{"id":67466,"date":"2026-08-04T17:26:43","date_gmt":"2026-08-04T10:26:43","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=67466"},"modified":"2026-08-04T17:30:54","modified_gmt":"2026-08-04T10:30:54","slug":"greenpeace-merespons-menteri-bahlil-tentang-ancaman-tambang-nikel-di-raja-ampat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67466\/greenpeace-merespons-menteri-bahlil-tentang-ancaman-tambang-nikel-di-raja-ampat\/","title":{"rendered":"Greenpeace Merespons Menteri Bahlil tentang Ancaman Tambang Nikel di Raja Ampat"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"767\" title=\"Nickel Mining in GAG Island, Raja Ampat Regency\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/a2a2440f-gp0su5jzq-1024x767.jpg\" alt=\"Documentation of Nickel mine PT. GAG Nikel, located on GAG Island, Raja Ampat District, West Papua.\n\nIt has a concession area of \u200b\u200b13,136 Ha and is located in the mega biodiversity area in Raja Ampat, West Papua, which is a habitat for hundreds of unique, rare and endangered types of flora and fauna.\" class=\"wp-image-67468\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/a2a2440f-gp0su5jzq-1024x767.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/a2a2440f-gp0su5jzq-300x225.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/a2a2440f-gp0su5jzq-768x575.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/a2a2440f-gp0su5jzq-454x340.jpg 454w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/a2a2440f-gp0su5jzq.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption aria-hidden=\"true\" class=\"wp-element-caption\">Pemandangan dermaga PT Gag Nikel di Pulau Gag, Raja Ampat dari udara. <div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jakarta, 4 Agustus 2026. <\/strong>Menanggapi <a href=\"https:\/\/katadata.co.id\/berita\/energi\/6a71418d0a20c\/bahlil-bantah-ada-izin-tambang-baru-di-raja-ampat-hanya-tersisa-gag-nickel\">pernyataan<\/a> Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ihwal temuan Greenpeace tentang ancaman tambang di Raja Ampat, <strong>Ketua Tim Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Arie Rompas,<\/strong> mengatakan, \u201cBapak Menteri ESDM, bukannya kami mahatahu. Namun riset Greenpeace menemukan sejumlah bukti kuat bahwa Raja Ampat memang <strong>belum<\/strong> <strong>aman<\/strong> dari ancaman tambang nikel dan industri ekstraktif lainnya. Ada tiga perusahaan yang sedang berusaha untuk bisa beroperasi di bagian timur Pulau Waigeo. Dua perusahaan di antaranya berupaya dengan cara menggugat ke pengadilan melawan Kementerian ESDM dan menang.\u201d<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cBerbagai manuver perusahaan nikel untuk bisa beroperasi di Raja Ampat itu masih terjadi karena Kementerian ESDM masih memasukkan kawasan-kawasan tersebut sebagai \u2018wilayah pertambangan\u2019. Kementerian ESDM seharusnya tidak lagi menjadikan wilayah Raja Ampat sebagai wilayah pertambangan. Apalagi Raja Ampat pada tahun lalu sudah ditetapkan sebagai Cagar Biosfer UNESCO, menambah status Global Geopark yang sudah disandang sebelumnya.\u201d<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cMemang saat ini hanya PT Gag Nikel satu-satunya perusahaan pertambangan nikel yang aktif, setelah Bapak Menteri ESDM mengumumkan pencabutan empat izin tahun lalu. Terkait dengan PT Gag dan pencabutan izin tahun lalu, ada beberapa pertanyaan untuk Menteri ESDM.\u201d<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"799\" title=\"Protest Calling for Full and Permanent Protection of Raja Ampat\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/98a442f7-gp0su9t7u.jpg\" alt=\"Greenpeace Indonesia activists staged a peaceful protest to reiterate the call for full and permanent protection of the Raja Ampat ecosystem. They unfurled banners reading \u201cProtect Raja Ampat, Stop Dirty Energy\u201d and \u201cIs Your Car Powered by Forest Destruction?\u201d as Industry Minister Agus Gumiwang Kartasasmita pressed the button to open the Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, the largest annual automotive exhibition in Tangerang, Banten.\" class=\"wp-image-67467\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/98a442f7-gp0su9t7u.jpg 1200w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/98a442f7-gp0su9t7u-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/98a442f7-gp0su9t7u-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/98a442f7-gp0su9t7u-768x511.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/98a442f7-gp0su9t7u-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption aria-hidden=\"true\" class=\"wp-element-caption\">Aktivis Greenpeace Indonesia menggelar aksi damai tanpa kekerasan saat pembukaan GIIAS 2026 di Tangerang, Banten, pada Kamis, 30 Juli 2026. <div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Ilham Fauzi \/ Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cBagaimana komentar Menteri ESDM atas hasil audit lingkungan PT Gag Nikel yang dimandatkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup? Dari salinan hasil audit lingkungan yang kami peroleh melalui permohonan informasi, setidaknya ada 24 persoalan yang diidentifikasi dalam audit tersebut. Di antaranya mengenai pengendalian sedimentasi, erosi, dan limpasan yang belum optimal; risiko peningkatan beban sedimen ke lingkungan pesisir dan laut, terutama saat hujan; kegagalan dalam menerapkan prinsip-prinsip perlindungan keanekaragaman hayati saat penambangan; dan potensi risiko hidrogeologis dan hidrologis yang mengancam sumber daya air di pulau-pulau kecil. <a href=\"https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/4888449\/bahlil-minta-bijak-kondisi-raja-ampat-yang-dituding-tercemar-di-medsos\">Menteri ESDM<\/a> dan <a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/ekonomi\/esdm-tak-ada-indikasi-pelanggaran-pt-gag-nikel-1673011\">timnya<\/a> pada Juni 2025 menyampaikan tak menemukan bukti pelanggaran lingkungan oleh PT Gag Nikel. Setelah ada hasil audit lingkungan tersebut, Menteri ESDM belum memberikan komentar di publik.\u201d<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Anggi Putra Prayoga<\/strong>, <strong>Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia,<\/strong> mengimbuhkan, \u201cTerlepas dari audit lingkungan, kami menilai pemerintah sejak awal terindikasi tidak tegas terhadap PT Gag. Ini terlihat dari perlakuan berbeda terhadap PT Gag dan empat perusahaan lainnya\u2013yang langsung dikenai pencabutan izin. Dengan signifikansinya untuk ekosistem, keanekaragaman hayati, iklim, dan Masyarakat Adat, Raja Ampat seharusnya terlindungi sepenuhnya dari tambang, termasuk dari aktivitas tambang anak perusahaan pelat merah.\u201d<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSelanjutnya, bagaimana pemerintah memastikan berjalannya pemulihan lingkungan hidup di pulau yang rusak karena tambang nikel, yakni di Pulau Manuran dan Pulau Kawe? Kami mendesak pemerintah Indonesia mempublikasikan hasil penilaian terhadap upaya pemulihan yang dilakukan oleh semua perusahaan di Raja Ampat dan menegakkan peraturan pemulihan secara ketat.\u201d<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Segala temuan dan desakan ini juga tertuang dalam riset Greenpeace \u201c<a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/07\/8ab088e3-surga-yang-tak-terlindungi_nickel-raja-ampat-bahasa-indonesia.pdf?gp_anonymous_id=cbe1c61f-7e83-441b-9cc2-cdce5740ee48\">Surga yang Tak Terlindungi<\/a>\u201d.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kontak Media:<\/strong><\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anggi Putra Prayoga, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, <a href=\"mailto:anggi.prayoga@greenpeace.org\">anggi.prayoga@greenpeace.org<\/a>&nbsp;<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Budiarti Putri, Juru Kampanye Komunikasi Greenpeace Indonesia, <a href=\"mailto:budiarti.putri@greenpeace.org\">budiarti.putri@greenpeace.org<\/a><\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Riset Greenpeace menemukan sejumlah bukti kuat bahwa Raja Ampat memang belum aman dari ancaman tambang nikel.<\/p>\n","protected":false},"author":93,"featured_media":67468,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"Riset Greenpeace menemukan sejumlah bukti kuat bahwa Raja Ampat memang belum aman dari ancaman tambang nikel.","p4_og_image":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/98a442f7-gp0su9t7u.jpg","p4_og_image_id":"67467","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[51,62],"tags":[19],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-67466","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hutan","category-siaran-pers","tag-hutan","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Greenpeace Merespons Menteri Bahlil tentang Ancaman Tambang Nikel di Raja Ampat - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Riset Greenpeace menemukan sejumlah bukti kuat bahwa Raja Ampat memang belum aman dari ancaman tambang nikel.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67466\/greenpeace-merespons-menteri-bahlil-tentang-ancaman-tambang-nikel-di-raja-ampat\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Greenpeace Merespons Menteri Bahlil tentang Ancaman Tambang Nikel di Raja Ampat - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Riset Greenpeace menemukan sejumlah bukti kuat bahwa Raja Ampat memang belum aman dari ancaman tambang nikel.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67466\/greenpeace-merespons-menteri-bahlil-tentang-ancaman-tambang-nikel-di-raja-ampat\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-04T10:26:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-08-04T10:30:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/a2a2440f-gp0su5jzq.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"899\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Budiarti Putri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Budiarti Putri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67466\/greenpeace-merespons-menteri-bahlil-tentang-ancaman-tambang-nikel-di-raja-ampat\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67466\/greenpeace-merespons-menteri-bahlil-tentang-ancaman-tambang-nikel-di-raja-ampat\/\"},\"author\":{\"name\":\"Budiarti Putri\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff\"},\"headline\":\"Greenpeace Merespons Menteri Bahlil tentang Ancaman Tambang Nikel di Raja Ampat\",\"datePublished\":\"2026-08-04T10:26:43+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-04T10:30:54+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67466\/greenpeace-merespons-menteri-bahlil-tentang-ancaman-tambang-nikel-di-raja-ampat\/\"},\"wordCount\":483,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Hutan\"],\"articleSection\":[\"Hutan\",\"Siaran Pers\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67466\/greenpeace-merespons-menteri-bahlil-tentang-ancaman-tambang-nikel-di-raja-ampat\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67466\/greenpeace-merespons-menteri-bahlil-tentang-ancaman-tambang-nikel-di-raja-ampat\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67466\/greenpeace-merespons-menteri-bahlil-tentang-ancaman-tambang-nikel-di-raja-ampat\/\",\"name\":\"Greenpeace Merespons Menteri Bahlil tentang Ancaman Tambang Nikel di Raja Ampat - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-08-04T10:26:43+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-04T10:30:54+00:00\",\"description\":\"Riset Greenpeace menemukan sejumlah bukti kuat bahwa Raja Ampat memang belum aman dari ancaman tambang nikel.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67466\/greenpeace-merespons-menteri-bahlil-tentang-ancaman-tambang-nikel-di-raja-ampat\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67466\/greenpeace-merespons-menteri-bahlil-tentang-ancaman-tambang-nikel-di-raja-ampat\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67466\/greenpeace-merespons-menteri-bahlil-tentang-ancaman-tambang-nikel-di-raja-ampat\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Greenpeace Merespons Menteri Bahlil tentang Ancaman Tambang Nikel di Raja Ampat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff\",\"name\":\"Budiarti Putri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLX1xlA_7MPJU4oIrB3yXTLulbNvkXGB2W_5jZOz_l8PRUWDkRZ\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLX1xlA_7MPJU4oIrB3yXTLulbNvkXGB2W_5jZOz_l8PRUWDkRZ\",\"caption\":\"Budiarti Putri\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/budiarti-putri\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Greenpeace Merespons Menteri Bahlil tentang Ancaman Tambang Nikel di Raja Ampat - Greenpeace Indonesia","description":"Riset Greenpeace menemukan sejumlah bukti kuat bahwa Raja Ampat memang belum aman dari ancaman tambang nikel.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67466\/greenpeace-merespons-menteri-bahlil-tentang-ancaman-tambang-nikel-di-raja-ampat\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Greenpeace Merespons Menteri Bahlil tentang Ancaman Tambang Nikel di Raja Ampat - Greenpeace Indonesia","og_description":"Riset Greenpeace menemukan sejumlah bukti kuat bahwa Raja Ampat memang belum aman dari ancaman tambang nikel.","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67466\/greenpeace-merespons-menteri-bahlil-tentang-ancaman-tambang-nikel-di-raja-ampat\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2026-08-04T10:26:43+00:00","article_modified_time":"2026-08-04T10:30:54+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":899,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/a2a2440f-gp0su5jzq.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Budiarti Putri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Budiarti Putri","Est. reading time":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67466\/greenpeace-merespons-menteri-bahlil-tentang-ancaman-tambang-nikel-di-raja-ampat\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67466\/greenpeace-merespons-menteri-bahlil-tentang-ancaman-tambang-nikel-di-raja-ampat\/"},"author":{"name":"Budiarti Putri","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff"},"headline":"Greenpeace Merespons Menteri Bahlil tentang Ancaman Tambang Nikel di Raja Ampat","datePublished":"2026-08-04T10:26:43+00:00","dateModified":"2026-08-04T10:30:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67466\/greenpeace-merespons-menteri-bahlil-tentang-ancaman-tambang-nikel-di-raja-ampat\/"},"wordCount":483,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Hutan"],"articleSection":["Hutan","Siaran Pers"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67466\/greenpeace-merespons-menteri-bahlil-tentang-ancaman-tambang-nikel-di-raja-ampat\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67466\/greenpeace-merespons-menteri-bahlil-tentang-ancaman-tambang-nikel-di-raja-ampat\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67466\/greenpeace-merespons-menteri-bahlil-tentang-ancaman-tambang-nikel-di-raja-ampat\/","name":"Greenpeace Merespons Menteri Bahlil tentang Ancaman Tambang Nikel di Raja Ampat - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2026-08-04T10:26:43+00:00","dateModified":"2026-08-04T10:30:54+00:00","description":"Riset Greenpeace menemukan sejumlah bukti kuat bahwa Raja Ampat memang belum aman dari ancaman tambang nikel.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67466\/greenpeace-merespons-menteri-bahlil-tentang-ancaman-tambang-nikel-di-raja-ampat\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67466\/greenpeace-merespons-menteri-bahlil-tentang-ancaman-tambang-nikel-di-raja-ampat\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67466\/greenpeace-merespons-menteri-bahlil-tentang-ancaman-tambang-nikel-di-raja-ampat\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Greenpeace Merespons Menteri Bahlil tentang Ancaman Tambang Nikel di Raja Ampat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff","name":"Budiarti Putri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLX1xlA_7MPJU4oIrB3yXTLulbNvkXGB2W_5jZOz_l8PRUWDkRZ","contentUrl":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLX1xlA_7MPJU4oIrB3yXTLulbNvkXGB2W_5jZOz_l8PRUWDkRZ","caption":"Budiarti Putri"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/budiarti-putri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67466","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/93"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=67466"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67466\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":67470,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67466\/revisions\/67470"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/67468"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=67466"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=67466"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=67466"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=67466"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}