News & Stories - Page 23 of 33 - Greenpeace Indonesia
-
Menyelamatkan Keanekaragaman Hayati Laut: Krisis Tak Terlihat di Laut Lepas
Meskipun keanekaragaman hayati laut lepas ini tidak terlihat oleh banyak orang, wilayah ini tidak bebas dari bahaya—justru menjadi kawasan yang paling tidak dilindungi.
-
Raksasa Agribisnis Raup Keuntungan di Tengah Krisis
Di tengah krisis pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina, sejumlah perusahaan raksasa agribisnis meraup keuntungan miliaran dolar.
-
Jokowi dan PM Malaysia Sepakat Perangi ‘Diskriminasi’ Kelapa Sawit, Komitmen Hentikan Deforestasi Patut Dipertanyakan
Jakarta, 11 Januari 2022. Presiden Joko Widodo sebaiknya menjelaskan maksud pernyataan ‘memerangi diskriminasi terhadap kelapa sawit’ yang disampaikan seusai pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Istana Bogor pada…
-
Ketika Energi Ekstraktif ‘Mendanai’ Sebuah Perang
“Perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia dan perang di Ukraina memiliki akar yang sama: bahan bakar fosil dan ketergantungan kita pada mereka,” kata ilmuwan iklim Ukraina, Svitlana Krakovska, ketika…
Filtered results
-
Indonesia Darurat Asap, Presiden Segeralah Bertindak!
Sepanjang 2019 hingga 7 September setidaknya tercatat 19.000 lebih titik api. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 15 September 2019, ada 2.862 titik api dengan total luas lahan yang terbakar 328.724 hektar.
-
Perjuangan Di Tengah Asap: Kenapa Kebakaran Hutan dan Lahan Tak Kunjung Usai?
Kebakaran hutan dan lahan masih saja terjadi setiap tahun, warga dan lingkungan yang menjadi korbannya. Kami terus berjuang demi kesejahteraan dan kesehatan karena keadilan adalah hasil dari perjuangan bukan hadiah.
-
Alasan Kami Muak dengan Janji Palsu untuk Melindungi Hutan
Indonesia memiliki hutan tropis terbesar ketiga di dunia dengan keanekaragaman hayati terbanyak di dunia, tetapi kita juga menjadi salah satu dari lima penghasil karbon terbesar di dunia, sebagian besar disebabkan oleh penebangan dan pembakaran hutan dan lahan gambut yang terjadi di hutan kita.
-
Greenpeace menghentikan keterlibatan dengan Wilmar-Unilever-Mondelez karena lemahnya komitmen mereka dalam menghentikan deforestasi dari rantai pasok
Pada 22 Agustus 2019, Greenpeace mundur dari keterlibatan dengan Wilmar, Unilever, dan Mondelez dalam hal mendirikan platform pemantauan deforestasi, karena terjadi kegagalan mereka berulangkali dalam menindaklanjuti komitmen mereka untuk ‘nol…
-
Tanggapan Greenpeace Indonesia Terhadap Rencana Pemindahan Ibukota Indonesia ke Kalimantan Timur
Rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur jika tanpa menjadikan perlindungan lingkungan sebagai pertimbangan utama, dikhawatirkan hanya akan menciptakan berbagai masalah-masalah lingkungan di ibu kota baru nanti, seperti yang terjadi di Jakarta saat ini.
-
Analisis Greenpeace: menunjukkan satu juta hektar hutan terbakar di dalam area moratorium hutan
Jakarta, 8 Agustus 2019 - Presiden Joko Widodo telah menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) tentang Penghentian Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut,
-
Briefer – Indonesia: Deforestasi Meningkat di Area-Area yang dilindungi oleh Moratorium
Pemerintah Indonesia menyatakan pada bulan Juni 2019 bahwa Moratorium Hutan dan Lahan Gambut tentang pemberian izin baru pembukaan hutan untuk perkebunan kelapa sawit, kegiatan penebangan dan pertambangan, yang diberlakukan.
-
Presiden Jokowi Harus Menerima Putusan MA Sebagai Bentuk Keseriusan Menghentikan Karhutla
Jakarta, 23 Juli 2019 – Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi permohonan kasasi pemerintah Indonesia atas gugatan warga negara citizen law suit (CLS), karena telah gagal dalam mencegah kebakaran hutan dahsyat…
-
Ikut Mencintai dan Melestarikan Hutan dengan Berlari
#KuLariKeHutan mengajak siapa saja - dari pelari maupun bukan, dari muda maupun tua – untuk berpartisipasi langsung menjaga hutan Indonesia dengan cara yang mudah, yaitu berlari.
-
Respons terhadap Pernyataan Golden Agri-Resources (GAR)
Delapan tahun yang lalu, Golden Agri-Resources (GAR) berkomitmen untuk melindungi hutan serta membersihkan pemasok dari pihak ketiga pada tahun 2014. Setelah 5 tahun, kami mengharapkan perusahaan secara serius untuk menuntaskan janji ini.












