News & Stories - Page 33 of 33 - Greenpeace Indonesia
-
Menyelamatkan Keanekaragaman Hayati Laut: Krisis Tak Terlihat di Laut Lepas
Meskipun keanekaragaman hayati laut lepas ini tidak terlihat oleh banyak orang, wilayah ini tidak bebas dari bahaya—justru menjadi kawasan yang paling tidak dilindungi.
-
Raksasa Agribisnis Raup Keuntungan di Tengah Krisis
Di tengah krisis pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina, sejumlah perusahaan raksasa agribisnis meraup keuntungan miliaran dolar.
-
Jokowi dan PM Malaysia Sepakat Perangi ‘Diskriminasi’ Kelapa Sawit, Komitmen Hentikan Deforestasi Patut Dipertanyakan
Jakarta, 11 Januari 2022. Presiden Joko Widodo sebaiknya menjelaskan maksud pernyataan ‘memerangi diskriminasi terhadap kelapa sawit’ yang disampaikan seusai pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Istana Bogor pada…
-
Ketika Energi Ekstraktif ‘Mendanai’ Sebuah Perang
“Perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia dan perang di Ukraina memiliki akar yang sama: bahan bakar fosil dan ketergantungan kita pada mereka,” kata ilmuwan iklim Ukraina, Svitlana Krakovska, ketika…
Filtered results
-
Laporan Keterkaitan Perusahaan Sawit India Dalam Kerusakan Hutan Indonesia
JAKARTA, 19 JUNI 2012 – Investigasi terbaru Greenpeace India mengungkapkan berbagai perusahaan di India, pengimpor terbesar kelapa sawit dunia diketahui berbisnis dengan pemasok yang tidak bertanggungjawab yang menghancurkan hutan hujan dan gambut Indonesia.
-
KFC Report
KFC adalah salah satu merek makanan cepat saji paling menonjol di seluruh dunia. Perusahaan induknya Yum! Brands Inc., perusahaan yang berbasis di Louisville, Kentucky, AS mengklaim sebagai perusahaan makanan cepat saji terbesar di dunia dan tahun lalu melaporkan pendapatan lebih dari USD12 milyar.
-
Mengantar Indonesia Menuju ‘Jalur Pembangunan Baru’
Greenpeace, bersama koalisi besar LSM dan menyerukan perlindungan segera semua lahan gambut dan penghentian sementara (moratorium) semua pembukaan hutan alam dalam wilayah-wilayah konsesi baru dan lama.
-
Ringkasan Laporan ‘Bagaimana Sinar Mas Meluluhkan Bumi’
Laporan Investigasi terbaru dari Greenpeace 'Bagaimana Sinar Mas Meluluhkan Bumi'. Memperlihatkan bagaimana perusahaan ternama seperti Walmart, Auchan dan KFC turut menyumbang dalam pecepatan perubahan iklim, kepunahan satwa sepert macan sumatra dan orang-utan
-
Tertangkap basah : Eksploitasi minyak kelapa sawit oleh Nestlé
Nestlé menggunakan minyak kelapa sawit dari Indonesia yang berasal dari penghancuran hutan dan lahan gambut, dalam produk seperti Kit Kat, ikut mendorong kepunahan orangutan dan mempercepat perubahan iklim. Laporan ini memaparkan bagaimana Nestlé membeli minyak kelapa sawit dari pemasok yang menghancurkan hutan seperti Sinar Mas. Sinar Mas, Produsen minyak kelapa sawit terbesar, yang terus membabat…
-
KEGIATAN ILEGAL PERUSAKAN HUTAN DAN LAHAN GAMBUT: SINAR MAS – APA YANG TELAH KALIAN LAKUKAN?
Sinar Mas Grup secara ilegal telah membabat hutan dan lahan gambut di Kalimantan. Perusahaan ini sendiri sudah cukup terkenal akan keterlibatannya dalam pembukaan ilegal hutan melalui anak perusahaan kertasnya, Asia Pulp and Paper (APP).
-
Hutan Tropis Indonesia dan Krisis Iklim
Melindungi hutan berarti menghentikan perubahan iklim. Penghancuran dan degradasi hutan berpengaruh besar terhadap perubahan iklim dalam dua hal. Pertama, perambahan dan pembakaran hutan melepaskan karbon dioksida ke atmosfir. Kedua, kerusakan hutan akan mengurangi area hutan yang menyerap karbon dioksida. Kedua peran ini sangat penting karena jika kita menghancurkan hutan tropis yang tersisa, maka kita telah…









