• Lindungi

    Jakarta Dikepung Emisi Batubara

    Jakarta, 24 Oktober 2017. Jakarta akan menjadi ibukota negara yang dikelilingi PLTU batubara baru terbanyak di dunia dalam radius 100 km dibandingkan dengan ibukota lainnya, sebut Greenpeace dalam sebuah peluncuran laporan terbaru berjudul “Pembunuhan Senyap di Jakarta”. Keberadaan PLTU batubara di sekitar Jakarta tersebut diperkirakan dapat menyebabkan 10.600 kematian dini dan 2.800 kelahiran dengan berat…

    Greenpeace Indonesia
  • Lindungi

    23 Negara dan Negara Bagian Akan Meninggalkan Industri Batubara Dengan Kapital Senilai 432 juta USD

    Hong Kong/ Jakarta, 18 Oktober 2017 - Lebih dari seperempat dari 1.675 perusahaan yang memiliki atau mengembangkan kapasitas pembangkit batubara sejak tahun 2010 telah sepenuhnya meninggalkan bisnis pembangkit listrik batubara, menurut penelitian baru dari CoalSwarm dan Greenpeace. Ini mewakili hampir 370 pembangkit listrik berbahan bakar batubara besar - cukup untuk daya sekitar enam kali negara…

    Greenpeace Indonesia
  • Lindungi

    Koalisi Break Free From Coal Desak Presiden Jokowi Menghapus PLTU Batubara dari Revisi Proyek Setrum 35.000 Megawatt

    Jakarta, 9 Oktober 2017. Koalisi Break Free from Coal menyambut keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menurunkan target proyek listrik 35.000 megawatt. Kendati demikian koalisi menilai Presiden harus segera mengambil langkah-langkah untuk melakukan revisi rencana tersebut khususnya terkait pembangkit tenaga listrik yang berasal dari energi batubara (PLTU-B) dengan mempertimbangkan dampak lingkungan, kesehatan, sosial dan ekonomi.

    Greenpeace Indonesia
  • Lindungi

    Krisis Keuangan PLN, Pembangunan PLTU Batubara Baru di Jawa-Bali Berpotensi Menghancurkan Keuangan Negara!

    Kondisi keuangan PT. PLN (Perusahaan Listrik Negara) yang terus disoroti oleh berbagai pihak belakangan ini telah meningkatkan kekhawatiran Kementerian Keuangan. Surat Menteri Keuangan bertanggal 19 September 2017, S-781/MK.08/2017 yang ditujukan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dan Menteri BUMN itu mengungkapkan kondisi finansial dan resiko gagal bayar dari hutang-hutang yang dimiliki PT. PLN ini…

    Greenpeace Indonesia
  • Lindungi

    Ketika PLTU dan Perubahan Iklim Membuat Asinnya Garam Kian Mahal

    Beberapa waktu lalu Indonesia dihebohkan oleh harga garam yang naik tinggi. Berbagai faktor dituding menjadi penyebabnya, namun sangat sedikit sekali yang melihat dampak perubahan iklim sebagai salah satu penyebab utamanya.

    Ester Meryana
  • Lindungi

    Batubara dan Hilangnya Sokongan Finansial Global

    Dukungan bank-bank internasional untuk industri batubara terus menurun. Lebih dari 30 bank internasional di seluruh dunia telah memberi isyarat untuk berkomitmen mengurangi bahkan sepenuhnya menghentikan pemberian pinjaman kepada perusahaan-perusahaan yang terkait dengan batubara. Penurunan pinjaman ke industri batubara ini akan menjadi tantangan terbesar bagi perekonomian Indonesia yang masih mengandalkan batubara sebagai penyokong pertumbuhan ekonomi.

    Arif Fiyanto
  • Lindungi

    Greenpeace Indonesia Sesalkan Langkah Mundur Trump

    Jakarta, 7 Juni 2017 - Greenpeace Indonesia hari ini melakukan aksi damai di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta, memprotes mundurnya Amerika Serikat dari Perjanjian Paris seperti yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump minggu lalu.

    Greenpeace Indonesia
  • Lindungi

    Menjaring Rezeki, Memperjuangkan Hidup di Laut Batang

    Sebuah catatan dari Batang, 2 Mei 2017.

    Arind Reza, Volunteer Greenpeace Indonesia
  • Lindungi

    Dukung Nelayan Tolak PLTU, Koalisi LSM Aksi di Lepas Pantai Batang

    Sebuah alat berat yang beroperasi di perairan Roban Timur, Batang, hari ini diduduki oleh sejumlah aktivis yang tergabung dalam koalisi Break Free yaitu Greenpeace, Walhi, dan Jatam, meminta agar proyek pembangunan PLTU Batang dihentikan.

    Greenpeace Indonesia
  • Lindungi

    Dorong KPK Tuntaskan Kasus Korupsi Batubara

    Bersama-sama masyarakat terdampak industri batubara, koalisi masyarakat sipil yang berasal dari Greenpeace, WALHI, JATAM, 350.org Indonesia, dan Yayasan Auriga Nusantara melakukan aksi massa untuk mendesak pemerintah agar lepas dari ketergantungan terhadap bahan bakar fosil khususnya batubara.

    Greenpeace Indonesia