News & Stories - Page 67 of 97 - Greenpeace Indonesia
-
Menyelamatkan Keanekaragaman Hayati Laut: Krisis Tak Terlihat di Laut Lepas
Meskipun keanekaragaman hayati laut lepas ini tidak terlihat oleh banyak orang, wilayah ini tidak bebas dari bahaya—justru menjadi kawasan yang paling tidak dilindungi.
-
Raksasa Agribisnis Raup Keuntungan di Tengah Krisis
Di tengah krisis pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina, sejumlah perusahaan raksasa agribisnis meraup keuntungan miliaran dolar.
-
Jokowi dan PM Malaysia Sepakat Perangi ‘Diskriminasi’ Kelapa Sawit, Komitmen Hentikan Deforestasi Patut Dipertanyakan
Jakarta, 11 Januari 2022. Presiden Joko Widodo sebaiknya menjelaskan maksud pernyataan ‘memerangi diskriminasi terhadap kelapa sawit’ yang disampaikan seusai pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Istana Bogor pada…
-
Ketika Energi Ekstraktif ‘Mendanai’ Sebuah Perang
“Perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia dan perang di Ukraina memiliki akar yang sama: bahan bakar fosil dan ketergantungan kita pada mereka,” kata ilmuwan iklim Ukraina, Svitlana Krakovska, ketika…
Filtered results
-
Masyarakat Sipil Desak Pertamina Segera Buka Data Lengkap Sumur YYA-1 dan Kondisi Blok ONWJ
Sampai saat ini Pertamina masih berupaya mematikan sumur petaka tersebut secara permanen. Dalam aksi ini, KORMAS juga meminta Pertamina untuk jujur dan segera membuka informasi mengenai kondisi sumur-sumur lain dan kelayakan operasional yang dijalankan Pertamina Hulu Energi (PHE) di Blok Offshore North West Java (ONWJ).
-
Lakukan Audit Merek Sendiri, Mengapa Tidak?
Baca untuk cari tahu cara untuk menjadi bagian dari gerakan mendunia dan katakan “Cukup sudah!” pada polusi plastik.
-
Indonesia Darurat Asap, Presiden Segeralah Bertindak!
Sepanjang 2019 hingga 7 September setidaknya tercatat 19.000 lebih titik api. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 15 September 2019, ada 2.862 titik api dengan total luas lahan yang terbakar 328.724 hektar.
-
Foto bulan ini: Mencegah Api Agustus Ini
Bulan Agustus penuh dengan kobaran api di Kalimantan dan Sumatera. Greenpeace Indonesia puncak kemarau ini memulai berbagai aktivitas diantaranya adalah dimulainya pelatihan untuk para relawan Tim Cegah Api Greenpeace untuk…
-
Punya Keinginan Mengatasi Polusi Plastik? Yuk, Lakukan Audit Merek!
Tahun ini kami berencana untuk melakukan audit merek yang lebih besar — di mana Anda bisa ikut serta!
-
Perjuangan Di Tengah Asap: Kenapa Kebakaran Hutan dan Lahan Tak Kunjung Usai?
Kebakaran hutan dan lahan masih saja terjadi setiap tahun, warga dan lingkungan yang menjadi korbannya. Kami terus berjuang demi kesejahteraan dan kesehatan karena keadilan adalah hasil dari perjuangan bukan hadiah.
-
Alasan Kami Muak dengan Janji Palsu untuk Melindungi Hutan
Indonesia memiliki hutan tropis terbesar ketiga di dunia dengan keanekaragaman hayati terbanyak di dunia, tetapi kita juga menjadi salah satu dari lima penghasil karbon terbesar di dunia, sebagian besar disebabkan oleh penebangan dan pembakaran hutan dan lahan gambut yang terjadi di hutan kita.
-
Berita bulan ini: Kebakaran hutan dan pertanda darurat iklim
Di berbagai kawasan hutan di seluruh dunia sedang terbakar tak terkecuali Amazon dan Kalimantan. Belum lagi ketergantungan penggunaan bahan bakar fosil yang sering berujung pada tragedi tumpahan minyak seperti yang terjadi di Karawang, menuntun kita lebih jauh pada keadaan darurat iklim.
-
Greenpeace menghentikan keterlibatan dengan Wilmar-Unilever-Mondelez karena lemahnya komitmen mereka dalam menghentikan deforestasi dari rantai pasok
Pada 22 Agustus 2019, Greenpeace mundur dari keterlibatan dengan Wilmar, Unilever, dan Mondelez dalam hal mendirikan platform pemantauan deforestasi, karena terjadi kegagalan mereka berulangkali dalam menindaklanjuti komitmen mereka untuk ‘nol…
-
Perlu Aksi Segera Untuk Menyelamatkan Terumbu Karang Spermonde
Perusakan terhadap terumbu karang terus terjadi, salah satunya melalui penangkapan ikan tidak ramah lingkungan, mengggunakan bom ikan dan racun sianida atau bius.













