News & Stories - Page 30 of 33 - Greenpeace Indonesia
-
Menyelamatkan Keanekaragaman Hayati Laut: Krisis Tak Terlihat di Laut Lepas
Meskipun keanekaragaman hayati laut lepas ini tidak terlihat oleh banyak orang, wilayah ini tidak bebas dari bahaya—justru menjadi kawasan yang paling tidak dilindungi.
-
Raksasa Agribisnis Raup Keuntungan di Tengah Krisis
Di tengah krisis pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina, sejumlah perusahaan raksasa agribisnis meraup keuntungan miliaran dolar.
-
Jokowi dan PM Malaysia Sepakat Perangi ‘Diskriminasi’ Kelapa Sawit, Komitmen Hentikan Deforestasi Patut Dipertanyakan
Jakarta, 11 Januari 2022. Presiden Joko Widodo sebaiknya menjelaskan maksud pernyataan ‘memerangi diskriminasi terhadap kelapa sawit’ yang disampaikan seusai pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Istana Bogor pada…
-
Ketika Energi Ekstraktif ‘Mendanai’ Sebuah Perang
“Perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia dan perang di Ukraina memiliki akar yang sama: bahan bakar fosil dan ketergantungan kita pada mereka,” kata ilmuwan iklim Ukraina, Svitlana Krakovska, ketika…
Filtered results
-
Metodologi Global untuk Menerapkan Praktik Non-Deforestasi
Koalisi gabungan antara industri dan LSM meluncurkan sebuah toolkit untuk mengidentifikasi dan melindungi hutan hujan tropis
-
LSM Mengapresiasi Sidak KLHK dan Menunggu Langkah Konkrit untuk Selamatkan Lansekap Sungai Putri
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan(LHK) melakukan inspeksi mendadak atas pelanggaran yang dilakukan PT Mohairson Pawan Khatulistiwa (MPK) di Sungai Putri, Ketapang, Kalimantan Barat.
-
Apa arti 10 tahun penggunaan ponsel pintar bagi bumi?
Tak bisa disangkal, ponsel pintar telah mengubah hidup kita –dan dunia- dalam waktu yang sangat singkat. 10 tahun yang lalu, kita masih mengambil gambar dengan kamera, menggunakan peta untuk merencanakan rute, dan mengirim sms untuk menjaga hubungan komunikasi dengan teman dan keluarga.
-
Hutan Desa Pertama di Papua Satu Dekade Berjuang Melindungi Hutan dari Tekanan Deforestasi
Masyarakat Kampung Manggroholo dan Sira, Papua Barat berhasil memperoleh izin pengelolaan Hutan Desa. Ini adalah harapan baru bagi perlindungan surga kekayaan hayati dunia yang kini penghancurannya telah terlihat akibat ekspansi perkebunan sawit dan bubur kertas.
-
Kebijakan Baru “Nol Deforestasi” HSBC Langkah Maju Keberlanjutan Pendanaan Kelapa Sawit
Bank HSBC mempublikasikan kebijakan baru “nol deforestasi, gambut dan ekploitasi” mencakup pendanaan perusahaan kelapa sawit.
-
HSBC berjanji untuk putuskan hubungan dengan perusahaan perusak hutan
Sebuah terobosan besar untuk perlindungan hutan Indonesia baru saja terjadi: HSBC berkomitmen untuk memutuskan ikatan keterkaitan mereka dengan kerusakan hutan dan lahan gambut. Ini adalah hasil yang luar biasa bagi…
-
Keputusan Ini Membawa Kegelapan pada Masa Depan Hutan dan Menutup Akses Publik
Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) menerima banding yang diajukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) atas sengketa informasi terhadap Greenpeace Indonesia. Keputusan ini memupuskan harapan atas keterbukaan pemerintah Presiden Joko Widodo dalam mengelola hutan Indonesia.
-
Perihal HSBC dan hutan Indonesia
Pagi ini di halaman depan gedung World Trade Center saat tengah melakukan aksi bersama teman-teman aktivis, saya berjumpa dengan seorang Bapak. Setelah menolak kartu pos yang saya berikan, dengan dahi berkerut Bapak itu menyampaikan keberatannya diikuti serbuan pertanyaan. Kenapa HSBC? Saya tidak perlu waktu lama untuk menjelaskan.
-
Terungkap! HSBC Ada di Balik Krisis Deforestasi Indonesia
Laporan Greenpeace Internasional mengungkapkan bahwa HSBC - salah satu bank terbesar di dunia - adalah dalang dibalik pendanaan untuk perusahaan kelapa sawit yang melakukan perusakan hutan. Saat ini nasabahnya mulai tersadar bahwa kartu bank yang ada di saku mereka memiliki andil dalam perusakan hutan yang juga menyebabkan Orangutan terancam punah.











