{"id":67574,"date":"2026-08-17T20:08:26","date_gmt":"2026-08-17T13:08:26","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=67574"},"modified":"2026-08-17T20:08:30","modified_gmt":"2026-08-17T13:08:30","slug":"klarifikasi-greenpeace-tentang-ancaman-tambang-di-raja-ampat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67574\/klarifikasi-greenpeace-tentang-ancaman-tambang-di-raja-ampat\/","title":{"rendered":"Klarifikasi Greenpeace tentang Ancaman Tambang di Raja Ampat"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"899\" title=\"Nickel Mining in GAG Island, Raja Ampat Regency\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/a2a2440f-gp0su5jzq.jpg\" alt=\"Documentation of Nickel mine PT. GAG Nikel, located on GAG Island, Raja Ampat Regency, West Papua.\n\nIt has a concession area of \u200b\u200b13,136 Ha and is located in the mega biodiversity area in Raja Ampat, West Papua, which is a habitat for hundreds of unique, rare and endangered types of flora and fauna.\" class=\"wp-image-67468\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/a2a2440f-gp0su5jzq.jpg 1200w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/a2a2440f-gp0su5jzq-300x225.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/a2a2440f-gp0su5jzq-1024x767.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/a2a2440f-gp0su5jzq-768x575.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/a2a2440f-gp0su5jzq-454x340.jpg 454w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption aria-hidden=\"true\" class=\"wp-element-caption\">Pemandangan udara dermaga PT Gag Nikel di Pulau Gag, Raja Ampat, Papua. <div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jakarta, 17 Agustus 2026.<\/strong> Greenpeace Indonesia mengklarifikasi temuan tentang ancaman tambang nikel di Raja Ampat, Papua, yang tertuang dalam laporan \u201cSurga yang Tak Terlindungi\u201d. Greenpeace keliru karena menyebutkan bahwa ada <strong>tiga perusahaan<\/strong> yang memproses izin pertambangan nikel dengan rencana wilayah operasi di bagian timur Pulau Waigeo, dan salah satu dari tiga perusahaan tersebut juga berusaha mengaktivasi izin pertambangan batu bara di Pulau Misool.&nbsp;<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Informasi yang tepat yakni bahwa memang benar ada tiga perusahaan yang berusaha memproses izin tambang di Raja Ampat, tetapi dua untuk nikel dan satu untuk batu bara.&nbsp;<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kekeliruan ini terjadi dalam proses analisis sejumlah putusan pengadilan atas gugatan yang dilayangkan PT Eka Kurnia Baru terhadap Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). PT EKB mengajukan dua gugatan di pengadilan terhadap Kementerian ESDM menyangkut dua izin usaha pertambangan (IUP) untuk komoditas berbeda: nikel dan batu bara.&nbsp;<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Riset Greenpeace menyebut PT EKB memenangkan gugatan terkait konsesi pertambangan nikel, tetapi kalah dalam gugatan terkait konsesi pertambangan batu bara. Kami mengklarifikasi bahwa sebenarnya PT EKB memenangkan gugatan konsesi batu bara, tetapi kalah dalam gugatan nikel.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam gugatan untuk IUP batu bara, PT EKB menang di pengadilan tingkat pertama di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Kementerian ESDM mengajukan banding, tetapi kalah. Permohonan peninjauan kembali (PK) yang diajukan Kementerian ESDM juga ditolak oleh Mahkamah Agung.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sedangkan dalam perkara IUP nikel, PT EKB menang di pengadilan tingkat pertama dan kedua, tetapi kalah di tingkat kasasi. PT EKB mengajukan peninjauan kembali, tetapi ditolak oleh Mahkamah Agung. Laporan kami luput dan tak lengkap karena baru mengutip hasil putusan perkara IUP nikel di tahap PTUN, tetapi belum menyertakan putusan PK.&nbsp;<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKami mohon maaf kepada publik atas kekeliruan yang kami buat. Koreksi ini merupakan bentuk pertanggungjawaban kami untuk meluruskan informasi: bahwa kendati memang benar ancaman tambang masih mengintai Raja Ampat, ada kesalahan dalam detail yang kami tuliskan. Kami berterima kasih kepada pembaca laporan yang mendeteksi kekeliruan ini dan mengoreksi kami,\u201d kata <strong>Arie Rompas, Ketua Tim Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia.<\/strong>\u00a0<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Greenpeace telah mengoreksi dan mengunggah ulang laporan <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/607ccf27-nickel-raja-ampat_bahasa-13-agustus.pdf\">\u201cSurga yang Tak Terlindungi\u201d<\/a>.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Greenpeace Indonesia mengklarifikasi temuan tentang ancaman tambang nikel di Raja Ampat, Papua, dalam laporan \u201cSurga yang Tak Terlindungi\u201d<\/p>\n","protected":false},"author":93,"featured_media":67468,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"Greenpeace Indonesia mengklarifikasi temuan tentang ancaman tambang nikel di Raja Ampat, Papua, dalam laporan \u201cSurga yang Tak Terlindungi\u201d.","p4_og_image":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/a2a2440f-gp0su5jzq.jpg","p4_og_image_id":"67468","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[51,62],"tags":[19],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-67574","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hutan","category-siaran-pers","tag-hutan","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Klarifikasi Greenpeace tentang Ancaman Tambang di Raja Ampat - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Greenpeace Indonesia mengklarifikasi temuan tentang ancaman tambang nikel di Raja Ampat, Papua, dalam laporan \u201cSurga yang Tak Terlindungi\u201d.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67574\/klarifikasi-greenpeace-tentang-ancaman-tambang-di-raja-ampat\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Klarifikasi Greenpeace tentang Ancaman Tambang di Raja Ampat - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Greenpeace Indonesia mengklarifikasi temuan tentang ancaman tambang nikel di Raja Ampat, Papua, dalam laporan \u201cSurga yang Tak Terlindungi\u201d.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67574\/klarifikasi-greenpeace-tentang-ancaman-tambang-di-raja-ampat\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-17T13:08:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-08-17T13:08:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/a2a2440f-gp0su5jzq.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"899\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Budiarti Putri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Budiarti Putri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67574\/klarifikasi-greenpeace-tentang-ancaman-tambang-di-raja-ampat\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67574\/klarifikasi-greenpeace-tentang-ancaman-tambang-di-raja-ampat\/\"},\"author\":{\"name\":\"Budiarti Putri\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff\"},\"headline\":\"Klarifikasi Greenpeace tentang Ancaman Tambang di Raja Ampat\",\"datePublished\":\"2026-08-17T13:08:26+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-17T13:08:30+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67574\/klarifikasi-greenpeace-tentang-ancaman-tambang-di-raja-ampat\/\"},\"wordCount\":354,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Hutan\"],\"articleSection\":[\"Hutan\",\"Siaran Pers\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67574\/klarifikasi-greenpeace-tentang-ancaman-tambang-di-raja-ampat\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67574\/klarifikasi-greenpeace-tentang-ancaman-tambang-di-raja-ampat\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67574\/klarifikasi-greenpeace-tentang-ancaman-tambang-di-raja-ampat\/\",\"name\":\"Klarifikasi Greenpeace tentang Ancaman Tambang di Raja Ampat - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-08-17T13:08:26+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-17T13:08:30+00:00\",\"description\":\"Greenpeace Indonesia mengklarifikasi temuan tentang ancaman tambang nikel di Raja Ampat, Papua, dalam laporan \u201cSurga yang Tak Terlindungi\u201d.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67574\/klarifikasi-greenpeace-tentang-ancaman-tambang-di-raja-ampat\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67574\/klarifikasi-greenpeace-tentang-ancaman-tambang-di-raja-ampat\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67574\/klarifikasi-greenpeace-tentang-ancaman-tambang-di-raja-ampat\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Klarifikasi Greenpeace tentang Ancaman Tambang di Raja Ampat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff\",\"name\":\"Budiarti Putri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLX1xlA_7MPJU4oIrB3yXTLulbNvkXGB2W_5jZOz_l8PRUWDkRZ\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLX1xlA_7MPJU4oIrB3yXTLulbNvkXGB2W_5jZOz_l8PRUWDkRZ\",\"caption\":\"Budiarti Putri\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/budiarti-putri\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Klarifikasi Greenpeace tentang Ancaman Tambang di Raja Ampat - Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace Indonesia mengklarifikasi temuan tentang ancaman tambang nikel di Raja Ampat, Papua, dalam laporan \u201cSurga yang Tak Terlindungi\u201d.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67574\/klarifikasi-greenpeace-tentang-ancaman-tambang-di-raja-ampat\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Klarifikasi Greenpeace tentang Ancaman Tambang di Raja Ampat - Greenpeace Indonesia","og_description":"Greenpeace Indonesia mengklarifikasi temuan tentang ancaman tambang nikel di Raja Ampat, Papua, dalam laporan \u201cSurga yang Tak Terlindungi\u201d.","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67574\/klarifikasi-greenpeace-tentang-ancaman-tambang-di-raja-ampat\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2026-08-17T13:08:26+00:00","article_modified_time":"2026-08-17T13:08:30+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":899,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/a2a2440f-gp0su5jzq.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Budiarti Putri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Budiarti Putri","Est. reading time":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67574\/klarifikasi-greenpeace-tentang-ancaman-tambang-di-raja-ampat\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67574\/klarifikasi-greenpeace-tentang-ancaman-tambang-di-raja-ampat\/"},"author":{"name":"Budiarti Putri","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff"},"headline":"Klarifikasi Greenpeace tentang Ancaman Tambang di Raja Ampat","datePublished":"2026-08-17T13:08:26+00:00","dateModified":"2026-08-17T13:08:30+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67574\/klarifikasi-greenpeace-tentang-ancaman-tambang-di-raja-ampat\/"},"wordCount":354,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Hutan"],"articleSection":["Hutan","Siaran Pers"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67574\/klarifikasi-greenpeace-tentang-ancaman-tambang-di-raja-ampat\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67574\/klarifikasi-greenpeace-tentang-ancaman-tambang-di-raja-ampat\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67574\/klarifikasi-greenpeace-tentang-ancaman-tambang-di-raja-ampat\/","name":"Klarifikasi Greenpeace tentang Ancaman Tambang di Raja Ampat - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2026-08-17T13:08:26+00:00","dateModified":"2026-08-17T13:08:30+00:00","description":"Greenpeace Indonesia mengklarifikasi temuan tentang ancaman tambang nikel di Raja Ampat, Papua, dalam laporan \u201cSurga yang Tak Terlindungi\u201d.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67574\/klarifikasi-greenpeace-tentang-ancaman-tambang-di-raja-ampat\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67574\/klarifikasi-greenpeace-tentang-ancaman-tambang-di-raja-ampat\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67574\/klarifikasi-greenpeace-tentang-ancaman-tambang-di-raja-ampat\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Klarifikasi Greenpeace tentang Ancaman Tambang di Raja Ampat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff","name":"Budiarti Putri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLX1xlA_7MPJU4oIrB3yXTLulbNvkXGB2W_5jZOz_l8PRUWDkRZ","contentUrl":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLX1xlA_7MPJU4oIrB3yXTLulbNvkXGB2W_5jZOz_l8PRUWDkRZ","caption":"Budiarti Putri"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/budiarti-putri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67574","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/93"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=67574"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67574\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":67584,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67574\/revisions\/67584"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/67468"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=67574"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=67574"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=67574"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=67574"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}