News & Stories - Page 73 of 97 - Greenpeace Indonesia
-
Menyelamatkan Keanekaragaman Hayati Laut: Krisis Tak Terlihat di Laut Lepas
Meskipun keanekaragaman hayati laut lepas ini tidak terlihat oleh banyak orang, wilayah ini tidak bebas dari bahaya—justru menjadi kawasan yang paling tidak dilindungi.
-
Raksasa Agribisnis Raup Keuntungan di Tengah Krisis
Di tengah krisis pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina, sejumlah perusahaan raksasa agribisnis meraup keuntungan miliaran dolar.
-
Jokowi dan PM Malaysia Sepakat Perangi ‘Diskriminasi’ Kelapa Sawit, Komitmen Hentikan Deforestasi Patut Dipertanyakan
Jakarta, 11 Januari 2022. Presiden Joko Widodo sebaiknya menjelaskan maksud pernyataan ‘memerangi diskriminasi terhadap kelapa sawit’ yang disampaikan seusai pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Istana Bogor pada…
-
Ketika Energi Ekstraktif ‘Mendanai’ Sebuah Perang
“Perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia dan perang di Ukraina memiliki akar yang sama: bahan bakar fosil dan ketergantungan kita pada mereka,” kata ilmuwan iklim Ukraina, Svitlana Krakovska, ketika…
Filtered results
-
Sejarah Singkat Mengenai Gerakan Perlindungan Lingkungan Hidup
Mungkin aktivis lingkungan nyata pertama adalah umat Hindu Bishnoi dari Khejarli, yang dibantai oleh Maharaja Jodhpur pada tahun 1720 karena berusaha melindungi hutan yang dia tebang untuk membangun istananya.
-
Para Pendiri Greenpeace
Ada sebuah gurauan lama disetiap bar di Vancouver, Canada. Kamu bisa duduk di sebelah salah seorang dari pendiri Greenpeace. Karena dalam kenyataannya, tidak ada pendiri tunggal dan nama, ide, kekuataan,…
-
Harapan Bagi Hutan: Melindungi dan Memulihkan
Kapan terakhir kamu pergi ke hutan? Kapan terakhir kamu menanam pohon? Di Hari Hutan Sedunia ini pertanyaan-pertanyaan ini sangatlah bermakna.
-
Plastik Menyerbu ‘Pusat dari Pusat’ Hotspot Keanekaragaman Hayati Global
Eksplorasi bawah laut selama tiga hari menghasilkan foto-foto kemasan sachet, beberapa foto bahkan menunjukkan tanda kemasan terlihat berada di antara terumbu karang untuk waktu yang sangat lama.
-
Data KLHK Menunjukkan Pencemaran Udara Tahunan Jakarta Dua Kali Lebih Buruk dari Baku Mutu Udara yang Ditetapkan Pemerintah
Dari data KLHK terungkap bawa selama tahun 2018 terdapat 34 hari dimana kualitas udara tergolong “Baik”, 122 hari dimana kualitas udara tergolong “Sedang”, semantara 196 hari di saat kualitas udara tergolong “Tidak Sehat”.
-
Produksi Kemasan Sachet Produsen Kebutuhan Sehari-hari Tidak Terkendali
Nestlé dan Unilever bertanggung jawab atas seperempat jumlah plastik sekali pakai bermerek yang menciptakan krisis polusi plastik di Filipina.
-
Data Terkini Kualitas Udara Kota-kota di Seluruh Dunia
Pada tahun 2018, Kota Jakarta mendapat peringkat sepuluh besar sebagai ibu kota negara dengan kualitas udara terburuk di dunia.
-
Jakarta Peringkat Satu di Asia Tenggara untuk Kualitas Udara Terburuk
Laporan Kualitas Udara Dunia 2018 didasarkan pada tinjauan, kompilasi, dan validasi data dari puluhan ribu stasiun pemantauan kualitas udara di seluruh dunia.
-
Bisnis Batu bara Masih Menguasai Kebijakan Energi di Indonesia
Tanggapan Greenpeace Indonesia terhadap RUPTL 2019-2028 Jakarta, 22 Februari 2019 — Tidak ada perubahan mendasar pada RUPTL 2019-2028 yang baru saja disahkan oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan.
-
Balada HGU Dalam Pilpres 2019 : Informasi HGU Jangan Sekedar Jadi Dagangan Politik
Informasi HGU adalah informasi publik yang telah ditegaskan melalui putusan Komisi Informasi Pusat (KIP), lalu dikuatkan dengan putusan PTUN dan Mahkamah Agung (MA).













