Solar Action in Luxembourg. © Joshua Marx / Greenpeace
Aktivis Greenpeace Luxembourg menyerukan kepada Menteri Ekonomi Luxembourg untuk menuntut promosi energi terbarukan.© Joshua Marx / Greenpeace

Saya sedang menjalani perang keempat dalam empat dekade hidup saya di planet ini.

Di luar dampak langsung yang begitu nyata yang dialami oleh saya dan keluarga di Lebanon, serta banyak orang lainnya di lapangan, saya juga menyaksikan krisis yang lebih dalam sedang terjadi di tingkat global.

Berita utama semakin dipenuhi oleh melonjaknya harga minyak dan gas serta volatilitas pasar.

Ketika ekonomi global bergantung pada sumber energi yang terpusat dan mudah terbakar, rudal tidak hanya memutus aliran listrik atau mengganggu jalur pelayaran. Mereka mengguncang fondasi stabilitas global itu sendiri.

Krisis saat ini menjadi argumen yang tragis namun tak terbantahkan mengapa kita harus mempercepat transisi menuju energi terbarukan.

Energi terbarukan untuk ketahanan, kemandirian, dan pertahanan

Installation of Solar Water Pump in Timbulsloko, Indonesia. © Aji Styawan / Greenpeace
Greenpeace dan penduduk setempat memasang pompa air tenaga surya di Timbulsloko, dari 11 Juni hingga 18 Juni 2023. Pemasangan pompa air tenaga surya ini bertujuan untuk mengatasi krisis air bersih di daerah tersebut.
© Aji Styawan / Greenpeace

Ini bukan hanya soal emisi karbon atau target iklim. Ini tentang ketahanan, keamanan, dan bahkan kelangsungan hidup.

Berikut alasan mengapa transisi energi yang terdesentralisasi dan dipimpin oleh energi terbarukan menjadi jalan menuju perlindungan vital dan keamanan ekonomi:

  • Memperkuat jaringan listrik
    Kamu tidak bisa “meledakkan” matahari. Sangat sulit melumpuhkan jaringan energi yang terdesentralisasi yang terdiri dari jutaan panel surya di atap rumah. Energi yang tersebar secara alami jauh lebih tahan terhadap sabotase dibandingkan beberapa pembangkit listrik termal besar yang rentan.
  • Mengakhiri ketergantungan energi
    Konflik sering membawa blokade dan runtuhnya rantai pasok. Negara yang memproduksi listriknya sendiri dari matahari dan anginnya sendiri tidak dapat disandera oleh terganggunya jalur pelayaran atau pasar minyak yang tidak stabil.
  • Kedaulatan ekonomi
    Ketika harga energi melonjak, negara yang bergantung pada impor bahan bakar menghadapi inflasi yang melumpuhkan. Beralih ke energi terbarukan lokal menjadi semacam “perlindungan” terhadap guncangan akibat perang, menjaga biaya tetap lebih stabil bagi keluarga saat mereka berada dalam kondisi paling rentan.
  • Desentralisasi sebagai pertahanan
    Dengan menghilangkan “titik kegagalan tunggal”, kita memastikan bahwa rumah sakit, sekolah, dan rumah tangga tetap dapat memiliki listrik bahkan ketika jaringan listrik nasional terganggu.

Bukan hanya target energi, tetapi kebutuhan keamanan

Selama ini kita mendorong kedaulatan energi. Namun situasi saat ini membuktikan bahwa ini bukanlah kemewahan “hijau”.

Break Free Go Solar Human Banner in Casablanca. © Azeddine Tedjini / Medina Street / Greenpeace
Orang-orang membentuk spanduk manusia di Casablanca, Maroko dengan pesan “Bebas – gunakan tenaga surya.”© Azeddine Tedjini / Medina Street / Greenpeace

Transisi menuju energi terbarukan sering dibingkai sebagai target iklim. Tetapi di kawasan yang stabilitasnya rapuh, ini juga merupakan kebutuhan keamanan.

Kita perlu membangun sistem energi yang setangguh masyarakat yang bergantung padanya. Energi terbarukan adalah cara terbaik dan sangat dibutuhkan, untuk mewujudkannya.

Climate Justice Camp in Lebanon. © Pamela EA / Greenpeace
Perkemahan Keadilan Iklim di Lebanon (Agustus 2023) dipimpin oleh kelompok iklim dari seluruh Asia Barat Daya.© Pamela EA / Greenpeace

Julien Jreissati adalah Direktur Program Greenpeace Timur Tengah dan Afrika Utara yang berbasis di Lebanon.