Lebih dari sekedar tempat tinggal—Bumi adalah rumah yang menopang kita untuk hidup melalui udara yang kita hirup, air yang mengalir di dalam tubuh kita, dan tanah yang subur untuk memberi makan generasi demi generasi. Ia hadir dalam setiap detak kehidupan, dalam harmoni hutan yang memberikan kekuatan, deru ombak lautan yang memulihkan, dan langit yang membentang luas untuk memberi ruang bagi impian kita.
Namun, ketika rumah kita mulai retak karena keserakahan dan kelalaian manusia, kita harus bertanya: sampai kapan kita bisa hidup tanpa merawat yang menopang kehidupan kita? Greenpeace Indonesia mengajak setiap jiwa, setiap individu, untuk terus menyatukan suara dan memperkuat aksi dalam pelestarian lingkungan. Mari kita syukuri keindahan Bumi yang memanggil kita untuk menjaganya.
Tampilan udara Pulau Wayag menunjukkan laguna biru kehijauan yang dikelilingi gugusan batu kapur yang menjulang. Pulau ini merupakan ikon Raja Ampat dengan keanekaragaman hayati laut dan bentang alam yang megah.
Orangutan di tempat pemberian makan milik Yayasan Internasional Orangutan kini terancam karena wilayah tersebut telah dialokasikan untuk perusahaan sawit.
Seekor anak gajah dan induknya berada di “Flying Squad”, tim patroli yang mencegah konflik antara manusia dan gajah di Taman Nasional Tesso Nilo, rumah bagi keanekaragaman hayati tinggi dan spesies langka seperti gajah dan harimau Sumatera.
Kiranya semangat kita untuk terus menjaga kelestarian lingkungan hidup dan menyelamatkan Bumi dari ancaman krisis iklim, terus tumbuh melalui berbagai usaha kolektif. Mulai dari ruang-ruang pengadilan, menelusuri hutan-hutan di mana masyarakat adat tinggal, sampai meneruskan cita-cita ke lintas generasi melalui seri buku cerita. Karena itu, harapan besar menuju masa depan Bumi yang lebih adil dan lestari akan terus ada.
Selamat Hari Bumi 2025. Mari rayakan dengan tekad untuk terus menjaga kehidupan di Bumi hari ini, esok dan di masa depan
Supporter Greenpeace biasanya terhubung lewat kampanye dan aksi. Tapi sore itu di Cokro 19, mereka akhirnya bertemu langsung. Sebuah buka puasa yang berubah menjadi ruang percakapan tentang bumi yang kita jaga bersama.