Manage your cookies preferences

Please select which cookies you are willing to store.

Cookie yang diperlukan Always enabled

Cookie ini akan memberi Anda pengalaman yang lebih baik dari situs web kami. Anda akan dapat menyembunyikan spanduk penerimaan cookie dan menggunakan fitur situs web dengan lebih baik. Tidak menerima cookie ini akan memberi Anda pengalaman bebas cookie.

Cookies ini membantu meningkatkan kinerja Greenpeace.org. Mereka diatur untuk mengumpulkan data seperti berapa lama pengguna bertahan di suatu halaman atau tautan mana yang diklik. Ini membantu kami membuat konten yang lebih baik berdasarkan pengalaman Anda menavigasi situs web.

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan mengklik "Saya mengerti!", Anda setuju dengan Kebijakan Privasi & Cookie kami. Anda dapat mengubah pengaturan cookie Anda kapan saja.

Ekonomi Hijau

Pernahkah kamu menyadari bahwa saat ini kita hidup di dunia yang menjadikan pertumbuhan ekonomi sebagai indikator standar hidup? Lalu, apakah pertumbuhan ekonomi yang baik dapat memastikan kesejahteraan manusia dan kelestarian alam?

Pernahkah kamu menyadari bahwa saat ini kita hidup di dunia yang menjadikan pertumbuhan ekonomi sebagai indikator standar hidup? Lalu, apakah pertumbuhan ekonomi yang baik dapat memastikan kesejahteraan manusia dan kelestarian alam?

19,4

juta lapangan kerja tercipta jika kita beralih ke ekonomi hijau

Rp902,2 T

dampak ekonomi hijau ke total pendapatan pekerja

Rp81,56 T

potensi penerimaan negara dari penerapan pajak orang super kaya yang bisa digunakan untuk mengurangi ketimpangan dan krisis iklim

Beyond GDP Art Installations “Replant" by
Adam Anugrah P in Jakarta. © Evan Praditya / Greenpeace

Lebih dari Sekadar PDB

PDB seharusnya tidak dapat berdiri sendiri dalam mendefinisikan standar hidup dan kesejahteraan sebuah negara. Pertumbuhan ekonomi yang saat ini didorong oleh pembangunan dan industri ekstraktif seringkali mengabaikan aspek penting lainnya.

Hanya melalui komitmen dari pemerintah dan para pemangku kepentingan menuju masyarakat adil dan kolaboratif yang menghargai batasan Bumi, suatu masa depan alternatif dapat terealisasi. Sebuah masa depan di mana pertumbuhan tidak lagi sekadar dikaitkan dengan keuntungan ekonomi, melainkan juga keadilan serta kesejahteraan dalam kehidupan.

Ekonomi Hijau dan Kesejahteraan

Pertumbuhan PDB tidak selalu mencerminkan distribusi kesejahteraan yang adil. Perlu ada indikator pendukung untuk mendefinisikan kesejahteraan suatu negara. Hingga saat ini, Indonesia masih berfokus pada pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh bisnis ekstraktif perusak lingkungan dan mengeksploitasi manusianya hanya untuk memperkaya segelintir orang.

Kami bekerjasama dengan akademisi, peneliti, dan organisasi di seluruh dunia untuk menunjukkan bahwa tidak ada masa depan yang sehat dan sejahtera apabila masih bergantung pada industri ekstraktif. Perlu ada perubahan perspektif kesejahteraan suatu negara agar kita dapat mewujudkan masa depan yang sejahtera.

Siniar Terkait