2020: Apa Harapan Hijaumu?

Ikut Beraksi

Hal apa saja yang bisa mendukung kehidupan yang lebih sehat? Ketika COVID-19 telah mengganggu kehidupan kita di seluruh dunia, setiap pagi kita bertanya-tanya bagaimana cara mendapatkan bantuan yang kita butuhkan untuk melewati krisis ini.

Mulai dari membeli makan diluar sehingga harus jaga jarak saat mengantri, saat kakek dan nenek kita pertama kali menggunakan aplikasi Zoom untuk bertemu cucu secara virtual, hingga memastikan tetangga kita baik-baik saja – disini kita sedang membangun dan memperkuat jaringan dukungan kami sendiri.

#GreenRecoveryNow! Online Demonstration in Switzerland. © Greenpeace / Ex-Press / Severin Nowacki
Direktur Eksekutif Greenpeace Internasional, Jennifer Morgan, mengikuti demonstrasi daring yang diselenggarakan oleh Greenpeace, bersama para aktivis, seniman, dan organisasi lingkungan lainnya untuk mendesak politisi Swiss agar merekonstruksi ekonomi secara berkelanjutan setelah krisis virus corona berakhir. Bersamaan dengan demonstrasi daring ini, sebuah pohon dibawa ke tempat dimana Parlemen Swiss akan bertemu keesokan harinya. Aksi sekaligus menjadi pengantaran petisi COVID-19 secara simbolik. © Greenpeace / Ex-Press / Severin Nowacki

Tetapi kita juga membutuhkan sebuah sistem pendukung yang berbeda sehingga kita semua dapat mengatasi situasi ini lebih baik: misalnya akses terhadap air bersih untuk pola hidup sehat; sistem jaminan sosial seperti perlindungan kesehatan dan kesejahteraan ketika menghadapi masa sulit, kemudian sebuah sistem pangan yang menyehatkan bukan fenomena orang berebut stok makanan di swalayan.

Kita perlu mempertimbangkan sebuah sistem pendukung kehidupan yang lebih besar berasal dari alam yang sehat kepada kita. Dengan begitu banyak informasi dan berita yang tersebarsetiap hitungan jam, akan sulit untuk bisa mengikutinya.

Maka, inilah petunjuk kami tentang bagaimana lingkungan yang sehat dapat melindungi kita dari pandemi.

Apa hubungan alam dengan COVID-19?

Alam yang sehat dan tidak terganggu, terutama ekosistem yang utuh seperti hutan dan daerah belantara lainnya, memberikan perisai dari penyakit baru berbahaya yang muncul dan menyebar ke manusia. Sebaliknya, mengeksploitasi alam menciptakan kondisi bagi penyakit yang mirip dengan COVID-19 bisa muncul dan menyebar.

Kesehatan masyarakat kita hanya bisa kuat bila orang yang paling rentan bisa aman dan sejahtera. Kesehatan kita sebagai manusia secara fundamental saling terkait dengan kesejahteraan seluruh ekosistem. Dengan kata lain, “tidak ada kesehatan hewan dan kesehatan manusia – tidak ada perbedaan masalah kesehatan orang Korea ataupun kesehatan
orang Prancis, semua sama”
.

Deforestation for Farming and Agriculture in Chaco Province, Argentina. © Martin Katz / Greenpeace
Gran Chaco adalah hutan terbesar kedua di Amerika Selatan setelah Amazon. Terdapat 3,400 spesies tumbuhan, 500 spesies burung, 150 mamalia, 120 reptil, 100 amfibi, dan masyarakat adat yang tinggal di wilayah ini. 30 tahun terakhir, Argentina kehilangan 8 juta hektar hutanakibat peternakan dan pertanian. Deforestasi meningkatkan krisis iklim dan banjir. © Martin Katz / Greenpeace

Bagaimana perusakan alam menyebabkan pandemi?

Ketika kita menekan planet ini dengan menghancurkan hutan dan mengganggu alam untuk mengeksploitasi lebih banyak makanan, daging, dan komoditas lainnya, kita telah meningkatkan tingkat kerentanan manusia terhadap penyakit dari satwa liar yang mirip dengan COVID-19.

Perambahan manusia ke dalam ekosistem memiliki banyak bentuk. Ini termasuk deforestasi dan penambangan atau pembukaan lahan untuk pertanian. Aktivitas ini dapat memaksa satwa liar melakukan kontak lebih dekat dengan manusia, yang meningkatkan risiko terpapar patogen, mikroorganisme penyebab penyakit, menyeberang dari hewan ke manusia, yang pada akhirnya mengancam kesehatan masyarakat global.

Walaupun pandemi COVID-19 mungkin terasa seperti peristiwa yang unik saat ini, pandemi ini tidak hanya terjadi satu kali saja – pandemi penyakit zoonosis yang baru saja berpindah dari hewan ke manusia, dari SARS ke H1N1 (flu babi), flu unggas flu hingga ke Ebola.

Apakah peternakan ada hubungannya dengan ini?

Produksi industri daging dan susu di peternakan pabrik besar di mana sejumlah besar hewannya tinggal berjejal-jejal telah meningkatkan risiko penyakit muncul dan menyebar. Meski wabah COVID-19 tidak secara langsung terkait dengan peternakan padat seperti ini, namun industri peternakan hewan telah berkontribusi terhadap penyebaran penyakit zoonosis lainnya seperti flu burung. Kondisi yang sempit dan terkadang tidak bersih bagi pekerja dalam industri produk makanan industri juga dapat meningkatkan risiko penularan penyakit.

Sows and Piglets in Gestation Cages in Thuringia. © Greenpeace
Babi betina ditempatkan kandang yang pendek dan sempit di peternakan Gut Thiemendorf di Thuringia, Germany. Greenpeace mempublikasikan situasi ini dan mendesak agar babi betina ini ditempatkan di kandang yang cukup besar untuk berbaring dan berdiri. Foto ini diberikan oleh peneliti tanpa nama kepada Greenpeac. © Greenpeace

Bisakah perubahan iklim memperburuk keadaan?

Meskipun kondisi iklim tampaknya tidak memainkan peran langsung dalam penyebaran COVID-19, bila kita gagal mengatasi keadaan darurat iklim maka ini dapat meningkatkan paparan kita terhadap penyakit menular lainnya. Tekanan luar biasa yang berasal dari sektor industri ekstraktif dan pencemaran polusi telah mengganggu keseimbangan yang selama ini menjaga kesehatan manusia dan lingkungan. Risiko yang tidak bisa kita biarkan.

Apa yang terjadi jika kita melindungi alam?

Ekosistem yang utuh memberikan perlindungan alami dari kemunculan dan penyebaran penyakit baru mematikan. Maka melindungi alam berarti melindungi diri kita sendiri.

Para ilmuwan juga menyoroti bagaimana laut bisa menjadi petunjuk penting bagi penelitian medis untuk lebih memahami virus baru dan potensi obat. Melindungi lautan dari polusi dan industri seperti penambangan laut dalam, dapat membantu melestarikan ekosistem terbesar di bumi untuk studi ilmiah yang berguna bagi kita semua.

Secara umum, lingkungan yang sehat menyediakan sistem pendukung kehidupan lainnya: hutan dan lautan yang berkembang dengan kehidupan memberi kita udara bersih untuk bernafas dan membantu melindungi kita dari dampak terburuk perubahan iklim.

Monitoring Deep Sea Trawling, Tasman Sea. © Greenpeace / Malcolm Pullman
Aktivis mengawasi kapal pemukat di Laut Tasman. Para aktivis membentangkan banner dengan pesan “Lindungi Kehidupan Laut Dalam.” © Greenpeace / Malcolm Pullman

Jadi apa yang harus kita lakukan?

Menangani krisis COVID-19 dan memulihkan diri menjadi lebih kuat berarti mengambil tindakan untuk membatasi apa yang membuat kita rentan dan memastikan apa-apa saja yang bisa membantu kita tetap aman.

Karena beberapa pemerintah membuat perubahan cepat dan menyeluruh dalam menanggapi krisis yang tampaknya tidak terpikirkan pada awal tahun ini, dunia yang lebih aman, lebih adil, lebih bersih adalah harapannya. Keluar dari krisis ini, kita dapat memilih untuk melindungi diri kita sendiri melalui pemulihan yang melindungi manusia dan lingkungan yang kita andalkan.

Intact Peatland Forest in Indonesia. © Will Rose / Greenpeace
Refleksi hutan gambut lindung reflected di Sungai Besar, sepanjang perjalanan di hutan terindah di Riau di hulu Sungai Serkap. Wilayah ini adalah rumah bagi masyarakat setempat yang hidupnya bergantung pada perikanan. Kini kadar asam air sungai telah berubah dan tangkapan ikan menurun akibat pengeringan gambut sekitar. Wilayah ini juga terancam penghancuran hutan karena perusahaan Asia-Pacific Resource International Holdings (APRIL) berusaha mendapatkan konsesi ini. © Will Rose / Greenpeace

Menjadi sangat penting, dana publik tidak boleh dimasukkan ke dalam dana talangan untuk industri yang merusak sehingga membuat kita lebih rentan terhadap krisis yang mendorong hilangnya alam dan darurat iklim. Sebaliknya, dukungan pemerintah harus memuluskan transisi bagi pekerja dan masyarakat terhadap pekerjaan ramah lingkungan dan mata pencaharian yang membuat kita semua lebih aman dan memberi apa yang kita butuhkan untuk kehidupan
yang sehat.

Beberapa perusahaan industri makanan bahkan menggunakan krisis ini untuk mencoba menghapus peraturan keselamatan. Dengan mengeksploitasi pekerja dan batas-batas planet, sistem industri pangan membuat kita lebih berisiko. Pabrik peternakan adalah resep beracun terhadap pandemi di masa depan. Pemulihan yang aman berarti merangkul produsen pangan lokal, berkelanjutan, dan tangguh yang menyehatkan manusia dan kesehatan planet kita.

Hologram Projection at European Council Summit in Brussels. © Tim Dirven / Greenpeace
Greenpeace Belgia beraksi dengan memproyeksikan demonstrasi hologram untuk pertama kalinya di Brussels di depan gedung Dewan Uni Eropa. Sebagai upaya perlindungan di masa krisis Covid-19 membatasi ruang gerak publik, barikade virtual ini mengirimkan pesan penting untuk pemangku keputusan Eropa “Lindungi masyarakat bukan korporasi, kami tidak akan diam! Ubah sistem: dukung investasi bersih bukan kotor”. © Tim Dirven / Greenpeace

Larangan perdagangan satwa liar akan sangat mengurangi risiko wabah penyakit zoonosis. Tetapi jika ini tindakan yang berdiri sendiri tentu tidak akan cukup untuk mencegah krisis kesehatan di masa depan.. Dari krisis kita saat ini, kita membutuhkan tindakan politis yang ambisius yang dibangun dengan menghargai tanggung jawab kita untuk saling melindungi dan sistem pendukung pelestarian hutan dan laut yang dapat membuat kita tetap sehat.

Kesehatan manusia, kesehatan masyarakat dan kesehatan lingkungan tidak dapat dipisahkan.
Didasarkan pada manfaat kolektif daripada keuntungan perusahaan, mari kita menempatkan
manusia dan alam di sebagai pusat kita membangun kembali dunia yang lebih baik.

Louisa Casson adalah Strategis Politik Senior di Greenpeace International.