Please select which cookies you are willing to store.
Cookie yang diperlukan Always enabled
Cookie ini akan memberi Anda pengalaman yang lebih baik dari situs web kami. Anda akan dapat menyembunyikan spanduk penerimaan cookie dan menggunakan fitur situs web dengan lebih baik. Tidak menerima cookie ini akan memberi Anda pengalaman bebas cookie.
Cookies ini membantu meningkatkan kinerja Greenpeace.org. Mereka diatur untuk mengumpulkan data seperti berapa lama pengguna bertahan di suatu halaman atau tautan mana yang diklik. Ini membantu kami membuat konten yang lebih baik berdasarkan pengalaman Anda menavigasi situs web.
Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan mengklik "Saya mengerti!", Anda setuju dengan Kebijakan Privasi & Cookie kami. Anda dapat mengubah pengaturan cookie Anda kapan saja.
Supporter Greenpeace biasanya terhubung lewat kampanye dan aksi. Tapi sore itu di Cokro 19, mereka akhirnya bertemu langsung. Sebuah buka puasa yang berubah menjadi ruang percakapan tentang bumi yang kita jaga bersama.
Di banyak tempat, dari ujung timur hingga ujung barat Indonesia, saya menemukan begitu banyak perempuan yang berada di garis depan, memperjuangkan alam dan sumber-sumber kehidupannya.
Mengubah angpao lama menjadi aneka kerajinan dan dekorasi penuh warna bisa jadi aktivitas seru sekaligus bermakna. Tradisi berbagi angpao atau amplop merah memang tak terpisahkan dari budaya Tionghoa. Namun di balik kehangatan tradisi tersebut, ada dampak lingkungan yang sering luput dari perhatian.
Gas fosil seringkali dikelilingi oleh istilah-istilah teknis yang membingungkan. Glosarium ini menjelaskan sejumlah konsep tersebut dengan bahasa yang lebih jelas dan mudah, jadi kamu bisa mengerti dengan tepat mengapa gas fosil berbahaya dan mengapa Asia Tenggara menjadi sasarannya.
Gas fosil kerap digambarkan sebagai pilihan yang lebih bersih dan aman untuk Asia Tenggara. Namun, kalau dilihat lebih dekat lagi, citra soal gas fosil itu berubah total. Gas fosil membahayakan iklim, menguras pendapatan kita, merusak alam, mengancam kesehatan, dan membuat masyarakat dalam bahaya. Risikonya bukan cuma satu dua, tapi di seluruh rantai pasok — mulai…
Di pelabuhan-pelabuhan itulah kami melihat dari mana mimpi-mimpi itu berangkat. Kami melihat kapal-kapal yang bersandar, merasakan denyut kehidupan yang bergantung penuh pada laut. Kami duduk bersama keluarga-keluarga pekerja migran Indonesia (PMI), mendengarkan cerita harapan dan kecemasan mereka.