Lebih dari sekedar tempat tinggal—Bumi adalah rumah yang menopang kita untuk hidup melalui udara yang kita hirup, air yang mengalir di dalam tubuh kita, dan tanah yang subur untuk memberi makan generasi demi generasi. Ia hadir dalam setiap detak kehidupan, dalam harmoni hutan yang memberikan kekuatan, deru ombak lautan yang memulihkan, dan langit yang membentang luas untuk memberi ruang bagi impian kita.

Namun, ketika rumah kita mulai retak karena keserakahan dan kelalaian manusia, kita harus bertanya: sampai kapan kita bisa hidup tanpa merawat yang menopang kehidupan kita? Greenpeace Indonesia mengajak setiap jiwa, setiap individu, untuk terus menyatukan suara dan memperkuat aksi dalam pelestarian lingkungan. Mari kita syukuri keindahan Bumi yang memanggil kita untuk menjaganya.

Tampilan udara Pulau Wayag menunjukkan laguna biru kehijauan yang dikelilingi gugusan batu kapur yang menjulang. Pulau ini merupakan ikon Raja Ampat dengan keanekaragaman hayati laut dan bentang alam yang megah.
Hutan mangrove di Raja Ampat menjadi tempat tinggal dan pembibitan penting bagi berbagai spesies ikan dan biota laut lainnya.
Pari manta berenang di perairan dingin Nusa Penida, sementara limbah plastik sekali pakai semakin banyak terbawa arus ke pesisir.
Seekor penyu sisik berenang di atas taman karang di Pulau Kanawa, yang merupakan bagian dari Taman Nasional Komodo.
Foto udara menunjukkan hujan lebat dan awan tebal menyelimuti hutan mangrove primer di Kimaam, Merauke, Papua Selatan.
Orangutan di tempat pemberian makan milik Yayasan Internasional Orangutan kini terancam karena wilayah tersebut telah dialokasikan untuk perusahaan sawit.
Seekor harimau Sumatera semi-liar terlihat di pusat rehabilitasi Tambling, bagian dari Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.
Seekor anak gajah dan induknya berada di "Flying Squad", tim patroli yang mencegah konflik antara manusia dan gajah di Taman Nasional Tesso Nilo, rumah bagi keanekaragaman hayati tinggi dan spesies langka seperti gajah dan harimau Sumatera.
Seekor Cendrawasih Merah menari di dahan pepohonan di Desa Saporkren, menampilkan keindahan khas Raja Ampat yang memukau dunia.

Kiranya semangat kita untuk terus menjaga kelestarian lingkungan hidup dan menyelamatkan Bumi dari ancaman krisis iklim, terus tumbuh melalui berbagai usaha kolektif. Mulai dari ruang-ruang pengadilan, menelusuri hutan-hutan di mana masyarakat adat tinggal, sampai meneruskan cita-cita ke lintas generasi melalui seri buku cerita. Karena itu, harapan besar menuju masa depan Bumi yang lebih adil dan lestari akan terus ada.

Selamat Hari Bumi 2025. Mari rayakan dengan tekad untuk terus menjaga kehidupan di Bumi hari ini, esok dan di masa depan