{"id":67573,"date":"2026-08-17T19:53:44","date_gmt":"2026-08-17T12:53:44","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=67573"},"modified":"2026-08-17T19:57:01","modified_gmt":"2026-08-17T12:57:01","slug":"bisakah-indonesia-fokus-memanfaatkan-matahari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/67573\/bisakah-indonesia-fokus-memanfaatkan-matahari\/","title":{"rendered":"Matahari Selalu Ada di Sekitar Kita, Bisakah Indonesia Fokus Untuk Memanfaatkannya?"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" title=\"Solar Panel Installation at Jami Keramat Luar Batang Mosque Jakarta, Indonesia\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/86a54d52-gp0su8ssn_pressmedia-2500px.jpg-1024x683.jpeg\" alt=\"\u00a9 Dhemas Reviyanto \/ Greenpeace\" class=\"wp-image-67575\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/86a54d52-gp0su8ssn_pressmedia-2500px.jpg-1024x683.jpeg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/86a54d52-gp0su8ssn_pressmedia-2500px.jpg-300x200.jpeg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/86a54d52-gp0su8ssn_pressmedia-2500px.jpg-768x512.jpeg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/86a54d52-gp0su8ssn_pressmedia-2500px.jpg-1536x1024.jpeg 1536w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/86a54d52-gp0su8ssn_pressmedia-2500px.jpg-2048x1366.jpeg 2048w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/86a54d52-gp0su8ssn_pressmedia-2500px.jpg-510x340.jpeg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption><div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Dhemas Reviyanto \/ Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menuju peringatan kemerdekaan Indonesia ke-81, <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=DW6WkFY5pM4\">di pidato kenegaraan <\/a>Presiden Prabowo Subianto bilang akan mempercepat implementasi 100 gigawatt (GW) pembangkit surya untuk menggantikan pembangkit listrik diesel (PLTD). Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) rencananya akan dimulai dengan pembangunan awal 30 GW yang ditargetkan selesai tahun ini. Di sini, jajaran pemerintah juga sudah menghitung peluang negara menghemat Rp73,9 triliun biaya produksi listrik per tahunnya jika betul-betul memfokuskan diri ke PLTS.&nbsp;<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini memang bukan rencana baru. <a href=\"https:\/\/www.cnbcindonesia.com\/news\/20260608095233-4-740910\/prabowo-mau-bangun-plts-100-giga-watt-butuh-sekitar-rp1800-triliun\">Sejak Juni 2025,<\/a> Presiden Prabowo telah menyatakan rencana 100 GW PLTS sebagai bagian dari percepatan transisi energi dalam mencapai <em>net zero emission<\/em>. Sebuah angka besar yang sebenarnya jika berkaca dari kondisi Indonesia. <a href=\"https:\/\/www.esdm.go.id\/id\/media-center\/arsip-berita\/capaian-positif-tahun-2025-negara-hadir-penuhi-kebutuhan-energi-masyarakat\">Berdasarkan data Kementerian ESDM<\/a>, total kapasitas terpasang energi surya sampai Desember baru sebesar 1.494 Megawatt (MW) atau kurang dari 1,5 GW. <a href=\"https:\/\/regional.kompas.com\/read\/2026\/03\/13\/232300678\/potensi-energi-surya-nasional-3.200-gw-pemanfaatannya-baru-0-016-persen\">Sedangkan potensi energi surya sendiri mencapai 3.200 GW.<\/a> Ini memastikan kalau sampai sekarang ada sumber energi alternatif yang berlimpah di Indonesia dan belum dimanfaatkan dengan maksimal.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti yang disampaikan Presiden Prabowo dalam pidatonya, Indonesia mendapat anugerah dari Tuhan matahari sepanjang tahun. Ini menjadikan energi surya sangat potensial menjadi sumber listrik untuk segala aktivitas, termasuk kebutuhan rumah tangga. Sayangnya, masyarakat Indonesia belum secara masif menggunakan matahari sebagai sumber energi listriknya, bahkan di Jakarta yang perputaran ekonominya cukup tinggi. <\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Berdasarkan survei persepsi publik terbaru Greenpeace Indonesia dan Indopol tentang panel surya di Jakarta, baru 4,27% warga Jakarta yang sudah memasang panel surya.<\/strong><sup data-fn=\"6060a162-c276-43ac-9c91-df31bbc267b9\" class=\"fn\"><a id=\"6060a162-c276-43ac-9c91-df31bbc267b9-link\" href=\"#6060a162-c276-43ac-9c91-df31bbc267b9\">1<\/a><\/sup><\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di tengah krisis energi dunia yang membuat harga sumber energi fosil kian tidak menentu, pilihan untuk beralih ke energi terbarukan perlu digarap serius oleh pemerintah dan masyarakat. Bagi warga Jakarta, menghemat tagihan listrik bulanan dan mengurangi polusi udara jadi dua manfaat yang menarik dari opsi pemasangan panel surya di rumah.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagaimana sih panel surya bisa membuat listrik di rumah kita? Secara garis besar, dengan teknologi fotovoltaik, panel surya mampu mengkonversi sinar panas matahari menjadi sumber listrik. Tidak perlu mengeksploitasi Bumi seperti batubara ataupun energi fosil lainnya, energi matahari adalah pilihan yang jauh lebih aman baik untuk keselamatan lingkungan dan manusia di dalamnya. Lalu, kabar baiknya, sumber energi ini juga mudah didapatkan (baca: gratis), prosesnya tidak bergantung pada rantai pasok yang panjang, dan tentunya tidak berbiaya mahal.&nbsp;<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Sumber energi yang familiar<\/strong><\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penggunaan panel surya sudah banyak diimplementasikan di berbagai negara. Ada Tiongkok, India, dan Pakistan yang secara masif memasok listrik masyarakatnya lewat pemanfaatan energi matahari. Bahkan negara yang lebih dekat di Asia Tenggara, <a href=\"https:\/\/energytracker.asia\/vietnam-solar-energy-boom\/\">Vietnam misalnya,<\/a> secara akumulatif di 2025 kapasitas tenaga matahari terpasang sebesar total 16 GW PLTS dari yang sebelumnya di tahun 2015 baru mencapai 4 MW.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.kompas.com\/tren\/read\/2026\/07\/07\/083000665\/beberapa-wilayah-australia-beri-listrik-gratis-3-jam-sehari-kepada-warganya?page=all\">Di Australia,<\/a> beberapa negara bagian mampu memberikan listrik gratis selama 3 jam per hari, dengan menyesuaikan kebutuhan per rumah tangga, kepada warganya sendiri dikarenakan surplus listrik dari PLTS. Melalui program Solar Sharer Offer (SSO), listrik gratis ini dapat diakses oleh masyarakat ketika produksi energi sedang di tahap puncak, sekitar pukul 13.00-15.00 tengah hari. Diketahui bahwa surplus listrik ini disebabkan dengan melonjaknya penggunaan PLTS atap di samping permintaan listrik dalam jaringan yang lebih rendah di negara tersebut.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Menuju Indonesia yang mandiri energi<\/strong><\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baru-baru ini, kita juga sudah bisa melihat pemanfaatan energi matahari ini di Indonesia. Dalam skala besar ada PLTS Cirata di Jawa Barat. Namun tidak melulu dalam skala masif, masyarakat dan komunitas yang juga sudah mulai menggunakan PLTS atap dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.&nbsp;<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/iesr.or.id\/energi-surya-menyatu-dengan-adat-dan-pariwisata-berkelanjutan-bali\/\">Keuntungan dari beralih ke energi matahari salah satunya sudah dialami oleh Desa Adat Intaran, Bali.<\/a> Di sana panel surya dijadikan sebagai alat penghasil listrik yang memasok sejumlah ruang publik seperti balai desa hingga pasar tradisional dengan ragam kebutuhan. Mulai dari penerangan hingga operasi pompa air. Lewat memastikan sinar matahari yang cukup dan penempatan panel surya yang strategis, penggunaan panel surya dikatakan mampu menekan biaya listrik 30-35% untuk segala aktivitas pasar tradisional di Desa Adat Intaran.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di tengah ancaman krisis energi global, ini semua menunjukkan bahwa energi matahari bisa dipilih sebagai sumber listrik berkelanjutan dengan minimal resiko, ditambah dapat dikelola dan dimanfaatkan mandiri secara komunal yang membuktikan untuk transisi ke energi yang lebih sehat tidak harus mahal dan merusak ekosistem alam.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kita seharusnya sudah sangat siap untuk #FokusDiTerbarukan untuk masa depan yang lebih bersih dan aman. Bisakah pemerintah punya kesadaran dan semangat yang sama?<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca hasil survei perspektif publik kami secara lengkap di sini:<\/p>\n<ol class=\"wp-block-footnotes\"><li id=\"6060a162-c276-43ac-9c91-df31bbc267b9\"><a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/a4b44a66-02252026_laporan-survei-surya-panelgreen-peace-jakarta-periode-februari-2026.pdf\">Survei Persepsi Publik Terhadap Solar Panel pada 820 responden di Jakarta, Greenpeace Indonesia dan Indopol (2026)<\/a> <a href=\"#6060a162-c276-43ac-9c91-df31bbc267b9-link\" aria-label=\"Lompat ke referensi catatan kaki 1\">\u21a9\ufe0e<\/a><\/li><\/ol>\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tentang Penulis<\/strong><br><em>Fila Kamilah adalah content writer untuk kampanye Iklim dan Energi.<\/em><\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Baru-baru ini, kita juga sudah bisa melihat pemanfaatan energi matahari ini di Indonesia. Dalam skala besar ada PLTS Cirata di Jawa Barat. Namun tidak melulu dalam skala masif, masyarakat dan komunitas yang juga sudah mulai menggunakan PLTS atap dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.\u00a0<\/p>\n","protected":false},"author":74,"featured_media":67575,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"Matahari Selalu Ada di Sekitar Kita, Bisakah Indonesia Fokus Untuk Memanfaatkannya?","p4_og_description":"Baru-baru ini, kita juga sudah bisa melihat pemanfaatan energi matahari ini di Indonesia. Dalam skala besar ada PLTS Cirata di Jawa Barat. Namun tidak melulu dalam skala masif, masyarakat dan komunitas yang juga sudah mulai menggunakan PLTS atap dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.\u00a0","p4_og_image":"","p4_og_image_id":"","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":"[{\"content\":\"<a href=\\\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/a4b44a66-02252026_laporan-survei-surya-panelgreen-peace-jakarta-periode-februari-2026.pdf\\\">Survei Persepsi Publik Terhadap Solar Panel pada 820 responden di Jakarta, Greenpeace Indonesia dan Indopol (2026)<\/a>\",\"id\":\"6060a162-c276-43ac-9c91-df31bbc267b9\"}]"},"categories":[63,52],"tags":[6,18],"p4-page-type":[16],"class_list":["post-67573","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-iklim-dan-energi","tag-iklim","tag-energi-terbarukan","p4-page-type-cerita"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Matahari Selalu Ada di Sekitar Kita, Bisakah Indonesia Fokus Untuk Memanfaatkannya? - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/67573\/bisakah-indonesia-fokus-memanfaatkan-matahari\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Matahari Selalu Ada di Sekitar Kita, Bisakah Indonesia Fokus Untuk Memanfaatkannya? - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Baru-baru ini, kita juga sudah bisa melihat pemanfaatan energi matahari ini di Indonesia. Dalam skala besar ada PLTS Cirata di Jawa Barat. Namun tidak melulu dalam skala masif, masyarakat dan komunitas yang juga sudah mulai menggunakan PLTS atap dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.\u00a0\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/67573\/bisakah-indonesia-fokus-memanfaatkan-matahari\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-17T12:53:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-08-17T12:57:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/86a54d52-gp0su8ssn_pressmedia-2500px.jpg-1024x683.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"683\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Arsi Agnitasari\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Arsi Agnitasari\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/67573\/bisakah-indonesia-fokus-memanfaatkan-matahari\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/67573\/bisakah-indonesia-fokus-memanfaatkan-matahari\/\"},\"author\":{\"name\":\"Arsi Agnitasari\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/ec727a11f50a800c1610613939280fbc\"},\"headline\":\"Matahari Selalu Ada di Sekitar Kita, Bisakah Indonesia Fokus Untuk Memanfaatkannya?\",\"datePublished\":\"2026-08-17T12:53:44+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-17T12:57:01+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/67573\/bisakah-indonesia-fokus-memanfaatkan-matahari\/\"},\"wordCount\":701,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Iklim\",\"EnergiTerbarukan\"],\"articleSection\":[\"Artikel\",\"Iklim dan Energi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/67573\/bisakah-indonesia-fokus-memanfaatkan-matahari\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/67573\/bisakah-indonesia-fokus-memanfaatkan-matahari\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/67573\/bisakah-indonesia-fokus-memanfaatkan-matahari\/\",\"name\":\"Matahari Selalu Ada di Sekitar Kita, Bisakah Indonesia Fokus Untuk Memanfaatkannya? - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-08-17T12:53:44+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-17T12:57:01+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/67573\/bisakah-indonesia-fokus-memanfaatkan-matahari\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/67573\/bisakah-indonesia-fokus-memanfaatkan-matahari\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/67573\/bisakah-indonesia-fokus-memanfaatkan-matahari\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Matahari Selalu Ada di Sekitar Kita, Bisakah Indonesia Fokus Untuk Memanfaatkannya?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/ec727a11f50a800c1610613939280fbc\",\"name\":\"Arsi Agnitasari\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocJHQnU2AbYDEyFgBe0axtgt4GSgBVOtvjX6VfyxKPli2gqCL9Ci\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocJHQnU2AbYDEyFgBe0axtgt4GSgBVOtvjX6VfyxKPli2gqCL9Ci\",\"caption\":\"Arsi Agnitasari\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/arsi-agnitasari\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Matahari Selalu Ada di Sekitar Kita, Bisakah Indonesia Fokus Untuk Memanfaatkannya? - Greenpeace Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/67573\/bisakah-indonesia-fokus-memanfaatkan-matahari\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Matahari Selalu Ada di Sekitar Kita, Bisakah Indonesia Fokus Untuk Memanfaatkannya? - Greenpeace Indonesia","og_description":"Baru-baru ini, kita juga sudah bisa melihat pemanfaatan energi matahari ini di Indonesia. Dalam skala besar ada PLTS Cirata di Jawa Barat. Namun tidak melulu dalam skala masif, masyarakat dan komunitas yang juga sudah mulai menggunakan PLTS atap dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.\u00a0","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/67573\/bisakah-indonesia-fokus-memanfaatkan-matahari\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2026-08-17T12:53:44+00:00","article_modified_time":"2026-08-17T12:57:01+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":683,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/86a54d52-gp0su8ssn_pressmedia-2500px.jpg-1024x683.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Arsi Agnitasari","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Arsi Agnitasari","Est. reading time":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/67573\/bisakah-indonesia-fokus-memanfaatkan-matahari\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/67573\/bisakah-indonesia-fokus-memanfaatkan-matahari\/"},"author":{"name":"Arsi Agnitasari","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/ec727a11f50a800c1610613939280fbc"},"headline":"Matahari Selalu Ada di Sekitar Kita, Bisakah Indonesia Fokus Untuk Memanfaatkannya?","datePublished":"2026-08-17T12:53:44+00:00","dateModified":"2026-08-17T12:57:01+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/67573\/bisakah-indonesia-fokus-memanfaatkan-matahari\/"},"wordCount":701,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Iklim","EnergiTerbarukan"],"articleSection":["Artikel","Iklim dan Energi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/67573\/bisakah-indonesia-fokus-memanfaatkan-matahari\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/67573\/bisakah-indonesia-fokus-memanfaatkan-matahari\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/67573\/bisakah-indonesia-fokus-memanfaatkan-matahari\/","name":"Matahari Selalu Ada di Sekitar Kita, Bisakah Indonesia Fokus Untuk Memanfaatkannya? - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2026-08-17T12:53:44+00:00","dateModified":"2026-08-17T12:57:01+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/67573\/bisakah-indonesia-fokus-memanfaatkan-matahari\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/67573\/bisakah-indonesia-fokus-memanfaatkan-matahari\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/cerita\/67573\/bisakah-indonesia-fokus-memanfaatkan-matahari\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Matahari Selalu Ada di Sekitar Kita, Bisakah Indonesia Fokus Untuk Memanfaatkannya?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/ec727a11f50a800c1610613939280fbc","name":"Arsi Agnitasari","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocJHQnU2AbYDEyFgBe0axtgt4GSgBVOtvjX6VfyxKPli2gqCL9Ci","contentUrl":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocJHQnU2AbYDEyFgBe0axtgt4GSgBVOtvjX6VfyxKPli2gqCL9Ci","caption":"Arsi Agnitasari"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/arsi-agnitasari\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67573","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/74"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=67573"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67573\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":67583,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67573\/revisions\/67583"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/67575"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=67573"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=67573"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=67573"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=67573"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}