-line-1200px-510x340.jpg 510w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/03\/57dea0fb-gp0su7r9o_medium-res-with-credit-line-1200px.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption aria-hidden=\"true\" class=\"wp-element-caption\">Foto udara pembangunan jalan 135 kilometer dari Kampung Wanam-Muting di Merauke. Pembangunan jalan ini membelah hutan dan merampas tanah ulayat Masyarakat Adat atas nama PSN. <div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Jurnasyanto Sukarno\/Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p>Sidang gugatan yang masih berjalan dan perintah pemberhentian oleh <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/66497\/proses-hukum-gugatan-jalan-135-kilometer-masih-berlangsung-pembangunan-jalan-harus-dihentikan\/\">Hakim Ketua<\/a> Merna Cinthia pada 9 Juni 2026 lalu tak membuat pembangunan jalan ini terhenti. Per Juli 2026, proyek jalan telah terbangun sepanjang 118 kilometer dari 135 kilometer yang membentang dari Wanam hingga Muting.&nbsp;<\/p>\n\n<p>Rute jalan 135 kilometer ini bukanlah jalur yang biasa dilalui masyarakat setempat dan tidak dipakai untuk berkegiatan. Jalan ini justru membelah hutan dan perkampungan\u2013bentang alam yang selama ini jadi ruang hidup masyarakat. Kini mereka harus menempuh perjalanan yang semakin jauh untuk berburu dan memenuhi kebutuhan hidup seiring menyusutnya satwa buruan akibat hilangnya habitat hutan. Konflik sosial yang ditimbulkan oleh pembangunan jalan juga tak terhindarkan akibat adanya perbedaan sikap antara marga-marga yang terdampak.&nbsp;<\/p>\n\n<p>Pembangunan jalan sepanjang 135 kilometer adalah salah satu cara pemerintahan&nbsp; Prabowo-Gibran memuluskan sarana-prasarana PSN pangan dan energi, termasuk untuk mobilisasi militer di Wanam, Distrik Ilwayab, Merauke.&nbsp; Dalam pembangunan ini, Pemerintah Indonesia tidak sendiri. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan menggandeng PT Jhonlin Group, perusahaan milik pengusaha tambang asal Kalimantan Selatan Andi Syamsudin Arsyad dalam pembangunan tahap pertama dan tahap kedua kini dilanjutkan <a href=\"https:\/\/sahabat.pu.go.id\/eppid\/berita\/detail\/pembangunan-jalan-kspp-wanammuting-segmen-i-dan-ii-perkuat-konektivitas-wilayah-papua-selatan\">Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat<\/a> dengan melibatkan <a href=\"https:\/\/sahabat.pu.go.id\/eppid\/berita\/detail\/kementerian-pu-tandatangani-kontrak-pembangunan-jalan-kspp-wanammuting-segmen-ii-dukung\">sejumlah perusahaan karya<\/a>.&nbsp;<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"769\" title=\"P1362901\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/07\/0983ccc6-p1362901-1024x769.jpg\" alt=\"Anak muda Papua menggelar aksi solidaritas di PTUN Jayapura pada Rabu, 15 Juli 2026 untuk mendukung perjuangan Masyarakat Adat Malind menggugat izin kelayakan lingkungan hidup pembangunan jalan 135 km yang membelah hutan adat.\" class=\"wp-image-67337\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/07\/0983ccc6-p1362901-1024x769.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/07\/0983ccc6-p1362901-300x225.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/07\/0983ccc6-p1362901-768x577.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/07\/0983ccc6-p1362901-1536x1153.jpg 1536w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/07\/0983ccc6-p1362901-2048x1537.jpg 2048w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/07\/0983ccc6-p1362901-1820x1366.jpg 1820w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/07\/0983ccc6-p1362901-453x340.jpg 453w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption aria-hidden=\"true\" class=\"wp-element-caption\">Anak muda Papua menggelar aksi solidaritas di PTUN Jayapura pada Rabu, 15 Juli 2026 untuk mendukung perjuangan Masyarakat Adat Malind menggugat izin kelayakan lingkungan hidup pembangunan jalan 135 km yang membelah hutan adat. <div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Maurids\/Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keterangan saksi tergugat mengungkap bagaimana operasi PSN berkelindan dengan kepentingan aktor lokal guna membungkam suara Masyarakat Adat.<\/p>\n","protected":false},"author":93,"featured_media":67337,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"","p4_og_image":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/07\/0983ccc6-p1362901-scaled.jpg","p4_og_image_id":"67337","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[51,62],"tags":[19],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-67334","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hutan","category-siaran-pers","tag-hutan","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Keterangan Saksi Tergugat Membuktikan Proyek Jalan 135 km Berjalan Serampangan - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Keterangan saksi tergugat mengungkap bagaimana operasi PSN berkelindan dengan kepentingan aktor lokal guna membungkam suara Masyarakat Adat.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67334\/keterangan-saksi-tergugat-membuktikan-proyek-jalan-135-km-berjalan-serampangan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Keterangan Saksi Tergugat Membuktikan Proyek Jalan 135 km Berjalan Serampangan - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Keterangan saksi tergugat mengungkap bagaimana operasi PSN berkelindan dengan kepentingan aktor lokal guna membungkam suara Masyarakat Adat.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67334\/keterangan-saksi-tergugat-membuktikan-proyek-jalan-135-km-berjalan-serampangan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-16T07:20:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-16T07:20:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/07\/0983ccc6-p1362901-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1922\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Budiarti Putri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Budiarti Putri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67334\/keterangan-saksi-tergugat-membuktikan-proyek-jalan-135-km-berjalan-serampangan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67334\/keterangan-saksi-tergugat-membuktikan-proyek-jalan-135-km-berjalan-serampangan\/\"},\"author\":{\"name\":\"Budiarti Putri\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff\"},\"headline\":\"Keterangan Saksi Tergugat Membuktikan Proyek Jalan 135 km Berjalan Serampangan\",\"datePublished\":\"2026-07-16T07:20:09+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-16T07:20:13+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67334\/keterangan-saksi-tergugat-membuktikan-proyek-jalan-135-km-berjalan-serampangan\/\"},\"wordCount\":900,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Hutan\"],\"articleSection\":[\"Hutan\",\"Siaran Pers\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67334\/keterangan-saksi-tergugat-membuktikan-proyek-jalan-135-km-berjalan-serampangan\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67334\/keterangan-saksi-tergugat-membuktikan-proyek-jalan-135-km-berjalan-serampangan\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67334\/keterangan-saksi-tergugat-membuktikan-proyek-jalan-135-km-berjalan-serampangan\/\",\"name\":\"Keterangan Saksi Tergugat Membuktikan Proyek Jalan 135 km Berjalan Serampangan - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-07-16T07:20:09+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-16T07:20:13+00:00\",\"description\":\"Keterangan saksi tergugat mengungkap bagaimana operasi PSN berkelindan dengan kepentingan aktor lokal guna membungkam suara Masyarakat Adat.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67334\/keterangan-saksi-tergugat-membuktikan-proyek-jalan-135-km-berjalan-serampangan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67334\/keterangan-saksi-tergugat-membuktikan-proyek-jalan-135-km-berjalan-serampangan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67334\/keterangan-saksi-tergugat-membuktikan-proyek-jalan-135-km-berjalan-serampangan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Keterangan Saksi Tergugat Membuktikan Proyek Jalan 135 km Berjalan Serampangan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff\",\"name\":\"Budiarti Putri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLopB-Gr_k9SCNin05wv54eBSLhlzm1S71rF3I2remJgRXS7EhD\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLopB-Gr_k9SCNin05wv54eBSLhlzm1S71rF3I2remJgRXS7EhD\",\"caption\":\"Budiarti Putri\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/budiarti-putri\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Keterangan Saksi Tergugat Membuktikan Proyek Jalan 135 km Berjalan Serampangan - Greenpeace Indonesia","description":"Keterangan saksi tergugat mengungkap bagaimana operasi PSN berkelindan dengan kepentingan aktor lokal guna membungkam suara Masyarakat Adat.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67334\/keterangan-saksi-tergugat-membuktikan-proyek-jalan-135-km-berjalan-serampangan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Keterangan Saksi Tergugat Membuktikan Proyek Jalan 135 km Berjalan Serampangan - Greenpeace Indonesia","og_description":"Keterangan saksi tergugat mengungkap bagaimana operasi PSN berkelindan dengan kepentingan aktor lokal guna membungkam suara Masyarakat Adat.","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67334\/keterangan-saksi-tergugat-membuktikan-proyek-jalan-135-km-berjalan-serampangan\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2026-07-16T07:20:09+00:00","article_modified_time":"2026-07-16T07:20:13+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1922,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/07\/0983ccc6-p1362901-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Budiarti Putri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Budiarti Putri","Est. reading time":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67334\/keterangan-saksi-tergugat-membuktikan-proyek-jalan-135-km-berjalan-serampangan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67334\/keterangan-saksi-tergugat-membuktikan-proyek-jalan-135-km-berjalan-serampangan\/"},"author":{"name":"Budiarti Putri","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff"},"headline":"Keterangan Saksi Tergugat Membuktikan Proyek Jalan 135 km Berjalan Serampangan","datePublished":"2026-07-16T07:20:09+00:00","dateModified":"2026-07-16T07:20:13+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67334\/keterangan-saksi-tergugat-membuktikan-proyek-jalan-135-km-berjalan-serampangan\/"},"wordCount":900,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Hutan"],"articleSection":["Hutan","Siaran Pers"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67334\/keterangan-saksi-tergugat-membuktikan-proyek-jalan-135-km-berjalan-serampangan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67334\/keterangan-saksi-tergugat-membuktikan-proyek-jalan-135-km-berjalan-serampangan\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67334\/keterangan-saksi-tergugat-membuktikan-proyek-jalan-135-km-berjalan-serampangan\/","name":"Keterangan Saksi Tergugat Membuktikan Proyek Jalan 135 km Berjalan Serampangan - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2026-07-16T07:20:09+00:00","dateModified":"2026-07-16T07:20:13+00:00","description":"Keterangan saksi tergugat mengungkap bagaimana operasi PSN berkelindan dengan kepentingan aktor lokal guna membungkam suara Masyarakat Adat.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67334\/keterangan-saksi-tergugat-membuktikan-proyek-jalan-135-km-berjalan-serampangan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67334\/keterangan-saksi-tergugat-membuktikan-proyek-jalan-135-km-berjalan-serampangan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67334\/keterangan-saksi-tergugat-membuktikan-proyek-jalan-135-km-berjalan-serampangan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Keterangan Saksi Tergugat Membuktikan Proyek Jalan 135 km Berjalan Serampangan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff","name":"Budiarti Putri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLopB-Gr_k9SCNin05wv54eBSLhlzm1S71rF3I2remJgRXS7EhD","contentUrl":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLopB-Gr_k9SCNin05wv54eBSLhlzm1S71rF3I2remJgRXS7EhD","caption":"Budiarti Putri"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/budiarti-putri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67334","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/93"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=67334"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67334\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":67339,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67334\/revisions\/67339"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/67337"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=67334"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=67334"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=67334"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=67334"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}