News & Stories - Page 80 of 97 - Greenpeace Indonesia
-
Menyelamatkan Keanekaragaman Hayati Laut: Krisis Tak Terlihat di Laut Lepas
Meskipun keanekaragaman hayati laut lepas ini tidak terlihat oleh banyak orang, wilayah ini tidak bebas dari bahaya—justru menjadi kawasan yang paling tidak dilindungi.
-
Raksasa Agribisnis Raup Keuntungan di Tengah Krisis
Di tengah krisis pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina, sejumlah perusahaan raksasa agribisnis meraup keuntungan miliaran dolar.
-
Jokowi dan PM Malaysia Sepakat Perangi ‘Diskriminasi’ Kelapa Sawit, Komitmen Hentikan Deforestasi Patut Dipertanyakan
Jakarta, 11 Januari 2022. Presiden Joko Widodo sebaiknya menjelaskan maksud pernyataan ‘memerangi diskriminasi terhadap kelapa sawit’ yang disampaikan seusai pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Istana Bogor pada…
-
Ketika Energi Ekstraktif ‘Mendanai’ Sebuah Perang
“Perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia dan perang di Ukraina memiliki akar yang sama: bahan bakar fosil dan ketergantungan kita pada mereka,” kata ilmuwan iklim Ukraina, Svitlana Krakovska, ketika…
Filtered results
-
Greenpeace Mengungkap Harga Batu Bara Sebenarnya di Konferensi Industri Batu Bara di Bali
Coaltrans, ajang industri batubara besar global dimulai, kurang dari seminggu setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa sembilan dari sepuluh orang di dunia menghirup udara yang terkontaminasi polutan dalam level yang berbahaya.
-
Jelang Pertemuan Pemimpin Industri Batubara Dunia di Bali, Greenpeace Menghalau Keluar Tongkang Batubara dari Taman Nasional
Perdagangan batubara ini telah menghancurkan salah satu wilayah terindah di Indonesia, area yang dilindungi pemerintah sebagai taman nasional.
-
Laporan Kerusakan Terumbu Karang Karimunjawa
Kelestarian terumbu karang di Taman Nasional Karimunjawa saat ini semakin terancam dengan aktivitas manusia di sekitarnya, diantaranya adalah aktivitas transportasi kapal tongkang batubara.
-
Kapal Rainbow Warrior Tiba di Jakarta, Mendukung Energi Bersih untuk Udara Bersih Bagi Warga Ibukota
Setelah hampir dua bulan berlayar dari Indonesia bagian timur, kapal legendaris Greenpeace Rainbow Warrior akhirnya tiba di ibukota Jakarta untuk mendorong pemerintah agar segera mengatasi permasalahan lingkungan perkotaan secara tuntas.
-
Apakah Kamu Pernah Melihat Mangrove Berwarna Hitam?
"Laut yang sedang surut dengan jelas menampakkan hamparan mangrove yang sebagian tingginya sudah berwarna hitam. Tidak sedikit juga mangrove yang tingginya masih kurang dari sekitar dua meter, seluruhnya hitam tidak lagi menyisakan hijaunya."
-
Jelang Peringatan Hari Bumi, Lebih Dari 1 Juta Orang Menuntut Korporasi Mengurangi Plastik Sekali Pakai
Pada peringatan Hari Bumi – yang jatuh pada tanggal 22 April – kali ini, lebih dari satu juta orang menuntut agar perusahaan-perusahaan besar dunia mengurangi produksi plastik sekali pakai mereka.
-
Dukung Perjuangan Masyarakat, Rainbow Warrior Singgah di Celukan Bawang
Masyarakat Celukan Bawang menyambut kedatangan kapal Greenpeace, Rainbow Warrior di perairan Celukan Bawang dalam aksi solidaritas mendukung perjuangan masyarakat dalam menentang rencana perluasan PLTU di wilayah tersebut.
-
Salah Satu Pantai Favorit di Bali dan Taman Nasional Bali Barat Berada dalam Ancaman PLTU Batu Bara
Emisi dari pembangkit listrik Celukan Bawang, di Kabupaten Buleleng, sudah mencemari kawasan tersebut dan menyebabkan masalah kesehatan bagi masyarakat setempat, termasuk mencemari Pantai Lovina.
-
PLTU Celukan Bawang Meracuni Pulau Dewata
PLTU Celukan Bawang yang merupakan pembangkit listrik berbahan bakar batubara telah menimbulkan beragam dampak sosial-ekonomi, lingkungan, dan kesehatan yang merugikan warga.
-
Rainbow Warrior di Benoa, Soroti Persoalan Lingkungan Bali
PLTU Batubara telah menjadi masa lalu kelam yang ditinggalkan di banyak negara di dunia, dan energi terbarukan seperti tenaga surya telah menjadi sebuah kekuatan ekonomi baru dengan penyerapan tenaga kerja lokal yang besar.













