News & Stories - Page 17 of 33 - Greenpeace Indonesia
-
Menyelamatkan Keanekaragaman Hayati Laut: Krisis Tak Terlihat di Laut Lepas
Meskipun keanekaragaman hayati laut lepas ini tidak terlihat oleh banyak orang, wilayah ini tidak bebas dari bahaya—justru menjadi kawasan yang paling tidak dilindungi.
-
Raksasa Agribisnis Raup Keuntungan di Tengah Krisis
Di tengah krisis pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina, sejumlah perusahaan raksasa agribisnis meraup keuntungan miliaran dolar.
-
Jokowi dan PM Malaysia Sepakat Perangi ‘Diskriminasi’ Kelapa Sawit, Komitmen Hentikan Deforestasi Patut Dipertanyakan
Jakarta, 11 Januari 2022. Presiden Joko Widodo sebaiknya menjelaskan maksud pernyataan ‘memerangi diskriminasi terhadap kelapa sawit’ yang disampaikan seusai pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Istana Bogor pada…
-
Ketika Energi Ekstraktif ‘Mendanai’ Sebuah Perang
“Perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia dan perang di Ukraina memiliki akar yang sama: bahan bakar fosil dan ketergantungan kita pada mereka,” kata ilmuwan iklim Ukraina, Svitlana Krakovska, ketika…
Filtered results
-
Label sertifikasi? Tidak Seperti yang Kamu Pikir
Meskipun sertifikasi ramah lingkungan telah menjadi hal yang sangat populer secara global selama beberapa dekade terakhir, deforestasi dan pengrusakan ekosistem masih berlanjut. Apakah sertifikasi bisa diandalkan?
-
5 Alasan Kita Membutuhkan Alam Liar Untuk Bertahan Hidup
Planet bumi kehilangan berbagai spesies - keanekaragaman hayatinya - sampai di titik mengkhawatirkan, kebanyakan karena ulah manusia, dianggap hanya sebanding dengan kepunahan massal kelima pada 65 juta tahun yang lalu.
-
Komitmen VS Realisasi
Dampak krisis iklim semakin dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Peningkatan curah hujan yang ekstrim, kekeringan, kenaikan muka air laut, serta menurunnya kualitas lingkungan, telah menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi masyarakat, terutama bagi yang memiliki kerentanan tinggi. Bagaimana komitmen Indonesia versus realisasinya terhadap perubahan iklim?
-
Lumbung Pangan ala Jokowi Bagai Buah Simalakama
Pemerintah mencanangkan food estate sebagai salah satu program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang bertujuan untuk mengantisipasi krisis akibat pandemi Covid-19. Presiden Joko Widodo juga menempatkan food estate sebagai salah satu…
-
Hutan Terkikis, Masyarakat Adat Menangis
Apa yang terlintas ketika kalian mendengar ‘Papua’? Ada banyak hal tentunya, tetapi bagi saya yang pertama terlintas di kepala ketika mendengar ‘Papua’ adalah wilayah yang memiliki kekayaan alam melimpah dengan…
-
Program Biodiesel Berisiko Tinggi Bagi Ekonomi dan Lingkungan
Alih-alih memperbaiki neraca perdagangan, rencana pemerintah untuk mengembangkan produksi biodiesel dari minyak sawit justru akan mendatangkan biaya besar bagi perekonomian dan lingkungan.
-
Berat sama Dipikul, Ringan sama K-Popers
Lagi-lagi datang kabar menyedihkan dari hutan Indonesia, Kolaborasi investigasi inovatif Greenpeace International dan Forensic Architecture mengungkap perusahaan kelapa sawit asal Korea Selatan – anak perusahaan dari Korindo Group – diduga…
-
Publik Menunggu Tindak Lanjut atas Dugaan Pembakaran Lahan di Papua
Jakarta, 14 November 2020 – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menanggapi temuan Greenpeace International dan Forensic Architecture terkait dugaan Korindo telah melakukan pembakaran hutan untuk membuka perkebunan kelapa sawit.…
-
Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan Belum Jadi Prioritas pada Tahun Pertama Jokowi-Ma’ruf
Satu tahun pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin belum menunjukkan transformasi yang nyata untuk merealisasikan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.












