Setelah 2 tahun vakum akibat Pandemi COVID-19, Tim Cegah Api kembali untuk menyelamatkan hutan Indonesia tepatnya di Kubu Raya, Kalimantan Barat. Terdiri dari 19 relawan yang berasal dari Riau, Kalimantan, dan Jawa Timur, Tim Cegah Api mengawali kegiatan dengan pelatihan teknis dan non teknis sebelum bertugas langsung ke lapangan.

Tim Cegah Api berjuang 100% untuk hutan Indonesia. Mereka bekerja sama dengan masyarakat di areal terdampak untuk melakukan pemetaan, pemantauan titik api, dan mengawasi bila ada pengeringan kanal gambut baru, mengenalkan teknik pencegahan kebakaran di pemukiman, sekolah, lingkungan konsesi, juga institusi pemerintahan, dan banyak kegiatan lainnya.

Apa saja kegiatan Tim Cegah Api selama bertugas?

Selama kurun waktu 40 hari, Tim Cegah Api melakukan berbagai macam kegiatan bersama dengan masyarakat sekitar:

Hingga Juli 2022, status siaga darurat bencana asap akibat karhutla ditetapkan di 5 (lima) provinsi yaitu Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat dimana 131 peristiwa kebakaran hutan dan lahan terjadi. Tim Cegah Api kembali beraksi di daerah Kalimantan Barat, di mana titik api semakin hari kian bertambah, area terbakar semakin meluas dan dampak yang ditimbulkan seperti kabut asap yang semakin pekat dan polutan yang dihasilkan sudah membahayakan kesehatan masyarakat sekitar.

Tonton video kembalinya Tim Cegah Api untuk Hutan Indonesia #HutanTanpaApi

Salam,
Tim Cegah Api