-
Tanggapan: Greenpeace Indonesia Mendesak Target dan Kerja Sama yang Lebih Ambisius Setelah Perjanjian Indonesia dan Norwegia Berakhir
Pada tanggal 10 September 2021 ini, pemerintah Indonesia mengakhiri kerjasama REDD+ bersama Norwegia. Greenpeace Indonesia menilai bahwa aksi ini menunjukkan kehancuran kerjasama dan komitmen di antara kedua pemerintah untuk mengambil aksi yang serius melawan krisis iklim.
-
Langkah Ambisius Diperlukan Segera Demi Mencegah Berbagai Dampak Buruk Krisis Iklim
Demi menekan dampak krisis iklim yang lebih buruk di masa mendatang, Pemerintah Indonesia harus melakukan berbagai langkah ambisius dalam kebijakan energi dan kehutanan. Karena tren emisi gas rumah kaca dari dua sektor tersebut terus meningkat cukup signifikan.
-
Greenpeace Mendesak Pemerintah Evaluasi Deforestasi Terencana di Tanah Papua
Sejumlah aktivis Greenpeace Indonesia melakukan aksi di halaman kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan menggunakan alat peraga pohon dan asap buatan yang menggambarkan kerusakan hutan Tanah Papua, akibat pembukaan hutan untuk kepentingan perkebunan pada Kamis (8/4) siang.
-
Deforestasi Terencana Mengancam Tanah Adat dan Lanskap Hutan di Tanah Papua
Laporan ini mengungkap dugaan pelanggaran sistematis perizinan perkebunan dan pelepasan kawasan hutan di provinsi Papua dalam rentang 2011-2019. Hampir satu juta hektare hutan di Provinsi Papua telah dilepaskan dari kawasan hutan sejak tahun 2000 atau hampir dua kali luas pulau Bali.
-
Riset Restorasi Gambut: Restorasi Hilang dalam Kabut Asap
Analisis ini mengungkapkan bahwa hampir sepertiga dari Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) di tujuh provinsi yang diprioritaskan untuk direstorasi oleh Badan Restorasi Gambut (BRG)12 memiliki status “kritis sedang” dan “kritis tinggi”…
-
Keluar dari Ekonomi Ekstraktif, Menuju Hijau dan Inklusif
Jakarta, 18 Maret 2021. Keberpihakan kebijakan dan ketergantungan ekonomi pada sektor ekstraktif berpotensi besar mengakselerasi kerusakan alam dan krisis iklim. Dari sisi regulasi, menguatnya keberpihakan kepada industri ekstraktif semakin terlihat
-
Label sertifikasi? Tidak Seperti yang Kamu Pikir
Meskipun sertifikasi ramah lingkungan telah menjadi hal yang sangat populer secara global selama beberapa dekade terakhir, deforestasi dan pengrusakan ekosistem masih berlanjut. Apakah sertifikasi bisa diandalkan?
-
5 Alasan Kita Membutuhkan Alam Liar Untuk Bertahan Hidup
Planet bumi kehilangan berbagai spesies - keanekaragaman hayatinya - sampai di titik mengkhawatirkan, kebanyakan karena ulah manusia, dianggap hanya sebanding dengan kepunahan massal kelima pada 65 juta tahun yang lalu.













