News & Stories - Page 8 of 33 - Greenpeace Indonesia
-
Menyelamatkan Keanekaragaman Hayati Laut: Krisis Tak Terlihat di Laut Lepas
Meskipun keanekaragaman hayati laut lepas ini tidak terlihat oleh banyak orang, wilayah ini tidak bebas dari bahaya—justru menjadi kawasan yang paling tidak dilindungi.
-
Raksasa Agribisnis Raup Keuntungan di Tengah Krisis
Di tengah krisis pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina, sejumlah perusahaan raksasa agribisnis meraup keuntungan miliaran dolar.
-
Jokowi dan PM Malaysia Sepakat Perangi ‘Diskriminasi’ Kelapa Sawit, Komitmen Hentikan Deforestasi Patut Dipertanyakan
Jakarta, 11 Januari 2022. Presiden Joko Widodo sebaiknya menjelaskan maksud pernyataan ‘memerangi diskriminasi terhadap kelapa sawit’ yang disampaikan seusai pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Istana Bogor pada…
-
Ketika Energi Ekstraktif ‘Mendanai’ Sebuah Perang
“Perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia dan perang di Ukraina memiliki akar yang sama: bahan bakar fosil dan ketergantungan kita pada mereka,” kata ilmuwan iklim Ukraina, Svitlana Krakovska, ketika…
Filtered results
-
Presiden Jokowi Menutup Mata atas Kegagalan Food Estate di COP28 Dubai
Presiden Jokowi meminta dukungan pendanaan untuk pengembangan food estate. Bak menutup mata atas kegagalan yang sudah terjadi.
-
Masyarakat Knasaimos Ajukan Pengakuan Wilayah Adat ke Bupati Sorong Selatan
Masyarakat adat Knasaimos sudah membuktikan bagaimana mereka menjaga hutan dan keanekaragaman hayati.
-
Bunga Tanda Duka hingga Ditangkap Polisi: Serba-serbi Dukungan Anak Muda Papua untuk Suku Awyu
Di berbagai tempat di Tanah Papua, dukungan tak henti mengalir untuk perjuangan suku Awyu. Anak muda Papua menggelar aksi di Jayapura hingga Manokwari–bahkan berhadapan dengan tindakan represif aparat.
-
Anak Muda Adat dan Masa Depan Hutan Papua
Menjadi anak adat adalah keistimewaan. Anak adat adalah penghubung lintas zaman dan generasi.
-
Putusan PTUN Jayapura Jadi Kemunduran Pelindungan Masyarakat Adat Awyu dan Lingkungan Hidup
Putusan PTUN Jayapura menjadi kabar buruk bagi pelindungan hak-hak masyarakat adat, lingkungan hidup, dan iklim.
-
Greenpeace Sesalkan Absennya Pemerintah Indonesia di KTT Tiga Basin Kongo
Pemerintah Indonesia seharusnya lebih aktif dalam inisiatif global penyelamatan hutan tropis.
-
Pertarungan Menjaga Hijaunya Hutan Lewat Meja Hijau
Sebuah refleksi dari persidangan litigasi iklim.
-
Konferensi Tiga Basin di Brazzaville Dapat Membuka Pintu Masa Depan Alternatif
Perlindungan hutan primer dan restorasi hutan alam yang terdegradasi harus menjadi prioritas dalam Konferensi Tingkat Tinggi Tiga Basin di Republik Kongo, yang menandai inisiatif yang belum pernah terjadi sebelumnya yang bertujuan untuk menciptakan aliansi global yang berkomitmen untuk merevitalisasi 250 juta hektar lahan.
-
Boikot Perdagangan Karbon, Hentikan Pelepasan dan Pembongkaran Emisi, dan Percepat Pengakuan Wilayah Adat serta Wilayah Kelola Rakyat!
Perdagangan karbon adalah solusi sesat mengatasi krisis iklim.













