Greenpeace Indonesia Urban People Power (UPP) campaigner Muharram Atha Rasyadi.

Tapi, aksi penanganan sampah di hilir oleh konsumen saja tidak cukup, apabila produsen kemasan plastik sekali pakai tidak turut ambil bagian. Selama produsen masih menyediakan kebutuhan konsumen menggunakan plastik sekali pakai, selama itu pula sampah plastik akan terus tumbuh.

Selama produsen tidak bertanggung jawab mengurangi kemasan plastik sekali pakai maka sampah-sampah kemasan plastik sekali pakai yang mencemari sejak 10, 15, atau bahkan 20 tahun lalu akan tetap ada dalam kondisi utuh dan tidak berubah. 

Gerakan global Break Free From Plastik melalui audit merek menemukan bahwa 43% dari 476.423 sampah pada tahun 2019 adalah sampah yang masih jelas terlihat mereknya. Persentase ini meningkat hingga 63% dari 346.494 buah pada tahun 2020. Di sisi lain, mereka juga mencatat jumlah sampah kemasan saset yang sulit didaur ulang mencapai 63.972 buah di tahun 2020.

Menurut laporan audit merek global tahun 2020, terdapat 10 merek yang menjadi pencemar utama. Mereka adalah The Coca-cola Company, PepsiCo, Nestlé, Unilever, Mondelez International, Mars Inc, Procter & Gamble, Philip Morris International, Colgate-Palmolive, dan Perfetti Van Melle. 

Melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia no. 75 tahun 2019, pelaku industri secara tegas diminta bertanggung jawab untuk mengurangi sampah dari produk dan kemasan yang mereka hasilkan sebesar 30% dalam kurun waktu peta jalan sepuluh tahun. Dua tahun ke depan adalah waktu bagi perusahaan untuk mulai membangun fasilitas dan mekanisme penarikan kembali sampah, pembuatan kerjasama dengan bank sampah/TPS 3R/badan usaha berizin, serta uji coba kegiatan pengurangan sampah. Dan tahun ini adalah waktunya produsen mengirimkan dokumen rencananya!

Maka sekarang adalah momen yang tepat untuk meminta komitmen kepada produsen agar benar-benar bertanggung jawab pada produksi kemasan plastik sekali pakai yang mereka lakukan! 

Sebagai konsumen yang tidak berharap memandang sampah plastik yang tidak terurai, mari kita bersama-sama memanfaatkan momentum ini untuk meminta tanggung jawab dan aksi produsen atas sampah-sampah plastik sekali pakai mereka mulai dari sekarang!