News & Stories - Greenpeace Indonesia
Filter posts
Filtered results
-
Hari Udara Bersih 2026: Menang di Pengadilan, Kapan Warga Menang di Udara?
Peringatan hari internasional Udara Bersih untuk Langit Biru (International Day of Clean Air for Blue Skies) tahun ini menjadi pengingat pahit bagi warga Jakarta. Di tengah seruan global untuk mewujudkan langit biru dan udara bersih, kualitas udara di ibu kota masih berada pada tingkat yang membahayakan kesehatan masyarakat.
-
Publik Menang: Kasasi Ditolak, PLN Wajib Buka Data Emisi PLTU!
Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi yang diajukan Perusahaan Listrik Negara dalam perkara keterbukaan informasi publik terkait data emisi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Indonesia.
-
Sembilan Organisasi Masyarakat Sipil Luncurkan Peta Kawasan Terlarang untuk Pertambangan Mineral
Masih banyak tumpang tindih kawasan pertambangan dengan ekosistem yang penting untuk keanekaragaman hayati dan wilayah Masyarakat Adat.
-
Warga Bandung Ngariung Tanpa Plastik di Momen Pawai Bebas Plastik Bandung
Setelah melangsungkan rembuk warga di Jakarta, Pawai Bebas Plastik kini hadir di Bandung dengan format piknik yang ceria.
-
Greenpeace Indonesia dan Greenpeace Malaysia: Kabut Asap Lintas Batas Bukan Bencana Baru, Pemerintah dan Perusahaan Harus Bertindak Lebih Cepat dan Tegas
Kabut asap bukan sekadar persoalan arah angin atau cuaca. Perlu tindakan tegas dan terkoordinasi.
-
Greenpeace: Putusan Bebas Kasus Da Wang Menunjukkan Betapa Sulitnya Awak Kapal Mendapatkan Keadilan
Jakarta, 27 Agustus 2026 — Greenpeace Indonesia menyayangkan putusan Pengadilan Distrik Kaohsiung, Taiwan, yang menyatakan kapten dan mualim1 kapal tidak bersalah dalam perkara dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan…
-
Heyul Pelei Koranu Fyak: Dari Raja Ampat hingga Amazon, Masyarakat Adat Berkumpul untuk Perkuat Solidaritas
Pertemuan ini menjadi ruang bagi Masyarakat Adat untuk memperkuat solidaritas demi melindungi ruang hidup dan keanekaragaman hayati.
-
Klarifikasi Greenpeace tentang Ancaman Tambang di Raja Ampat
Greenpeace Indonesia mengklarifikasi temuan tentang ancaman tambang nikel di Raja Ampat, Papua, dalam laporan “Surga yang Tak Terlindungi”









