{"id":67721,"date":"2026-08-28T20:22:02","date_gmt":"2026-08-28T13:22:02","guid":{"rendered":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?p=67721"},"modified":"2026-08-28T20:22:05","modified_gmt":"2026-08-28T13:22:05","slug":"greenpeace-indonesia-dan-greenpeace-malaysia-kabut-asap-lintas-batas-bukan-bencana-baru-pemerintah-dan-perusahaan-harus-bertindak-lebih-cepat-dan-tegas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67721\/greenpeace-indonesia-dan-greenpeace-malaysia-kabut-asap-lintas-batas-bukan-bencana-baru-pemerintah-dan-perusahaan-harus-bertindak-lebih-cepat-dan-tegas\/","title":{"rendered":"Greenpeace Indonesia dan Greenpeace Malaysia: Kabut Asap Lintas Batas Bukan Bencana Baru, Pemerintah dan Perusahaan Harus Bertindak Lebih Cepat dan Tegas"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"802\" title=\"Haze Victims from South Sumatra in Kuala Lumpur\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/3e4add43-gp0su781y.jpg\" alt=\"Pralensa (left) and Rendy Zuliansyah (right), haze victims from South Sumatra, pose with a banner reading \u201cBelum Merdeka Dari Asap\u201d (\u201cNot Yet Free from the Haze\u201d) in front of the Petronas Twin Towers in Kuala Lumpur, Malaysia.\" class=\"wp-image-67722\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/3e4add43-gp0su781y.jpg 1200w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/3e4add43-gp0su781y-300x201.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/3e4add43-gp0su781y-1024x684.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/3e4add43-gp0su781y-768x513.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/3e4add43-gp0su781y-510x340.jpg 510w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption aria-hidden=\"true\" class=\"wp-element-caption\">Pralensa (left) and Rendy Zuliansyah (right), haze victims from South Sumatra, pose with a banner reading \u201cBelum Merdeka Dari Asap\u201d (\u201cNot Yet Free from the Haze\u201d) in front of the Petronas Twin Towers in Kuala Lumpur, Malaysia.<div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Alif R Nouddy Korua \/ Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jakarta\/Kuala Lumpur, 28 Agustus 2026<\/strong> \u2013 Greenpeace Indonesia dan Greenpeace Malaysia menyerukan tindakan darurat yang lebih tegas, transparan, dan terkoordinasi untuk menghentikan kebakaran hutan dan lahan gambut yang kembali menyebabkan kabut asap lintas batas dari Indonesia ke\u00a0 Malaysia, termasuk Singapura.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Krisis tahun ini kembali menunjukkan bahwa kabut asap bukan sekadar persoalan arah angin atau cuaca. Asap mungkin dibawa angin melintasi perbatasan, tetapi sumber masalahnya adalah kebakaran yang terus berulang, terutama di lahan gambut dan kawasan hutan, serta kegagalan untuk memastikan pencegahan dan penegakan hukum yang efektif.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan pemantauan Greenpeace Indonesia, sepanjang 11\u201328 Agustus 2026, terdapat 792 titik sumber asap di Kalimantan, dengan 563 titik di antaranya berada di lanskap gambut. Sebaran titik sumber asap tersebut meliputi 394 titik di Kalimantan Barat, 228 titik di Kalimantan Tengah, dan 94 titik di Kalimantan Selatan. Berdasarkan pemantauan data regional dan pemeriksaan silang dengan data meteorologi, asap dari kebakaran di Kalimantan telah beberapa kali bergerak melintasi perbatasan menuju Sarawak dan Kuching sejak awal hingga sekarang di akhir Agustus. Hasil pemantauan untuk periode yang sama di Sumatera pun menemukan 100 titik sumber asap, dengan 42 titik di antaranya berada di lanskap gambut. Sebaran titik sumber asap tersebut meliputi 12 titik di Riau, 9 titik di Jambi, dan 70 titik di Sumatera Selatan. Sumber asap yang terlihat signifikan di Sumatera Selatan berasal dari dalam lokasi HTI PT Bumi Mekar Hijau yang sedang <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/64573\/belum-padam-korban-kabut-asap-di-sumatera-selatan-ajukan-banding-ke-pengadilan-tinggi-palembang\/\">digugat<\/a> oleh warga Sumsel. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika pada 24 Agustus lalu menyatakan asap karhutla gambut telah <a href=\"https:\/\/tirto.id\/bmkg-asap-karhutla-kalimantan-ke-negara-tetangga-karena-angin-hBK7\">mencapai<\/a> Kuala Lumpur dan Singapura.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Situasi ini semakin mengkhawatirkan karena dampak kabut asap telah dirasakan oleh masyarakat di kedua negara. Di Indonesia, kebakaran dan asap telah mengganggu kehidupan masyarakat dan satwa yang dilindungi seperti <a href=\"https:\/\/www.kompas.id\/artikel\/derita-warga-dan-orangutan-kalimantan-dikepung-asap-beracun-yang-sama\">orangutan<\/a>, serta memperburuk kualitas udara di sejumlah wilayah. Analisis Greenpeace tanggal 4-27 Agustus, Asap telah menyelimuti Kalimantan sejak 6 Agustus 2026 dan menyelimuti Kuching selama 12 hari yang mana musim kemarau masih panjang. Di Malaysia, kualitas udara yang memburuk akibat asap lintas batas telah memaksa penutupan sekolah-sekolah di Sarawak. Laporan terbaru, juga menunjukkan bahwa kebakaran tahun ini telah menyebar luas dan mendorong pemerintah Indonesia meningkatkan pengerahan personel serta sumber daya pemadaman di Kalimantan.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Belgis Laela Noor Habiba<\/strong><strong>, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia<\/strong>, mengatakan: \u201cMasyarakat Indonesia dan Malaysia tidak seharusnya terus dipaksa menghirup udara beracun setiap kali musim kering tiba. Kita sudah terlalu sering mengalami siklus yang sama yaitu kebakaran hutan dan lahan gambut membesar, langit menghilang di balik asap, sekolah ditutup, kesehatan masyarakat terancam, lalu semua orang sibuk mencari siapa yang harus disalahkan. Saat ini, yang dibutuhkan bukan saling menyalahkan, tetapi memastikan kebakaran dihentikan, penanganan menyeluruh terhadap korban, penyebabnya diusut sampai tuntas, dan pihak yang bertanggung jawab benar-benar dimintai pertanggungjawaban.\u201d<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Greenpeace menegaskan bahwa angin bukan pelaku kejahatan tetapi hanya membawa asap dari api yang sudah ada. Pola arah angin ini sudah dari dulu ketika bulan Juli-Oktober mengarah dari Indonesia (Sumatera &amp; Kalimantan) ke Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, bahkan ke Filipina. Karena itu, upaya penanganan tidak boleh berhenti pada respons darurat seperti pemadaman, <em>water bombing<\/em>, atau modifikasi cuaca ketika kebakaran sudah meluas. Pemerintah harus memperkuat pencegahan di tingkat tapak, melindungi dan membasahi kembali ekosistem gambut, memastikan perusahaan bertanggung jawab atas konsesi dan rantai pasoknya, serta menegakkan hukum tanpa pandang bulu terhadap individu maupun korporasi yang terbukti menyebabkan atau membiarkan kebakaran terjadi.<\/p>\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" title=\"Haze In Central Kalimantan\" src=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/34b9aa20-gp0stpe02-1024x683.jpg\" alt=\"Members of the local community help extinguish the fire of burning peatland in Kapuas district, Central Kalimantan province on Borneo island, Indonesia.\" class=\"wp-image-67723\" srcset=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/34b9aa20-gp0stpe02-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/34b9aa20-gp0stpe02-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/34b9aa20-gp0stpe02-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/34b9aa20-gp0stpe02-510x340.jpg 510w, https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/34b9aa20-gp0stpe02.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption aria-hidden=\"true\" class=\"wp-element-caption\">Members of the local community help extinguish the fire of burning peatland in Kapuas district, Central Kalimantan province on Borneo island, Indonesia.<div class=\"credit icon-left\"> \u00a9 Ardiles Rante \/ Greenpeace<\/div><\/figcaption><\/figure>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Krisis ini juga kembali memperlihatkan bahwa udara bersih tidak mengenal batas negara. Warga Pontianak, Palangkaraya, dan daerah-daerah terdampak lainnya berbagi ancaman yang sama dengan warga Kuching dan Sarawak. Mereka sama-sama kehilangan hak atas udara bersih karena kegagalan mencegah kebakaran yang seharusnya dapat diantisipasi.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Heng Kiah Chun, Country Representative Greenpeace Malaysia<\/strong>, mengatakan, \u201cTidak adil ketika masyarakat Malaysia diminta menanggung dampak kesehatan dan sosial dari kabut asap yang berulang, sementara akuntabilitas atas kebakaran terus menjadi persoalan yang tidak pernah benar-benar diselesaikan. Solidaritas lintas negara berarti kita berdiri bersama masyarakat Indonesia yang juga menjadi korban, sambil secara tegas menuntut pertanggungjawaban dari semua pihak, termasuk perusahaan dan pemilik modal, dari mana pun mereka berasal yang terkait dengan perusakan hutan dan kebakaran.\u201d<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Greenpeace Indonesia dan Greenpeace Malaysia sebelumnya telah mendokumentasikan pola berulang kabut asap lintas batas dalam laporan bersama <a href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/southeastasia\/publication\/68012\/the-asean-haze-trauma-report\/\"><em>The ASEAN Haze Trauma<\/em><\/a>, yang menunjukkan bahwa dampak kebakaran hutan dan gambut telah dirasakan oleh masyarakat di berbagai negara Asia Tenggara, sementara keterkaitan antara kebakaran dan perusahaan Indonesia, Malaysia, dan Singapura terus menjadi persoalan penting dalam upaya mencari keadilan dan akuntabilitas.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, Greenpeace Indonesia dan Greenpeace Malaysia mendesak:<\/p>\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Pemerintah Indonesia untuk segera memprioritaskan penghentian kebakaran, perlindungan serta pemulihan <strong>lanskap gambut <\/strong>\u00a0dan perlindungan masyarakat terdampak, termasuk dengan memastikan seluruh sumber daya yang dibutuhkan tersedia bagi upaya pemadaman dan pencegahan.<\/li>\n\n\n\n<li>Penegakan hukum yang transparan dan tanpa pandang bulu terhadap seluruh pihak yang terbukti terlibat dalam pembakaran hutan dan lahan, termasuk korporasi dan pihak-pihak yang memperoleh keuntungan dari pembukaan lahan dengan cara membakar.<\/li>\n\n\n\n<li>Audit dan investigasi menyeluruh terhadap konsesi dan perusahaan di wilayah terdampak kebakaran, serta pembukaan informasi kepada publik mengenai titik api, kepemilikan konsesi, proses penegakan hukum, dan sanksi yang dijatuhkan.<\/li>\n\n\n\n<li>Pemerintah Malaysia untuk memperkuat langkah-langkah perlindungan kesehatan masyarakat sekaligus memastikan perusahaan Malaysia dan kepentingan bisnis yang beroperasi atau memiliki keterkaitan dengan kawasan rawan kebakaran tidak lepas dari kewajiban akuntabilitas.<\/li>\n\n\n\n<li>Pemerintah Indonesia dan Malaysia, bersama negara-negara ASEAN, untuk memperkuat kerja sama pencegahan kebakaran dan akuntabilitas lintas batas. Krisis kabut asap tidak akan selesai hanya dengan diplomasi setelah asap tiba; kawasan membutuhkan mekanisme yang lebih kuat untuk mencegah, menginvestigasi, dan meminta pertanggungjawaban atas pencemaran lintas batas.<\/li>\n<\/ol>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSudah waktunya kita berhenti memperlakukan kabut asap sebagai bencana musiman yang harus diterima begitu saja. Setiap tahun kita tahu musim kering akan datang. Kita tahu lahan gambut yang rusak sangat rentan terbakar. Kita tahu asap akan membahayakan jutaan orang dan dapat melintasi batas negara. Jika semua ini sudah diketahui, maka kegagalan untuk mencegahnya bukan lagi sekadar masalah teknis, ini adalah kegagalan politik dan kegagalan akuntabilitas,\u201d pungkas Belgis.&nbsp;<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Greenpeace Indonesia dan Greenpeace Malaysia menegaskan bahwa masyarakat di kedua negara tidak membutuhkan perdebatan lintas batas oleh para pejabat berwenang. Mereka membutuhkan udara bersih, hutan dan gambut yang terlindungi, serta jaminan bahwa pihak-pihak yang menyebabkan krisis ini tidak lagi lolos dari pertanggungjawaban.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Asap tidak membawa paspor. Dampaknya juga tidak berhenti di perbatasan. Maka tanggung jawab untuk menghentikannya harus sama-sama melampaui batas wilayah negara.<\/p>\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2014SELESAI\u2014<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kabut asap bukan sekadar persoalan arah angin atau cuaca. Perlu tindakan tegas dan terkoordinasi.<\/p>\n","protected":false},"author":93,"featured_media":67722,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ep_exclude_from_search":false,"p4_og_title":"","p4_og_description":"Kabut asap bukan sekadar persoalan arah angin atau cuaca. Perlu tindakan tegas dan terkoordinasi.","p4_og_image":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/3e4add43-gp0su781y.jpg","p4_og_image_id":"67722","p4_seo_canonical_url":"","p4_campaign_name":"","p4_local_project":"","p4_basket_name":"","p4_department":"","footnotes":""},"categories":[51,62],"tags":[19],"p4-page-type":[14],"class_list":["post-67721","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hutan","category-siaran-pers","tag-hutan","p4-page-type-siaran-pers"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.9.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Greenpeace Indonesia dan Greenpeace Malaysia: Kabut Asap Lintas Batas Bukan Bencana Baru, Pemerintah dan Perusahaan Harus Bertindak Lebih Cepat dan Tegas - Greenpeace Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Krisis tahun ini kembali menunjukkan bahwa kabut asap bukan sekadar persoalan arah angin atau cuaca. Perlu tindakan tegas dan terkoordinasi.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67721\/greenpeace-indonesia-dan-greenpeace-malaysia-kabut-asap-lintas-batas-bukan-bencana-baru-pemerintah-dan-perusahaan-harus-bertindak-lebih-cepat-dan-tegas\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Greenpeace Indonesia dan Greenpeace Malaysia: Kabut Asap Lintas Batas Bukan Bencana Baru, Pemerintah dan Perusahaan Harus Bertindak Lebih Cepat dan Tegas - Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Krisis tahun ini kembali menunjukkan bahwa kabut asap bukan sekadar persoalan arah angin atau cuaca. Perlu tindakan tegas dan terkoordinasi.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67721\/greenpeace-indonesia-dan-greenpeace-malaysia-kabut-asap-lintas-batas-bukan-bencana-baru-pemerintah-dan-perusahaan-harus-bertindak-lebih-cepat-dan-tegas\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Greenpeace Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-28T13:22:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-08-28T13:22:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/3e4add43-gp0su781y.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"802\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Budiarti Putri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@GreenpeaceID\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Budiarti Putri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67721\/greenpeace-indonesia-dan-greenpeace-malaysia-kabut-asap-lintas-batas-bukan-bencana-baru-pemerintah-dan-perusahaan-harus-bertindak-lebih-cepat-dan-tegas\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67721\/greenpeace-indonesia-dan-greenpeace-malaysia-kabut-asap-lintas-batas-bukan-bencana-baru-pemerintah-dan-perusahaan-harus-bertindak-lebih-cepat-dan-tegas\/\"},\"author\":{\"name\":\"Budiarti Putri\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff\"},\"headline\":\"Greenpeace Indonesia dan Greenpeace Malaysia: Kabut Asap Lintas Batas Bukan Bencana Baru, Pemerintah dan Perusahaan Harus Bertindak Lebih Cepat dan Tegas\",\"datePublished\":\"2026-08-28T13:22:02+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-28T13:22:05+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67721\/greenpeace-indonesia-dan-greenpeace-malaysia-kabut-asap-lintas-batas-bukan-bencana-baru-pemerintah-dan-perusahaan-harus-bertindak-lebih-cepat-dan-tegas\/\"},\"wordCount\":1081,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"keywords\":[\"Hutan\"],\"articleSection\":[\"Hutan\",\"Siaran Pers\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67721\/greenpeace-indonesia-dan-greenpeace-malaysia-kabut-asap-lintas-batas-bukan-bencana-baru-pemerintah-dan-perusahaan-harus-bertindak-lebih-cepat-dan-tegas\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67721\/greenpeace-indonesia-dan-greenpeace-malaysia-kabut-asap-lintas-batas-bukan-bencana-baru-pemerintah-dan-perusahaan-harus-bertindak-lebih-cepat-dan-tegas\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67721\/greenpeace-indonesia-dan-greenpeace-malaysia-kabut-asap-lintas-batas-bukan-bencana-baru-pemerintah-dan-perusahaan-harus-bertindak-lebih-cepat-dan-tegas\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia dan Greenpeace Malaysia: Kabut Asap Lintas Batas Bukan Bencana Baru, Pemerintah dan Perusahaan Harus Bertindak Lebih Cepat dan Tegas - Greenpeace Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-08-28T13:22:02+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-28T13:22:05+00:00\",\"description\":\"Krisis tahun ini kembali menunjukkan bahwa kabut asap bukan sekadar persoalan arah angin atau cuaca. Perlu tindakan tegas dan terkoordinasi.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67721\/greenpeace-indonesia-dan-greenpeace-malaysia-kabut-asap-lintas-batas-bukan-bencana-baru-pemerintah-dan-perusahaan-harus-bertindak-lebih-cepat-dan-tegas\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67721\/greenpeace-indonesia-dan-greenpeace-malaysia-kabut-asap-lintas-batas-bukan-bencana-baru-pemerintah-dan-perusahaan-harus-bertindak-lebih-cepat-dan-tegas\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67721\/greenpeace-indonesia-dan-greenpeace-malaysia-kabut-asap-lintas-batas-bukan-bencana-baru-pemerintah-dan-perusahaan-harus-bertindak-lebih-cepat-dan-tegas\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Greenpeace Indonesia dan Greenpeace Malaysia: Kabut Asap Lintas Batas Bukan Bencana Baru, Pemerintah dan Perusahaan Harus Bertindak Lebih Cepat dan Tegas\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"description\":\"Greenpeace\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization\",\"name\":\"Greenpeace Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png\",\"width\":500,\"height\":500,\"caption\":\"Greenpeace Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia\",\"https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID\",\"https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff\",\"name\":\"Budiarti Putri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLX1xlA_7MPJU4oIrB3yXTLulbNvkXGB2W_5jZOz_l8PRUWDkRZ\",\"contentUrl\":\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLX1xlA_7MPJU4oIrB3yXTLulbNvkXGB2W_5jZOz_l8PRUWDkRZ\",\"caption\":\"Budiarti Putri\"},\"url\":\"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/budiarti-putri\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Greenpeace Indonesia dan Greenpeace Malaysia: Kabut Asap Lintas Batas Bukan Bencana Baru, Pemerintah dan Perusahaan Harus Bertindak Lebih Cepat dan Tegas - Greenpeace Indonesia","description":"Krisis tahun ini kembali menunjukkan bahwa kabut asap bukan sekadar persoalan arah angin atau cuaca. Perlu tindakan tegas dan terkoordinasi.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67721\/greenpeace-indonesia-dan-greenpeace-malaysia-kabut-asap-lintas-batas-bukan-bencana-baru-pemerintah-dan-perusahaan-harus-bertindak-lebih-cepat-dan-tegas\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Greenpeace Indonesia dan Greenpeace Malaysia: Kabut Asap Lintas Batas Bukan Bencana Baru, Pemerintah dan Perusahaan Harus Bertindak Lebih Cepat dan Tegas - Greenpeace Indonesia","og_description":"Krisis tahun ini kembali menunjukkan bahwa kabut asap bukan sekadar persoalan arah angin atau cuaca. Perlu tindakan tegas dan terkoordinasi.","og_url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67721\/greenpeace-indonesia-dan-greenpeace-malaysia-kabut-asap-lintas-batas-bukan-bencana-baru-pemerintah-dan-perusahaan-harus-bertindak-lebih-cepat-dan-tegas\/","og_site_name":"Greenpeace Indonesia","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","article_published_time":"2026-08-28T13:22:02+00:00","article_modified_time":"2026-08-28T13:22:05+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":802,"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2026\/08\/3e4add43-gp0su781y.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Budiarti Putri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@GreenpeaceID","twitter_site":"@GreenpeaceID","twitter_misc":{"Written by":"Budiarti Putri","Est. reading time":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67721\/greenpeace-indonesia-dan-greenpeace-malaysia-kabut-asap-lintas-batas-bukan-bencana-baru-pemerintah-dan-perusahaan-harus-bertindak-lebih-cepat-dan-tegas\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67721\/greenpeace-indonesia-dan-greenpeace-malaysia-kabut-asap-lintas-batas-bukan-bencana-baru-pemerintah-dan-perusahaan-harus-bertindak-lebih-cepat-dan-tegas\/"},"author":{"name":"Budiarti Putri","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff"},"headline":"Greenpeace Indonesia dan Greenpeace Malaysia: Kabut Asap Lintas Batas Bukan Bencana Baru, Pemerintah dan Perusahaan Harus Bertindak Lebih Cepat dan Tegas","datePublished":"2026-08-28T13:22:02+00:00","dateModified":"2026-08-28T13:22:05+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67721\/greenpeace-indonesia-dan-greenpeace-malaysia-kabut-asap-lintas-batas-bukan-bencana-baru-pemerintah-dan-perusahaan-harus-bertindak-lebih-cepat-dan-tegas\/"},"wordCount":1081,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"keywords":["Hutan"],"articleSection":["Hutan","Siaran Pers"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67721\/greenpeace-indonesia-dan-greenpeace-malaysia-kabut-asap-lintas-batas-bukan-bencana-baru-pemerintah-dan-perusahaan-harus-bertindak-lebih-cepat-dan-tegas\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67721\/greenpeace-indonesia-dan-greenpeace-malaysia-kabut-asap-lintas-batas-bukan-bencana-baru-pemerintah-dan-perusahaan-harus-bertindak-lebih-cepat-dan-tegas\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67721\/greenpeace-indonesia-dan-greenpeace-malaysia-kabut-asap-lintas-batas-bukan-bencana-baru-pemerintah-dan-perusahaan-harus-bertindak-lebih-cepat-dan-tegas\/","name":"Greenpeace Indonesia dan Greenpeace Malaysia: Kabut Asap Lintas Batas Bukan Bencana Baru, Pemerintah dan Perusahaan Harus Bertindak Lebih Cepat dan Tegas - Greenpeace Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website"},"datePublished":"2026-08-28T13:22:02+00:00","dateModified":"2026-08-28T13:22:05+00:00","description":"Krisis tahun ini kembali menunjukkan bahwa kabut asap bukan sekadar persoalan arah angin atau cuaca. Perlu tindakan tegas dan terkoordinasi.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67721\/greenpeace-indonesia-dan-greenpeace-malaysia-kabut-asap-lintas-batas-bukan-bencana-baru-pemerintah-dan-perusahaan-harus-bertindak-lebih-cepat-dan-tegas\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67721\/greenpeace-indonesia-dan-greenpeace-malaysia-kabut-asap-lintas-batas-bukan-bencana-baru-pemerintah-dan-perusahaan-harus-bertindak-lebih-cepat-dan-tegas\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/siaran-pers\/67721\/greenpeace-indonesia-dan-greenpeace-malaysia-kabut-asap-lintas-batas-bukan-bencana-baru-pemerintah-dan-perusahaan-harus-bertindak-lebih-cepat-dan-tegas\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"http:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Greenpeace Indonesia dan Greenpeace Malaysia: Kabut Asap Lintas Batas Bukan Bencana Baru, Pemerintah dan Perusahaan Harus Bertindak Lebih Cepat dan Tegas"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","name":"Greenpeace Indonesia","description":"Greenpeace","publisher":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#organization","name":"Greenpeace Indonesia","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","contentUrl":"https:\/\/www.greenpeace.org\/static\/planet4-indonesia-stateless\/2023\/11\/23919a5e-gp_avatar_whiteongreen.png","width":500,"height":500,"caption":"Greenpeace Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/GreenpeaceIndonesia","https:\/\/twitter.com\/GreenpeaceID","https:\/\/www.instagram.com\/greenpeaceid\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/e4e764db80f6a4f83a58464b1e3badff","name":"Budiarti Putri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLX1xlA_7MPJU4oIrB3yXTLulbNvkXGB2W_5jZOz_l8PRUWDkRZ","contentUrl":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/a\/ACg8ocLX1xlA_7MPJU4oIrB3yXTLulbNvkXGB2W_5jZOz_l8PRUWDkRZ","caption":"Budiarti Putri"},"url":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/author\/budiarti-putri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67721","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/93"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=67721"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67721\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":67725,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67721\/revisions\/67725"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/67722"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=67721"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=67721"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=67721"},{"taxonomy":"p4-page-type","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.greenpeace.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/p4-page-type?post=67721"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}