#PantangPlastik

Sampaikan Pada Korporasi Untuk Basmi Monster Polusi Plastik

Lebih dari 3 juta orang di seluruh dunia telah bergabung dengan Greenpeace dan mendesak perusahaan untuk berhenti mencemari planet kita dengan plastik sekali pakai.

Ikut Beraksi

Hal yang menakjubkan terjadi selama bulan ini. Monster plastik menjelajahi berbagai belahan dunia, bangkit dari tempat pembuangan, memanjat tumpukan sampah, bahkan berenang mengarungi lautan, danau, dan sungai, melakukan perjalanan yang sulit untuk kembali pulang pada penciptanya.

Aktivis Greenpeace mengantar monster plastik sepanjang 20 meter ke kantor pusat Nestlé di Swiss pada tanggal 16 April 2019. Monster Plastik ini dibuat dari kemasan produk-produk Nestlé.

Jadi, darimana monster plastik ini lahir? Dari Nestlé. Nestlé dan perusahaan multinasional lainnya yang memproduksi kemasan plastik sekali pakai dalam jumlah yang sangat masif. Seperti yang kita tahu, plastik merugikan masyarakat dengan mencemari lingkungan tempat tinggalnya. Tak hanya manusia yang dirugikan, bahkan banyak satwa laut dan sekitarnya di seluruh dunia yang hidupnya terancam karena plastik. Tahun lalu, Nestlé menggunakan 1.7 juta ton kemasan plastik. Meskipun mereka mencoba memperdebatkan angka tersebut, faktanya tetap menunjukkan bahwa Nestlé memproduksi plastik lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.

Ini harus berakhir. Saat perusahaan seharusnya fokus pada pengurangan produksi plastiknya, Nestlé malah terus meningkatkan produksinya, berdalih dengan rencana daur ulang dan penggunaan kembali yang masih belum jelas pada konsumen dan media. Rencana yang mereka susun pun saat ini masih belum dalam skala yang dibutuhkan untuk mengurangi jumlah plastik yang terus bermunculan di seluruh dunia. Nyatanya, Nestlé dinyatakan sebagai salah satu pencemar plastik yang paling banyak ditemukan dalam aksi bersih pantai dan audit merek yang dilakukan di berbagai belahan dunia pada tahun 2018.

Maka dari itu monster plastik bangkit dan memutuskan untuk pulang ke rumahnya, Nestlé. Monster plastik besar sepanjang 20 meter yang diselimuti oleh sampah kemasan plastik Nestlé ini muncul di Belanda pada akhir Maret. Dari sana, ia melakukan perjalanan melalui Sungai Rhine di Jerman dan Perancis menuju Swiss sambil berhenti di beberapa kota.

24 Maret 2019, Kapal Greenpeace, Beluga II dan kapal lainnya membawa monster plastik, berlayar dari Nijmegen, Belanda.

 

Monster plastik menghibur masyarakat di Cologne, Jerman, 30 Maret 2019.

Tanggal 10 April 2019, aktivis gerakan Break Free From Plastic mengantarkan monster plastik berbentuk ular bersamaan dengan “tagihan masyarakat Filipina” ke kantor Nestlé di Filipina. Tagihan ini menggarisbawahi kerugian yang disebabkan oleh kemasan sekali pakai Nestlé, yang meliputi kerugian pada kesehatan manusia, pencemaran lingkungan, kematian satwa liar, kerugian pada mata pencaharian dan usaha, emisi gas rumah kaca, dan tantangan pengelolaan sampah.

Aktivis gerakan #BreakFreeFromPlastic mengirimkan monster plastik berbentuk ular ke kantor Nestlé Filipina di Makati City.

 

Hari berikutnya, tanggal 11 April 2019, aktivis Greenpeace menginterupsi rapat tahunan Nestlé dan mendesak Nestlé untuk mengakhiri ketergantungannya pada kemasan plastik sekali pakai, dan segera berinvestasi pada sistem pengiriman alternatif yang berdasarkan pengisian ulang dan penggunaan kembali. Tanggal 16 April 2019, monster plastik hadir bersama aktivis Greenpeace di kantor Nestlé berbagai negara!

Monster plastik muncul di Nairobi, Kenya, pada tanggal 16 April 2019, dan tagar #plasticmonster menjadi trending di media sosial di Kenya.

 

16 April 2019, aktivis Greenpeace Italia protes di pabrik San Pellegrino, salah satu produk Nestlé yang paling populer di Italia.

 

Monster plastik raksasa akhirnya pulang ke rumahnya di kantor pusat global Nestlé di Swiss tanggal 16 April 2019.

 

Aktivis mengunjungi kantor lokal Nestlé di Ljubljana, Slovenia, mengembalikan sampah produk-produk Nestlé yang dikumpulkan dari pendukung Greenpeace.

 

Di Amerika Serikat, aktivis Greenpeace mengirimkan monster plastik ke kantor Nestlé di Arlington, Virginia. Monster ini memuntahkan plastik-plastik Nestlé yang dikumpulkan dari jalan, sungai, dan pantai di berbagai penjuru Amerika Serikat.

 

Juga tanggal 16 April 2019, aktivis Greenpeace Kanada mengembalikan monster plastik yang diselimuti kemasan plastik Nestlé di pabrik Nestlé Toronto.

 

Di hari yang sama, aktivis Greenpeace mengunjungi kantor Nestlé di Warsawa, Polandia, untuk mengembalikan 350 kg sampah plastik – sesuai dengan jumlah plastik yang dihasilkan Nestlé dalam 5 detik saja. Dalam spanduknya tertulis “Punyamu, Nestlé?” dan “Kami muak dengan plastikmu”.

Tapi monster plastik tak hanya berhenti di situ! Tanggal 22 April 2019, 2 plastik monster berhasil pulang ke rumahnya di kantor Nestlé Malaysia dan Meksiko.

Aktivis Greenpeace hadir di kantor Nestlé Malaysia bertepatan dengan Hari Bumi untuk mendesak Nestlé menghentikan plastik sekali pakai.

 

Di hari yang sama, 22 April 2019, aktivis Greenpeace datang ke kantor Nestlé di Mexico City bersama dengan monster burung yang memberi makan anaknya dengan sampah plastik.

Menakjubkan, bukan? Monster-monster plastik ini mungkin tidak nyata, namun mereka mewakili krisis yang sangat serius: monster plastik adalah kenyataan yang terjadi di masyarakat, khususnya di Asia Tenggara, yang saat ini diselimuti oleh sampah plastik dunia. Kamu juga bisa melakukan sesuatu: Katakan pada Nestlé untuk berhenti mencemari planet kita dengan plastik sekali pakai. Kamu bahkan bisa membuat monster plastik sendiri dan katakan pada Nestlé dan perusahaan lainnya bahwa sudah saatnya untuk #BreakFreeFromPlastic!

Jen Fela adalah global engagement lead untuk kampanye Plastic-Free Future di Greenpeace.